Oktober 2018


Preview Timnas Indonesia U-19 vs Taiwan U-19: Garuda Jangan Lengah
Timnas Indonesia U-19 akan mengawali kiprah di Piala AFC U-19 2018 dengan menghadapi Taiwan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (18/10/2018). Foto: SINDOnews/Isra Triansyah/Repro

MPA,JAKARTA - Timnas Indonesia U-19 akan mengawali kiprah di Piala AFC U-19 2018 dengan menghadapi Taiwan. Kemenangan menjadi target skuat asuhan Indra Sjafri demi lolos dari babak penyisihan Grup A. 

Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (18/10/2018) petang WIB. RCTI juga secara langsung akan menayangkan pertandingan krusial tersebut. 

Seperti sudah disinggung, skuat asuhan Indra Sjafri memang menargetkan kemenangan di laga pertama mereka menghadapi Taiwan. Pasalnya, selain Taiwan, Indonesia U-19 juga akan bersaing dengan klub elit seperti Qatar dan Uni Emirates Arab (UEA). 

Sebelum pertandingan, pelatih Indra Sjafri mengatakan timnya akan mewaspadai karakter permainan Taiwan yang terkenal keras. Indra juga mencoba memetakan kekuatan di Grup A yang dihuni Indonesia. 

"China Taipei (Taiwan) memiliki karakter pemain yang kerja keras, mereka selalu bermain dengan all out. Qatar merupakan tuan rumah Piala 2022. Skuat mereka kali ini pasti sudah di persiapkan untuk itu. Sedangkan UEA, mereka selalu bermain baik. Kami sudah beberapa kali bertemu dengan UEA," kata Indra.

Sementara itu, pelatih Taiwan, Vom Ca Nhum, mengatakan timnya mengantisipasi suporter Indonesia yang terkenal setia mendukung timnas berlaga. Tekanan tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi para pemain Taiwan yang biasa tampil disaksikan sedikit penonton.

"Pertandingan pertama kami tidak mudah (karena melawan tuan rumah, red). Kami terbiasa bermain di depan penonton yang jumlahnya cuma sekitar 100 orang. Di sisi lain ini akan menjadi pengalaman yang bagus untuk tim," kata Vom Ca Nhum
Prakiraan Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-19: M. Aqil Savik; Indra Mustafa, Nurhidayat Haji Haris, Muhammad Rifad, Firza Andika, Muhammad Lutfi Kamal, Syahrial Abimanyu, Feby Eka, Saddil Ramdani, Muhammad Rafli, Witan Sulaeman
Pelatih: Indra Sjafri
(bbk)













Sumber : Sindonews.com



MPA,SOLOK – Pemukulan Gong oleh Wakil Walikota, Reinier, S.T, MM membuka secara langsung Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan tingkat Kota Solok Tahun 2018 di halaman Kantor Camat Tanjung Harapan. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kita Gerakkan Keluarga dan Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera”. Selasa 16/10/ 2018.

Ketua Pelaksana Ny. Hj. Eli Umar Rifa’i dalam sambutannya mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini meliputi demi meningkatkan cakupan pelayanan, meningkatkan Kemitraan PKK dengan Dinas Terkait, meningkatkan kualitas dan kuantitas Posyandu, meningkatkan jumlah kader yang terampil dan keluarga PHBS, serta meningkatkan Jumlah Keluarga Berencana (KB) baru dan aktif.

Disisi lain, Wawako, Reinier dalam sambutannya meminta kepada seluruh anggota PKK untuk tidak bosan-bosannya memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat akan pentingnya program KB dan Kesehatan dalam meningkatkan taraf ekonomi dan status gizi khususnya anak dan balita keluarga Pra KS dan KS I.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengaturan tingkat kelahiran dan penurunan angka kematian ibu dan bayi sekaligus peningkatan kepesertaan ber-KB, sehingga terwujudnya keluarga yang berkualitas,” tutur Reinier.
“Pencanangan ini jangan hanya pencanangan saja, akan tetapi harus ada output yang jelas, kalau dapat harus ada inovasi-inivasi baru lagi yang dilahirkan,” harap Reinier.

Dikesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solok Ny. Dra. Hj. Zulmiyetti Zul Elfian dalam sambutannya mengharapkan semua pelaksana kegiatan PKK-KB Kesehatan yang dimulai dari bulan Juli sampai Desember 2018 itu untuk dapat memegang prinsip kebersamaan, keterpaduan dan pelayanan yang berkualitas.

Saat ini salah satu kebanggaan Kota Solok tahun 2018, Kelurahan Sinapa Piliang meraih Juara 1 tingkat Provinsi mewakili Sumatera Barat tentang PHBS dan berhasil peroleh Prakarti Utama Tingkat Nasional.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan  penyerahan hadiah kepada para pemenang meliputi Kelurahan Sinapa Piliang berhasil meraih Pelaksana Prakarti Utama Tingkat Nasional Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kecamatan Lubuk Sikarah meraih Harapan I Iva Test tingkat Prov.Sumbar. Dan Kelurahan Tanjung Paku meraih Harapan I Pola Asuh Anak dan Remaja tingkat Provinsi Sumbar.

Pemenang lomba PHBS bagi kader Pokja IV se- Kota Solok meliputi: Juara 1 Kelurahan Koto Panjang, Juara 2 Kelurahan Kampung Jawa, Juara 3 Kelurahan Tanah Garam. Sedangkan pemenang lomba simulasi PKDRT tingkat Kota Solok Meliputi: Juara 1 Kelurahan Tanjung Paku, Juara 2 Kelurahan IV Suku, Juara 3 Kelurahan Kampung Jawa dan Harapan I dari Kelurahan Nan Balimo.

Kegiatan tersebut ditutup dengan peninjauan Lokasi Pelayanan KB di Puskesmas Tanjung Paku.(*)


MPA,PADANG – Paham Radikalisme dan terorisme merupakan kejahatan terhadap manusia, peradapan serta merupakan salah satu ancaman yang  bersifat internasional. Untuk itu perlu dilakukan pemberantasan secara berencana dan berkesinambungan sehingga hak azazi manusia dapat dilindungi dan dijunjung tinggi.

Hal tersebut dikatakan Kasubag Tata Usaha Kantor Kesatuan bangsa dan Politik, Eri Jasman Mewakili Wali Kota Padang pada acara Sosialisasi Paham Radikalisme Se-Kota Padang di Gedung Serba Guna Kantor Balai Kota Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Senin (8/10/18).

Di jelaskan Eri Jasman, Pemerintah Kota Padang melibatkan seluruh stakeholder dalam antisipasi agar paham radikalisme ini tidak berkembang di kota padang khususnya sumatera barat umumnya.

Paham radikalisme ini adalah paham yang memaksakan kehendak, untuk melakukan perobahan-perobahan dengan cara kekerasan dan cepat tanpa melalui prosedur, hal itu yang kita antisipasi.

“Untuk itu makanya kita melibatkan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, LSM yang ada di kota padang, agar paham ini tidak menyebar,”terang Eri Jasman.

Radikal ini ada yang berbentuk agama, organisasi sosial, dan lain sebagainya, makanya seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Padang ini harus bersatu untuk menjaga  keutuhan NKRI. Seluruh organisasi harus berdasarkan ideologi Pancasila dan UUD 1945, selain itu mau tidak mau, suka tidak suka harus dibubarkan.

“Sebelum hal itu terjadi di Kota Padang harus di antisipasi, kita tidak ingin nanti ada saudara saudara kita yang terlibat dan ikut jaringan radikalisme ini,”ujar Eri Jasman.

Sementara itu Kepala Seksi Politik dan Kewaspadaan Nasional Boby Firman menyampaikan, penyelenggaraan sosialisasi paham radikalisme untuk menguatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap penyebaran paham radikalisme serta sekaligus untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan akan dampak dari radikalisme ini.

Hasil dari sosialisasi ini diharapkan meningkatnya koordinasi dan komunikasi antara unsur-unsur elemen masyarakat di Kota Padang dan penyamaan visi dan misi antara Pemerintah dan semua unsur-unsur elemen masyarakat tentang pencegahan terorisme.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (Empat) hari dibagi dalam empat kelompok, mulai tanggal 8-11 Oktober 2018 yang di ikuti sebanyak 517 orang peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, agama, kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan se-kota padang.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi paham radikalisme bagi semua stakeholder, maka akan tercipta situasi yang kondusif di Kota Padang,”tutur Boby.(ar/nd)



MPA,PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah berkeinginan menjadikan Padang sebagai kota internasional, sebagaimana hal itu telah dimulai dengan menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional terutama menjadi anggota IORA untuk Indonesia.

Keinginannya itu pun mendapat respon dari para perantau salah satunya Prof. Ismed Fanadi. Hal itu diungkapkan sewaktu berdiskusi dengan perantau Minang tersebut sewaktu melakukan lawatan ke Melbourne, Australia beberapa waktu lalu.

Mahyeldi menyebutkan, dari masukan yang diterimanya yaitu, kalau ingin menjadikan Padang sebagai kota internasional setidaknya ada 4 faktor yang harus dimiliki dan harus diupayakan serta ditingkatkan ke depan.

Pertama, Padang harus mampu menyediakan ketersediaan air minum untuk masyarakat. Dan kita sekarang sudah menyiapkan langkah-langkah untuk itu. Karena memang, dalam pergaulan internasional kualitas air minum dan air mandi bagi suatu daerah harus memiliki kualitas yang terbaik," sebutnya sewaktu memberikan sambutan dalam kegiatan orientasi dan penyamaan persepsi tantang Penyusunan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang 2019-2023 di Hotel Pangeran Beach Padang, Sabtu (6/10).

Kemudian yang kedua ia melanjutkan, yaitu ketersediaan energi seperti kestabilan daya listrik. Untuk ini perlu langkah-langkah konkrit dalam rangka untuk memberikan jaminan bahwasanya energi listrik di Kota Padang harus mencukupi.

"Dan maka itu kita perlu bersinergi dengan PLN tentunya. Kemudian juga mencari alternatif-alternatif lain dalam rangka untuk mendorong ketesediaan energi di Kota Padang," cetusnya.

Kemudian ketiga, tambah Mahyeldi yaitu kelayakan transportasi yang baik, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Karena dimana-mana transportasi publik itu harus menyenangkan.

"Sehingga orang lebih banyak memilih menaiki transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. Insya Allah ke depan ini akan kita benahi termasuk juga peningkatan infrastruktur, rekayasa lalu-lintas dan mengantisipasi setiap gangguan yang menghampiri," ulas wako.

Kemudian yang keempat yang harus dimiliki sambung Mahyeldi yaitu menyiapkan masyarakat dari segi wawasan, perilaku, kemampuan berkomunikasi dan memberikan pelayanan terbaik serta lainnya.

"Jadi inilah 4 hal yang mendasar bagi kita semua dalam rangka menjadikan Kota Padang menjadi kota yang bisa dikunjungi oleh banyak orang baik tamu skala nasional dan internasional. Kemudian itu pun juga harus didukung dari pariwisatanya, pendidikan dan perdagangan yang unggul dan berdaya saing. Semoga melalui Penyusunan RPJMD Teknokratik ini bisa diakomodasi dalam program kegiatan tahunan," tutup Mahyeldi optimis. (Ar/David)


MPA, SUMBAR – Untuk memberikan pemahaman tentang hukum pada warga yang ada diwilayah hukum nya, Kepolisian Sektor Sawahlunto, mengadakan sosialisasi di Balai Adat Desa Lunto Timur Kec. Lembah Segar Kota sawahlunto, pada Kamis(4/10).

Wakapolsek Sawahlunto Ipda Raja Purba mengatakan, kegitan penyuluhan tentang hukum ini diadakan agar masyarakar Sadar akan Hukum.

Sehingga masyarakat nantinya dapat memahami tentang aturan hukum yang berlaku, “ujar Wakapolsek Sawahlunto.

Ipda Raja Purba yang didampingi Kepala Desa Lunto Timur, juga memberikan arahan tentang penanggulangan Penyakit Masyarakat (pekat) serta UU ITE bagi generasi muda yang ada didesa Lunto Timur.(ar)



MPA,PADANG – Pemanfaatan sumber daya genetik mutlak diperlukan dalam rangka memproduksi benih-benih unggul baik pada tanaman, ternak dan ikan. Oleh sebab itu penelitian berkesinambungan dalam aspek pemuliaan perlu dilakukan, agar kedaulatan benih tersebut dapat diwujudkan dalam rangka menjadikan indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Padang, H.Asnel mewakili Wali Kota Padang membuka acara Seminar Nasional Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) yang diadakan oleh Komda PERIPI Sumatera Barat, Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Hotel Grand Inna Muara Padang, Kamis (4/10/18).

Dijelaskan Asnel , sesuai dengan Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo, Kementrian Pertanian telah mencanangkan Indonesia menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Ketersediaan benih unggul merupakan salah satu sarana produksi yang memegang peranan penting dalam peningkatan produksi, mutu dan standar kualitas produk pertanian baik disektor tanaman pangan, hotikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Benih menjadi salah satu komponen kunci dalam pencapaian perwujudan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045,”ucap Asnel.

Ditambahkan Asnel, tantangan ke depan semakin sulit, apalagi dikaitkan dengan fenomena perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Untuk itu tentu sangat diharapkan peran dari pemulia dalam meningkatkan hasil pertanian sehingga kebutuhan pangan dan ketahanan pangan selalu terjaga.

“Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas produk sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam melakukan perbaikan dan peningkatan potensi genetik varietas tanaman yang adaptif secara ekologis dan kompetitif,”imbuh Asnel.

Diakhir sambutannya Asnel mengucapkan selamat datang kepada Pemakalah utama yang telah datang baik dari jauh dan pemakalah utama dari padang, dan juga ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak terkait yang telah mengangkat seminar ini.

“Mudah-mudahan acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, dan pencapaian perwujudan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045 tercapai,”harap Asnel.

Sementara itu Ketua pelaksana seminar Benni Satria menyampaikan Seminar Nasional PERIPI ini dilaksanakan selama 2 (Dua) hari, tanggal 4 s/d 5 Oktober 2018, di ikuti oleh 126 orang peserta Seminar.

Sedangkan Pemakalahnya terdiri dari 6 orang pakar yaitu Kepala Riset Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian Prof (Riset) Dr.Ir. Erizal Jamal.M.Si, Pakar Bioteknologi Tanaman Prof. Dr Sc.Agr.Ir.Jamsari,MP, Pakar Bioteknologi Ternak Dr. Rusfida,S.Pt.MS, Pakar Pembenihan Tanaman Prof.Dr.Ir.Aswaldi Anwar,MS, Ketua Umum PERIPI Prof.Dr.M.Syukur,SP.MS dan Socfindo Indra Syahputra,SP.MP.

“Kegiatan ini tidak akan dapat terselenggara tanpa peran serta, partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu mensukseskan acara ini,”tutur Benni.(ar/Nd)



MPA,BUKITTINGGI - Lomba Balap Sepeda Tour de Singkarak akan kembali digelar pada tanggal 3 hingga 11 bulan Nopember mendatang. Event yang menggabungkan olahraga dan pariwisata ini akan dilaksanakan dalam delapan etape dengan menempuh rute sepanjang 1.100 kilometer yang dimulai dari Kota Bukittinggi dan akan berakhir di Kota Pariaman.

Demikian antara lain yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Linda Faroza saat wawancara khusus berkenaan dengan Bukittinggi sebagai grand opening dan Grand star  Tour de Singkarak tahun 2018 dengan Radio Elsi Fm dalam acara dialog Selamat Pagi Walikota di Balaikota Bukittinggi, Rabu (3/10).

Linda Faroza, menjelaskan, TdS 2018, merupakan pelaksanaan Tour de Singkarak ke 10 sejak awal digelar pada tahun 2009. Pada tahun 2017 lalu, Bukittinggi dipercaya sebagai daerah Grand Closing dan pada tahun 2018 ini, kota Jam Gadang ini ditunjuk sebagai lokasi Grand Opening.

“Alhamdulillah pada tahun ini kita menjadi Grand Opening dan Grand Start pada tahun 2018. Grand opening pada 3 November 2018 malam dan Grand Start pada 4 November 2018 pagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Linda Faroza, sebelum pelaksanaan grand opening, Pemko Bukittinggi juga akan melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati dan diikuti masyarakat Bukittinggi sekitarnya. Karena sejak 28 Oktober 2018 hingga 2 November akan banyak event yang akan digelar dalam rangka memeriahkan Tour de Singkarak 2018.

“Akan ada event seperti fun bike pada tanggal 28 Oktober, TdS Idol pada tanggal 31 Oktober dan band performance pada tanggal 2 November 2018 dan kegiatan multi etnis pada 30 Oktober hingga 1 November 2018,” ungkapnya.

Pada pelaksanaannya nanti, para pembalap sebelum memulai start etape I dengan rute Bukittinggi – Sijunjung, akan mengelilingi kota Bukittinggi sepanjang 10 km. Mulai dari lapangan Kantin, menuju Panorama, Simpang Tembok, Pasar Bawah, Simpang Mandiangin, Simpang Tarok dan kembali ke Lapangan Kantin, setelah itu baru memulai start etape I menuju Sijunjung.

“Event Tour de Singkarak, memang menjadi moment penting untuk lebih mengenalkan pariwisata Sumbar, di mata dunia, apalagi kota Bukittinggi. Karena dampaknya akan terasa pada saat pelaksanaan dan setelah event berlangsung. Dimana akan banyak kunjungan wisata dan tentunya berdampak positif pada perekonomian masyarakat,” ujar Linda Faroza. (ar/Ylm)



MPA,PADANG - Beberapa waktu yang lalu Kota Padang berhasil meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia atas inovasi Kelas Ibu Muda (Imud) yang digagas oleh Puskesmas Padang Pasir Kecamatan Padang Barat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB RI, Syafruddin kepada Wakil Walikota Padang, Emzalmi di Ballroom Hotel Shangri La Surabaya, Rabu (19/9/2018) lalu.

Kota Padang ditetapkan sebagai penerima penghargaan dimaksud berdasarkan Surat Keputusan MENPAN-RB Nomor: 25 Tahun 2018 setelah melalui perjuangan panjang tahap presentasi dan wawancara serta observasi dan verifikasi lapangan oleh Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TIRBN).

Dijelaskan kembali oleh Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr. Winanda bahwa program Kelas Imud lahir dari kasus kematian bayi usia 11 bulan pada tahun 2016 dari seorang ibu muda yang berusia 17 tahun. Dari hasil otopsi verbal oleh dokter dan bidan Puskesmas, diketahui kematian itu disebabkan meningitis dan radang paru-paru.

Dengan penyakit tersebut, ternyata bayi itu tidak mendapatkan pengobatan yang optimal. Disebabkan, kurangnya pengetahuan, perhatian ibu dan keluarga terhadap bayi.

“Untuk itu, Kelas Imud bertujuan menurunkan kematian ibu dan bayi serta menghapuskan stigmatisasi terhadap ibu muda dan keluarganya. Kelas Imud dimulai pada 24 Maret 2016 dengan tiga kali pertemuan setiap angkatan dan sudah terlaksana sebanyak tiga angkatan hingga tahun 2018 dengan jumlah seluruh peserta 55 orang”, ujarnya di Ruang Media Center Kota Padang, Rabu (3/10/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, Kelas Imud merupakan sarana belajar bersama bagi ibu hamil, ibu balita dalam usia muda, dengan mendatangkan narasumber ahli dari dokter spesialis kebidanan, spesialis anak dan ahli bidang agama. Dengan demikian, pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak, reproduksi, tumbuh kembang anak, dan cara mendidik anak berdasarkan agama bisa terpenuhi.

Pada kesempatan tersebut, dr. Winanda juga menyampaikan harapannya untuk dapat masuk ke dalam nominasi TOP 40 Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2018 yang akan diumumkan November 2018 mendatang (ar/tim humas).


 Letusan stromboli masih terlihat dengan estimasi tinggi 100-200 meter. Sedangkan kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 20-41 mm (dominan 41 mm). Foto/Istimewa

MPA,MINAHASA TENGGARA - Aktivitas Gunungapi Soputan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) masih mengeluarkan awan panas dan gemuruh. Berdasarkan Pengamatan Pos Penjagaan Soputan, awan panas terlihat hingga pukul 04:09 Wita, arah ke timur laut, dengan jarak luncur tidak teramati.

“Letusan stromboli masih terlihat dengan estimasi tinggi 100-200 meter. Sedangkan kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 20-41 mm (dominan 41 mm),” ungkap petugas Pengamatan Pos Penjagaan Soputan, Asep Saefuloh, Kamis (4/10/2018).

Asep menyebutkan, dari visual tampak gunung masih jelas. Asap kawah bertekanan lemah, sedang, hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 2000-2500 meter di atas puncak kawah.

“Masih terdengar suara gemuruh dengan lemah-sedang hingga kuat dari lapangan ke pos,” jelasnya.

Dia menyarankan agar masyarakat tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

Apalagi, kata dia, telah terjadi lagi erupsi Gunung Soputan, pukul 06:36 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ±1.500 meter di atas puncak (±3.309 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat daya dan barat.

Sementara itu, Danan Suseno, Air Traffic Controller at AirNav Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia memastikan penerbangan di Bandara Sam Ratulangi masih relatif aman karena sampai saat ini arah hembusan debu vulkanik dengan arah menjauh dari bandara.

“Memang diperlukan manuver khusus utk menghindari area hembusan debu vulkanik, baik saat akan mendarat maupun setelah tinggal landas,” jelasnya. (Baca Juga: Gunung Soputan Keluarkan Lava Pijar, Warga Diminta Waspadai Aliran Lahar)(*)




Sumber Sindonews.com
Dengan judul : Gunung Soputan Masih Keluarkan Awan Panas dan Suara Gemuruh


MPA,SAWAHLUNTO  – Satuan Lalu Lintas Polres Sawahlunto terus berupaya menekan angka kecelakaan di jalan raya. Selain melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya juga tetap melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Tujuannya, agar pengendara lebih berhati-hati dan tidak ugal-ugalan dalam berkendara, 2/10/2018.

Kasat lantas Polres Sawahlunto AKP Rony AZ, S.H, M.H mengatakan untuk meminimalisir tingkat lakalantas, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat.

Dikatakannya, dalam kegiatan hunting, preventif rutin, dan giat pagi Sat Lantas Polres Sawahlunto telah mengamankan 30 unit sepeda Motor selama bulan September 2018 yang lalu, karena tidak lengkapnya surat-surat kendaraan.

“Kecelakaan diawali oleh pelanggaran, mari kita sama-sama menjaga gerakan tertib berlalu lintas, mudah-mudahan masyarakat Sawahlunto dapat tertib berlalu lintas”, harapnya.

Kasat lantas menjelaskan, Korlantas Polri telah meluncurkan sistem informasi mutakhir bernama IRSMS (Integrated Road Safety Management System). Program hasil kerja sama dengan Bank Dunia ini untuk mendapatkan informasi kejadian kecelakaan lalu lintas yang spesifik dan akurat dari seluruh Indonesia pada 2013 yang lalu.

“IRSMS adalah aplikasi online kerjasama kepolisian, jasa Raharja dan kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan asuransi jasa Raharja. Luka berat dan luka ringan dari jasa Raharja memberikan asuransi kesehatan maksimal 20 juta, untuk meninggal dunia maksimal 50 juta”, tuturnya.

Lanjutnya, saat hunting didepan Santa Lucia dan Pegadaian Sawahlunto, Senin kemarin (1/10) jajarannya menilang 30 pelanggar diantaranya 5 motor ditahan karena tidak adanya kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Sebelum bepergian, periksa dulu kelengkapan berkendara. Mulai dari dokumen kendaraan, kelengkapan seperti helm standar, Dan yang terpenting pula pastikan si pengendara dalam keadaan fit dan sehat”, jelasnya.

Selain itu, jika pengendara merasa mengantuk atau dalam kondisi sakit sebaiknya jangan dipaksakan berkendara.

“Utamakan keselamatan dalam berkendara, sehingga kecelakaan dapat diantisipasi sejak dini”, ucapnya.(*)




Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.