November 2017

MPA,PADANG - Setelah melalui mekanisme voting, akhirnya penyertaan modal Pemerintah Kota Padang pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Padang Sejahtera Mandiri disetujui anggota DPRD kota Padang pada rapat paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD kota Padang Elly Thrisyanti.  Rabu, (29/11).

Sebanyak 18 orang dari 45 orang anggota DPRD kota Padang hadir dalam pengambilan keputusan tersebut. Dari 18 orang, hanya 17 orang anggota dewan menyatakan setuju, sedangkan satu orang menolak, yaitu Emnu Azamri dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya.  

Ironisnya, beberapa orang anggota DPRD kota Padang yang hadir di Gendung Bundar Sawahan tidak ikut dalam proses pengambilan voting. Mereka menyatakan penolakan dengan ketidakhadiran di ruang rapat paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD kota Padang Elly Thrisyanti. 

Pada awal rapat paripurna, sebanyak 35 orang anggota DPRD kota Padang menghadirinya dan rapat paripurna dinyatakan dibuka karena sudah kuorum. Namun, setelah lobi-lobi antar pimpinan, hanya 18 orang yang naik ke ruang sidang utama rapat paripurna DPRD kota Padang. Selebihnya memilih tidak memasuki ruang sidang. 

Wakil Ketua DPRD kota Padang Wahyu Iramana Putra menegaskan, voting pengambilan keputusan semestinya harus memenuhi kuorum dari 45 orang anggota DPRD kota Padang. Artinya, syarat pengesahan harus dihadiri secara fisik sebanyak 30+1 atau 2/3 anggota DPRD kota Padang.

Yang ikut voting kan hanya 18 orang. Jika disahkan juga maka cacat hukum. Voting itu harus dihadiri secara fisik oleh anggota dewan dengan memenuhi kuorum. Kuorum ketika rapat paripurna dibuka dihadiri 35 orang, sedangkan pada saat voting hanya 18 orang. Ini jelas tidak sesuai mekanisme," ujarnya. 

Wahyu sendiri termasuk yang tidak hadir pada pelaksanaan voting. Ia lebih memilih berada di ruangannya. Alasan Wahyu, sampai saat ini dasar hukum pembentukan Perumda tidak ada diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP). PP baru mengatur tentang pembentukan Perusda. 

"Perumda dan Perusda itu beda. Dalam PP hanya diatur soal Perusda. Kita bukan dalam posisi menolak, tetapi tentu harus sesuai aturan. Kalau melanggar hukum, kita tidak berani. Kalau sesuai hukum, kita duluan yang suport," pungkasnya. 

Wahyu yakin, pengambilan keputusan terkait penyertaan modal pemko Padang pada Perumda PSM bakal jadi temuan. Menurutnya, anggota dewan yang meluluskan penyertaan modal tersebut juga bakal diminta pertanggungjawabannya. 

"Saya yakin ini akan jadi temuan. Saya tidak akan tandatangan pengesahan itu. Tapi kalau Perda tentang Perusda direvisi dulu, baru saya setuju," tegasnya. 

Perda yang dimaksud Wahyu adalah Perda nomor 10 tahun 2014 tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri. 

Fraksi Partai Golkar DPRD kota Padang melalui juru bicaranya, Jumadi mengatakan, selain meragukan protofolio bisnis Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri, pihaknya juga mengkhawatirkan munculnya persoalan hukum dikemudian hari, apabila fraksi Partai Golkar menerima penyertaan modal tersebut.

Pasalnya, berdasarkan hasil pembahasan Pansus sebelumnya, dan pandangan ahli ekonomi serta hasil konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, dikatakan Perda kota Padang nomor 10 tahun 2014 tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri yang dudah terlanjur disahkan agar direvisi mengingat turunan dari Undang-undang nomor 5 tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah sampai saat ini belum pernah ada, ujar Jumadi yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD kota Padang tersebut (*) 



MPA,PADANG — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) berhasil menjaring  pelaku illegal mining di kawasan Aliran Sungai Air Dingin Dusun Sawah Tambang Desa Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang, Sawahlunto dengan Barang Bukti (BB) alat berat Escavator dan mesin dompeng pada Kamis tanggal 23 November 2017 sekitar pukul 16.30 WIB. 


“Saat ini pelaku EH (46) alias Eka telah diamankan di Mapolda Sumbar, sedangkan BB dititipkan di Polsek Muaro Kalaban. Dan kita akan terus mengembangkan apakah pelaku dalam aksinya berjalan sendiri atau ada pelaku lainnya,” terang Kabid Humas Kombes Pol Syamsi didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus kepada awak media dalam press release yang digelar di Mapolda Sumbar, Selasa (28/11/2017). 

Ia mengatakan, modus operandi pelaku melakukan penambangan emas dengan menggunakan satu unit alat berat Escavator merek Komatsu SK-200 warna hijau serta satu unit mesin dompeng ditambah dengan Paralon, Slang, Dulang, Derigen serta Karpet. 

“Informasi yang dihimpun juga menyebutkan pelaku merupakan pemain lama, dan hal itu akan kita dalami," katanya.

Kronologis kejadian, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penambangan emas tanpa izin selama satu bulan terakhir yang terjadi di aliran Sungai Air Dingin Dusun Sawah Tambang Desa Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Dari informasi yang diterima, maka subdit IV Ditreskrimsus melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, dan di lokasi memang ditemukan kegiatan penambangan emas tanpa izin dengan menggunakan alat berat dan mesin dompeng. Selanjutnya terhadap kegiatan tersebut dilakukan upaya penegakan hukum.

Atas perbuatannya kini tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun, serta denda paling banyak Rp.10 Miliar. (An)

MPA,PADANG - Memasuki masa Sidang III Tahun 2017 anggota DPRD Padang,H. Muharlion S.Pd melaksanakan Reses di tiga lokasi yakni di Komplek Lembah Karet Kelurahan Batipuh Panjang, di kantor Camat Koto Tangah dan di kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Koto Tangah,  Dalam kunjungan reses di Kelurahan Batipuh Panjang didapati bahwasanya permasalahan kondisi jalan yang sudah  sangat parah perlu dilakukan pengaspalan, kemudian ada beberapa saluran drainase yang tersumbat yang perlu diperbaiki.  

"Tidak hanya itu saja di daerah tersebut juga ada pengalian galian C tanpa izin yang sudah meresahkan warga setempat.  Warga meminta agar aktifitas tersebut dihentikan dan alhamdulillah masalah galian C ini sudah ditindak oleh pihak kecamatan, ujar Muharlion saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (28/11). 

Lebihlanjut katanya,  reses yang dilaksanakan di kantor Camat Koto Tangah yang dihadiri Ketua RT, RW dan beberapa lurah yakni, Lurah Lubuk Buaya,Lurah Koto Panjang, Lurah Padang Sarai, disana rata rata aspirasi masyarakat hampir sama yakni masalah jalan dan drainase. Selain itu juga ada permintaan warga untuk pembinaan wirausaha untuk generasi muda, bantuan untuk pemuda.Muharlion juga mengatakan, untuk Koto Tangah termasuk daerah pertumbuhan yang cukup tinggi. Untuk sarana pendidikan di daerah ini memang masih sangat kurang, masih ada sebanyak 11 Sekolah Dasar (SD) yang melaksanakan dua shif waktu mengajarnya. Begitu juga dengan jarak sekolah yang cukup jauh ditempuh oleh para pelajar. Dari kunjungan kita tersebut, masyarakat meminta agar bisa di tambah kelas baru untuk SD, SMP atau di bangun sekolah baru sekalian, karena di daerah ini pertumbuhan di Koto Tangah ini cukup pesat.

"Sesuai dari pertemuan kita di kantor Camat Koto Tangah lanjut Murharlion, ada duo poin yang dibuatkan RKP baru untuk 2019, yakni kedepan masalah drainase, terkait hulu hilir untuk penanggulangan banjir dan terkait penambahan ruang kelas baru atau pembangunan gedung sekolah baru,"  terangnya.

Muharlion mengakui bahwa ia lebih banyak meletakkan lokasi pokok pokok pikirannya pada pengerjaan pengaspalan jalan dan perbaikan beberapa drainase. 

"Sementara untuk masalah sekolah, kita akan memperjuangkan hal ini dan  mendesak Pemko Padang melalui Dinas Pendidikan agar bisa segera memfasilitasi sarana prasarana infrastruktur untuk sektor pendidikan di Koto Tangah ini," ungkap Muharlion.(*) 


MPA, PADANG – Kegiatan reses kali ini terlebih dahulu diisi dengan senam massal bersama warga Aur Duri Kelurahan Parak Gadang. Senam massal tersebut terasa istimewa karena juga diikuti oleh Yan Hiksas Datuk Tan Ali, Koordinator Wilayah Sumatera Barat DPP Partai Golkar dan Buya Syamsul Bahri Khatib, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat.
Anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim melaksanakan kegiatan reses pada masa sidang III tahun 2017 di Kelurahan Parak Gadang Kecamatan Padang Timur Kota Padang.
Usai melaksanakan senam massal, Helmi Moesim yang juga mantan Ketua Komisi III DPRD kota Padang itu menyerahkan dua unit mobil ambulance untuk Masjid Asa’adah Air Mati dan Masjid Nurul Iman Aur Duri.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyerahkan dua unit mobil ambulance yang pendanaannya bersumber dari APBD kota Padang melalui pokok-pokok pikiran saya sebagai anggota dewan,” ujar Helmi Moesim.
Ia mengatakan, pada tahun anggaran 2018, akan dibantu dua unit ambulance untuk Masjid Nur Rahman Aia Cama, dan Masjid Al-Ikhlas Kampung Durian.
“Selain itu Helmi juga mengatakan, bahwasanya di Masjid Nurul Iman ini dengan swadaya masyarakat sebesar Rp 120 juta, tanpa adanya bantuan pemerintah pengurus dapat membangun tiga lokal untuk MDA, ini luar biasa, ” katanya.
Dalam reses ini tambah Helmi, pengurus masjid meminta bantuan berupa mobiler serta alat elektronik serta aspirasi dari masyarakat untuk pembangunan drainase. Hal ini akan kita perjuangkan.
“Insyaallah pada anggaran tahun 2018 nanti, juga akan dibantu 2 unit Ambulance lagi untuk Masjid Nur Rahman Aia Cama dan Masjid Al-Ikhlas Kampuang Durian,” ungkapnya.
“Sementara Camat Padang Timur, Ances Kurniawan dalam kesempatan itu mengatakan, untuk sarana mobiler MDA di Masjid Nurul Iman Aurduri berupa bangku dan meja akan di tanggulangi oleh Kecamatan, karena ini adalah untuk sarana pendidikan tentunya dari kecamatan harus turut andil, ” pungkasnya,(bn)


DENPASAR - Puluhan penerbangan baik ke Bali maupun keluar pulau Dewata itu batal terbang menyusul erupsi Gunung Agung. 


Berdasarkan data Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat ada 45 penerbangan batal terbang, Badung, Minggu (26/11/2017). 

Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan mengatakan, sejauh ini bandara masih normal. Namun ada 45 penerbangan yang batal terbang akibat adanya erupsi Gunung Agung. 

"Jumlah penerbangan yang batal terbang terus bertambah. Tercatat ada 45 penerbangan yang batal terbang," ujarnya.

Akibat pembatalan 45 penerbangan itu, tercatat 5.545 penumpang tertahan di Pulau Dewata. Dia menjelaskan, dari 45 penerbangan itu tidak hanya penerbangan internasional, namun juga ada domestik. 

Seperti halnya penerbangan domestik Air Asia dari Denpasar menuju Cengkareng, sementara penerbangan dari luar negeri ada maskapai Jet Star. 

"Secara umum Bandara Ngurah Rai masih normal belum ada penutupan," pungkasnya.(*)














Sumber : SindoNews


MPA,PADANG - Kerjasama antara Pemerintah Kota Padang dengan Kerajaan Arab Saudi semakin terlihat nyata. Salahsatu kerjasama yang tengah dijalin itu yakni rencana membuka kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Padang.
Padang akan menjadi tempat berdirinya cabang kelima. Ditargetkan kampus ini mulai beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2018.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo bertemu Direktur LIPIA Indonesia di salah satu rumah makan terkenal di Padang, kemarin ini. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana mempercepat pembangunan kampus LIPIA di Padang. Nampak hadir segenap pimpinan dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan lainnya.
Dalam pertemuan itu tercapai kesepakatan kerjasama antara Pemko Padang dengan UNP. Nantinya, perkuliahan LIPIA menggunakan gedung milik UNP untuk sementara waktu. Direncanakan perkuliahan LIPIA dimulai pada Tahun Ajaran Baru 2018.
"Secara prinsip Pemko Padang dan UNP sudah siap, tinggal menunggu kesiapan tim LIPIA / Saudi Arabia," jelas Walikota Padang.
Mahyeldi sangat berharap LIPIA segera terealisasi. Karena menurutnya, ini menjadi harapan masyarakat di Sumatera Barat. Termasuk mempercepat terjalinnya komunikasi yang baik antara Sumatera Barat dengan Timur Tengah.

"Sekaligus memudahkan generasi muda untuk belajar bahasa Arab dan agama," tutur Walikota.(Charlie)

MPA,PADANG - Kisah Perjalanan Hidup Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo Akhirnya Dituangkan Ke Dalam Sebuah Buku. Buku Itu Ditulis Ikhwan Wahyudi Dan Kawan-Kawan. Sebuah Karya Yang Menceritakan Tentang Perjalanan Panjang Mahyeldi Hingga Kini Menjadi Seorang Walikota.
Buku Yang Diterbitkan Al Mawardi Prima (AMP) Press Ini Diberi Judul "H. Mahyeldi Ansharullah, Sepenggal Kisah Perjuangan Sang Da'i". Buku Dengan Tebal 110 Halaman Ini Dilaunching Di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Minggu (26/11).
Dalam Launching Buku Itu,
Ikhwan Wahyudi Menyebut Bahwa Butuh Waktu Yang Cukup Panjang Dalam Menyiapkan Dan Menyempurnakan Buku Tersebut. Buku Itu Ditulisnya Pada Tahun 2008 Dan Selesai Pada Tahun Itu Juga.
"Namun Dalam Perjalanannya Ada Tambahan Muatan Untuk Memperkuat Isi Buku Ini, Sehingga Akhirnya Bisa Terbit Tahun Ini," Ujar Penulis Yang Juga Seorang Jurnalis Itu.
Buku Yang Ditulis Ikhwan Wahyudi Mengisahkan Tentang Perjuangan Orangtua Mahyeldi Dalam Mendidik Anak. Orangtua Mahyeldi Yang Sehari-Hari Bekerja Sebagai Kuli Angkut Bisa Mendidik Anaknya Hingga Mampu Menjadi Pemimpin Di Kota Padang.
"Dalam Buku Ini Juga Diceritakan Bagaimana Seorang Mahyeldi Memotivasi Dirinya Untuk Selalu Memberikan Yang Terbaik," Jelas Ikhwan.
Sementara Itu, Owner AMP Press, Al Mawardi Prima Menuturkan Buku Ini Terbilang Istimewa. Karena Disiapkan Cukup Lama, Sehingga Kandungan Buku Sangat Detail.
"Selama 25 Tahun Perjalanan Penerbit Kami, Buku Ini Begitu Istimewa. Buku Ini Disiapkan Selama 9 Tahun Oleh Tim Penulis. Dari Ribuan Buku Yang Telah Kami Terbitkan, Hanya Buku Ini Yang Begitu Detail Dipersiapkan," Akunya.
Walikota Padang Dengan Rendah Hati Menuturkan, Sebenarnya Dirinya Tidak Ada Apa-Apanya. Hanya Seorang Garin Masjid Yang Mencoba Menjadi Ustadz, Belajar Dan Bekerja Lebih Giat Agar Menjadi Sukses. Namun Kawan-Kawan Melihat Semua Itu Istimewa.
"Padahal Sebenarnya Hanya Ingin Memberikan Contoh Bagi Anak-Anak Ke Depan, Bahwa Bila Kita Bersungguh-Sungguh, Kita Pasti Bisa," Terang Mahyeldi.
Mahyeldi Menceritakan, Apa Yang Diraihnya Saat Ini Tak Terlepas Dari Peran Besar Orangtua. Tidak Itu Saja. Peran Istri Juga Sangat Berpengaruh Besar.
"Selain Peran Besar Orangtua Saya Yang Luar Biasa, Istri Juga Berperan Besar Menjadikan Saya Seperti Ini. Istri Saya, Yang Kami Menikah Ketika Akan Masuk Tahun Ketiga Perkuliahan, Selalu Memberikan Dorongan. Saya Rasa, Tanpa Dukungan Dan Dorongan Dari Istri, Sulit Saya Untuk Bisa Menjadi Seperti Sekarang," Pungkas Mahyeldi Dengan Mata Yang Berkaca-Kaca.(Charlie)

MPA,BUKITTINGGI — Kejuaraan balap sepeda internasional yang masuk kalender UCI, Tour de Singkarak (TdS) 2017 resmi berakhir, dan lagi-lagi pebalap asal Iran menjadi yang terbaik pada kejuaraan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata.

Pada edisi kesembilan yang finis di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu, (26/11/2017) pebalap asal Timur Tengah menjadi yang terbaik pada kejuaraan ini adalah Khalil Khorshid dari Tabriz Shahrdary Team. Dia terbilang sukses karena menjadi juara saat pertama kali turun di TdS.

Tahun sebelumnya Amir Kolahdouzyang saat itu memperkuat Pishgaman Cycling Team menjadi juara. Begitu juga dengan Arvin Moazemi yang sukses di 2015. Selain itu ada nama Amir Zargariyang menjuarai edisi 2014. Begitu juga dengan Ghader Mizbanidari Tabriz yang sukses menjadi juara pada edisi 2013, 2010 dan 2009.

Dengan kemenangan ini, Khalil mengaku bangga. Apalagi untuk meraihnya membutuhkan kerja keras setelah rekan satu timnya, Ghader Mizbani harus mengakhiri balapan lebih cepat karena mengalami cedera setelah jatuh di etape kedua yang finis di Sawahlunto.

Pebalap dengan nomor start 45 ini menjadi juara, dan berhak mendapatkan hadiah Rp.100 juta setelah membukukan total waktu 30:12:18 untuk menyelesaikan balapan lebih dari 1.100 km yang terbagi dalam sembilan etape. Balapan ini melalui 18 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat.

"Saya senang sekali bisa meraih hasil terbaik. Apalagi saya baru pertama kali turun di TdS. Sambutan masyarakat juga luar biasa. Insyaalloh saya akan kembali lagi tahun depan," kata Khalil Khorshid usai menerima medali kemenangan.

Selain menjadi juara umum (yellow jersey), Khalil Khorshid juga dinobatkan sebagai raja tanjakan (polkadot jersey) kejuaraan dengan level 2.2 itu setelah mampu mengumpulkan 92 poin. Poin ini didapatkan setelah melalui titik tanjakan (KOM) yang ada di setiap etape dan salah satu yang tertinggi dia etape lima dari Solok menuju Solok Selatan maupun Embun Pagi.

Khalil selain menjadi juara umum perseorangan juga membawa timnya, Tabriz Shahrdary Team menjadi juara umum tim, dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp.120 juta.

Untuk predikat raja sprint TdS 2017 juga direbut oleh pebalap debutan. Robert Muller dari tim Embrace The World Cycling Jerman, adalah pebalap yang sukses meraih poin tertinggi yaitu 77 poin. Selain itu, pebalap dengan nomor start 122 ini juga mampu menjuarai etape pertama dan ketiga.

"Hasil yang cukup bagus di TdS. Saya senang dengan hasil yang saya raih. Saya berharap balapan kedepan jauh lebih baik terutama untuk transfer. Idealnya satu jam saja. Tapi saya akan berusaha untuk kembali tahun depan," kata pebalap asal Jerman itu.

Sementara itu, pebalap Indonesia yang paling sukses dan berhak meraih red white jersey adalah Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Team. Pebalap asal Sumedang Jawa Barat itu membukukan total catatan waktu 30:24:43 dan pada klasemen umum berada diposisi enam.

"Saya sangat berkesan dengan hasil TdS tahun ini. Apalagi saya mampu masuk sepuluh besar klasemen umum. Harapan saya,TdS akan terus ada," kata pebalap dengan nomor start 21 itu.

Selama turun di TdS 2017, Jamal Hibatulloh sukses menjadi juara etape empat yang finis di Ngalau Indah, Payakumbuh. Selain itu juga membantu timnya untuk menjadi tim terbaik kedua secara umum, dan menjadi yang pertama untuk tim asal Indonesia.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara yang hadir di etape terakhir ini memberikan ucapan selamat pada para pebalap yang menjuarai TdS 2017 kali ini. “Saya berharap para atlit balap sepeda internasional ini bisa menjadi duta pariwisata Indonesia, menceritakan keindahan alam dan budaya Sumatera Barat khususnya pada kerabat maupun penggemar di negara masing-masing,” harap Ukus Kuswara seusai memberikan hadiah kepada para Juara Tour de Singkarak 2017.

Ukus juga menjelaskan, penyelenggaraan event sport tourism TdS 2017 memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat (direct impact economic tourism)serta media value yang tinggi.

Multiplyer effect pariwisata cukup besar, akan berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya, misalnya pertanian, perdagangan dan juga transportasi. Ini tujuan kita menggenjot sektor pariwisata. Dan Tour de Singkarak ini sebagai sarana promosi efektif untuk pariwisata Sumatera Barat,” ungkap Ukus Kuswara.

Ia juga menjelaskan, sejak 2013 Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton. Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a Espana, Santos Tour Down Under dan Tour de Singkarak.

“Ini prestasi yang perlu dipertahankan Tour de Singkarak, sebagai balap sepeda panutan balap sepeda lainnya yang muncul tahun berikutnya di Indonesia. Dan tentunya sebagai brand kuat ke mancanegara,” ungkap Ukus Kuswara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengucapkan terima kasih terhadap masyakat Sumatera Barat yang turut mensukseskan Tour de Singkarak 2017 kali ini, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Sumatera Barat atas partisipasinya. 

“Dan tentunya pihak kepolisian dan pihak keamanan lainnya yang telah membantu keamanan event TDS kali ini,” ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit menjelaskan, setelah penyelenggaraan 9 tahun TDS terjadi pertumbuhan positif di Sumatera Barat seperti petumbuhan hotel dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2014 tercatat 274 hotel, dan homestay sebanayak 5.588 kamar. Di tahun 2016 meningkat menjadi 339 hotel dan homestay sebanyak 7.799 kamar,” ungkapnya.

Dampak ini tentunya memberikan dampak ekonomi cukup besar bagi masyarakat Sumatera Barat. (pr/em)

MPA,PADANG — ,Meskipun di sudut kota dengan segala keterbatasan,Nurmis Yakub Lurah ke­lur­a­han  Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan,ternyata ia sosok perempuan yang tangguh,dan telah banyak menorehkan prestasi dengan ide nya yang cemerlang.

Sebagai seorang pemim­pin perempuan, tentu Nurmis Yakub  banyak menghadapi tantangan dalam pe­ker­jaannya.

Karena, keba­nyakan selama ini yang menjabat sebagai lurah adalah kaum adam. Meski sibuk sebagai lurah,ia  tetap meno­mor­satukan keluarganya.

Dalam prestasi Nurmis Yakub banyak men­dapat penghargaan.Puncaknya adalah ketika Nurmis Yakub diundang Pre­siden RI Joko widodo karena posisinya waktu itu  sebagai Lurah Ban­da Buek yang telah berhasil me­raih sebagai kelurahan ber­prestasi nasional pada 2015.

Sebagai Lurah di Kelurahan Banda Buek, dulu, sederetan prestasi telah dito­rehkan­nya. Diantaranya Juara 2 Lom­ba Kompetensi Lurah Tingkat Kota Padang pada 2014.

Dan Juara 1 Lomba Ke­lu­rahan Berprestasi Kota Pa­dang di tahun  2014, Juara 2 Lomba Kompetensi Lurah Kota Pa­dang pada 2015 dan Juara 1 Lom­ba  kelurahan berprestasi Tingkat Sumbar 2015.

Posisi sebagai Lurah memang tak gampang. Apa­lagi ia adalah seorang perem­puan dengan segala keter­batasan yang ia punya,namu ia tak pernah ragu untuk menghadapi semua tantangan.

“Apalagi ketika ada rapat pada malam hari, pulangnya sering didera rasa rakut, tapi tetap harus dilalui semua karena tuntutan tugas,”ujar Nurmis pada media ini.

Sering kita tak kenal waktu ketika ada musibah, apakah itu banjir atau sebagainya, tentu saya harus turun lang­sung ke lokasi untuk me­mantau dan mengatasi ke­adaan,” terangnya.
Ia menambahkan, dulu saya pernah hampir dibawa arus air ketika me­ninjau musibah banjir di daerah Simpang Gadut  pada 2013 lalu.

Namun meskipun demikian,ia juga menyimpan kebahagiaan dapat mem­bantu warga. Diantaranya pernah membantu petani sawah di Baringin pada 2009 lalu.

Ia telah berhasil membuatkan pemasangan kawat baronjong untuk pengairan sawah lebih kurang 4 ha yang sudah tak bisa digarap karena sumber airnya tak berfungsi selama 4 tahun.

Meskipun  jaba­tan Lurah di Kelurahan Batu Gadang akan segera berakhir,namun wanita tangguh ini selalu mempunyai ide-ide cemerlang untuk lingkungan Kelurahan yang ia pimpin.(Thesya)

   

MPA,PADANG - Ketua Umum Serikat  Media Siber Indonesia,(SMSI)  Sumatera Barat,  Syahrial Aziz, mengatakan hari ini merupakan hari bersejarah dan  paling bersejarah, berkat kerja sama dan bantuan Pemerintah Daerah ,Pengurus  SMSI Sumatera Barat bisa dilantik.

Hal itu diungkapkan Syahrial Aziz, dalam kata sambutan, usai pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Barat, Kamis (23/11/2017) di Pangeran Bach Hotel Padang.

Dikatakan, Media Siber,  adalah media online,  dengan kecanggihan teknologi zaman sekarang, masyarakat lebih mudah untuk mecari dan memberikan informasi (berita) lewat internet.

“Lembaga yang telah lahir dan diresmikan pada hari ini, kami sebagai pengurus sangat membutuhkan, keritikan dan saran serta dukungan  dari masyarakat Sumatera Barat,” ujar Syahrial Aziz.

Ditambahkan, kepada pengurus Siber di Sumatera Barat agar tetap mentaati peraturan dan kode etik, undang-undang, dalam menulis berita bagaimanapun dunia informasi kian berkembang.

Sementara  Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Teguh Santosa. menegaskan Media Siber ini berdiri tanggal 04 Maret 2004 dan berkembang di 27 Provinsi, serta sudah ada 43.000 media online di Indonesia, dan diantara banyak media online terdaftar, masih ada Siber abal-abalan, yang menyebarkan berita Hoax. Media Siber ini media yang memberikan informasi secara cepat, akurat, terpecaya, dan merangkup fakta.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, H.Nasrul Abit Datuk Malintang Panai, menmengatakan tentang Gerakan Tranksaksi Non Tunai di Sumatera Barat, Tantangan dan Peluang. Tranksaksi non tunai yaitu pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak kepihak lain, menggunakan instrumen berupa alat pembayaran.

“Dengan adanya tranksaksi non tunai dimana dan kapanpun hanya dengan kartu kita dapat berbelanja tanpa harus membawa dompet atau uang kemana mana,” ujarnya.

Pelantikan Pengurus SMSI Sumatera Barat, diisi dengan Seminar Nasional Gerakan Tranksaksi Non Tunai di Sumatera Barat, Tantangan dan Peluang. Acara berjalan sukses dan meriah. (Vony).

MPA,SUMBAR - Membangun pendidikan berarti membangun karakter anak bangsa yang cerdas,  bernoral,  santun,  berkepribadian tangguh dan kuat melalui keteladanan dan dedikasi guru.

Tema ini erat kaitannya dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Hal ini disampaikan oleh Wagub Sumbar Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai disela sela waktu selaku Pembina Upacara pada Hari Guru Nasional 2017, tingkat provinsi Sumatera Barat di halaman kantor gubernur,  Sabtu pagi (25/11/2017).

Hadir dalam upacara itu,  Ketua DPRD,  Forkopimda,  Kepala OPD dilingkungan Pemprov. Sumbar,  Kepala Sekolah SMA/SMK se Sumbar.

Wagub Nasrul Abit lebih jauh menjelaskan,  guru merupakan inspirasi anak bangsa dalam bangku pendidikan, keteladan guru menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan anak bangsa yang berkarakter.

Pengabdian guru memang luar biasa, dan akan terpatri dalam jiwa setiap anak bangsa,  guru sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih guru,  semoga engkau selalu dalam kebaikan hidup untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bangsa,  ungkap Wagub Nasrul Abit.

Wagub dalam kesempatan itu membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan. Memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Disamping itu, guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerjasama antar satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mengobarkan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Guru harus dapat berperan sebagai "the significant other" bagi peserta didik, guru harus menjadi sumber ketauladanan. Momentum Hari Guru Nasional hendaknya kita jadikan sebagai refleksi apakah guru-guru kita sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.

Bagi pemerintah, Peringatan Hari Guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten, profesional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.

Pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi, serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian. Demikian pula guru-guru yang memiliki keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan akan terus ditingkatkan bersamaan dengan program-program Guru Garis Depan untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas.

Perhatian pemerintah daerah yang memberi tunjangan tambahan dan membuat terobosan kebijakan yang inovatif kepada para guru tentu sangat kita hargai.

Kita tahu bahwa problema guru di setiap daerah berbeda-beda, melalui kebijakan pemerintah daerah berbeda-beda, melalui kebijakan pemerintah daerah banyak hal bisa diatasi.

Selamat Hari Guru Indonesia,  semoga selalu memberikan pengabdian terbaik bagi kejayaan bangsa,  ujar Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.(*)


MPA,PADANG - Tudingan Ketua PWI Sumbar, H. Heranof Firdaus soal mandat SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) yang diambil oleh Basril Basyar tanpa sepengetahunnya. Dibantah oleh Basril Basyar yang akrab disapa BB.

Mantan Ketua PWI Sumbar dua priode ini menjelaskan, mandat SMSI Pusat yang ditujukan kepadanya adalah secara pribadi.” Jadi terserah kemana saya mau berikan mandat itu. Kalau ditujukan untuk PWI tentu saya tidak berani mengambilnya. Perlu diingat saya juga pengurus SMSI Pusat,” ujar BB yang juga bendahara SMSI Pusat.

Pada berita sebelumnya di Sumbar Post.Com Ketua PWI Sumbar, Heranof menyebutkan BB secara diam-diam menyerahkan surat mandat SMSI tersebut kepada Yal Aziz. Padahal, yang berhak atas pembentukan pengurus SMSI adalah PWI Sumbar yang dia pimpin. “Ini tidak benar, karena SMSI bukanlah bagian dari organisasi PWI. Artinya, SMSI adalah organisasi pemilik media siber yang independen,”jelas mantan Komisaris PT Semen Padang itu.

Sedangkan Novermal Yuska selaku Sekretaris SMSI Sumbar dengan gamblang menjelaskan proses turunnya mandat dari pusat. Mengenai surat mandat yang diberikan kepada mantan ketua PWI Sumbar, Basril Basyar, tidak ada satu kalimatpun mengharuskan berkoordinasi dengan Ketua PWI Sumbar untuk membentuk pengurus SMSI Provinsi.

Perlu diketahui, pengurus SMSI Sumbar pimpinan Yal Aziz terbentuk atas dasar surat mandat Pengurus Pusat SMSI kepada Basril Basyar. Selanjutnya, BB mempercayakan kepada Yal Aziz membentuk Pengurus SMSI Provinsi Sumbar. Kemudian, susunan pengurus tersebut dibentuk atas izin yang bersangkutan. Dengan Dewan Penasehat diketuai Wiztian “Cici” Yoetri. Yal Aziz dibantu Novermal Yuska sebagai Sekretaris dan Bendahara Tafrizal Chaniago beserta wakil-wakil dan seksi-seksi.

“Jadi, secara yuridis (hukum), kepengurusan SMSI Yal Aziz berdasarkan SK SMSI Pusat, secara de fakto,  sudah resmi, ibarat suami isteri, yuridisnya adalah surat nikah dan de fakto-nya sudah “baralek”.” Jelas Novermal.

Sekretaris SMSI Sumbar ini mengingatkan, adanya permainan dan kurangnya etika dilakukan Ketua PWI, Heranof. Karena dia telah menggunakan kop surat dan stempel resmi PWI Sumbar guna mengajukan kepengurusan SMSI versi PWI.” Perbuatan ini sangat tidak etis memanfaatkan organisasi PWI demi kepentingan pribadi,” ucap Pimred Jurnal Sumbar.Com. (almadi)

MPA,PADANG - Seluruh SMA di Kota Padang sekarang tidak lagi  menjadi kewenangan Pemko Padang. Jika ada komite sekolah atau pihak sekolah dari  SMP dan SD yang ada di Kota Padang dipungut biaya kecuali ada kesepakatan. Demikian penjelasan Osman Ayub, Anggota DPRD Kota Padang pada reses III ke daerah pemilihannya di Kecamatan Nanggalo, Jum'at (25/11). Didampingi Lurah Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo, Syahrial, SH menampung seluruh aspirasi masyarakat bersama muspika setempat.

Marni, salah seorang warga Gurun Laweh mempertanyakan  susahnya mereka mendapatkan dana bantuan seperti BSM dan sebagainya. Padahal wanita ini memiliki 4 anak yang masih sekolah. Pada saat itu seluruh unek-unek yang menyesak dadanya terungkap.Bahwa yang memperoleh dana bantuan tergolong keluarga mampu dan dengan bangganya mendapatkan bantuan yang bukan hak mereka. Artinya, pihak kelurahan meloloskan para keluarga mampu mendapatkan hak keluarga miskin.

"Tolong berikan datanya ke kantor Lurah Gurun Laweh Senin depan, kalau memang datanya valid" tegas Syahrial, SH selaku Lurah Gurun Laweh. Hal ini didukung oleh Osman Ayub, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Hanura.

Dalam pertemuannya dengan masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo Padang sebagai upaya menampung dan mendengarkan segala keluhan dari masyarakat setempat.Ditempat daerah pemilihannya, Osman Ayub melakukan kewajibannya mengambil reses menampung aspirasi masyarakat . Dalam beberapa kesempatan banyak dari masyarakat yang mengeluhkan seperti BAZNAS yang tak dapat Raskin yang tak semestinya yang dapat , serta jalan-jalan yang sering banjir didaerah mereka.

“Semua itu kita akan tindak lanjuti serta kita akan usahakan untuk memperbaiki dan memenuhi apa yang jadi hak mereka,” ujarnya. Osman Ayub juga mengingatkan para warga Kecamatan  Nanggalo saat ini terjadi peningkatan kejahatan terutama masalah narkoba.Dia berharap dan menghimbau warga terutama ninik mamak untuk sama saling menjaga dan mengingatkan anak kemenakan agar waspada agar tidak terjerumus dalam masalah narkoba yang bisa mengancam kehidupan masa depan generasi muda kita.

Pada saat Osman Ayub  bertemu dengan Kapolsek Nanggalo beberapa hari yang lalu, saat ini Kecamatan Nanggalo merupakan rating tertinggi dalam masalah narkoba di Kota Padang.  (*)


MPA,SUMBAR - Sumatera Barat akhirnya mengemas pariwisatanya dengan baik. Terbaru, Sumatera Barat menetapkan merek atau brand pariwisatanya.
Brand atau merek yang ditetapkan yakni "Taste of Padang". Merek tersebut disepakati seluruh kabupaten / kota se-Sumbar sebagai brand pariwisata Sumbar pada Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Mercure Padang, Jumat (24/11).
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit usai penetapan brand mengatakan, kesepakatan tercapai setelah ada masukan dari peserta dan pemahaman dari konsultan branding. Selanjutnya, brand tersebut akan dideklarasikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk dijadikan jualan pariwisata Sumbar.
"Setelah ini setiap iven pariwisata akan ditampilkan logo dan branding tersebut," ujarnya.
Penetapan brand setelah diskusi alot antara perwakilan daerah dengan konsultan branding dimoderatori oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.
Awalnya sempat muncul opsi lain yakni "Taste of Padang Culture of Minang". Namun hal ini disanggah Bupati Mentawai Yudas Sabagalet. Selanjutnya ada masukan dari Wakil Bupati Kabupaten Padang Pariaman, kemudian ada juga masukan dari para perwakilan kabupaten dan kota lainnya.
Akhirnya, setelah melalui diskusi dan mempertimbangkan nilai jual, forum bersepakat bahwa "Taste of Padang" menjadi brand pariwisata Sumbar. Brand ini memakai logo desain Rumah Gadang dengan memadukan lima warna dalam setiap gonjong.
Namun, dari forum tersebut juga disepakati agar tim branding untuk memperbaiki paduan warna. Sebab warna yang ada saat ini masih kurang bagus dan kontras.
Konsultan Pariwisata, Ahmad menjelaskan, perbaikan logo akan dilakukan dalam minggu ini dan setelah itu dilakukan launching branding.
Kata Ahmad, dalam proses pembrandingan, pihaknya telah melalui banyak tahapan proses dan berpatokan kepada apa yang lebih dikenal orang (luar dan dalam negeri) tentang pariwisata Sumbar.
"Patokan, survei, analisa ilmiah itu dipadu sehingga lahir "Taste of Padang Culture of Minang"," jelasnya.
Terkait dihilangkan "Culture of Minang", tidak jadi masalah, karena menurutnya proses akhir branding memang melalui diskusi dengan pemangku daerah.(Charlie)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.