Oktober 2017



MPA,LUBUK BASUNG ~ Gubernur Sumatera Barat meresmikan kantor Walinagari Manggopoh, Kecamatan Lubuak Basuang, Kabupaten Agam  sekaligus membuka Alek Nagari Manggopoh, pada Selasa (31/10/2017).

Dalam sambutannya Gubernur menjelaskan, peresmian kantor Walinagari serta Alek Nagari merupakan hal yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Alek Nagari tersebut merupakan  wadah dalam menjaga silaturahmi diantara  masyarakat, serta menjaga adat istiadat. Sedangkan Peresmian Kantor Walinagari merupakan bentuk sebuah wujud  pelayanan terhadap masyarakat" jelasnya.

Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Manggopoh yang telah ikut berpartisipasi menggalang dana dan hal lainnya untuk pembangunan kantor Walinagari.

"Kami salut dengan kemauan masyarakat Manggopoh, tidak hanya menunggu anggaran turun dari pemerintah tapi bersama-sama mencari solusi untuk pembangunan kantor Walinagari yang super  megah ini.

Gubernur juga berharap, upaya pelayanan hendaknya dapat lebih maksimal diberikan kepada masyarakat, dangan dilengkapi sarana IT, serta yang tidak kalah penting SDM dalam penggunaan IT.

"Tujuannya IT hanya satu yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat, apalagi sekarang penggunaan IT sudah hampir diseluruh aspek kehidupan" terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Agam Yosefriawan rasa bangganya  terhadap pembangunan kantor Walinagari ini, karena menggunakan swadaya masyarakat.

"Ini bentuk kepedulian masyarakat Manggopoh terhadap pemerintahan Nagari dan tentunya Kabupaten Agam. Dengan pengorbanan yang telah diberikan masyarakat ini,sudah tentu  akan berimbas baik,”ujar Yosefriawan.

"Dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, maka tingkat kepercayaan masyarakat akan meningkat" sebutnya.

Walinagari Manggopoh, Ridwan menjelaskan, bahwa sebelum dibangunnya kantor ini, pemerintahan nagari Manggopoh selalu memakai gedung Sekolah Dasar yang ada di nagari.

Tepat pada tanggal 5 april 2014 pelentakan batu pertama kantor Walinagari ini dilaksanakan oleh Bupati, dan hari ini  diresmikan oleh Gubernur " ujarnya.

Ridwan, pembangunan kantor ini merupakan partisipasi dari berbagai pihak, diantaranya masyarakat manggopoh, perusahaan yang ada di manggopoh, para perantau serta dari KAN Manggopoh sendiri,”ujarnya.


Pembangunan kantor ini belum 100 persen, tapi kami akan berusaha untuk terus untuk menyelesaikannya, saat ini biaya yang sudah digunakan untuk pembangunan kantor sebesar 1,9 Milyar lebih kurang" tutupnya,(ar)

MPA,PADANG – Satu mobil merek Suzuki Karimun BA 1116 OI  ringsek dihantam kereta api di kawasan Lubuk Buaya, Koto Tangah Kota Padang sekitar pukul 06.00 Wib pagi (Selasa, 31/10/2017). Beruntung, pengemudi sempat keluar mobil sebelum tertabrak kereta Api hingga luput dari maut.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi ketika mobil Suzuki Karimun berwarna merah maroon itu hendak melintasi rel kereta api. Pengemudi mobil yang diketahui adalah Kepala SMAN 7 Padang, Zarini (53) itu hendak menuju ke tempat tugasnya,yaitu sekolah.

Naas,ketika Zarini kepsek mp 7 hendak melintasi rel mesin mobilnya mati tepat di tengah perlintasan kereta api. Bertepatan, saat itu juga datang kereta api dari arah Padang menuju Pariaman.

Kapolsek Koto Tangah Kompol Arsyal menerangkan, pas saat kejadian korban berhasil keluar dan meninggalkan mobilnya sehingga selamat sementara mobilnya ringsek tak berbentuk.

"Mobil yang dikendarai korban mogok tepat di tengah-tengah perlintasan kereta Api. Beruntung korban sempat berlari dan keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri," terangnya.


Mobil kepek tersebut sempat terseret sejauh 20 meter dalam kondisi remuk. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan raya sehingga menyebabkan arus lalulintas di Jalan Adinegoro sempat macet,”terang . Kompol Arsyal.(Ar)


MPA,PADANG - Setelah menghadiri malam puncak penganugerahan Kota Layak Pemuda 2017 di Padang Convention Center (PCC) Hotel Grand Inna, Sabtu malam, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora RI), Imam Nachrowi didampingi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Minggu pagi (29/10/2017) melepas empat ribuan peserta 'Gowes Siti Nurbaya Adventure 2017'.

Menpora RI, Imam Nachrowi mengatakan, olahraga bersepeda yang sudah menjadi trend ini bakal menjadi iven tetap setiap tahunnya.

"Olahraga bersepeda ini turut mendukung program Kemenpora untuk menggiatkan masyarakat suka berolahraga," jelas Menpora dalam sambutannya.

Melihat antusiasme peserta, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, iven ini membuktikan pecinta olahraga bersepeda semakin banyak. Tidak saja di Kota Padang,bahkan Dunia, terlihat dari luapan peserta yang datang dari luar Kota Padang. "Bahkan peserta dari luar Provinsi Sumatera Barat turut ikut ambil bagian," katanya.

Sebanyak, 37 komunitas sepeda di Kota Padang yang turut mendukung kegiatan ini. Start dimulai dari GOR H. Agus Salim menuju jembatan Siti Nurbaya, selanjutnya peserta akan menempuh jalan yang menantang dengan mendaki di punggung bukit dekat Gunung Padang menuju Pantai Air Manis.

Menpora bersama Walikota Padang pun tidak mau ketinggalan turut mengayuh sepeda dan bergabung dengan peserta Gowes lainnya.

Seperti yang kita  ketahui, Gunung Padang, bukit legenda hidup cerita Siti Nurbaya ini berpanorama laut, letaknya berada di ketinggian 80 meter di atas permukaan laut.Dan berada di seberang Selatan dari Muara Sungai Batang Arau,itu termasuk dalam resor Kecamatan Padang Selatan.

Pantai Air Manis merupakan salah satu objek wisata yang lekat dengan legenda Malin Kundang. Legenda yang menceritakan seorang anak durhaka yang dikutuk ibunya menjadi sebuah batu,yang hingga saat ini maih melegenda.(Pras/Ar)  

MPA,PADANG - Menjadi kepala sekolah di tengah kota tentu lebih mudah dibandingkan memimpin sekolah yang berada di pinggir kota. Apalagi jika sekolah tersebut berada di lereng kaki bukit dan memiliki kondisi jauh dari layak. Belum lagi ditambah persoalan kurangnya sumber daya manusia (SDM), baik dari sisi guru maupun siswa nya.

Kondisi memprihatinkan tersebut sempat dirasakan oleh Ratnawati Spd kepsek SMP N 6 jalan karya bakti Abri pegambiran ampalu xx kec lubuk begalung kota padang.Namun siapa sangka, sejak Ratnawati jadi kepala sekolah, dalam waktu singkat sekolah tersebut kini bertransformasi menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
Prestasi peserta didiknya pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Keadaan awal saat saya menjabat sebagai kepala sekolah di sini,kondisi sekolah sangat memprihatinkan,begitu juga dengan siswa. Pukul 06.30 WIB hanya sebagian siswa yang datang. Padahal, normalnya kelas dimulai pukul 07.00 WIB," ujar Ratna sewaktu ditemui di ruang kerjanya,”Sabtu 28/10/2017.
Ratna yang akrab disapa Bunda ini menceritakan, awalnya dia bingung antara memperbaiki fisik sekolah dahulu atau lebih mengutamakan SDM. Akhirnya, dia memutuskan untuk memperbaiki fisik sekolah, dan mengubah pola pikir para guru dan siswa. Menurut Ratna, hal tersebut awalnya sulit lantaran keduanya sudah nyaman dengan kebiasaan tidak disiplin yang dilakukan sehari-hari.
"Lebih banyak dukanya. Tetapi alhamdulillah, berkat usaha bersama dengan ketua Komite dan guru serta para Alumni SMPN 6, akhir-akhir ini perubahan sekolah mulai terlihat.Dan sekolah kami juga akan melaju ke Adiwiyata tingkat provinsi dan nasional. Sekarang sekolah kami benyak diminati, dan anak-anak juga merasa nyaman untuk belajar," ucapnya.
Ratna menambahkan,kemajuan sekolah yang diperoleh saat ini, itu semua berkat bantuan dan kepedulian para Alumni SMPN 6 yang sudah menjabat Ketua DPRD kota Padang dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Mungkin dalam waktu dekat kita akan mengadakan acara Syukuran di sekolah ini, semua para Alumni akan hadir, dan kami pihak sekolah juga akan mengundang  pak Walikota beserta kepala dinas pendidikan kota padang ,”ujar Ratnawati.(Thesya)

MPA,PADANG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kota Padang akan menggelar kegiatan yang cukup positif bagi masyarakat. Kegiatan tersebut yakni jalan sehat yang dilaksanakan Minggu (29/10) pagi.
Ketua KPU Kota Padang melalui Sekretarisnya, Lucky Dharma Yuli Putra mengatakan, jalan sehat dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Peserta jalan sehat dilepas pukul 06.00 Wib.
“Jalan sehat ini digelar sebagai bentuk gerakan atau imbauan kepada masyarakat agar sadar pemilu dan pilkada serentak 2018,” kata Lucky, Kamis (26/10).
Lucky menyebut, jalan sehat ini akan bertabur hadiah. Panitia telah menyiapkan hadiah yang cukup menarik. Seperti sepeda, kipas angin, dispenser, kompor gas, magic jar, dan lainnya.
“Bahkan juga ada tabungan senilai Rp 5 juta,” terangnya.
Lucky mengajak seluruh warga Kota Padang untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Selain menyehatkan, juga mendapat doorprize menarik.
“Silahkan mendaftar di lokasi acara sebelum pukul 06.00 Wib,” sebutnya.
Sebanyak 300 pendaftar pertama akan mendapatkan kaos dan snack. Peserta jalan sehat akan mengitari jalan utama di Kota Padang. Mulai dari depan Kantor Gubernur, terus ke jalan Ujung Gurun, jalan Veteran, kemudian jalan A. Yani, dan berhenti di depan Kantor Gubernur.(Ch/Ar)



MPA,PADANG – Tragis serombongan siswa sekolah berseragam putih merah berjalan di tanah yang kering akibat tak disapu hujan. Panas terasa di ubun-ubun kepala. Murid SD itu tampak letih.
Mereka baru saja pulang sekolah. Sesekali kening mereka bekerenyit. Menahan rasa panas dan haus. Sekaligus menahan teriknya panas di kakinya yang masuk melalui lubang-lubang yang menganga di sepatu.
Sepatu yang mereka gunakan memang tak lagi bagus. Sudah robek menganga. Mereka tak malu. Harus bagaimana lagi, mereka harus mengenakan sepatu itu agar bisa sekolah.
Mereka adalah murid Sekolah Dasar Negeri 11 yang berada di jalan Sarasah, Kampuang Pinang, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. Jarak antara sekolah dan rumah mereka cukup jauh. Untuk bisa ke sampai ke sekolah memang harus berjalan kaki.
“Siswa pada umumnya tinggal jauh dari sekolah. Bahkan ada yang menempuh jarak hingga satu kilometer untuk bisa sampai ke sini,” ujar Kepala SDN 11, Ermawati.
Untuk sampai ke sekolah, siswa SDN 11 ada yang harus melewati medan yang begitu berat. Naik turun bukit dan melewati anak sungai. Kontan saja sepatu tak berumur panjang.
“Baru sebulan dibeli sudah robek, apalagi sepatu kualitas biasa,” tambah Ermawati.
Randi contohnya. Siswa yang tinggal di Kandang Damar harus melewati terjalnya jalan. Sepatu yang dipakainya tidak lagi layak dikenakan. Tapi Randi harus tetap memakainya. Sebab itu sepatu satu-satunya yang dipunya.
“Meski begitu, tidak ada siswa kita yang tidak mengenakan sepatu ke sekolah,” kata Kepala SDN 11 Ermawati.
Kamis (26/10) kemarin merupakan hari yang membahagiakan bagi 65 siswa SDN 11. Sebab, siang itu Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo datang ke sekolah mereka membawa sepatu baru. Semua siswa tampak sumringah karena setelah ini mereka tak lagi mengenakan sepatu robek ke sekolah.
Walikota Padang pun penuh perjuangan untuk dapat sampai ke sekolah tersebut. Tidak adanya jalur bagi kendaraan roda empat membuat kendaraan dinas milik Walikota harus parkir di jalan utama. Walikota dijemput dengan kendaraan roda dua dan diantar ke SDN 11.
Setiba di sekolah, Walikota menyerahkan bantuan kepada orangtua siswa. Nampak hadir diantaranya Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Barlius, Kepala Dinas Sosial Amasrul, Sekretaris Dinas Sosial Afriadi, dan Kabag Humas Imral Fauzi.
“Alhamdulillah, terimakasih banyak Pak Walikota,” kata Ermawati di depan Walikota.
Pada hari itu, tidak saja siswa SDN 11 yang mendapat bantuan sepatu baru dari Walikota Padang. Dua sekolah lagi juga mendapat bantuan serupa. Yakni siswa SDN 15 serta SDN 13.
SDN 11 Butuh Perhatian.
Entah karena jauh dari jalan besar membuat SDN 11 kurang begitu terperhatikan. Saat ini sekolah tersebut sangat membutuhkan fasilitas yang baik sebagai tempat untuk menimba ilmu.
Ermawati menyebut, sekolahnya sangat membutuhkan pagar dan paving block. Tidak adanya pagar membuat sekolah ini kerap kemasukan binatang ternak. Lapangan sekolah tersebut juga sering becek setelah hujan.
“Sekolah perlu paving block. Sebab, jika sudah hujan kami terpaksa tidak melaksanakan upacara bendera,” ucap Ermawati.

Selain itu SDN 11 juga membutuhkan pustaka dan musala. Termasuk perangkat IT seperti laptop dan perangkat komputer lainnya. Ermawati berharap ada uluran tangan agar sekolahnya berstandar baik.(Charlie Ch. Legi)

MPA,PADANG - Kerukunan Umat Beragama di Padang selama ini ternyata terdengar hingga ke sejumlah daerah di Indonesia. Buktinya, Pemerintah Kabupaten Blitar mesti terbang ke Padang untuk menyigi kiat yang dilakukan. Rombongan Pemkab Blitar pun tiba di Padang, Rabu (25/10).
Pemkab Blitar datang ke Padang memboyong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat. Kedatangan rombongan ini disambut Walikota Padang yang diwakili Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz, di Grand Inna Muara Hotel.
"Kami datang ke sini (Padang) ingin mengetahui bagaimana upaya Pemko Padang dalam menjaga kerukunan umat beragama," kata Bupati Blitar, Rijanto.
Rijanto juga mengatakan bahwa selama ini kerukunan umat beragama di Blitar berjalan dengan sangat baik. Masing-masing pemeluk agama bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Bila umat Islam merayakan Idul fitri, umat kritsen yang melakukan pengamanan. Demikian juga ketika umat Kristen merayakan Natal atau ada kebaktian di Gereja, Banser NU yang mengamankan di luar.
"Demikian juga dengan pada saat agama Hindu merayakan Nyepi. Kami berharap hal ini tetap langgeng sesuai dengan semboyan kita bersama 'NKRI Harga Mati'," sebutnya.
Rijanto mengucapkan terimakasih kepada Pemko Padang yang telah berkenan menerima kedatangan rombongan dari Blitar. Menurutnya, penyambutan yang cukup baik tersebut merupakan suatu kehormatan.
Selain itu, Rijanto menuturkan bahwa kegiatan kunjungan ke daerah-daerah dilaksanakan setiap tahun. Bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB Kabupaten Blitar tentang NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dari Miangas hingga Pulau Rote, dari Sabang sampai ke Merauke.
Sementara, Kapolresta Padang Kombes Chairul Aziz menyebut, terkait FKUB, di Padang tidak ada permasalahan yang berat. Semuanya dapat diselesaikan dengan baik oleh FKUB.
"Sehingga kini situasi Kota Padang dan sekitarnya berjalan cukup kondusif," terangnya.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Blitar juga membawa Ketua FKUB Kabupaten Blitar, Dandim 0808 Blitar, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Kebersihan, Kepala Dinas PUPR, Kasatpol PP, Kepala Dinas Penamaman Modal, Kepala Dinas Kependudukan, Kepala Dinas Pendidikan, Kadis Perhubungan, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Ketua FKDM Kabupaten Blitar, Ketua LDII, Ketua Muslimat NU, Ketua MUI, Ketua Bamak (pemuka agama Kristen), pemuka agama Hindu Kabupaten Blitar, dan pemuka agama Budha Kabupaten Blitar.

Sedangkan dari Kota Padang nampak hadir diantaranya Dandim 0312 Padang Letkol Erizal Satria, Kakan Kemenag Kota Padang Japeri, Kakan Kesbangpol Mursalim, Kabag Humas Imral Fauzi, Ketua FKUB Kota Padang Ahmad Syarifuddin beserta pengurus FKUB, dan Ketua LKAAM Kota Padang.(Charlie / Fs / Imral)

MPA,PADANG - Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menegaskan Silpa itu tidak boleh terlalu besar, akan tetapi jika itu terjadi akibat efisiensi itu namanya bagus berarti bisa menghemat anggaran. Namun jika sifat yang terjadi diakibatkan karena tidak terlaksananya kegiatan seperti gagal tender yang sudah direncanakan sebelumnya itu namanya tidak benar.

Sangat disayangkan itu, betul salah namanya jika apa yang telah di anggarkan pada OPD namun tidak bisa direalisasikan untuk kepentingan pembangunan yang membantu pemerintah dan  juga program walikota.


Nah dari kegagalan itu kita bisa melihat dan menilai bagaimana kinerja OPD terkait, seperti kejadian dari pembahasan kita bersama dinas DPR KPP kemarin, di sana ada laporan gagal tender pada paket nomor 11 di sana juga terjadi Silpa sebesar Rp 2,8 miliar itu hanya di Paket nomor 11 saja belum yang lainnya, kita juga dapat laporan ada sebesar Rp 20,8 Miliar yang tidak terealisasikan di DPRKPP ini. "kata Wahyu, Kamis(26/10)


Kemudian dari pokir-pokir dewan yang masuk di dinas terkait juga kita menerima laporan bahwasanya dalam laporan tersebut sudah diselesaikan atau sudah dilaksanakan, namun kenyataannya tidak ada sama sekali realisasinya. 


"Jika pun dialihkan Pokir dewan itu laporannya bagaimana, itu kan jelas salah. Kemana pergi anggarannya, ini yang nantinya menjadi permasalahan hukum,"  ujarnya.


Dari persoalan ini  jangan nantinya kita dewan yang disalahkan, sementara kita di dewan sendiri hanya memberikan pokok-pokok pikiran ke dinas terkait yang nantinya di dinas itu dianggarkan dan pelaksanaannya sendiri adalah dinas terkait. Seharusnya dinas terkait dapat melaksanakan dengan baik juga karena dalam ini kita sudah membantu program pemerintah itu sendiri dan  siapa yang disalahkan nanti.


Saat ini kita juga menilai progul Walikota Padang banyak yang tidak terselesaikan seperti bedah rumah itu malah dana dari Baznas yang banyak mengerjakan. Kemudian pokir dewan yang tidak terlaksanakan kemana dialihkan atas persetujuan siapa, kemana anggarannya ini yang jadi pertanyaan kita.


"Malah yang sangat disayangkan terjadinya Silpa yang cukup besar, ini kan tidak benar," ungkap Ketua DPD Golkar Padang ini. (*)


MPA, PADANG - Sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat, Padang memiliki ragam budaya yang kental hingga saat ini. Tak hanya itu, kota yang pernah diguncang gempa hebat beberapa tahun lalu ini ternyata juga menyimpan potensi wisata yang menakjubkan. Mulai dari tempat wisata yang menyuguhkan keindahan panorama alam hingga tempat wisata yang menjadi ikon kota dengan nilai sejarah tinggi.

Keindahan panorama pantai juga tersaji di Pantai Padang. Tempat wisata di Padang yang satu ini berlokasi di pusat kota Padang. Tak heran jika tempat wisata ini senantiasa dipadati oleh masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana pantai dan melepas lelah juga menyegarkan pikiran.
Di sini terdapat area bermain bagi anak-anak, sehingga ketika hari libur atau musim liburan, tempat wisata ini padat pengunjung. Dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak menjadikan tempat wisata ini sebagai destinasi yang pas untuk wisata keluarga.

Pantai Padang ini memiliki pesona alam yang cukup indah untuk dinikmati karena pantai Padang ini memiliki banyak bebatuan yang sering kali menghantarkan suara gemuruh akibat memecahkan ombak yang lepas dari tengah lautan. Sehingga akan sangat menyenangkan dan menenangkan fikiran bagi pengunjung yang menginginkan liburan dengan nuansa pantai.

Pada sore hari wisata pantai Sumatera Barat ini juga tidak lepas dari pemandangan matahari tenggelam yang cukup indah untuk dinikmati bersama derasnya debur ombak. Sunset di pantai ini memang sangat indah dan tentunya sangat sayang untuk anda lewatkan. Di tempat ini amda juga bisa menikmati sunset dengan duduk santai di area pantai sembari menikmati jagung bakar serta minuman ringan yang terdapat di area wisata. Tentunya dapat menjadi moment yang menggembirakan untuk menikmati hari bersama keluarga atau pun rekan-rekan dalam waktu libur.

Di area obyek wisata pantai ini juga ada beberapa restoran dan tempat minum dengan berbagai makanan dan minuman ringan yang bisa dinikmati bersama rekan-rekan atau keluarga. Mengingat cita rasa masakan padang dipadu dengan olahan dari seafood tentunya akan sangat nikmat untuk dinikmati di pinggir pantai.

Terkait dengan lokasi dan kegiatan yang dapat dilakukan selama berada di pantai Padang tentunya obyek wisata pantai Padang bisa dijadikan rekomendasi obyek wisata yang dapat dikunjungi ketika liburan tiba. Beberapa penginapan pun tersedia di area wisata pantai ini sehingga anda bisa menikmati suasana pantai di malam hari dengan berjalan kaki menuju pantai.(Pras)

MPA,PADANG - Universitas Tamansiswa Padang sebagai universitas swasta NO 1 di wilayah X kopertis Sumbar,jambi, Riau dan Kepri kembali melaksanakan wisuda yang ke 53 tahun akademik 2016-2017 di Pangeran Beach Hotel  Jl. Ir. H. Juanda No. 79 Padang,"21/10/2017.

Lulusan yang diwisuda berjumlah 143 wisudawan/wisudawati dari tiga Fakultas, yaitu : Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi 34 lulusan, program Studi Peternakan 24 lulusan, Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen 29 lulusan, dan Fakultas Hukum program studi Ilmu Hukum 56 lulusan. Wisuda hari ini terdapat 18 lulusan dengan prediket Dengan Pujian, dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3,71.
 
Wisuda merupakan momentum yang sangat penting dan bermakna, Wisuda sebagai akhir dari tugas dan tanggung jawab UNITAS Padang,untuk,menjadikan  lulusannya insan yang berilmu dan berakhlak mulia serta siap meniti karir sesuai dengan bidang keahlian.Wisuda merupakan momentum yang menandai tahapan awal Siswa untuk memasuki dunia kerja dan membaur dengan masyarakat.

Penyerahan Alumni Oleh Rektor Unitas kepada ketua 1 Iluni
Dipenghujung prosesi wisuda Universitas Tamansiswa Padang, Pengurus Iluni (Ikatan Alumni Unitas Padang ) secara resmi menerima ke 143 orang alumni yang di Wisuda, Penerimaan anggota alumni Unitas ini langsung oleh Ketua 1 atau ketua harian Iluni Fadli Hendrawan, SP ( raden) pada Sabtu (21/10). yang diserahkan secara simbolis oleh Rektor universitas Tamansiswa padang, Dr. Ediwirman, SP, MP.
Rektor III Unitas padang Yevendri, SH, MH

Wakil Rektor III Yevendri yang dihubungi melelaui Telephone seluler oleh kontributor MPA menyampaikan harapannya  kepada wisudawan untuk menjadi ujung tombak serta pilar dalam kemajuan Unitas kedepanya,

Serta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama dibangku kuliah serta dapat dibuktikan melalui gelar yang dicapainya. Hal ini menunjukkan bahwa gelar di dalam ijazah bukanlah akhir (ends) namun hanya sebagai fasilitas pembuktian (means) dari sebuah kepandaian,"harapnya.

Karena pada hakikatnya seorang sarjana adalah mereka yang pandai. Pandai dalam mengelola kemampuan dan sumber daya untuk mewujudkan harapan bangsa, pandai dalam bertahan di tengah badai kompetisi global, atau pandai dalam mendapatkan dan menggali peluang potensi yang ada,"terang Yevendri








(Helmy/Pras)

MPA,PADANG - Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DPRD Kota Padang, Zulhardi Z.Latif menyatakan sikap kecewa atas laporan dan pengakuan yang disampaikan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang terkait pokok – pokok pikiran (Pokir) DPRD yang menjadi program di dinas terkait.

Namun tidak terealisasikan, malah terjadi Silpa hingga Rp. 20,8 Miliar pada Oktober 2017 ini.Zulhardi Z. Latif mengatakan ada 1 Pokir di dapil nya yang berada pada paket 9 No 17 yang berlokasi di RW 1 menuju RW 3 (dalam hal pengerasan jalan,red) di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji. Ini telah dimasukkan dan menjadi program di DPRKPP dan malah sudah ditenderkan.

Dari hearing kita kemarin bersama dinas terkait dikatakan untuk paket 9 No 17 ini sudah di laksanakan, namun kenyataannya tidak ada sama sekali. “Jangankan satu truk kerikil masuk ke lokasi, satu kerikil saja tidak sampai ke lokasi tersebut,” ujar Zulhardi yang lebih akrab disapa Buya ini, Selasa (24/10).

“Nah ini kan jelas tidak dikerjakan kemana dibawanya, apakah ini dipindahkan ke tempat lain atau bagaimana. Kalau dipindahkan ke lokasi lain, itu kan tidak masuk dalam perencanaan yang sudah dibahas dan ini sudah jelas OPD nya salah, kenapa seenaknya memindahkan begitu saja tanpa persetujuan terlebih dahulu,” tegasnya.Apalagi sekarang ini sudah e -planing, jadi kegiatan atau program itu sesuai dengan yang telah diusulkan tidak boleh naik di jalan. Tidak benar seenaknya saja jika dipindah-pindahkan apa yang telah disepakati dalam pembahasan, yaitu yang akan dilaksanakan, tidak seenaknya main pindahkan saja,”pungkasnya.

Kalau tidak dilaksanakan uangnya dikemanakan. Apakah dikembalikan?, jika iya, berarti kan program di paket 9 No 17 itu jelas belum dilaksanakan. Kenapa dikatakan sudah dan ini jelas-jelas disampaikan dalam hearing Komisi III bersama empat OPD kemarin, yakni Dinas PU, DPRKPP, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kota Padang,” sebutnya.

Menurutnya itu hanya baru satu paket nomor 9 saja yang baru ketahuan, sementara ada 1 hingga 13 paket. Juga diketahui katanya di paket 11 juga terjadi gagal tender, sementara disana ada anggaran sekitar Rp2,8 Miliar, apa-apa saja pekerjaan yang ada di paket 11 ini apakah ada yang urgent yang betul perlu untuk masyarakat sementara kenapa tidak dilaksanakan, kenapa gagal tender untuk paket 11 ini, katanya. Zulhardi juga mengungkapkan untuk di bulan Oktober ini saja di DPRKPP sendiri itu sudah terjadi Silpa Rp20,8 Miliar, apalagi nanti di Desember 2017 datang, itu bisa saja meningkat menjadi Rp40 Miliar yang tidak terselesaikan. Tentunya ini sangat kita sayangkan sekali. 

Sementara kita di DPRD telah menganggarkan dan itu adalah untuk kepentingan masyarakat. Kenapa tidak bisa realisasikan, sementara masyarakat tentunya sudah berharap-harap seperti drainasenya untuk diperbaiki, jalan lingkungan, betonisasi dan segala macamnya.Dalam masalah ini tambah Zulhardi, kita dari Komisi III sudah meminta DPRKPP untuk segera menyerahkan seluruh daftar paket 1 sampai 13 tersebut yang akan kita awasi satu-persatu. Apakah kegiatan-kegiatan dalam paket-paket tersebut sudah dilaksanakan apa belum. Kita tidak mau dibohongi lagi seperti kejadian pada paket 9 No 17 yang katanya sudah dilaksanakan namun nyatanya nihil.

Ini hanya baru satu objek saja yang baru ketahuan. Bisa saja terjadi pada paket-paket yang lainnya, pada pokir-pokir anggota dewan yang lainnya yang anggarannya sudah masuk di OPD terkait. Nantinya letak data dari paket-paket ini akan kita serahkan pada anggota dewan di dapil mereka masing-masing untuk melakukan pengecekan pada paket-paket ini, apakah sudah dikerjakan apa belum.Kita bukan saja mengawasi untuk pokir itu saja akan tetapi seluruh program Pemko Padang yang bisa saja tergabung dalam paket 1 hingga 13 ini yang akan kita cek seluruhnya. 

“Jadi saya harap OPD terkait jangan main-main untuk hal ini, karena ini adalah uang rakyat yang kita gunakan untuk bangunan Kota Padang agar lebih baik kedepannya,” ungkap politisi Golkar itu.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana, DPRKPP diminta harus segera merealisasikan pengerjaan betonisasi jalan lingkung yang anggarannya dari pokir-pokir anggota dewan. Ia melihat saat ini persoalan jalan melalui pokir dewan banyak yang belum tuntas dan selesai, sehingga kekecewaan warga terhadap anggota dewan muncul akibat persoalan ini. Jangan kami yang jadi disalahkan, jadi kekecewaan masyarakat. Kepada Pemko Padang melalui pihak terkait harus segera menyelesaikan hal ini,” tegas Wahyu yang juga Ketua DPD Golkar Padang itu,

Sementara Norman Kabid Perumahan DPRKPP Padang saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa untuk paket – paket pengerjaan di DPRKPP masih ada yang sedang berjalan dan enam paket terkontrak pertama sudah selesai pengerjaannya. Untuk yang di Kelurahan Korong Gadang ia menyebutkan itu sudah selesai pelaksanaannya.



Sementara Silpa yang disebut sebesar Rp20,8 miliar itu tambah Norman, bukanlah sebanyak itu, kemarin saat hearing itu hanya baru hitungan – hitungan kasarnya saja, tidak ada Silpa sebesar itu,” ungkapnya. (*)

MPA,PADANG - Komisi II DPRD Kota Padang melaksanakan hearing bersama Bapenda Kota Padang, Dinas Perdagangan Kota Padang, Pertamina, PT. Semen Padang, Bank Nagari dan PDAM Kota Padang tentang Pendistribusian Energi Baru Terbarukan di Kota Padang, Senin kemarin.
Hearing di pimpin  langsung oleh Elly Thrisyanti Ketua DPRD Kota Padang,. Dalam hearing itu banyak persoalan yang menjadi pertanyaan anggota DPRD Kota Padang kepada mitra kerjanya tersebut.Miswar Djambak dari Fraksi Partai Golkar mempertanyakan kontribusi PT Semen Padang, apa lagi setelah berdirinya Pabrik Indarung VI.  

Pertanyaan tajam juga diberikan Masrul Rajo Intan terkait pendistribusian gas murah bersubsidi kepada masyarakat. Menurutnya, pendistribusiannya harus tepat sasaran dan menyentuh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat, Yulisman dalam kesempatan itu juga meminta Pertamina untuk menertibkan SPBU yang terkesan nakal dalam operasionalnya. 

Sekretaris Dinas Perdagangan, Jasman menjawab pernyataan Yulisman, ia menegaskan, pihaknya baru-baru ini langsung menangkap tangan ulah SPBU nakal.

"Baru-baru ini, saya menangkap tangan pengisian BBM dengan jerigen di salah satu SPBU di Bandar Buat. Sampai sekarang mobilnya masih saya tahan di kantor Dinas Perdagangan. Kami minta Pertamina betul-betul mengawasi dengan ketat SPBU yang ada," katanya.


Jasman bahkan mendesak Pertamina memberikan sanksi yang tegas kepada SPBU nakal tersebut. Sebab, soal perizinannya dikeluarkan Pertamina, bukan Pemerintah Kota Padang."Kami hanya ingin BBM itu tepat sasaran kepada rakyat, "pungakasnya.Informasi yang diperoleh dari sekretariat DPRD Padang, Komisi II DPRD Padang usai heariang  langsung melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) terhitung 17 hongga 21 Oktober 2017, terkait Pendistribusian Energi Baru Terbarukan , ke Kementerian ESDM, Jakarta, DPRD  Kota Surabaya dan ke DPRD Kota Bogor (*)


MPA,PADANG - DPRD Kota Padang mempertanyakan  24 Panti Asuhan yang berada di Kota Padang, hal ini disebabkan  kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai dan memprihatinkan. hal ini  dibenarkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Padang Jamilus.Jamilus mengatakan, memang untuk Panti Asuhan perlu perhatian pemerintah . Ada sebanyak 24 Panti Asuhan di Kota Padang, dan dari kunjungan ke lapangan sangat memprihatinkan, masih sangat banyak sarana dan prasarana panti asuhan yang tidak memadai.

“Saat ini pemko Padang  baru melakukan pembinaan-pembinaan tentang penguatan kelembagaan panti, bantuan sosial untuk panti. Namun memang bantuan untuk panti-panti asuhan ini belum mencukupi,” kata  Jamilus 

Dikatakan Jamilus, dari pembahasan kita bersama Pansus II DPRD Padang, direkomendasikan untuk penambahan anggaran untuk biaya operasional Panti Asuhan ini. Kita sedang merancang anggarannya, berapa untuk anak panti apakah nanti pertiap bulannya, nanti melihat pada anggaran,” kata Jamilus dari ruang kerjanya, Kamis ( 19/10).Kemudian menyangkut anggaran operasional untuk Garin Masjid dan Mushalla yang merupakan progul Walikota dan Wakil Walikota Padang Bapak Mahyeldi – Emzalmi, memang pada tahun sebelumnya di 2015 kita belum menganggarkannya, dan saat ini telah dianggarkan namun belum semuanya terealisasikan.

“Saat ini memang baru terealisasikan sekitar 335 dari keselurahanya sekitar 1600 garin Masjid dan Mushalla,” ujarnya.

Jamilus menjelaskan, untuk anggaran operasional kita namakan anggaran operasional Imam/Garin Masjid dan Mushalla, karena disebagian daerah garin ini juga salah satunya langsung berfungsi menjadi imam. Kita juga menginginkan para Garin Masjid dan Mushalla adalah orang – orang yang langsung mampu menjadi Imam dan kita adakan pelatihan selama tiga hari untuk itu, sehingga disana ada ketenangan, kenyamaman jamaah setiap harinya sholat di Masjid maupun Mushalla, karena imamnya sudah ada langsung disana,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui dalam rapat pembahasan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah 2018 bersama Bagian Kesra Kota Padang diketahui masih minimnya perhatian kepada Panti Asuhan dan belum  terakomodirnya bantuan operasional bagi seluruh Garin Masjid/ Musholla yang sesuai dengan 10 program unggulan janji Mahyeldi – Emzali di angka 200% Dalam pembahasan itu Maidestal Hari Mahesa mengatakan, kita tahu bahwasanya Kota Padang digadang – gadang adalah kota layak anak, sementara masih banyak anak yatim dan piatu kita di Panti Asuhan yang belum tersentuh bantuan.

“Menurut ajaran agama manapun pastilah anak yatim piatu harus dan wajib kita bantu, begitu juga halnya dari oleh negara maupun pemerintah sendiri,” katanya.

Kemudian terkait belum tercapainya kenaikan bantuan operasional Garin Masjid / Mushalla ternyata bantuan tersebut hanya untuk kurang lebih kepada 335 Garin Masjid/Mushalla saat ini. Sementara yang mana Masjid dan Mushalla se Kota Padang kurang lebih 1600 an Masjid/Mushalla, berarti garinnya lebih kurang juga sekitar lebih kuran 1600 orang di Kota Padang, berarti belum sampai 50 persen yang terakomodir, hanya baru 335 Masjid dan Mushalla saja.


“Maka dari itu kita mendorong agar bantuan operasional untuk panti asuhan dan garin Masjid/Mushalla untuk secara keseluruhan mendapatkannya. Untuk garin tidak hanya yang berjumlah 355 orang dari total 1600 an Garin Masjid/ Musholla dari laporan yang kita terima dalam pembahasan kemarin bersama Kesra,” kata Ketua DPC PPP Padang ini.(*)

MPA,PADANG - Komisi II DPRD Kota Padang laksanakan hearing bersama Bapeda Kota Padang, Dinas Perdagangan Kota Padang, Pertamina, PT. Semen Padang, Bank Nagari dan PDAM Kota Padang tentang Pendistribusian Energi Baru Terbarukan di Kota Padang, Senin kemarin. Hearing itu langsung di pimpin Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti. Dalam hearing itu banyak persoalan yang menjadi pertanyaan anggota DPRD Kota Padang kepada mitra kerjanya tersebut.

Miswar Djambak dari Fraksi Partai Golkar mempertanyakan kontribusi PT Semen Padang, apa lagi setelah berdirinya Pabrik Indarung VI.Pertanyaan tajam juga diberikan Masrul Rajo Intan terkait pendistribusian gas murah bersubsidi kepada masyarakat. Menurutnya, pendistribusiannya harus tepat sasaran dan menyentuh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat, Yulisman dalam kesempatan itu juga meminta Pertamina untuk menertibkan SPBU yang terkesan nakal dalam operasionalnya. Sekretaris Dinas Perdagangan, Jasman menjawab pernyataan Yulisman, ia menegaskan, pihaknya baru-baru ini langsung menangkap tangan ulah SPBU nakal.

Baru-baru ini, saya menangkap tangan pengisian BBM dengan jerigen di salah satu SPBU di Bandar Buat. Sampai sekarang mobilnya masih saya tahan di kantor Dinas Perdagangan. Kami minta Pertamina betul-betul mengawasi dengan ketat SPBU yang ada,” katanya.


Jasman bahkan mendesak Pertamina memberikan sanksi yang tegas kepada SPBU nakal tersebut. Sebab, soal perizinannya dikeluarkan Pertamina, bukan Pemerintah Kota Padang.”Kami hanya ingin BBM itu tepat sasaran kepada rakyat, “pungakasnya. Informasi yang diperoleh dari sekretariat DPRD Padang, Komisi II DPRD Padang usai heariang  langsung melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) terhitung 17 hongga 21 Oktober 2017, terkait Pendistribusian Energi Baru Terbarukan , ke Kementerian ESDM, Jakarta, DPRD  Kota Surabaya dan ke DPRD Kota Bogor.(*)

MPA,PADANG - Selaku anggota dewan dapil IV Padang Selatan yang juga putra daerah Alang Lawas Aprianto Anggota DPRD Padang, menyampaikan, dirinya, sudah memasukkan anggaran pokir tahun 2016 sebesar Rp.250 juta untuk pelaksanaan di 2017 ini.

Pokir yang dititipkan ke Dinas PUPR itu untuk pengaspalan hotmix di Jalan Alang Lawas I dan pada saat itu sudah sejutui oleh Dinas PUPR, sudah dilakukan pengukuran jalan ini mulai dari simpang Bulog Alang Lawas Jalan Thamrin sampai simpang Apotik Madya Jalan Proklamasi,” katanya kemaren.Aprianto menegaskan, ia selaku anggota DPRD Padang akan selalu ngotot untuk kebaikan pembangunan sarana dan prasarana di Kota Padang dan khususnya untuk daerah Alang Lawas ini.

“Ini sudah jelas, karena kita selaku anggota di DPRD Padang mempunyai fungsi yakni Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, Kewenangan Budgeting dalam hal anggaran daerah (APBD) dan Controling/ Pengawasan dalam ini kewenangan untuk mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah,” katanya.Untuk itu tambah Aprianto, mengenai perbaikan atau pengaspalan di Jalan Alang Lawas I ini, ia mempertanyakan kenapa belum direalisasikan juga. Tentu hal ini saya pertanyakan selaku kontrol pengawas, ada apa hingga belum juga dilaksanakan, ” tegasnya.

Ia juga mengatakan untuk Alang Lawas ini, ia lebih utamakan dulu pada realisasi jalan ini. Karena jalan ini sudah termasuk jalan perlintasan utama di Alang Lawas. Dan kepada dinas terkait saya minta agar segera bisa merealisasikannya, karena ini sudah dipenghujung tahun, ” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara Ketua RW 03 Alang Lawas, Zulheri mengatakan jalan ini sudah hampir 30 tahun tidak diperbaiki. Jangankan diaspal baru, untuk perawatan saja tidak pernah. Yang jelas harapan kita selaku warga tentunya jalan ini dapat segera di kerjakan dinas terkait.


Posisi jalan Alang Laweh I ini sangat strategis sebutnya,  karena jika ada kegiatan atau acara besar dilapangan imam bonjol, otomatis semua kemdaraan roda empat dan dua akan dialihkan ke jalan alang laweh ini,” katanya.Zulheri, kami sangat berterimakasih dengan adanya Aprianto putra Alang Lawas Kecamatan Padang Selatan yang duduk menjadi anggota DPRD Padang dapat memperjuangan asprirasi masyarakat, sudah memikirkan untuk pembangunan Alang Laweh ini, ya salah satunya seperti jalan utama ini,”ujarnya.(*)

MPA,PADANG - Komisi I DPRD Padang melaksanakan kunjungan kerjanya ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta ke DPRD Tangerang Selatan.Hal tersebut sampaikan Ermanto, Kabag Humas DPRD Padang.

Selanjutnya Komisi II DPRD Padang juga melaksanakan  kunjungan kerjanya ke Kementerian ESDM di Jakarta kemudian  menuju DPRD Bogor dan Surabaya. Sedangkan  Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan selanjutnya menuju DPRD Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup

Usai melaksanakan pembahasan APBD 2018 dan heariang bersama seluruh OPD, seluruh Komisi DPRD Kota Padang laksanakan kunjungan kerja keluar Sumatera terhitung 17 hingga 20 Oktober 2017,”kata Ermanto, Kamis(19/10) .


Sementara untuk Komisi IV DPRD Padang melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Sosial serta ke DPRD Depok.” Kunjungan Komisi ini juga membawa sejumlah anggota kesekretariatan DPRD Padang dan juga didampingi  Sekwan.(*)

MPA,PADANG - KPU Padang hanya menerima pendaftaran 19 dari 31 partai politik (Parpol) calon peserta pemilu 2019, yang mengajukan user name dan password Sipol ke KPU RI hingga batas akhir pendaftaran, pukul 24.00 WIB, Senin (16/10/2017).
"Dari 19 itu, 14 di antaranya menyerahkan berkas yang diperlukan untuk mendaftar di hari terakhir (Senin, 16/10/2017-red). Dari 14 itu, sebanyak 10 partai statusnya baru mendaftar, namun sedang dalam proses pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran," ungkap Anggota KPU Padang, Riki Eka Putra saat penutupan pendaftaran.

Lima partai yang mendaftar sebelum hari terakhir itu, terang Riki, berkas yang diserahkan telah sesuai antara data di Sipol dengan bukti fotocopy KTP dan KTA yang diserahkan ke KPU.

Sedangkan yang mendaftar di hari terakhir, terang dia, sebagian besar tidak ada kecocokan antara data di Sipol KPU RI dengan bukti KTP dan KTA partai yang diserahkan ke panitia pendaftaran di KPU Padang.

"Sesuai instruksi KPU RI, bagi parpol yang statusnya sudah mendaftar dan sedang pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran, maka KPU melanjutkan pemeriksaan kelengkapan dokumen tersebut selama 1x24 jam, terhitung sejak pukul 00.00 WIB ini," ungkap Riki.

Riki berharap, pengurus partai politik baik yang berstatus peserta pemilu 2014 maupun partai baru, bisa memperbaiki ketidakcocokan antara data di Sipol dengan bukti KTP dan KTA yang diserahkan.

Pantauan di hari terakhir, lima anggota KPU Padang mulai dari Ketua M Sawati hingga anggota, Mahyudin, Candra Eka Putra, Riki Eka Putra dan Yusrin Trinanda beserta sekretaris dan para Kasubag, mengawal proses pendaftaran hingga penutupan pukul 24.00 WIB.

Juga hadir tiga orang anggota Panwaslu Padang beserta tim yang tampak ikut terlibat langsung memeriksa kecocokan dokumen di Sipol dengan fotocopy KTP dan KTA yang diserahkan masing-masing pengurus partai politik. Tak jarang, petugas Panwaslu itu menghentikan proses penelitian berkas, saat mereka anggap ada ketidakcocokan.

Diketahui, KPU RI secara nasional menutup pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2019, Senin (16/10/2017), pukul 24.00 WIB. Hal sama juga dilakukan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah ditetapkan, masa pendaftaran selama 14 hari oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Parpol yakni mulai 3-16 Oktober 2017.

Dikutip dari laman website KPU RI, Parpol yang terdaftar di Kemenkumham sebanyak 73, namun yang mengajukan user name dan password Sipol ke KPU RI, hanya 31 parpol. Hingga pukul 24.00 WIB, dari 31 parpol tersebut, sebanyak 27 parpol telah mendaftar dan 4 parpol sisanya tidak mendaftar. (*)

MPA,PADANG - Festival akbar bernuansa islami yang  dihelat untuk menumbuhkan semangat religius masyarakat terutama di kalangan generasi muda sehingga mereka memahami kehidupan masyarakat ideal yang madani seperti yang diajarkan Islam. Festival ini di ikuti  ribuan santri didikan subuh dari seluruh masjid dan musala  yang ada di Kelurahan Gunung Pangilun turut menyemarakkan rangkaian Festival Madani yang dipusatkan di Masjid Nurul Islam Gunung Pangilun, Padang Utara, Ahad (15/10).

Wahyu Iramana Putra Wakil Ketua DPRD Kota Padang yang juga selaku tokoh masyarakat setempat menyebut festival yang diinisiasi lurah bersama Majelis Taklim Gunung Pangilun ini menguatkan konsep madani dan program religius kota Padang.

Madani itu mencakup semua lini dalam kehidupan masyarakat. Kita menginginkan kehidupan masyarakat yang syarat dengan nilai keislaman, yaitu masyarakat yang taat dengan aturan, masyarakat yang santun dengan sesama serta membina generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus memiliki iman dan taqwa," papar Wahyu usai memberikan motivasi kepada santri didikan subuh.

Menurut Wahyu, dengan menyemarakkan didikan subuh, majelis taklim, dan kegiatan keagamaan lainnya, seiring waktu masyarakat semakin memiliki lingkungan sosial yang baik. "Ini yang kita inginkan di Kota Padang dan kita coba dari lingkungan kecil di GunungPangilun,"kata Wahyu. Camat Padang Utara Editiawarman juga sempat memberikan motivasi bagi santri didikan subuh yang terdiri dari murid SD dan MIN tu. Camat mengakui, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat bersemangat dan memiliki kecerdasan yang dilandasi nilai agama.


Sementara itu Lurah Gunung Pangilun Andi Amir mengatakan, rangkaian Festival Madani ini akan berlangsung sampai November nanti. Selain didikan subuh yang mengangkat lomba salat jenazah, MTQ dan hafiz, juga akan ada lomba nasyid dan qasidah rebana antar majelis taklim.Untuk itu kami mengharapkan kegiatan ini berjalan lancar dan akan selalu didukung oleh tokoh masyarakat," tukasnya.(Thesya)



MPA,PADANG — Menjelang usianya yang ke-23, Indosiar kembali melakukan gebrakan terbarunya dengan menggelar “Liga Dangdut Indonesia”. Ajang pencarian bakat penyanyi dangdut terbesar dan terbaru persembahan Indosiar ini akan menjaring bakat-bakat penyanyi dangdut terbaik di 34 provinsi Indonesia.

Pekan ketiga audisi “Liga Dangdut Indonesia (LIDA)” akan berlangsung serentak di tiga provinsi yakni Sumatera Barat bertempat di jalan manunggal Brimob padang Sarai koto tangah Padang, Bangka Belitung bertempat di Ballroom Bangka City Hotel, dan Kalimantan Tengah bertempat di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya pada hari Minggu, 15 Oktober 2017.

Indosiar akan hadir di tengah-tengah penikmat musik dangdut dari provinsi paling barat sampai paling timur Indonesia dengan menyelenggarakan audisi “Liga Dangdut Indonesia”.

Ajang pencarian bakat terbaru persembahan Indosiar ini nantinya tidak hanya bertujuan memunculkan bintang Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah-bintang dangdut berbakat dari masing-masing provinsi, melainkan juga mengangkat potensi dan kebudayaan lokal dari masing-masing daerah. “Indosiar berharap program Liga Dangdut Indonesia ini dapat menjadi program inspiratif yang tidak hanya menghibur tetapi juga dapat menyatukan 34 Provinsi melalui seni,” ungkap Ekin Gabriel selaku PSRD Divison Head.

Calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui Official Whatsapp LIDA 0812-979-185-45, melalui www.vidio.com, atau melalui radio-radio partner di tiap Provinsi.

Formulir pendaftaran di tiga provinsi dapat diperoleh secara gratis di radio-radio yang telah bekerjasama dengan Indosiar. Wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya dapat mengambil di Radio Kiara 96,7 FM, Radio Padang 102,6 FM atau Radio Dhara 88,8 FM. Sedangkan di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya, formulir Liga Dangdut Indonesia dapat diperoleh di Radio Prima Bangka 105,9 FM atau Radio Sisnet 96,4 FM sementara untuk Kalimantan Tengah di Radio Primadona 100 FM, atau Radio Bravo 104,2 FM.

Kompetisi ini ditujukan bagi pria atau wanita berusia minimal 15 tahun, dan maksimal 25 tahun yang memiliki bakat menyanyi lagu dangdut. Dari setiap provinsi akan dipilih lima peserta terbaik yang akan melanjutkan kompetisi di Jakarta, dan tampil on air dalam program Konser Nominasi untuk mencari Juara Provinsi melalui polling SMS. Satu peserta terbaik tiap provinsi berhak melaju ke putaran final dan bertemu dengan seluruh juara provinsi lainnya.

Untuk pertama kalinya talenta-talenta dangdut terbaik dari 34 provinsi Indonesia akan berkompetisi dalam satu panggung dengan membawa berbagai kekayaan budaya di tiap daerah. Audisi Liga Dangdut Indonesia sebelumnya telah berlangsung di Gorontalo, Bengkulu, Maluku, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Audisi masih akan terus berlanjut menyambangi 26 provinsi lainnya.

Setelah Sumatera Barat, Bangka Belitung dan Kalimantan Tengah, Indosiar akan kembali menggelar audisi serentak di tiga provinsi berikutnya yakni Kalimantan Barat, Riau, dan Kepulauan Riau pada hari Minggu, 22 Oktober 2017.

Ikuti audisi Liga Dangdut Indonesia di wilayah anda. Gratis! Liga Dangdut Indonesia : Seni Menyatukan!  (mr/rel)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.