//

Maret 2019


MPA,PADANG- Sejak tahun 2011 Indonesia telah memasuki industri 4.0 yang ditandai dengan meningkatkannya konektivitas, interaksi, batas antara manusia, mesin dan sumber daya manusia yang konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Sejalan dengan itu, guna menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030 dibutuhkan ketersediaan usia produktif melalui peningkatan kualitas penduduk dan penguatan keluarga.

Ini akan menjadi tantangan keluarga khususnya orang tua dan anak. Karena ketergantungan teknologi dizaman sekarang bisa berdampak buruk jika tidak diberikan pengawasan.

Menyikapi hal itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengelar talk show dengan tema ‘Gerakan Makan Bersama Kembali Kemeja Makan’ di Pelataran Parkir Gor H. Agus Salim Padang, Minggu (31/03/2019) pagi.

Adapun narasumber diacara tersebut, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Dr. Raden Isnanta, M. Pd, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera & Perberdayaan Keluarga BKKBN Dr. dr. M. Yani M.Kes Pkk, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Barat Drs. Besri Rahmad, MM dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah.

Wali Kota Padang Mahyeldi menjadi pembicara pertama pada kesempatan tersebut. Ia menyampaikan program 18-21. Dalam paparannya, program 18-21 bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap keluarga dalam rangka meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.

“Mulai pukul 18.00 wib hingga 21.00 wib semua tevisi, gadget dimatikan. Kemudian pergi kesurau untuk shalat dan mengaji. Selesai salat isya dilanjutkan dengan membantu anak-anak dalam mengerjakan tugas sekolah sekaligus juga mengajak anak untuk bercerita,” terangnya.

Mahyeldi menjelaskan, program 18-21 juga disiapkan untuk menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030. Keterlibatan keluarga dan anggota keluarga sangat diharapkan untuk menciptakan generasi yang produktif sehingga bonus demografis itu dapat diraih.

“Proram yang baru dicanangkan oleh BKKBN tadi sangat sesuai dengan kita di Kota Padang yang menetapkan program 18-21,” ungkap Mahyeldi.

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera & Perberdayaan Keluarga BKKBN Dr. dr. M. Yani M.Kes Pkk  dengan tema ‘Kembali Kemeja Makan’ menyampaikan, setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya karena fungsi keluarga adalal menyampaikan pendidikan tentang agama, kejujuran, kasih sayang, social dan budaya.

”Dimeja makan itulah, segala hal dapat dilakukan. Dimulai dari membangun keharmonisan didalam rumah tangga, keharmonisan dengan anak dan keharmonisan dalam keluarga,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Barat Drs. Besri Rahmad, MM, menjelaskan, melalui pembangunan ketahanan keluarga dapat mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baik serta dapat melahirkan generasi bangsa yang lebih matang dan berkualitas.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengeluarkan peraturan daerah nomor 17 tahun 2018 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga.

 “Melalui perda ini kita berharap bahwa ada penekanan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas melalui ketahanan keluarga dapat terlaksana. Stating poin terletak pada keluarga yang dapat menciptakan peradaban yang kuat,” jelasnya.

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Dr. Raden Isnanta, M. Pd menyampaikan tentang ‘penguatan keluarga’. Ia mengatakan, penguatan keluarga dapat dibangun melalui olahraga. Menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dapat meningkatkan keakaraban didalam keluarga.

“Kita lihat, betapa banyak orang tua dan anak yang hadir pada acara Gowes Nusantara 2019 ini. Membuktikan dapat membangun dan mempererat hubungan keluarga,” tuturnya.
Ia berharap, setiap orang tua untuk terus melakukan penguatam terhadap keluarga melalui olah raga.

 “Pilihlah olahraga yang sesuai dan jadikansebagai penguat hubungan kekeluargaan,” jelasnya.

Pada penutupan diskusi, Wali Kota Padang Mahyeldi akan memberikan reword berupa umroh untuk 3 keluarga terbaik di Kota Padang (Ayah Ibu dan dua orang anak) dan keluarga di tingkatkan Kecamatan akan mendapatkan uang sebesar  Rp. 3.000.000 bagi yang terpilih jika menerapkan ‘Gerakan Makan Bersama Kembali Kemeja Makan’ dan Gowes Nusantara 2019.

Pewarta: Muliadi
Editor: Ulil Amri Abdi


MPA,PADANG - Pusat kegiatan kepemudaan di kecamatan menjadi perhatian serius Pemko Padang di masa mendatang. Sebagaimana termaktub dalam visi misi Wali Kota Padang dan Wakil Wali Kota Padang terpilih, Mahyeldi- Hendri Septa.

Bahkan, Pemko Padang telah merancang anggaran yang cukup besar untuk fasilitas pusat kegiatan kepemudaan (youth center) tersebut di tahun 2020.

"Untuk Kecamatan Kuranji saja, telah disediakan anggaran sekitar Rp 21 miliar. Meningkat menjadi 400 persen", ungkap Wali Kota Mahyeldi saat membuka turnamen takraw Balai Baru 2019, Minggu (31/03/2019) sore.

Lebih lanjut dijelaskan, fasilitas youth center di setiap kecamatan, termasuk fasilitas olahraga akan didata ulang oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Agar fasilitas yang akan dibangun sesuai dengan kebutuhan.

"Youth center merupakan tempat aktualisasi diri para pemuda. Melahirkan kreativias, sportivitas, dan pemuda yang energik, kaya akan ide dan gagasan", ujar Mahyeldi.

Diharapkannya, setiap turnamen olahraga yang diadakan pemuda agar dikelola secara profesional, dan melahirkan prestasi bagi atlit di masa mendatang.

Pewarta: Yurizal
Editor: Ulil Amri Abdi



MPA,PADANG -- Program penanam sejuta pohon di Pesisir Pantai sebagai mitigasi bencana tsunami dan sekaligus bisa menahan der asnya laju gelombang. Wagub Sumbar berharap pohon yang sudah ditanam bisa terawat dengan baik, serta adanya partisipasi dan peran masyarakat untuk menjaga.

Jenis pohon yang ditanam adalah cemara udang, dengan jumlah yang ditanam 3.000 pohon yang sangat berguna untuk mitigasi bencana. Kegiatan ini akan terus berlanjut ke beberapa daerah pesisir pantai lainnya, diantaranya, Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai, dengan harapan selama tiga sampai lima tahun kedepan daerah pesisir pantai di Sumbar akan hijau semua, ini akan menjadi benteng dari gelombang besar.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, pada acara Rapat Koordinasi Mitagasi Bencana Tsunami dengan Program Penanaman Sejuta Pohon di Pesisir Pantai di Aula Kantor Gubernur, Jumat ( 29/3/2019).

Hadir dalam acara Rakor tersebut Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kepala BNPB Doni Monardo, Danrem 032/WRB Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Ketua Gebu Minang Sumbar Boy Lestari Datuak Palindih, Sestama BNPB Dody Ruswandi, pimpinan OPD Sumbar dan seluruh jajaran BPBD sumbar.

Diawal sambutan Wagub Nasrul Abit mengucapkan terima kasih kepada pihak BNPB yang telah membawa program ini ke Sumbar.

"Program ini harus kita laksanakan segera, karena potensi gempa 8,8 SR masih mengancam kita, untuk itu perlu kepedulian masyarakat bisa menjaga dan merawat pohon-pohon yang ditanam," kata Wagub.

Nasrul Abit berharap, setelah penanaman sejuta pohon, masyarakat dapat melakukan perawatan dengan baik dengan pemberian pupuk, sementara pohon yang ditanam tersebut selain berguna untuk mitigasi bencana, juga bisa menambah keindahan pantai.

Lanjut Wagub juga mengajak untuk Kabupaten Kota yang terkait dengan kegiatan mitigasi bencana tsunami dapat menganggarkan untuk kegiatan penanaman sejuta pohon.

“Membuat hutan pantai bagi provinsi yang rawan tsunami, butuh biaya, untuk itu perlu komitmen bagi kabupaten kota menanggarkan pada APBD yang bisa dialokasikan untuk mitigasi bencana," ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyampaikan, bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) rencana akan mengunjungi Kota Padang, Sumatera Barat untuk menghadiri gerakan penanaman satu juta pohon di sepanjang Pantai Padang, pada 30 Maret mendatang, akan diundur dikarenakan oleh kesibukan presiden, namun presiden RI tidak mau diwakilkan oleh yang lain.

"Presiden RI Jokowi akan tetap hadir ke Padang, untuk mencanangkan program penanaman sejuta pohon di pesisir pantai dalam rangka mitigasi bencana," kata Doni Monardo.

"Kenapa presiden ingin sekali hadir? karena program mitigasi ini bertujuan untuk keselamatan rakyat kita, yaitu rakyat bangsa Indonesia," jelasnya.

Doni mengatakan, tsunami adalah mesin pembunuh nomor satu karena saat menyapu daratan tidak ada yang bisa menghambat. Ia mencontohkan, negara Jepang yang membangun tanggul anti tsunami pun gagal, dihantam tsunami.

"Untuk itu penanaman pohon di sepanjang pesisir pantai sangat efektif dalam meminimalisir risiko bencana, karena pohon dapat menahan gelombang air laut," ucap Doni.

"Ini merupakan upaya kita, sebab untuk mitigasi bencana ini tidak setahun atau dua tahun saja. Namun, skala jangka panjang, apalagi pohon ini akan tumbuh besar hingga 10 atau 20 tahun ke depan, ini dampak manfaat akan terlihat nantinya," tambahnya.

Sebelumnya Komandan Kodim 0312/Padang Letkol Czi Rielman Yudha menyampaikan melalui paparanya sebagai pelaksana penanaman sejuta pohon diwilayah Kodim 0312/Padang, yang telah memulai melakanakan kegiatan penanaman sejuta pohon ini dari tanggal 15 Maret 2019 sampai sekarang yang diawali dari pantai Lapas muaro Padang sampai ke pantai Pariaman dengan jenis pohon yang ditanam seperti Cemara Udang, Pulai dan Akar Wangi dengan menggunakan BIOS 44 Produk Korem 032/Wirabraja.

"Ada berapa daerah yang kita tanami pohon, untuk jenis pohonnya, yakni Cemara Udang, Pulai dan Akar wangi, hampir 3.000 batang pohon sudah ditanam di Kecamatan Padang Barat, Bungus dan Kecamatan Koto Tangah

Berkaitan dengan hal tersebut diatas Komandan Kodim 0312/Padang mengharapkan instansi terkait seperti : Camat, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Babinkamtibnas beserta masyarakat dapat merawat dan mensosialisasikan kepada masyarakanya untuk menjaga pohon yang telah ditanam agar tumbuh subur, Kata Dandim 0312/Padang.

Letkol Czi Rielman Yudha, berharap keberadaan pohon di pantai mampu menjadi penyelamat saat terjadi bencana tsunami dan melalui penanaman pohon dan membuat hutan pantai, bisa menyerap tekanan udara hingga 80 persen," katanya.

Kemudian selepas acara Rapat Koordinasi Mitagasi Bencaja Tsunami dengan Program Penanaman Sejuta Pohon di Pesisir Pantai, dilanjutkan dengan peninjauan langsung penanaman bibit pohon dalam rangka penghijauan mitigasi bencana di kawasan Danau Cimpago, Pantai Padang.(rill)


MPA, PADANG - Forum Eksekutif Media (FEM) mensupport kegiatan pelatihan jurnalistik dai berbasis digital yang dilaksanakan untuk kali keempat oleh manajemen media online www.ritvone.com, bertempat di aula FKUB Kota Padang, Nanggalo, Minggu (31/3/2019) pagi.

Membuka kegiatan, Owner www.ritvone.com, Eri Gusnedi, MAg, menjelaskan, pelatihan dai berbasis digital angkatan IV ini mengusung tema "Eksistensi  Da'i Generasi Millenial di Era Digital", diikuti oleh kalangan muda yang meliputi para aktivis kampus, reporter pemula di sejumlah media online di Padang, serta kader remaja masjid dan para dai muda yang menyenangi aktivitas jurnalistik dari berbagai daerah tingkat dua Sumatera Barat.

Tiga narasumber dalam kegiatan ini antara lain Ketua FEM yang juga owner media online www.sumatrazone.co.id, Ecevit Demirel (ede), Kasubag TU Kantor Kemenag Kota Padang, Tan Gusli, S.Fil, MAP, MA serta Owner Media Online www.tanamonews.com, Indra Afriadi.

Kepada masing-masing narasumber, dalam kesempatan ini manajemen www.ritvone.com juga  memberikan piagam penghargaan, diserahkan langsung oleh Eri Gusnedi selaku owner www.ritvone.com, media online yang eksis dan identik dengan penyajian berita-berita melalui video livestreaming tersebut.

"Kami merasa bangga sekaligus kagum terhadap beliau-beliau ini, yang bersedia menyisihkan waktu di sela-sela kesibukan, tanpa panitia harus memikirkan honorarium untuk mereka selaku narasumber," ungkap organisatoris yang juga menjabat Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Sumbar tersebut.   

Menjawab wartawan seusai pelatihan, masing-masing narasumber memaparkan hal senada. "Kami senang dan bahagia bisa berperan aktif dalam pelatihan jurnalistik ini" ungkap Tan Gusli. "Kami turut bangga bisa saling berdiskusi dan transformasi ilmu dengan adik-adik selama pelatihan. Rata-rata menunjukkan minat yang besar untuk mendalami bidang jurnalistik dan kemediaan pada umumnya," ungkap Indra Afriadi yang juga akrab disapa "Indra Tanamo".

Rahma Yuni salah seorang peserta pelatihan angkatan mengungkapkan rasa syukurnya,  karena bisa mengikuti pelatihan untuk menjadi wartawan pada hari ini. "Saya bersyukur bisa bertemu dan menerima materi langsung dari wartawan-wartawan senior yang tentunya telah memiliki segudang pengalaman di lapangan. Saya akan praktekkan ilmu yang didapatkan hari ini dan berharap para narasumber berkenan secara intens membimbing kami, meski pada kesempatan-kesempatan informil sekalipun," ungkap Rahma yang juga berharap pelatihan-pelatihan serupa dilaksanakan berkesinambungan.

Ketua FEM, Ecevit Demirel, sebelum menutup secara resmi kegiatan pelatihan dai berbasis digital angkatan IV tersebut, menekankan, agar bakat jurnalistik masing-masing peserta tersalur dan teraplikasi dengan baik, satu hal yang musti diperkuat adalah "semangat". Dengan bekal "semangat", segala sesuatu terkait bidang jurnalistik akan bisa digali dan dipahami dengan baik.

"Selalu semangat dan tidak sungkan-sungkan untuk bertanya. Insya Allah, kami selalu siap membina dan membimbing adik-adik untuk menjadi jurnalis profesional dan berkompeten," ungkap ede yang diawal debut media pernah menjadi pengasuh Harian Pagi Padang Ekspres dan Koran Pagi Posmetro Padang.

(rel)



MPA,PADANG -  Perpisahan siswa kelas XII SMK-N 5 kota padang, Provinsi Sumatera Barat  yang dilaksanakan di Convention Centre STKIP PGRI Padang berjalan cukup semarak. Berbagai kegiatan dilakakukan untuk memeriahkan acara yang dihelat sejak pukul 08.00 tersebut, Sabtu (30/3/2019).

Acara Perpisahan bertajuk "Merajut Asa Mengarungi Waktu Menuju Masa Depan Gemilang" ini dimeriahkan oleh tari tarian dari siswa dengan di iringi lantunan musik, dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, serta Ketua Komite Dr. Adidas, MT dan para majelis Guru SMKN 5 Padang.

Dikesempatan itu, Kepala Sekolah SMK-N 5  Padang Raden Deta Mahendra, S.Pd  berharap, setelah lulus dan mengantongi Ijazah hendaknya para siswa agar bisa melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tingi, dan bisa mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Iijazah tersebut jangan disimpan atau dibawa tidur. Tapi, manfaatkanlah sebaik baiknya supaya dapat mengarungi dunia ini lebih bergairah, ujar kepsek.

Kemudian, dari Dinas Pendidikan Sumbar yang diwakili oleh Drs.Masril, M.M Kepala pengawas pembina SMK, beliau memberi apresiasi kepada SMK-N 5 karena kegiatan perpisahan ini di inisiatif dan inisiator oleh siswa2nya dan merupakan  sejarah untuk SMK-N 5.  

Ditempat terpisah, Gusni salah seorang guru SMK-N5 mengatakan pada media ini ,jumlah siswa kelas XII yang telah mengikuti ujian UNBK dan UNBKP sebanyak 342 orang. Perjalanan mereka baru dimulai,karena dimasa lulus SMK ini mereka akan menemukan jati dirinya,terang sosok guru yang biasa disapa Aling. 

Acara perpisahan kemudian diakhiri dengan foto bersama antar siswa dan guru. Siswa terlihat bahagia dan merasa senang berfoto bersama para guru. Guru mereka yang telah mendidik dan menumpahkan ilmunya kepada mereka sepanjang waktu, selama tiga tahun terakhir. 

    


          

                                                                                         
(Gs)



MPA,PADANG  -  Sebanyak  225 pelajar  SMAN 3 Padang diwisuda atas prestasi mereka dalam menghafal Alqur’an. Mulai dari penghafal 1 juz 100, hafal 2 juz 20, hafal 3 juz 4, hafal 4 juz 3, hafal 5 juz 1, hafal 6 juz 2, hafal 7 Juz 2, serta lainnya yang jelas bervariasi, Kamis (28/03/2019).

Pada kesempatan itu Kepala Sekolah SMAN 3 Padang, Abinul Hakim mengatakan, program menghafal Alqur'an ini bertujuan agar siswa mencintai dan menyenangi Alqur'an, sehingga mereka nantinya memiliki Akhlakul kharimah.

“Dengan hafalan alquran, jiwa sanubari, serta watak dan karakter pelajar akan terjaga disamping itu,merekapu akan terhindar dari prilaku tercela,” terangnya.

Abinul Hakim menjelaskan, program ini terkandung  nilai dan ruh dari visi-misi sekolah dalam mewujudkan serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pelajar kepada Allah Swt. Ini semua sebagai basis untuk pendidikan karakter dan pembiasaan yang positif dalam melawan arus globalisasi di era kini.

“Dengan menghafal Alquran banyak manfaat yang pelajar dapatkan seperti menangkal nuzul fikri, perkembangan terknologi serta perilaku menyimpang,” sebutnya.

Setidaknya bagi diri sendiri, menghafal Alqur'an akan mendapatkan kehormatan didunia seperti menjadi imam salat. Bagi orang lain, diakhirat akan menjadi kado terindah bagi orang tua yang telah berhasil mendidiknya,”jelasnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Desniwati  mengucapkan terima kasih kepada donator dan orang tua/wali murid yang telah berkontribusi dalam sumbangan dana wisuda ini. “Semoga apa yang bapak ibuk lakukan sudah tentu akan dibalas oleh Allah Swt dengan amalan yang berlipat ganda. Aamiin,” harapnya.

“Dan tidak lupa pula. terima kasih juga kami ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung proses penyelenggaran wisuda sehingga wisuda tahfiz ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” tutupnya.

Wisuda yang dilaksanakan di aula sekolah tersebut dihadiri oleh Kadisdik Sumbar, Kepala Bagian Dinas Pendidikan Kota Padang Ramson, dan Kakanwil Kemenag Kota Padang serta puluhan pelajar. (ar/th).




MPA,BANDUNG - Kerja keras Pemko Padang di bidang kehumasan mendapat apresiasi yang prestisius dari Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019. Tak tanggung-tanggung, dua penghargaan disabet sekaligus. Yang pertama, Kota Padang sebagai pemenang kategori Kota Terpopuler Di Media. Dan yang kedua, Bronze Winner kategori Media Sosial.
Wali Kota Padang Mahyeldi setelah menerima kedua penghargaan tersebut di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (28/03/2019) malam, mengatakan, pengahargaan yang diterima Pemko Padang sebagai bentuk motivasi dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas Bagian Humas dalam pelayanan komunikasi dan informasi publik.

"Kalau humas tidak melakukan komunikasi dan penyebarluasan informasi, tentunya tidak ada yang mengetahui perkembangan pembangunan Kota Padang dan program kerja Pemko Padang", ungkap Mahyeldi.
Lebih lanjut dijelaskan, eksistensi Humas Pemko Padang selama ini didukung dengan adanya hubungan baik dengan insan pers dan media massa. Baik itu dalam diseminasi informasi maupun pemberitaan yang bersifat saran maupun kritikan, tentunya sesuai dengan etika jurnalistik.
Dan tak kalah pentingnya juga menurut Mahyeldi, peran media sosial hari ini sangat efektif dalam menyebarluaskan kabar berita dan informasi tentang program kerja dan kebijakn-kebijakan Pemko Padang.

"Oleh sebab itulah, media sosial Bagian Humas Kota Padang (Facebook dan Instagram) meraih juara dalam PRIA 2019, sebagai pemenang media sosial humas pemerintah yang telah konsisten melaksanakan pelayanan komunikasi dan informasi publik", tutur Mahyeldi.
Sementara itu, Founder dan CEO PR INDONESIA Asmono Wikan melihat keberadaan PR (Pulic Relations) sekarang makin bergema. Hal ini tampak dari penyebaran peserta dan kualitas peserta PRIA di tahun keempat ini baik dari sisi program maupun konten PR, semakin kreatif dan inovatif.
Ia melihat sejumlah peserta mampu memperkuat positioning kelembagaan PR sebagai organisasi yang strategis dan dipandang penting oleh manajemen.
“Ini menggembirakan. Sebab kompetisi PRIA memang sedari awal bertujuan untuk mendorong tugas dan fungsi PR agar memiliki posisi yang lebih strategis di mata manajemen,” katanya.

Magdalena Wenas sependapat. PR INDONESIA Guru yang telah mengawal perjalanan PRIA sejak awal sebagai juri ini mengakui kemampuan dan kreativitas peserta berkembang setiap tahun, meski belum merata. “Public relations itu suatu proses yang dinamis. Jadi, kita harus terus menyesuaikan diri dengan dinamika publik di sekitar kita dan jeli melihat peluang yang ada di depan mata,” ujarnya.
Tak ketinggalan, kali ini PR INDONESIA bekerja sama dengan iSentia kembali mengadakan apresiasi untuk Terpopuler. Kategori ini dinilai berdasakan hasil monitoring terhadap lembaga, kementerian, dan korporasi yang memiliki eksposur tertinggi selama setahun belakangan di lebih 150 media cetak se-Indonesia menggunakan Mediaportal iSentia.

Tahun ini, PRIA membagi apresiasi ke dalam 19 kategori yang penilaiannya dilakukan dengan cara nonpresentasi dan presentasi. Penilaian nonpresentasi terdiri dari Kategori Media Cetak, E-Magazine, Website, Media Sosial, Aplikasi, Video Profil, Prakrisis, Krisis, Manual Tata Kelola Kehumasan, Annual Report, Sustainability Report, Brand Visual Identity.
Sementara penilaian presentasi antara lain Sustainability Business, Community Based Development, Corporate PR, Marketing PR, Government PR, Departement PR, Digital PR. Jumlah entri PRIA 2019 mencapai 476 entri, meningkat dibanding tahun lalu, 363 entri.

Penjurian nonpresentasi dilakukan pada tanggal 22 dan 25 Februari 2019. Sementara penjurian presentasi 4 – 6 Maret 2019.


Tercatat ada 15 juri yang dikerahkan. Mereka adalah Asmono Wikan (Juri Kategori Owned Media, Program PR dan Departemen PR); Magdalena Wenas, Arif Mujahidin, Ariani Djalal, Irwa R. Zarkasi (Juri KategoriProgram PR dan Departemen PR); Maria Wongsonagoro (Juri kategori Panduan Tata Kelola Kehumasan, Panduan Pengelolaan Krisis, dan Brand Visual).

Selanjutnya, Nico Wattimena (Juri Kategori Tata Kelola Kehumasan dan Manajemen Krisis; Salman Noersiwan Bachtiar (Juri Kategori Annual Report dan Sustainability Report); Ika Sastrosoebroto (Juri Kategori Owned Media dan Kanal Digital); Arbain Rambey (Juri Kategori Owned Media); Jonathan Krissantosa (Juri Kategori Owned Media, Kanal Digital, dan Brand Visual Identity); Titis Widyatmoko (Juri Kanal Digital); Maria Dian Nurani, Gunawan Alif, SAM August Himmawan (Juri kategori Sustainability Business, Community Based Development).
PR INDONESIA merupakan perusahaan yang menaungi Majalah PR INDONESIA, majalah bulanan yang mewartakan aktivitas, agenda, isu-isu strategis, pemikiran menonjol serta figur atau tokoh terkait dunia kehumasan (public relations/PR).
PR INDONESIA juga mengadakan beragam aktivitas off-print seperti Public & Inhouse Training PR, Workshop Series, Sertifikasi PR, PR Meet Up, serta PR Conference dan Awards. Selain itu, PR INDONESIA turut mendorong regenerasi dan peningkatan kualitas PR melalui beberapa aktivitas seperti PR Rookie Star, ICON PR, INSAN PR INDONESIA, dan PR INDONESIA Fellowship Program.
Pewarta: Faisal Siregar

Editor: Ulil Amri Abdi

                                                                                                   




MPA,BANDUNG - Kerja keras Pemko Padang di bidang kehumasan mendapat apresiasi yang prestisius dari Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019. Tak tanggung-tanggung, dua penghargaan disabet sekaligus. Yang pertama, Kota Padang sebagai pemenang kategori Kota Terpopuler Di Media. Dan yang kedua, Bronze Winner kategori Media Sosial.
Wali Kota Padang Mahyeldi setelah menerima kedua penghargaan tersebut di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (28/03/2019) malam, mengatakan, pengahargaan yang diterima Pemko Padang sebagai bentuk motivasi dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas Bagian Humas dalam pelayanan komunikasi dan informasi publik.
"Kalau humas tidak melakukan komunikasi dan penyebarluasan informasi, tentunya tidak ada yang mengetahui perkembangan pembangunan Kota Padang dan program kerja Pemko Padang", ungkap Mahyeldi.
Lebih lanjut dijelaskan, eksistensi Humas Pemko Padang selama ini didukung dengan adanya hubungan baik dengan insan pers dan media massa. Baik itu dalam diseminasi informasi maupun pemberitaan yang bersifat saran maupun kritikan, tentunya sesuai dengan etika jurnalistik.
Dan tak kalah pentingnya juga menurut Mahyeldi, peran media sosial hari ini sangat efektif dalam menyebarluaskan kabar berita dan informasi tentang program kerja dan kebijakn-kebijakan Pemko Padang.
"Oleh sebab itulah, media sosial Bagian Humas Kota Padang (Facebook dan Instagram) meraih juara dalam PRIA 2019, sebagai pemenang media sosial humas pemerintah yang telah konsisten melaksanakan pelayanan komunikasi dan informasi publik", tutur Mahyeldi.
Sementara itu, Founder dan CEO PR INDONESIA Asmono Wikan melihat keberadaan PR (Pulic Relations) sekarang makin bergema. Hal ini tampak dari penyebaran peserta dan kualitas peserta PRIA di tahun keempat ini baik dari sisi program maupun konten PR, semakin kreatif dan inovatif.
Ia melihat sejumlah peserta mampu memperkuat positioning kelembagaan PR sebagai organisasi yang strategis dan dipandang penting oleh manajemen.
“Ini menggembirakan. Sebab kompetisi PRIA memang sedari awal bertujuan untuk mendorong tugas dan fungsi PR agar memiliki posisi yang lebih strategis di mata manajemen,” katanya.
Magdalena Wenas sependapat. PR INDONESIA Guru yang telah mengawal perjalanan PRIA sejak awal sebagai juri ini mengakui kemampuan dan kreativitas peserta berkembang setiap tahun, meski belum merata. “Public relations itu suatu proses yang dinamis. Jadi, kita harus terus menyesuaikan diri dengan dinamika publik di sekitar kita dan jeli melihat peluang yang ada di depan mata,” ujarnya.
Tak ketinggalan, kali ini PR INDONESIA bekerja sama dengan iSentia kembali mengadakan apresiasi untuk Terpopuler. Kategori ini dinilai berdasakan hasil monitoring terhadap lembaga, kementerian, dan korporasi yang memiliki eksposur tertinggi selama setahun belakangan di lebih 150 media cetak se-Indonesia menggunakan Mediaportal iSentia.
Tahun ini, PRIA membagi apresiasi ke dalam 19 kategori yang penilaiannya dilakukan dengan cara nonpresentasi dan presentasi. Penilaian nonpresentasi terdiri dari Kategori Media Cetak, E-Magazine, Website, Media Sosial, Aplikasi, Video Profil, Prakrisis, Krisis, Manual Tata Kelola Kehumasan, Annual Report, Sustainability Report, Brand Visual Identity.
Sementara penilaian presentasi antara lain Sustainability Business, Community Based Development, Corporate PR, Marketing PR, Government PR, Departement PR, Digital PR. Jumlah entri PRIA 2019 mencapai 476 entri, meningkat dibanding tahun lalu, 363 entri.
Penjurian nonpresentasi dilakukan pada tanggal 22 dan 25 Februari 2019. Sementara penjurian presentasi 4 – 6 Maret 2019.
Tercatat ada 15 juri yang dikerahkan. Mereka adalah Asmono Wikan (Juri Kategori Owned Media, Program PR dan Departemen PR); Magdalena Wenas, Arif Mujahidin, Ariani Djalal, Irwa R. Zarkasi (Juri KategoriProgram PR dan Departemen PR); Maria Wongsonagoro (Juri kategori Panduan Tata Kelola Kehumasan, Panduan Pengelolaan Krisis, dan Brand Visual).

Selanjutnya, Nico Wattimena (Juri Kategori Tata Kelola Kehumasan dan Manajemen Krisis; Salman Noersiwan Bachtiar (Juri Kategori Annual Report dan Sustainability Report); Ika Sastrosoebroto (Juri Kategori Owned Media dan Kanal Digital); Arbain Rambey (Juri Kategori Owned Media); Jonathan Krissantosa (Juri Kategori Owned Media, Kanal Digital, dan Brand Visual Identity); Titis Widyatmoko (Juri Kanal Digital); Maria Dian Nurani, Gunawan Alif, SAM August Himmawan (Juri kategori Sustainability Business, Community Based Development).
PR INDONESIA merupakan perusahaan yang menaungi Majalah PR INDONESIA, majalah bulanan yang mewartakan aktivitas, agenda, isu-isu strategis, pemikiran menonjol serta figur atau tokoh terkait dunia kehumasan (public relations/PR).
PR INDONESIA juga mengadakan beragam aktivitas off-print seperti Public & Inhouse Training PR, Workshop Series, Sertifikasi PR, PR Meet Up, serta PR Conference dan Awards. Selain itu, PR INDONESIA turut mendorong regenerasi dan peningkatan kualitas PR melalui beberapa aktivitas seperti PR Rookie Star, ICON PR, INSAN PR INDONESIA, dan PR INDONESIA Fellowship Program.
Pewarta: Faisal Siregar
Editor: Ulil Amri Abdi




MPA,PADANG - Program Jaminan Sosial Ketenaga kerjaan Sumatera Barat (Sumbar) saat ini telah menjadi perhatian khusus oleh BPJS Nasional. Pasalnya, bagi pekerja penerima upah selama ini terkesan di abaikan.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan cabang Kota Padang dan penggerak jaminan sosial Indonesia dengan Ikatan Keluarga Wartawan (IKW) gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Fave Hotel, pada Kamis (28/3/2019).

Kepala kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Yuniman Lubis, didampingi Account Representatif khusus Handi Putra Refridianto, menyebutkan, "BPJS cabang kota Padang dengan wilayah kerja, Kota Padang, Kabupeten Pessel, Kota Padang Pariaman dan Kabupaten Pariaman serta Kabupaten Mentawai, per 31 Desember 2018 data dari BPS tercatat, lebih kurang 2,2 juta pekerja, yang telah terdaftar mengikuti program BPJS Ketenagajerjaan ini baru 22,85 persen," kata Yuniman Lubis

Sedangkan untuk kota Padang dari data BPS tercatat sekitar 780.000 lebih orang pekerja. Namun yang terdaftar aktif sebagai peserta BPJS hanya sekitar 300.040 orang, yakni 40,34 persen.

"Sebenarnya setiap penerima upah itu wajib mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, karena ini adalah amanat UU No 40 Tahun 2004," sebut Yuniman Lubis dibenarkan Handi Putra Refridianto

Menurut Yuniman, potensi yang tebanyak belum mengikuti program BPJS Ketenagakerjana ini adalah Usaha Kecil Menegah (UKM), dan sektor bukan penerima upah seperti petani, ojek dan lain sebagainya. Di Sumbar dari data BPS tercatat ada sekitar 844 ribu lebih atau 34 persen dari jumlah penduduk Sumbar.

"Kita tidak akan tau, apa yang akan terjadi saat kita dalam melaksanakan aktivitas kerja kita. Karena kecelakaan kerja, adalah satu jenis resiko yang tidak perna kita duga dan itu sangat mungkin terjadi, dimanapun dan dalam bidang pekerjaan apapun. Mulai dari luka ringan, luka parah, cacat sebagaian anatomis bahkan meninggal dunia," terang Yuniman.

Untuk itu, kata Kepala Kantor Cabang BPJS Padang, susai amanah UU No 40 Tahun 2004 tentang BPJS menyebutkan, "Saat ini, negara kita telah membuat sebuah kebijakan untuk para pekerja, dengan program BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi para pekerja, baik itu jamin jesehatan, atau kecelakaan kerja sampai jaminan hari tua, dan kemudahan lainya,terangnya. 

Sosialisasi ini dihadiri, oleh Ketua IKW  Hendrison didampingi Pembina IKW Taf Chaniago serta puluhan pemilik media cetak dan online berikut wartawan yang ada di Kota Padang. (ar/*)



MPA,PADANG - Pemko Padang kembali mengingatkan semua ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Padang untuk tidak memperlihatkan keberpihakan pada salah satu calon. Baik dalam pemelihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif. Larangan itu karena melanggar Undang- undang.

"Bagi semua ASN Pemko Padang agar jangan terlibat politik praktis. Karena hal itu melanggar aturan. Lebih baik netral saja," sebut Kepala Bagian Hukum Setda Kota Padang Syuhandra usai kegiatan Penyuluhan Hukum Terpadu yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (25/3).

Dikatakannya, bagi ASN yang terlibat politik praktis bisa terkena ancaman pidana. Selain itu juga melanggar undang undang tentang ASN. Dalam penyuluhan hukum terpadu itu, hadir staf ahli Pemko Padang, Azwin mewakili walikota. Disamping itu juga hadir sejumlah elemen sebagai peserta, mulai dari ulama, LPM, RT,RW, Karang Taruna ,pengurus KUA kelompok Kadarkum kecamatan.

Lebih jauh, Syuhandra mengatakan penyuluhan hukum terpadu itu juga dalam rangka memperbaharui lagi pengetahun hukum semua lapisan masyarakat kota Padang. Sehingga mereka menjadi orang yang taat dan sadar hukum.

Sementara itu Azwin mengatakan dengan adanya penyuluhan hukum terpadu itu diharapkan pelanggaran hukum semakin berkurang di tengah tengah masyarakat. Selain itu masyarakat juga diharapkan menerapkan prilaku sadar hukum. Jika melihat pelanggaran hukum terjadi, maka agar melaporkannya kepada petugas yang berwajib.

"Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam penegakan hukum," sebutnya.

Hadir sebagai narasumber dalam penyuluhan hukum terpadu ini. Yakni unsur KPU Padang, Pengadilan Negeri Padang, kepolisian, kejaksaan, dan Sat Pol PP.(ar/*)


Oleh: Johan Efraim Rumbino
Papua Berduka

Seminggu sudah Papua berduka dan bersedih dengan adanya bencana di Sentani - Jayapura, dan dalam waktu satu minggu ini juga kita orang Papua bahkan Indonesia belajar dari artinya toleransi dari Papua dan satu hal yang sangat penting untuk kita orang Papua pelajari adalah siapa saudara kita sebenarnya? Apakah mereka yang hanya lantang berteriak menuntut kemerdekaan Papua dengan alasan agar Orang Papua bisa menjadi tuan ditanah sendiri ataukah mereka yang selalu disebut dengan sebutan kolonial yang juga berbeda warna kulit dengan kita tapi bisa ikut berduka ketika Papua dilanda duka dan juga menetaskan air mata bahkan memberi dari kekurangan mereka karena mereka anggap kita adalah saudara? Hanya kita yang melihat dengan hati yang mampu menjawabnya.

Siapa Saudara Sesungguhnya

Bencana alam yang terjadi semuanya tidak terlepas dari kehendak Tuhan. Kita semua umat yang percaya mengimani hal itu, karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan, Duka kita telah berlalu dan kita harus bangkit kembali. Dalam duka kita semua mendapat pelajaran hidup yang penting dimana saudara-saudara kita dari Sabang - Merauke turut merasakan duka yang kita alami di Papua.

Saya sendiri melihat bagaimana saudara-saudara kita yang selama ini selalu dikatakan sebagai kolonial maupun penjajah, merekalah yang selalu ada sejak bencana itu terjadi. Merekalah yang mengorbankan waktu, bahkan mampu berbagi dari kekurangan mereka untuk membantu saudara-saudara kita di Sentani. Mereka membantu dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Karena apa? Karena Papua adalah saudara mereka, Papua adalah bagian dari Indonesia, yang ketika Papua menangis maka mereka ikut menangis.

Ada satu hal yang sangat menyentuh saya ketika hari Minggu kemarin. Saat itu saya dalam perjalanan ke Bandara Sentani untuk berangkat balik ke Jakarta setelah 3 hari saya berada di Sentani untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara saya. Di tengah perjalanan menuju bandara saya berpapasan dengan segerombol penjual bakso yang menggunakan motor. Jumlah sekitar 30-an motor, mereka dikawal Polisi. Saya pun bingung dan bertanya dalam hati kemana mereka akan pergi?

Karena penasaran, saya memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Dan, alangkah terkejutnya saya ketika melihat langsung bahwa mereka hadir di Sentani untuk berbagi dengan saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana. Bakso yang biasa mereka jual, kali ini mereka sediakan secara gratis dan cuma-cuma.

Sungguh kasih yang luar biasa yang mereka tunjukan, dalam kekurangan pun mereka masih mampu berbagi. Kasih seperti inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Mereka yang tidak seiman dengan kita mampu menunjukan itu dalam duka kita saat ini.

Pejuang Papua Hanya Mampu Berkoar

Duka Sentani - Papua sudah seminggu ini. Namun, Sentani mulai bangkit membangun kembali puing-puing tangisan yang tersisa. Pertanyaan muncul, dimanakah mereka yang katanya berjuang bagi bangsa Papua? Dimanakah Beny Wenda? Dimanakah Viktor Yeimo? Dimanakah Socratez Yoman? Dimanakah Laurenz Kadepa? Dimanakah KNPB? Dimanakah ULMWP? Dimanakah OPM? Tidakkah kalian lihat Papua sedang menangis? Dimana uluran tangan kalian untuk membantu saudara-saudara kita? Dengan hebat dan lantang kalian sering berteriak bahwa kalianlah yang berjuang untuk Papua, tetapi ketika Papua menangis, kalian semua menghilang tanpa jejak. Bahkan untuk mengotori tangan kalian demi mengangkat jenasah saudara-saudara kalian pun tidak terjadi sama sekali.

Terima kasih untuk semua tindakan kalian ini, karena dari semua ini kami orang Papua belajar bahwa keluarga kami sebenarnya adalah Indonesia, saudara kami sebenarnya adalah mereka yang berbeda warna kulit dengan kami tetapi mempunyai hati dan belas kasih seperti kami.

Duka kami adalah Duka Indonesia. Karena kami Papua, kami Indonesia.
Jakarta, 25 Maret 2019                                    
Penulis adalah aktivis Gerakan Bangun Papua


MPA,JAKARTA - Dugaan rekayasa dan kriminalisasi jilid 2 terhadap Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Ketum Apkomindo) akan diuji di Pengadilan Negeri Bantul, pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 mendatang. Sebelumnya, Hoky yang juga merupakan Wapemred media online www.infobreakingnews.com ini telah mengalami proses kriminalisasi jilid 1 dan sempat ditahan selama 43 (empat puluh tiga) hari dari 24 November 2016 hingga 05 Januari 2017 di Rutan Bantul. Saat itu, para oknum penegak hukum dengan semena-mena memproses laporan bernomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri atas laporan rekayasa yang dilakukan oleh Agus Setiawan Lie atas kuasa Sonny Franslay.

Meskipun telah ditahan selama 43 hari, faktanya Hoky divonis bebas oleh PN Bantul pada tanggal 25 September 2017 dan Kasasi JPU Ansyori, SH (Jaksa Utama Pratama) dari Kejagung RI dengan tuntutan 6 tahun penjara serta denda 4 Miliar subsider 6 bulan penjara telah ditolak oleh MA pada tanggal 18 Desember 2018 yang lalu.

Kali ini dugaan rekayasa laporan polisi dilakukan oleh Faaz Ismail yang merupakan kolega dari Agus Setiawan Lie dan Sonny Franslay. Bahkan menurut pengakuan Faaz pada saat membuat laporan di Polres Bantul dengan LP/109/V/2017/SPKT, tertanggal 24 Mei 2017, dia didampingi oleh Agus Setiawan Lie.

Faaz, bersama dua orang saksi yaitu JPU Ansyori, SH dan Suwandi Sutikno diduga melakukan rekayasa membuat laporan dan keterangan palsu tentang tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP, dengan tersangka Hoky. Dalam BAP, mereka menyatakan Hoky melakukan pemukulan terhadap Faaz Ismail, sementara Hoky memastikan tidak pernah melakukan tindak pidana penganiayaan sama sekali.

Oleh karena itu, Hoky melakukan Praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN Btl. dan dalam persidangan Praperadilan tersebut  hadir  5 (lima) orang Saksi yaitu; Dicky Purnawibawa, Edy Anantoratadhi, Ngongo Bili (Veri), Andi Riyanto dan Rohman Yudi Ardianto (Anang) yang menyatakan tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Yang terjadi hanyalah ribut-ribut soal kata-kata “kutu kupret” saja. Selain itu, ada 3 (tiga) orang saksi, yaitu Darma Kusuma Setya, Christian Yanuar dan Joko Rianto, dalam BAP di Polres Bantul telah menyatakan hal yang sama yaitu tidak melihat adanya tindak pidana penganiayaan.

Hoky menempuh proses Praperadilan terhadap Polres Bantul karena memang tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Bahkan, Hoky memastikan tidak pernah memperoleh surat panggilan pertama, tetapi langsung surat panggilan kedua. Juga tidak ada bukti visum, termasuk pada CCTV di PN Bantul tidak ada bukti penganiayaan sama sekali. Namun mengherankan, pada tanggal 15 Januari 2019 Hoky ditetapkan sebagai tersangka, walapun telah dilakukan perubahan dari tindak pidana penganiayaan berat pasal 351 KUHP menjadi tindak pidana penganiayaan ringan Pasal 352 KUHP.

Saat dilakukan konfirmasi oleh awak media, Hoky menyatakan siap menghadapi kasus rekayasa dan kriminalisasi tersebut. “Saya tetap akan hadapi dan siap hadir di PN Bantul. Bahkan saya telah proaktif menghubungi penyidik, saya juga telah mengirimkan Chat WA kepada penyidik termasuk ke Sdr. Faaz dan Sdr. Suwandi agar pelapor dan saksi hadir. Termasuk saya menghubungi via call dan SMS saksi JPU Ansyori SH, karena saksi JPU Ansyori SH tidak menggunakan WA. Tentu saja harapan saya mereka hadir, agar terungkap di muka persidangan rekayasa mereka,” ujar Hoky.

Seperti saat sidang pada tahun 2017, lanjut Hoky, dimana salah satu saksi lawan mengungkapkan tentang benar ada orang yang menyiapkan dana agar saya masuk penjara. “Kesaksian tersebut tertuliskan dalam salinan putusan 3/Pid.Sus/2017/PN Btl. (Hak Cipta). Hebat sekali-kan orang yang menyiapkan dana untuk masukan saya ke penjara,” kata Hoky kepada sejumlah media, Minggu (24/3/2019) di Jakarta.

Upaya mengkriminaliasi Hoky selaku Ketum Apkomindo terus-menerus dilakukan sejak dia menjabat sebagai Ketum Apkomindo di awal tahun 2015 hingga saat ini di tahun 2019. Faktanya telah ada 5 (lima) laporan polisi atas Hoky, yaitu satu di Polres Jakarta Pusat, tiga di Bareskrim Polri dan satu di Polres Bantul. Seluruh laporan polisi tersebut diduga merupakan rekayasa hukum dan dibuat-buat, sehingga satu-persatu dapat diatasi dengan baik oleh Hoky. Apalagi saat ini Hoky bersama dengan beberapa koleganya telah mendirikan kantor pengacara dengan nama Mustika Raja Law Office untuk membantu mengatasi permasalahan hukum dirinya, sekaligus untuk membantu teman-teman yang membutuhkan.

Sebenarnya, bukan hanya 5 (lima) laporan polisi saja yang harus dihadapi oleh Hoky. Hingga saat ini telah ada total 13 (tiga belas) Perkara Pengadilan berkaitan dengan Apkomindo. Sebelas perkara diantaranya suudah diselesaikan, antara lain; 1 (satu) di PN Jakarta Timur,  1 (satu) di PT DKI Jakarta, 1 (satu) di PTUN, 1 (satu) di PT TUN, 3 (tiga) di PN Bantul, 1 (satu) di PN Jakarta Pusat dan 3 (tiga) di MA.

Saat ini Hoky juga sedang menghadapi gugatan baru dari Rudy Dermawan Muladi dan Faaz Ismail, dimana Rudy dan Faaz yang sejak 14 Februari 2018  sudah dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana pencemaran nama baik dan Undang Undang ITE di Polda DIY atas laporan polisi nomor : LP/362/VII/2017/DIY/SPKT. Sayangnya, hingga kini telah lebih dari 1 (satu) tahun lamanya, kasus yang dilaporkan korban Hoky tersebut masih belum dilimpahkan kepenuntutan, Sedangkan sebaliknya, Faaz Ismail, cs yang melaporkan kasus tindak pidana ringan (Tipiring) Hoky dengan Pasal 352 KUHP ini perkaranya sudah sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.

Gugatan baru Rudy dan Faaz adalah terkait perkara perdata dengan nomor 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimana Rudy dan Faaz mengklaim dirinya masing-masing sebagai Ketum dan Sekjen DPP Apkomindo masa bakti 2015-2020. Para penggugat ini tidak tanggung-tanggung, mereka menggunakan jasa pengacara terkenal yaitu Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM. Selain Hoky, masih ada tergugat lainnya yaitu; Muzakkir, Go Andri Sugondo, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, dan Suwato Kumala, ditambah beberapa turut tergugat lainnya, yaitu; Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE, MM, MBA, Nurul Larasati, SH, Erlien Wulandari, SH, dan Dini Lastari Siburian, SH.

“Secara kebetulan, pada saat yang sama yaitu hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 akan ada agenda sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, namun saya harus memilih hadir di PN Bantul, sebab untuk di PN Jakarta Selatan merupakan sidang gugatan perdata, sedangkan di PN Bantul adalah sidang pidana,” jelas Hoky.

Hoky yang sempat menjadi Ketua Pantia Kongres Pers Indonesia pada tanggal 06 Maret 2019 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, menghimbau agar teman-teman jurnalis berkenan membantu melakukan pemberitaan, namun tetap berimbang serta adil. “Saya senang jika teman-teman jurnalis yang berdomisili di sekitar Bantul seperti dari Yogyakarta, dari Sleman, dari Gunung Kidul dan dari Kulon Progo berkenan hadir dan meliput sidangnya, karena akan semakin terungkap tentang Pihak lawan selalu berupaya melakukan rekayasa hukum terhadap diri saya,” tambah Hoky berharap.

Bahkan, imbuhnya, Sdr. Faaz sempat menyatakan kepada saya bahwa untuk gugatan di PN Jakarta Selatan itu dia hanya tanda tangan saja dan ada orang yang membiayai pembayaran kepada pengacara-nya. “Nanti bisa bertanya langsung ke Sdr. Faaz di PN Bantul. Mereka berpikir hukum itu bisa dibeli dan direkayasa, padahal jaman telah berubah. Faktanya saya telah menang di MA hingga 3 perkara dari pihak mereka, bahkan Kasasi JPU dengan tuntutan penjara 6 tahun telah ditolak oleh MA. Saat ini saya sedang menantikan salinan putusan dari MA, mereka malah masih bermain-main dengan hukum terus. Yakinlah, tidak lama lagi kelompok mereka akan menuai apa yang telah mereka taburkan,” pungkas Hoky optimis. (SSH/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.