September 2019


MPA, PADANG - Setelah pulang dari Jayapura Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit langsung mengelar konfensi pers dengan kalangan awak media di kantor Gubernur Sumbar. 

" Seluruh perantau minang di Wamena hari ini menyatakan akan pulang kampung, awalnya ada yang masih mau tetap di Wamena, namun melihat perkembangan akhir para perantau mau pulang kampung semuanya. Jumlah yang terdata saat ini terus bergerak, dari data terakhir ada 172 orang yang sudah berada di Jayapura dan 1.298 masih berada di Wamena", ujar Wagub Nasrul Abit dalam jumpa pers yang didamping Sekdaprov, Drs Alwis,  Kepala Biro Humas Drs.Jasman,MM, Ketua Baznas Provinsi  Syamsul Bahri, dan beberapa OPD terkait, Senin sore (30/9/2019).

Wagub Nasrul Abit juga menerangkan, saat ini yang masih berada di Wamena setelah ditanya semuanya akan menuju pengungsian di Jayapura menggunakan hercules AU, dan untuk hercules sendiri info dari Danlanud Silas Papare Jayapura akan disiapkan 3 unit mulai dari besok untuk mengangkut warga yang ingin mengungsi ke Jayapura.

" Jumlahnya maksimal 200 orang akan diberangkatkan dengan pesawat, jika jumlahnya lebih dari 200 orang akan dipulangkan via kapal laut. Pemprov Sumbar sedang mengkoordinasikan dengan PT. Pelni terkait biaya yang dibutuhkan untuk kepulangan ini jika menggunakan kapal laut", kata Nasrul 

Wagub juga menyampaikan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk kepulangan perantau minang ini sekitar Rp.2,5 M.

"Untuk APBD Provinsi tidak bisa membiayai perjalanan ini, dikarenakan tidak ada rincian rekening pada APBD yg bisa digunakan untuk itu. Alternatif yang akan dilakukan Pemprov Sumbar menggalang dana para donatur dan masyarakat melalui rekening "Sumbar Peduli Sesama" yang hingga saat ini sudah terkumpul sejumlah Rp. 433 jt. Dan besok malam (1/10/2019) akan dilaksanakan penggalangan dana di Hotel Balairung Jakarta dengan mengundang para tokoh-tokoh minang, ikatan perantau minang di Jabodetabek, Bupati/Walikota se Sumbar, BUMN dan BUMD yang ada di Sumatera Barat", ungkapnya

Nasrul Abit juga mengharapkan bantuan dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat minang dimanapun berada untuk pembiayaan kepulangan dunsanak kita di Wamena melalui rekening Sumbar Peduli Sesama.

"Dalam penghimpunan dana ini diharapkan tidak ada provokator dan jangan terprovokator terkait insiden ini, karena insiden bukan konflik etnis. Kita bersyukur BAZNAS Sumbar siap menanggulangi dana yang dibutuhkan untuk kepulangan perantau minang, sambil menunggu penggalangan dana dari semua pihak", tegas Wagub Sumbar

Wagub Nasrul Abit juga tegaskan, Pemprov Sumbar hanya menanggung biaya kepulangan saja, jika nanti ada perantau yang ingin kembali ke Wamena Pemprov Sumbar tidak menanggung biaya tersebut.(rill)


MPA,JAKARTA – Tidak kurang dari 150 orang akan menghadiri kegiatan ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century Regional Leaders Forum (AJAFA-21 RLF) ke-25 yang akan diselenggarakan di Bali pada 4-7 Oktober 2019 mendatang. Para peserta itu berasal dari 8 negara ASEAN dan Jepang. Dua negara ASEAN lainnya, Singapore dan Brunai Darusalam, berhalangan mengirimkan wakilnya pada pertemuan kali ini.

Presiden Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21), Mulyono Lodji, ketika dikonfirmasi media ini terkait kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menggelar acara RLF dimaksud. “Panitia sudah mempersiapkan acaranya dengan baik, hampir 100 persen telah siap. Peserta yang sudah konfirmasi akan hadir di acara ini lebih dari 150 orang,” ungkap Mulyono yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2001 itu, Minggu (29/9/2019).

Terpisah, Ketua Panitia AJAFA-21 RLF 2019, Yusron Fuadi, menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang akan hadir, delegasi dari Kamboja menempati urutan pertama terbanyak dengan total peserta 44 orang, terdiri dari 17 pria dan 27 wanita. Jepang menjadi negara pengirim delegasi terkecil dengan jumlah peserta 3 orang. Sementara itu, Indonesia mengirimkan 33 peserta. “Dari segi jumlah delegasi yang akan hadir, RLF kali ini cukup besar pesertanya. Antusiasme kawan-kawan alumni dari negara-negara ASEAN cukup besar untuk datang ke Bali, mengikuti acara yang dirancang untuk membangun persahabatan dan kerjasama antar masyarakat negara-negara Asean maupun Jepang,” jelas Yusron, alumni progam ini yang berangkat ke Jepang pada tahun 1996.

Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia yang menjadi sponsor utama kegiatan Kappija-21 selama ini, akan hadir dalam helatan tahunan AJAFA-21 itu. Tidak tanggung-tanggung, Chief Representative JICA, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama tiga pejabat program officers-nya akan hadir pada acara pembukaan RLF ke-25 yang dipusatkan di Kutabex Beach Front Hotel, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini. Selain itu, pejabat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia juga akan hadir dan memberikan materi kunci (keynote speech) di pembukaan acara tersebut.

“Alhamdulillah, dari JICA akan hadir Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama beberapa pejabat JICA lainnya. Juga dari Kedubes Jepang, Mr. Jinno KOSUKE, pejabat bagian kerjasama ekonomi, akan hadir dan memberikan keynote speech di opening ceremony RLF Bali nanti,” imbuh Yusron.

Sebagai informasi, Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 adalah sebuah kegiatan pengiriman pemuda-pemudi Indonesia calon pemimpin bangsa di abad ke-21. Program ini merupakan gagasan dari mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang dimulai sejak tahun 1984. Angkatan-angkatan awal dari program tersebut kini sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Yuherman Yusuf, anggota DPRD Riau tiga periode, merupakan salah satu alumni yang berangkat ke Jepang tahun 1984 bersama Patrialis Akbar, mantan hakim MK. Di tingkat nasional, ada Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, Ketua Umum Golkar), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri, Politikus PDI-P), Ferdiasyah (Anggota DPR RI, politisi Golkar), Rafdinal (Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kemendes RI), dan Ilham Bintang (pemilik media mainstream Check & Recheck). Hingga saat ini, jumlah alumni program tersebut mencapai 4.200 orang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta.

Selain Indonesia, Jepang juga menyelenggarakan program yang sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, semua negara ASEAN mempunyai organisasi asosiasi alumni program persahabatan negaranya dengan Jepang. Keseluruhan asosiasi alumni (10 organisasi) negara-negara ASEAN itu, ditambah satu asosiasi Jepang, bergabung dalam satu wadah organisasi di lingkup ASEAN Jepang yang diberi nama AJAFA-21 (ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century).

Organisasi AJAFA-21 mempunyai dua agenda pertemuan tahunan, yakni Executive Council Meeting (ECM) dan Regional Leaders Forum (RLF). ECM biasanya dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret tahun berjalan, sedangkan RFL di pertengahan hingga akhir tahun berjalan, menyesuaikan kesiapan negara tuan rumah. ECM maupun RLF dilaksanakan di negara-negara ASEAN secara bergilir. Kappija-21 mendapatkan giliran menjadi tuan rumah RLF tahun 2019 ini.

Menurut Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan event RLF di Bali. Hingga saat ini, empat perusahaan sponsor telah menyatakan siap mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan baik dan lancar. “Atas nama Pengurus Pusat Kappija-21 dan panitia, saya menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama para sponsor yang akan membantu kelancaran terselenggaranya acara AJAFA-21 RLF di Bali. Hingga saat ini, beberapa perusahaan sudah menyatakan siap bantu panitia, antara lain PT. Astra International, PT. WiKA (Persero), PT. Nindya Karya, dan PT. JNE,” ungkap Wilson Lalengke, alumni program persahabatan angkatan tahun 2000 ini.

Selain dukungan dan bantuan dari para sponsor, Wilson juga menyampaikan bahwa support dari pemerintah, termasuk Pemda Bali, juga sangat besar bagi terselenggaranya kegiatan RLF. “Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah baik pusat maupun Pemda Bali yang sudah mendukung kegiatan ini. Terutama pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Bali. Tanpa kerjasama yang terjalin baik ini, niscaya kegiatan yang akan berlangsung tanggal 4 hingga 7 Oktober nanti tidak mampu kami persiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional itu. (APL/Red).



MPA, PADANG - Setelah berhasil melahirkan bintang-bintang dangdut yang mampu bersaing di industri hiburan tanah air, Indosiar kali ini kembali menggelar kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020, di kota Padang bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

“Peserta yang mendaftarpun mencapai 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kota Padang menjadi kota pertama penyelenggaraan audisi," ungkap Kreatif Indosiar Frans Josua, Minggu (29/9/2019).

Tahun sebelumnya, kata Frans, usia calon peserta di tahun ini dibuat lebih muda yaitu 14 - 25 tahun. Dengan harapan agar semakin banyak peserta yang mendaftar dan mau menunjukkan bakatnya di ajang LIDA," jelas nya.

Tahun sebelumnya, jumlah peserta yang mendaftar ada sekitar 147 orang, tahun ini meningkat menjadi 440 peserta.

Beliau mengatakan, setiap provinsi khususnya Sumbar akan dapat 2 quota potensi calon peserta terbaik yang bakal bersaing dengan perwakilan 34 provinsi lain se-Indonesia," jelasnya lagi

Pada ajang LIDA 2020, tidak hanya audisi secara langsung, Indosiar juga memberikan kesempatan bagi peserta di seluruh penjuru Indonesia melalui audisi online dengan mengakses https://www.kapanlagi.com/dangdut/audisi-liga-dangdut-2020/.

Penyelenggaraan LIDA di tahun ketiga ini, Indosiar semakin selektif untuk mempertemukan duta-duta dangdut terbaik dari provinsi Indonesia paling barat hingga paling timur dengan membawa beragam kekayaan adat dan budaya.

Program LIDA 2020 diharapkan tidak hanya sekedar hiburan dan inspirasi bagi pemilik talenta namun bisa juga melahirkan idola dangdut baru di tanah air," tutur Ekin Gabriel selaku VP-PSRD Division Head. (Ar)


MPA,PADANG –  Masih dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke 74,  Panitia HUT menggelar Lomba Tembak antar TNI Polri di Lapangan Tembak  Kompi Senapan A Yonif 133/YS Lapai Padang Sumatera Barat, (28/9).

Adapun yang diperlombakan yaitu menembak pistol dan menembak senapan dengan kategori menembak pistol jarak 15 meter dan 20 meter, sedangkan untuk senapan hanya dipertandingkan pada jarak 50 meter.

Dalam sambutan Komandan Korem (Danrem) 032/Wbr  yang dibacakan oleh Wadan Lantamal II Padang  Kolonel (Mar) Wurjanto,  menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini selain untuk memeriahkan perayaan HUT TNI ke 74 juga untuk menjalin silaturrahim dan kekompakan serta untuk mengasah profesionalisme  prajurit khususnya dalam bidang menembak.

Masih dalam sambutannya Danrem  berpesan agar peserta lomba tampil sebagai prajurit petarung yang dengan gigih meraih prestasi terbaik dengan tidak mengenal menyerah, berjiwa ksatria dan menjunjung tinggi sportifitas serta  mematuhi aturan lomba.


Setelah seharian melaksanakan tahapan lomba mulai dari babak penyisihan sampai dengan babak final akhirnya lomba yang diikuti oleh 120 peserta dari satuan TNI Polri ini diperoleh juara.

Tampil sebagai juara pada lomba nembak pistol Juara 1 Kolonel Inf Edi Nurhabad (Korem 032) Juara 2 Sertu Reynol Yuza Putra (Lantamal II) Juara 3 AKP Doni Lisman (Sat Brimobda Sumbar)

Kategori senapan Juara 1 Kolonel Inf Edi Nurhabad (Korem 032), Juara 2 Praka Andi Suranjaya ( Yonif 131/Brs), Juara 3 Serka Andri (Lanud Sutan Sjahrir).

Hadiah utama 1 Unit Sepeda Motor, Sepeda gunung dan Kulkas, Mesin Cuci, televisi dan hadiah menarik lainnya yang akan diserahkan kepada para pemenang pada HUT TNI 5 Oktober mendatang di RTH Imam Bonjol Padang Sumatera Barat.

Hadir dalam  Lomba tembak ini  Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P, Wadan Lantamal II Padang Kolonel (Mar) Wurjanto, Danlanud Kolonel  (Pnb) Purwanto Adi Nugroho, Kakanhan Sumbar Kolonel Inf Khoirul,  Wadansat Brimob Polda Sumbar, Para Dandim Jajaran Korem 032/Wbr, Danyonif 133/YS dan juga para rekanan. (Penrem 032)


MPA, PADANG - Walikota Padang H.Mahyeldi Anshrullah terlihat tidak asing lagi bagi alumni SMEA N 2 dan SMK N 3 Padang. Kedatangan pemimpin Kota Padang itu disambut hangat ratusan alumni yang memadati  gedung STKIP PGRI Convention Center Gunung Panggilun Sabtu 28/9/2019.

Mahyeldi hadir memenuhi undangan alumni SMEA N 2 - SMK N 3 Padang untuk memberikan sambutan di hari ulang tahun ke 50 dan pelantikan pengurus baru priode 2019 sampai 2024. Ratusan alumni terlihat antusias mendengarkan sambutan walikota padang H.Mahyeldi. Dalam sambutan Mahyeldi  memberikan dorong kepada SMK N 3 Padang untuk  membangun sebuah Mall,swalayan atau Industri UMKM  untuk bisa menghasilkan lapangan pekerjaan. termasuk SMK yang lainnya di Kota Padang. 

Kenapa SMK N 3 harus punya Mal karena lokasinya sangat strategis untuk didirikan sebuah Mal tiga atau empat lantai. Seperti yang sudah dilakukan di SMK Negeri 2 Simpang Haru punya swalayan dapat menampung tenaga kerja. Dan inilah tujuan didirikan SMK dikarenaka pokasional orientasinya dunia kerja. Tamatan SMK harus mampu merespon dunia kerja di Industri dan tidak tertutup kemungkinan untuk melanjutkan kepeguruan tinggi sebutnya.

SMK didirikan untuk menciptakan lapang pekerjaan. Makanya di SMK 9 dan SMK 6 ada Hotel, SMK 5 ada bengkel, Pemerintah Kota Padang terus mendorong sesuai dengan jurusan masing-masing di  SMK tersebut. Pada tahun ini perkembangan SMK N 3 Padang sudah meningkat dan siswa tamatannnya bisa mengisi dunia kerja,"Ujarnya.

Disamping itu,  untuk mengatasi jumlah pengangguran di kota Padang hampir mencapai 9 persen, Pemerintah Kota Padang akan berupaya mendirikan perusahan daerah (Perusda) rumah susun, Perusda Transportasi, Perusda Pengolahan Limbah. Dengan hadirnya Perusahan Daerah tentu akan menjawab tantangan dan menyerap tenaga kerja sesuai tamatan dan bidangnya.

Disebutkannya, Apalagi, Keberadaan alumni SMEA N 2- SMK N 3 telah menentukan pilihan yang tepat untuk memilih ketua umumnya yaitu pemimpin tertinggi pegawai di kota Padang Sekretaris Daerah( Sekda) Amasrul tamatan SMK N 3 telah memberikan kontribusi untuk kemajuan kota Padang. Diharapkan kepada alumni untuk bersinergi menjawab tantangan tersebut lebih baik dimasa yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah ketika diwisudanya siswa siswi SMK SMAK Padang. Walikota Mahyeldi memberikan apresiasi  kepada keluarga besar SMK SMAK Padang. Sejumlah 93 persen siswanya tamatan SMK SMAK Padang sebelum tamat sekolah sudah diterima didunia kerja. Ini adalah prestasi yang membanggakan. 

Tidak ada salahnya program yang dilakukan oleh SMK SMAK Padang dapat dijadikan contoh oleh SMK N 3 Padang. Untuk itu diharapkan bantuan,pikiran alumni SMK N 3 Padang mensinergikan kurikulumnya terkait program dengan dunia kerja seperti yang sudah dilakukan oleh SMK SMAK Padang di Alai Pauh. 

Tak hanya itu, SMK SMAK Padang sudah banyak berperan dan mengharumkan Kota Padang baik prestasi akademisnya maupun perestasi lainnya telah memberikan kontribusi banyak untuk Kota Padang ungkapnya. (*)


MPA, PADANG - Kerusuhan terjadi di Kota Wamena Provinsi Papua pada Senin 23 September 2019. Hingga hari ini, suasana masih belum kondusif. Akibat kerusuhan yang hingga kini belum bisa dipastikan penyebabnya oleh pihak keamanan, sedikitnya 32 warga meninggal dunia, ribuan orang mengungsi, ratusan rumah warga, kendaraan dan perkantoran dibakar. 

Dari 32 korban meninggal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan, sembilan diantaranya merupakan perantau asal Sumbar. Mereka meninggal akibat tindakan tidak beradab yang dilakukan para perusuh. 

Kita tentu sangat mengutuk perbuatan tidak berprikemanusiaan itu, kita tentu sedih dan bersimpati kepada korban, maupun kondisi keamanan yang belum terjamin di Wamena. Namun, AJI perlu mengingatkan media untuk bersikap hati-hati dalam pemberitaan.

Aliansi Jurnalis Indepen (AJI) Padang menilai, media dibutuhkan untuk ikut  dalam menciptakan kondisi yang tenang perlu diperlihatkan dalam kondisi saat ini. Memang ada laporan jika telah terjadi pertikaian antara sekelompok penduduk lokal dengan pendatang, namun penyajian berita yang vulgar, justru akan memperkeruh suasana dan kemungkinan akan menambah korban jiwa.  Untuk itu, penyajian berita yang secara terang-terangan mengandung unsur Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) perlu diperhatikan. 

Hal diatas diatas termuat dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 8, “ Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani”. 

Untuk itu, AJI Padang menyatakan sikap : 
1. Mengimbau kepada jurnalis dan media untuk tidak membuat berita yang mengandung unsur SARA serta berpotensi menambah konflik, serta mencari sumber berita yang kredibel dan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, terutama pasal 8, “ Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, ......,

2. Tetap melakukan kritik kepada penanganan keamanan di Papua khususnya Wamena, sehingga korban tidak terus bertambah dan kondisi segera membaik. 


3. Mengimbau jurnalis dan media agar menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam peristiwa konflik, khususnya yang terkait di Wamena saat ini. Jurnalisme damai tidak akan menghilangkan fakta, namun lebih menonjolkan pemberitaan yang bisa menurunkan tensi konflik dan segeranya penyelesaian. sehingga korban tidak terus bertambah.

4. Meminta pemerintah untuk membuka akses informasi di Wamena dan terus menginformasikan kondisi  terkini, agar informasi bohong atau hoax tidak berkembang, yang akan menambah konflik. 


5. Mengimbau pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan perdamaian dan menenangkan warga dari kemungkinan hasutan yang bisa memprovokasi. 
6.
Padang, 28 September 2019. 
Ketua AJI Padang – 
Andika Destika Khagen (082174316741)
Bidang Advokasi AJI Padang 
Aidil Ichlas (081947682952)


Foto Ist

MPA, JAYAPURA - Senin (23/9/2019). Kepolisian akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Tiga tersangka itu masing-masing berinisial SE (40), IG (29), dan YE (53).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal, mengatakan mereka dijerat Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 187 KUHP. Polisi juga menyita barang bukti dari ketiganya, di antaranya bensin.

“Jumlah tersangka kemungkinan akan bertambah karena penyidikan masih berlangsung,” kata Kamal di Jayapura.

Kamal mengatakan demonstrasi anarkistis di Wamena telah menyebabkan 32 orang meninggal dan 63 orang luka-luka. Para korban diserang demonstran. Saat ini, 22 korban yang terluka sudah dievakuasi ke Jayapura dan dirawat di sejumlah rumah sakit.

Pascademonstrasi anarkistis itu, masyarakat juga masih mengungsi di sejumlah pangkalan militer dan rumah ibadah yang ada di kawasan itu. Namun, ada beberapa warga yang siang hari kembali ke rumah untuk melihat kondisi rumah dan membersihkan semampunya.

“Aktivitas belum pulih karena kegiatan belajar mengajar masih belum berlangsung demikian pula perkantoran,” ujar Kamal.

Pantauan awak media, hingga Jumat kemarin, gelombang pengungsi korban kerusuhan di Kota Wamena Papua, masih terus berdatangan di Lanud Silas Papare, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Bahkan, jumlahnya diperkirakan telah mencapai seribuan orang.

Setiap hari, Pesawat Hercules 1320 milik TNI Angkatan Udara (AU) mengangkut ratusan pengungsi dari Wamena ke Jayapura melalui Lanud Silas Papare Sentani. Sekitar 170 lebih warga pengungsi diangkut dalam setiap penerbangan menggunakan pesawat ini.

“Prioritas kami adalah anak-anak dan perempuan. Kami akan terus mengevakuasi warga yang mengungsi dari Wamena,” kata Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso.

Sumber : SindoNews.com


Foto/Ist

MPA, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membentuk tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Pembentukan Kogabwilhan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya ancaman yang dapat mengganggu kepentingan nasional.

“Pembentukan Kogabwilhan secara prinsip diarahkan untuk mencapai kesiapsiagaan dalam penanganan krisis di wilayah Indonesia dengan membagi teritorial Indonesia ke dalam tiga Kogabwilhan TNI,” ujarnya saat memimpin upacara peresmian Kogabwilhan TNI I, II, III, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, seperti dilansir SindoNews.Com Jumat (27/9/2019).

Menurut Hadi, pembentukan Kogabwilhan merupakan salah satu upaya pembangunan kekuatan TNI sebagai deterrence effect terhadap berbagai potensi ancaman.

”Pembentukan Kogabwilhan ini ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 27 tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resort Militer dari Tipe B menjadi Tipe A,” katanya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini menjelaskan, Kogabwilhan merupakan representasi konsep kemampuan interoperabilitas TNI yang saat ini menjadi kebijakan prioritas bagi pimpinan TNI.

“Ancaman dan tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia di masa mendatang akan terus berevolusi, sehingga membutuhkan keterpaduan kekuatan ketiga matra darat, laut dan udara dalam merespons ancaman tersebut,” ujarnya.

Menurut Hadi, kehadiran ancaman tersebut perlu diantisipasi dan dicermati dalam menyusun pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan, dan gelar kekuatan TNI di masa mendatang, sehingga dapat bersifat adaptif.

“Sebagai Kotamaops TNI, Kogabwilhan bertugas sebagai penindak awal apabila terjadi konflik di wilayahnya baik untuk Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan sebagai kekuatan penangkal bila terjadi ancaman dari luar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI,” katanya.

Hadi menyebut, kedudukan Makogabwilhan telah mempertimbangkan aspek komando dan kendali, strategi dan infrastruktur yang sudah ada saat ini. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka ditetapkan kedudukan Makogabwilhan I berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Makogabwilhan II di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Makogabwilhan III berada di Biak, Papua.

”Keberadaan Kogabwilhan tentu telah diselaraskan dengan program pembangunan Pemerintah yang mencanangkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis, membangun dari pinggiran serta menghadirkan negara untuk melindungi seluruh warga negara di seluruh wilayah NKRI,” tutupnya.

Makogabwilhan I berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dipimpin Pankogabwilhan I Laksda TNI Yudo Margono meliputi wilayah darat Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten; sedangkan wilayah laut meliputi perairan di sekitar Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Alki-1 beserta perairan sekitarnya; sementara wilayah udara (Wilayah di atas Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan Alki 1 beserta perairan sekitarnya.

Untuk Makogabwilhan II di Balikpapan, Kalimantan Timur, dipimpin oleh Pangkogabwilhan II Marsda TNI Fadjar Prasetyo dengan wilayah darat meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Untuk wilayah laut meliputi perairan di sekitar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Alki-2 serta Alki-3a beserta perairan sekitarnya; sedangkan wilayah udara yakni, di atas Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Alki-2 serta Alki-3a beserta perairan sekitarnya.

Sementara Makogabwilhan III berada di Biak, Papua, dipimpin oleh Pangkogabwilhan III Mayjen TNI Ganip Warsito dengan wilayah darat mencakup Maluku, Maluku Utara dan Papua. Wilayah laut mencakup perairan di sekitar Maluku, Maluku Utara, Papua dan Alki-3b dan 3c beserta perairan sekitarnya; sementara untuk wilayah udara mencakup di atas Maluku, Maluku Utara, Papua dan ALKI-3b dan 3c beserta perairan sekitarnya. (*)


MPA, PADANG  -  ( 29 September 2019), Program talent search telah menjadi salah satu signature program Indosiar. Tidak hanya kompetisi di dalam negeri, Indosiar pun telah memperluas kompetisi hingga kepenjuru Asia.Sukses melahirkan bintang-bintang dangdut yang kini mampu bersaing di industri hiburan tanah air, kiniIndosiar bersiap untuk mendulang kesuksesan dengan kembali menggelar kompetisi dangdut terbesar di tanah air, “LIDA (LigaDangdut Indonesia) 2020”.Indosiar akan menggelar audisi langsung di 34 kotabesar di Indonesia. ProvinsiLampung, Sumatera Barat, dan Jambi akan menjadi tiga provinsi pertama diselenggarakan nyaaudisi LIDA 2020 secaraserentakpadahariMinggu, 29 September 2019. Bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat yang beralamat Jl. Jendral Sudirman No. 51 Padang, audisi Provinsi Padang akan dimulai sejakpukul 09.00 WIB.

Calon peserta yang berusia 14 – 25 tahun pria maupun wanita dengan bakat menyanyi dangdut dapat datang langsung kelokasi audisi dengan membawa kelengkapan lampiran formulir berupa fotocopy KTP/Kartu Pelajar serta foto terbaru berwarna ukuran 3R sebanyak dualembar. Tidak hanya audisi langsung, Indosiar juga memberikan kesempatan bagi peserta di seluruh penjuru Indonesia melalui audisi online dengan mengakses https://www.kapanlagi.com/dangdut/audisi-liga-dangdut-2020/. Peserta yang lolos audisi akan kembali berjuang mewakili provinsinya dan bertemu dengan duta provinsi lainnya untuk memperebutkan gelar bergengsi di panggung LIDA 2020.

Kesuksesan bintang-bintang alumnus LIDA di tahun-tahun sebelumnya hingga kekancah Asia, telah membuktikan bahwa bakat-bakat terbaik dari seluruh penjuru Indonesia kini mampu bersaing kuat dengan musisi-musisi yang telah lebih dulu meramaikan industri hiburan tanah air.Berkat ajang pencarian bakat yang diselenggarakan Indosiar inilah menjadi kesempatan terbaik baik para generasi muda untuk unjuk kebolehan.“Tahun ketiga penyelenggaraan LIDA, Indosiar semakin selektif untuk mempertemukan duta-duta dangdut terbaik dariprovinsi Indonesia paling barat hingga timur dengan membawa beragam kekayaan adat dan budaya.Sehingga program LIDA 2020 dapat menjadi program yang tidak hanya menjadi inspirasi bagi pemilik talenta terbaik namun juga  dapat melahirkan idola dangdut baru di tanah air”, tuturEkin Gabriel selaku VP - PSRD Division Head.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada audisi LIDA 2020 kali ini sebelumnya akan dimeriahkan dengan panggung hiburan “Demam LIDA 2020” yang berlangsung tepat satu hari sebelum audisi LIDA 2020 diselenggarakan di beberapa provinsi. Pekan pertama Demam LIDA 2020 akan berlangsung di Provinsi Lampung bertempat di Ramayana Rajabasa – Bandar Lampung pada hari Sabtu, 28 September 2019 dimulai sejak pukul 13.00 WIB.Nabila LIDA, Cut LIDA, dan Rafi DA akan hadir langsung memeriahkan Demam LIDA 2020 di Lampung. Datang dansaksikan Demam LIDA 2020 Gratis!

Setelah provinsi Lampung, Jambi, dan Sumatera Barat, pekan depan audisi LIDA 2020 akan berlanjut secara serentak di tiga provinsi yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung pada hari Minggu, 6 Oktober 2019. Seluruh proses audisi LIDA 2020 tidak dipungut biayaapapun. Informasi lebih lanjut dapat mengakses www.indosiar.com.
Liga Dangdut Indonesia: SeniMenyatukan!

Follow our social media:
Website: www.indosiar.com
Facebook: /IndosiarID.tv
Twitter: @indosiarID
Instagram: @Indosiar



MPA, KAB SOLOK  – Tangan dingin Hendra Saputra, SH,M.Si yang akrab disapa (Buya Hend) seiring ke-ikhlasan hatinya, kemajuan Ponpes Taruna RABBANI di Kab. Solok, terus mengalami peningkatan.

“Buya Hend selaku pengasuh Pondok Pesantren Taruna Rabbani dalam memajukan Ponpes ini memang luar biasa, berbagai terobosan terus dilakukannya. Banyaknya penilaian positif dari para orang tua murid dan masyarakat pada diri Buya Hend dalam memajukan Ponpes, bukanlah sesuatu yang berlebihan karena faktanya memang cukup dirasakan”. Sebut Sukhrawardi, Pengurus Ponpes Taruna Rabbani bidang Ekonomi di ruang kerjanya, Selasa (24/09/19).

Moment Ponpes Taruna RABBANI Berkibar di Negara Turkey

Ide-ide cemerlang dan kerja keras Buya Hend. Alhamdulillah.., mampu membawa kemajuan bagi para santri, terutama dalam ilmu pengetahuan agama dan ahklak santri. Salah satu terobosan yang sukses dilakukan adalah program pertukaran pelajar (Ponpes Rabbani) dengan pemerintahan Turkey. Melalui program tersebut, tentunya hubungan Indonesia dengan negara Turkey semakin erat dan harmonis. Selanjutnya nama Kab. Solok menjadi harum dimata negara itu, papar Sukhrawardi.
Selain itu, hubungan silahturahim Buya Hend dengan Pemerintah dan Ulama Turkey, memang berkesan membanggakan dan tetap terjalin baik hingga sekarang, paparnya lagi.

Pada pertukaran pelajar dengan Negara Turkey itu, para Santri untuk tingkat SMP tak pernah henti-hentinya dimotivasi dan disupport oleh Buya Hend. Terutama dalam Tahfidz Al-quran, agar santri-santri tersebut dapat meraih Sertifikat dengan hasil yang memuaskan. Kemudian tamatan SMA (Ponpes Rabbani) juga di support untuk kuliah di Turkey dan apabila telah selesai, akan langsung dapatkan pekerjaan dinegara-negara di dua benua, yakni Asia dan Eropa.

“Buya Hend berkomitmen akan terus kerja keras melaksanakan program tersebut”, kata Sukhrawardi.
Dilanjutkannya, sosok Buya Hend bagi saya, memiliki kepribadian rendah hati, berwawasan luas, mudah akrab saat bergaul, cerdas dan selalu klop bila dimintai pendapatnya. Baik dibidang Hukum, Ekonomi, Agama dan Adat maupun Ilmu Pemerintahan, sebut Sukhrawardi.

Dikesempatan berbeda, saat wawancara eklusif awak media ini seputar pertukaran pelajar (Ponpes Rabbani) dengan Buya Hend Dirumahnya, memaparkan. Melalui program pertukaran pelajar dengan negara Turkey tersebut, tentulah akan sangat bermanfaat terutama dalam mempelajari budaya negara lain. Selain mempelajari budaya, beradaptasi dengan para pelajar negara bersangkutan dan berkomunikasi dengan bahasa yang tak pernah dipakai sebelumnya, akan membuat wawasan para pelajar Ponpes Rabbani bertambah luas yang selanjutnya juga dapat memperluas jaringan.

“Sebenarnya efek dari exchange ini bagus banget. Sama aja seperti mengirimkan kandidat Indonesia untuk buat feedback ke Indonesia lagi. Semakin banyak pelajar Ponpes Rabbani yang pergi ke luar negeri untuk pendidikan, maka akan semakin banyak generasi muda negeri ini, khususnya generasi Kab. Solok menjadi cerdas dan berwawasan luas”. Tutur Buya Hend sembari mempersilahkan awak media ini mencicipi minuman dan kue ringan yang tersedia di meja.

Kesempatan mendalami ilmu Al-quran di Turki, sangat penting untuk meningkatkan ilmu keagamaan. Dengan ilmu tersebut, diharapkan mampu menjadikan para hafiz sebagai pribadi yang religius dan toleran, moderat serta berwawasan global. Pastinya segudang manfaat akan didapati dari program pertukaran pelajar itu, tuturnya lagi.

Dikatakan Buya Hend, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai agama, tentulah membutuhkan kader ulama yang mumpuni dan berwawasan luas. Kerjasama (Pertukaran Santri) sangat bermanfaat untuk membangun jaringan dengan Turki. Harapannya, kerjasama ini dapat menyambungkan dua peradaban, yaitu Negeri kita dan Turki, ujarnya.

Puji syukur tak lupa dipanjatkan Buya Hend, ungkapan perasaan terimakasih kepada Allah SWT atas semua kenikmatan dan kemajuan yang dirasakan Ponpes Rabbani yang telah Allah berikan, terucap terurai dibibirnya. Baginya, kemajuan itu merupakan anugerah yang tiada terhingga. Semoga kita semua tak pernah lupa mensyukurinya, hatur Buya Hend. (RED).



MPA, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah terbaru korban gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR) sebanyak 20 orang.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatinmas) BNPB Agus Wibowo menjelaskan, hingga pukul 18.00 WIB total korban meninggal dunia mencapai 20 orang yang tersebar di beberapa titik. Di Batu Kuda Tial korban meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Di Lembah Agro ada 3 korban tewas, yakni bayi bernama Nanlohi meninggal, serta dua orang dewasa yakni Narti dan Frans Masi. Di Desa Liang ada 6 korban meninggal, yakni Halimah Samual, La Na'i, Wa Ona, Anisa Maruapey, Hamid Laisou dan cucu Hasam Laisou.

Sementara di Desa Waai An ada 3 warga yang meninggal, yakni Tine Tuasela, Semi Kadidu dan Minggus Souhoka. Begitu juga di Desa Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat ada 3 korban meninggal, yakni Hj Sansia, Aditya dan Johan. Sedangkan dua orang korba meninggal lainnya belum teridentifikasi.

Agus menambahkan, 6 orang mengalami luka ringan di Kampung Iha Desa Liang, sekitar 100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang, dan 1 orang Luka Berat di Desa Waisama Kabupaten Seram Bagian Barat.

Selain itu, kerasnya guncangan gempa mengakibatkan sejumlah rumah dan sarana prasarana mengalami kerusakan. "Di Dusun Tanah Merah, Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, sebanyak 20 unit rumah rusak sedang, 8 unit rumah rusak berat," kata Agus dalam keterangan tertulis seperti dilansir SINDOnews.COM.

Kondisi yang hampir sama terjadi di Kampung Iha, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. "Sebanyak 25 unit rumah rusak sedang hingga berat, 1 masjid rusak ringan, MTs rusak ringan," paparnya.

Saat ini, lokasi pengungsian berada pada 3 titik, yakni di lahan kosong dan masjid. "Pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa," ujarnya. (Baca juga: Gempa Ambon, Bangunan Universitas Pattimura Rusak).

Agus menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi berupa terpal, tenda pengungsi, Makanan bayi, makanan dan minuman bagi pengungsi, obat-obatan, pampers untuk bayi, pembalut untuk wanita, air mineral, makanan instan, selimut, matras, tikar, alat penerang (lampu atau senter), tandom air dan MCK, trauma healing untuk anak-anak, bayi dan remaja.
(*)

Oleh: Wilson Lalengke

MPA, JAKARTA – Demonstrasi mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum merebak dalam beberapa hari ini. Kalangan pelajar juga telah ikut turun ke jalan mengungkapkan aspirasinya. Menurut para pengunjuk rasa, demonstrasi terpaksa dilakukan. Penyebabnya, karena suara-suara rakyat yang disampaikan dalam bentuk tulisan, surat terbuka, petisi, dan diskusi-seminar di berbagai tempat tidak mendapatkan respon semestinya.

Eksesnya, korban berjatuhan. Fasilitas umum dan pribadi rusak di sana-sini. Saling memaksakan kehendak menyebabkan bentrok fisik tidak terelakkan. Provokasi memanaskan suasana dan memicu amarah makin membara. Sebaran informasi situasi terkini di lokasi unjuk rasa menumbuhkan penasaran dari warga lainnya. Jadilah suasana demonstrasi semakin riuh-rendah. Letupan senapan dan lemparan berbagai benda bersahutan di suasana makin kacau-balau itu.

Terlepas dari ada atau tidaknya dalang di balik munculnya parlemen jalanan; dan juga terlepas dari relevan atau tidaknya tuntutan yang disampaikan publik peserta aksi, penanganan atas hiruk-pikuk warga itu semestinya dilakukan dengan baik dan profesional. Polisi seharusnya mengedepankan pola kerja yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Polri adalah instrumen yang disediakan negara untuk menjaga agar geliat masyarakat dalam aktivitasnya berjalan dengan baik, lancar dan aman.

Faktanya, cara polisi selama ini menangani unjuk rasa masih belum mencerminkan sosok polisi yang ideal. Negara sudah memberikan rambu-rambu bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Rakyat sudah membayar lunas seluruh anggota Polri, tidak lain adalah untuk melakukan tugasnya melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat.

Korban berjatuhan tatkala unjuk rasa menunjukkan satu hal: Promoter Polri tidak mewujud di lapangan. Visi Polri untuk menjadi Polisi yang Profesional, Moderen, dan Terpercaya hanya slogan di standing-standing banner di kantor-kantor polisi belaka. Promoter hanya penghias bibir Kapolri dan jajarannya. Ia tidak lebih dari sejenis jualan “kecap bangau” perusahaan unilever saja.

Apakah sulit bagi Polri untuk menangani unjuk rasa tanpa kekerasan? Apakah berat bagi Polri untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi dengan tidak bertameng-berpentungan? Apakah sukar bagi Polri untuk menyikapi kehadiran para pengunjuk rasa dengan tebaran senyum dan sapaan yang menyejukkan? Apakah tidak ada cara lain yang lebih baik dalam menangani kerumunan massa demonstrasi yang tidak bersenjata? Apakah mustahil bagi Polri untuk menciptakan suasana sejuk dan damai di tengah suasana memanas para demonstran?

Jika jawaban-jawaban dari deretan pertanyaan di atas adalah sulit, berat, sukar, tidak ada cara lain, dan mustahil; maka itu berarti program Promoter Polri menghadapi jalan buntu alias gagal total. Bukankah ketika jatuh korban dari pengunjuk-rasa, berarti Polisi gagal melindungi rakyat yang menggaji dia? Berarti Polisi gagal mengayomi warga yang menyediakan seragam dan peralatan kerjanya? Berarti Polisi gagal melayani masyarakat yang membelikan pakaian dalam yang digunakannya sehari-hari?

Adalah wajar jika banyak pihak bertanya: Promoternya di mana Pak Polisi? Profesional apanya? Moderennya dimana? Bagaimana bisa dipercaya?

Atau mungkin Polri akan beralibi ‘memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum’? Kembali lagi pada pertanyaan-pertanyaan di atas tadi, apakah sulit memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang berunjuk rasa dengan tidak menembaki warga? Apakah tidak ada cara lain yang lebih ‘profesional, modern, dan terpercaya’ selain menghadapi para demonstran dengan pentungan, gas air mata, dan hantaman kekerasan fisik?

Ayo Polri, sekali-sekali coba resep ini saat menjaga para demonstran: perbanyak polwan yang berjaga, pakai pakaian biasa, bisa berbatik ria, dan putarkan lagu dangdut di tengah ramainya para pengunjuk rasa. Dijamin acara demo berubah menjadi konser musik dangdut. Unjuk rasa dapat berlangsung lancar, damai dan everybody happy. (WIL)

Photo : Istimewa

MPA, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghargai aspirasi yang disampaikan para mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat melalui demonstrasi yang dilakukan selama beberapa hari terakhir. Presiden mengatakan bahwa aspirasi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam upaya pembenahan di negara kita.

"Saya menyampaikan mengenai penghargaan saya, apresiasi saya, terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang ini saya kira sebuah bentuk demokrasi di negara kita," ujarnya dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 26 September 2019.

"Masukan-masukan yang disampaikan kepada saya dalam demo itu juga menjadi catatan besar dalam rangka memperbaiki kekurangan yang ada di negara kita," imbuh Presiden.

Terkait aksi demonstrasi tersebut, Presiden Joko Widodo juga akan segera menghubungi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, dan memerintahkan untuk melakukan penanganan secara persuasif dan tidak represif terhadap setiap aksi unjuk rasa yang berlangsung.

"Akan saya telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur," ucapnya.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan, demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi hendaknya juga dilakukan dengan cara-cara yang damai dan tidak mengganggu ketertiban umum serta jangan sampai merusak fasilitas-fasilitas publik.

"Tapi kalau sudah anarkistis, seperti tadi malam, ya memang harus tindakan tegas," kata Presiden.

Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membuka jalur dialog antara pemerintah dengan mahasiswa terhadap isu-isu ke depan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.

"Bapak Presiden sudah meminta Menristekdikti untuk membuka ruang-ruang dialog kepada mahasiswa dan para rektor di kampus-kampus sehingga kita bisa membicarakan semua masalah yang terkait dengan suasana akademik dan melihat perspektif-perspektif yang berbeda," ucapnya.

Presiden Jokowi sendiri, dalam pernyataannya, berencana untuk bertemu dengan perwakilan mahasiswa untuk mendengar langsung dan menampung aspirasi yang disampaikan dengan lebih terperinci.

"Besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa, terutama yang dari BEM," tutur Presiden.


Jakarta, 26 September 2019
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Erlin Suastini


Oleh : Gusni Spd

Jalan menuju kesuksesan bukanlah hal yang mudah ditempuh. Apalagi di era milineal 4.0 Begitu banyak rintangan yang akan Anda hadapi dalam proses perjalanannya. Pasang surutnya semangat dalam diri Anda turut menjadikan warna saat berusaha mewujudkan cita-cita yang telah diimpikan.
Bahkan terkadang kita tak bisa menghalangi ketika timbul rasa bosan dan jenuh saat mengusahakan segalanya untuk meraih kesuksesan. Keberanian dalam menghadapi kemungkinan kegagalan, adalah cara terampuh untuk membantu meraih kesuksesan  hidup, sebab kegagalan adalah kunci untuk meraih sukses.

Seringkali pula kita merasa benar-benar membutuhkan orang lain untuk menunjukan arah menuju kesuksesan dalam hidup hingga mengabaikan suara nurani sendiri. Padahal sebetulnya yang perlu diingat adalah seberapa rumit dan berlikunya cara dalam menggapai kesuksesan, sebenarnya  semua itu ditentukan oleh diri sendiri.

Sukses hanya dapat diraih dari berbagai upaya yang terus menerus kita  lakukan tanpa mengenal lelah, letih tapi harus dengan semangat dan optimis. Oleh sebab itu guna membantu anda meraih kesuksesandan serta impian yang anda dambakan, di era milinial ada 4  kiat  yang dapat ada pedomani

1 1.       Hilangkan Budaya Malas

Malas, adalah merupakan penyakit yang ada dalam diri kita yang seringkali kambuh pada saat-saat yang tidak diinginkian. Ketika parasit yang bernama ‘malas’ itu menyergap usahakanlah untuk memotivasi diri dengan katakan “ kalau saya malas-malasan terus kapan saya bisa maju dan  sukses..?" Dengan kata lain. malas jangan di pelihara tapi hilangkalah.(Not Lady toAchieveSuccess).

2 2.       Tentukan Tujuan Hidup

Hal pertama yang harus dilakukan oleh  orang sukses yaitu dengan menentukan akan menjadi apa dirimu  kelak dengan melakukan berbagai pertanyaan dalam dirinya seperti :”saya punya izajah mau saya apakan ya?”atau “saya mau kerja  apa ya", hingga didapat ketetapan apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup anda.

Usahakanlah untuk memilih tujuan hidup sesuai hati nurani andakarena yang akan menjalankn pekerjaan tersebut adalah anda macam apa tujuan nya hanya anda yang tahu. Dan anggap anda akan hidup 1000 tahun lagi.

3 3.        Berusaha Menjadi Orang Hebat

Bagi beberapa orang membentuk diri sendiri menjadi lebih hebat dari sekarang merupakan suatu momok yang menakutkan dalam hidup. Padahal di era milenia4.0  sekarang ini, keberanian adalah kunci utama untuk membuka gerbang kesuksesan. Jangan takut akan salah karena dari kesalahan lah kita akan bisa  mengetahui mana yang benar.


Oleh karena itu usahakanlah untuk selalu yakin kepada diri sendiri dalam menerima berbagai macam pekerjaan yang dapat meningkatkan kemampuan anda. Karena diSaat anda mampu menyingkirkan ketakutan untuk menjadi orang sukses, maka saat itulah potensi yang sejak lama tersembunyi di dalam diri anda akan  keluar untuk mencapai impiannya menjadi orang sukses.

4 4.       Jangan Sia-Sia kan Waktu ( Time Is Money andTime Is Point)

Pernahkah kita berfikir apa sebernarnya arti dari setiap waktu dalam hidup yang kita jalani? Pernahkah kita mendengar bahwa 'TIME IS MONEY' - waktu adalah uang ?
Memang tidak salah bagi kamu yang berpendapat demikian.

Tetapi tidak selamanya dan tidak selalu bahwa waktu itu adalah uang,Jangan anda sia-sia kan waktu tapi pergunakanlah waktu itu dengan sebaik baiknya karena waktu sangatlah berharga apalagi di era milinial 4.0. Di jaman ini waktu tidak hanya uang saja tapi adalah point maksudnya klu kita ingin mendapatkan apa yang kita mimpikan atau inginkan sekarang ini dengan cara  mengumpulkan sebanyak-banyaknya karena sudah banyak orang-orang sukses dengan cara mengumpulkan poitnya lewat dunia maya seperti transportasi online, jual beli online dan banyak bisnis online lainya. Dengan cara ini anda juga bisa meraih sukses.  Pergunakanlah waktu anda denga sebaik baiknya jadikan Time Is Money  andTime Is Point moto anda untuk meraih sukses

Ingatlah bahwa menjadi diri sendiri adalah hal yang terpenting dalam hidup dan teruslah berjuang untuk meraih mimpi-mimpi supaya bisa menjadi nyata dan sesuai dengan hati nurani anda.


MPA,PADANG –  Masih dalam rangkaian menyambut HUT TNI ke 74, Korem 032/Wbr selaku panitia penyelenggara memberi ruang berkreasi bagi musisi jalanan kota Padang dengan mengadakan Lomba Penyanyi Jalanan bertempat di Lapang Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Rabu malam (25/9).

Lomba Penyanyi Jalanan ini akan digelar mulai dari tanggal 25 hingga 27 September 2019 yang  akan diikuti  secara tim dan perorangan.

Animo dan antusias  yang cukup tinggi dari masyarakat khususnya pecinta musik Kota Padang , tampak terlihat dengan banyaknya jumlah peserta yang ikut kompetisi ini. Tercatat sampai dengan 210  peserta terdaftar,  baik atas nama tim maupun perorangan. Mereka akan saling adu unjuk kemampuan bernyanyi sesuai nomor urut tampil yang telah diundi sehari sebelumnya.

Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P mengucapan terima kasih kepada semua panitia  atas terselenggaranya kegiatan ini dan tentunya  terima kasih kepada semua peserta yang akan tampil dalam lomba ini, demikian sambutan Danrem yang  disampaikan oleh Kasiter Rem 032 Kolonel Inf Budi Prasetyo.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa acara penyanyi jalanan ini selain dalam rangka memeriahkan HUT TNI juga sebagai pembinaan kepada generasi muda dalam hal budaya sekaligus wadah untuk mempersatukan para pemusik jalanan serta upaya memberikan ruang kreatif dalam mengaktualisasikan potensi dibidang seni di Sumatera Barat. Disamping itu juga sebagai sarana silaturrahmi sesama anak bangsa, terang Danrem.

Sambutan positif juga datang dari Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Ferizal mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya Lomba Penyanyi Jalanan ini, yang mana kegiatan ini juga sejalan dengan program dari pemerintah Kota Padang dalam membangun dan mewadahi bakat kemampuan  para generasi muda.

“Pemerintah Kota Padang sangat mendukung terhadap program program TNI yang telah dilaksanakan selama ini dan semoga TNI semakin sukses, semakin dekat dan semakin dicintai masyarakat”. Ucapan  “Selamat Ulang Tahun TNI ke 74” mengakhiri  sambutan Walikota.

Di tempat terpisah, Kasiter Rem 032 Kolonel Inf Budi Prasetyo juga menyampaikan bahwa pembinaan anak jalanan melalui kegiatan yang bersifat positif merupakan  tanggungjawab bersama yang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Semua komponen harus berpartisipasi menyelamatkan masa depan generasi muda  dari berbagai pengaruh  buruk yang merusak mental dan kepribadiannya.

“Korem 032/Wirabraja tetap mewadahi anak-anak tersebut dengan membuka ruang komunikasi yang lebih intens sehingga kelanjutannya mereka tetap bisa berkarya, mengasah kemampuan melalui inovasi dan kreasi”, Ujarnya.

Hadir dalam acara ini Kajari  Prov Sumbar (diwakili), Danlantamal II Padang (diwakili), Kadis Perdagangan, GM Hotel Inna Padang, Kepala Bank BNI , Danlanud Sutan Sjahrir (diwakili), para Kasi Korem, Kabalak Jajaran Korem 032, Ketua Persit Koorcabrem 032 beserta  pengurus dan tamu undangan lainnya. (Pen)


MPA, PADANG – Ribuan Mahasiswa se Sesumatera Barat demo di Gedung DPRD Provinsi Sumbar. Dalam aksi demo tersebut mahasiswa memaksa masuk kedalam gedung namun dihadang oleh aparat Polisi yang sudah siap siaga, Rabu (25/9/2019).

Sekitar Pukul 15 :00 Mahasiswa behasil masuk dalam gedung mereka menemui angota DPRD dan meminta agar DPRD mendengarkan tuntutan mereka, akhinya  setelah adu mulut antara mahasiswa dengan  anggota DPRD dilakukan audiensi bersama perwakilan mahasiswa dari masing masing kampus.

Dalam audiensi dengan angota DPRD,  mahasiswa  mendesak agar DPRD menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI tentang pasal karet RKUHP yang mereka nilai tidak masuk akal.

Sementara proses audiensi berlansung, situasi diluar semakin memanas dan anarkis, mahasiswa lainya beraksi merusak semua yang ada di gedung DPRD, cermin, ac, meja, kursi,  dan lain lain, semua jadi berantakan.   

Salah seorang mahasiswa yang namanya tidak mau disebut mengatakan, jika aspirasi mereka tidak didegar maka aksi ini tetap terus berlanjut.  (dv)




MPA, Aceh - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree menjadi salah satu peserta Ekspose Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Tahun 2019 yang diadakan oleh Kementerian Pertanian RI.

Ekspose Penghargaan Abdi Bhakti Tani tahun 2019 ini dilaksanakan di Bogor pada 23 - 25 September 2019 yang dibuka oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Drs. Abdul Halim, M.Si diikuti oleh 46 UKPP Pertanian se-Indonesia yang telah lulus penilaian awal berupa Dokumen dan Penilaian Langsung ke lapangan pada awal Agustus 2019 lalu.

Kegiatan ini merupakan kesempatan yang ke 3 kali secara berurut diikuti oleh SMK-PP Negeri Saree yaitu 2015, 2017 dan 2019 ini. Dimana pada tahun 2015 SMK-PP Negeri Saree memperoleh Penghargaan dalam bentuk Plakat, sedangkan tahun 2017 memperoleh Piala.

Penilaian Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian atau sering disebut Abdi Bhakti Tani, pada tahun 2019 ini lebih difokuskan pada Pengakuan Manfaat UKPP oleh para pihak dan Inovasi Pelayanan dalam mendukung program Upaya Khusus (upsus) Pajale, Siwab, dan Babe yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI.

Oleh sebab itu Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin, SP.,MP dalam presentasinya didepan 15 orang Tim Penilai menyampaikan sejumlah Pengakuan Manfaat dari berbagai pihak dibuktikan dengan Jumlah lembaga/instansi/masyarakat yang berkunjung terus meningkat dengan kepentingan yang beragam seperti ; Field Trip dan belajar lapangan siswa dari TK hingga SMA serta Mahasiswa, Pelatihan Pertanian, Pertandingan Persahabatan antar SMK, PKB Guru, Seleksi Magang Guru ke Korea. Pengakuan juga terlihat dari Jumlah MoU yang telah dijalin dengan berbagai DU/DI/lembaga, dalam 3 tahun terakhir kita telah membuat 30 buah MoU.

Dalam hal Inovasi Pelayanan, Kepala SMK-PP Negeri Saree menyampaikan bahwa ada banyak Inovasi yang dilakukan fokus pada bidang kewirausahaan bagi siswa diantaranya Smart-Be, Seulawah Agro Technopark, PWMP, SPW, dan Pengembangan Unit Produksi. Menyahuti Revolusi Industri 4.0, pihak sekolah menggunakan Finger Print dan Face Print sebagai alat Absensi Guru/pegawai serta siswa. Kemudian penggunaan CCTV di 50 titik dikelas dan lingkungan sekolah dalam rangka pengawasan sehingga dapat tercipta suasana yang aman dan nyaman.

Bagi provinsi Aceh, Ekspose Abdi Bhakti Tani tahun diikuti oleh 2 UKPP yaitu SMK-PP Negeri Saree dan SMK-PP Negeri Kutacane yang mana keduanya merupakan Unit Kerja dibawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Oleh itu, Pemerintah Aceh melalui Biro Organisasi Setda Aceh serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mendukung secara penuh kegiatan Abdi Bhakti Tani ini, termasuk ikut langsung mendampingi hingga ke Bogor saat ekspose. Atas dukungan ini, Kepala SMK-PP Negeri Saree mengapresiasi dan berterima kasih. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini seperti Tim Panitia Abdi Bhakti Tani Sekolah, Komite, siswa dan seluruh pegawai SMK-PP Negeri Saree. Semoga usaha ini akan memberi hasil terbaik.

Bogor, 25 September 2019
Wakasek Humas dan Kerjasama
SMK-PP Negeri Saree

Khatmi Ilyas, S.Pd


MPA, SURABAYA - Kementeri Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya meningkatkan ekspor untuk meningkatkan pedapatan dan kesejahterakan peternak. Kali ini, Kementan kembali melepas ekspor perdana daging ayam dari PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelepasan ekspor ini dilakukan oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan didampingi oleh Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), serta Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan yang mewakili I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Acara berlangsung di RPHU Krian-Sidoarjo milik PT Ciomas Adisatwa serta dihadiri oleh para pejabat Pemda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo. Fini menyampaikan ekspor ini menjadi salah satu bukti nyata kebijakan pangan Mentan Amran Sulaiman yang terus berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dengan meningkatkan kesejahteraan peternak serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor.

"Dibawah kepemimpinan Mentan Amran , produksi peternakan khususnya unggas dan produk unggas berpotensi meningkatkan devisa negara dengan pertumbuhan volume dan nilai ekspor sejak tahun 2015-1018 terus mengalami rata-rata pertumbuhan positif per tahunnya mencapai 27,62% dan 35,03%" demikian dikatakan Fini saat membacakan sambutan tertulis Dirjen PKH.(23/9)

Fini menyebutkan melansir data BPS dan Pusat Data Kementan total ekspor komoditas peternakan ke Negara Timor Leste tahun 2018 senilai US$ 9.525.928,55, sedangkan data tahun 2019 bulan Januari sampai dengan Juli tercatat senilai US$ 6.266.097.

Fini juga menjelaskan proses ekspor komoditas subsektor peternakan ke negara Timor Leste dilakukan setelah sebelumnya Import Risk Analysis oleh Tim Delegasi Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 8-12 April 2019 ke farm Grati I di Pasuruan, Krian chicken slaughterhouse, processing plant di sidoarjo dan feedmill di Sidoarjo, kemudian di Bali dilakukan site visit ke unit hacthery di Baturiti. "Hasilnya, hari ini kami melepas ekspor perdana daging ayam produk PT. Japfa Group dengan merk “Best Chicken Ayam Utuh” berat 800gr – 1500gr sebanyak 36,69 ton ke Negara Timor Leste" tutur Fini.

Sementara itu Ali Jamil menyebutkan bahwa Barantan sesuai arahan Menteri Pertanian mendukung segala upaya untuk ekspor. Salah satu bentuk dukungan itu adalah melalui kegiatan bimbingan teknis ekspor produk pertanian dengan nama “Agro Gemilang” singkatan dari Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa. Dalam kegiatan itu, Barantan memberikan bimbingan teknis, memberikan tools aplikasi, sistem audit SPS, sistem ketelusuran dan memberikan pemahaman tentang persyaratan SPS.
Kegiatan ini selain bisa mencetak eksportir produk pertanian, juga membuka lapangan kerja. 

Menurutnya program akselerasi/percepatan ekspor masih merupakan prioritas di Kementan oleh sebab itu Kementan tiada henti untuk melakukan strategi-strategi diantaranya menambah komoditas baru dan negara tujuan baru. "Eksportasi karkas ayam ini sekaligus telah mengakomodasi keduanya yaitu menambah komoditas dan negara baru. Oleh sebab itu saya sangat mengapresiasi yang dilakukan PT Ciomas Adisatwa, dan semoga hal ini dapat memberikan inspirasi ke pelaku usaha lainya di Jawa Timur" tambahnya.

Pada kesempatan melepas ekspor perdana, Saiful Ilah meminta agar perusahaan-perusahaan lain dapat termotivasi untuk memasarkan produk ke luar negeri sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional secara umum dan roda ekonomi di Kabupaten Sidoarjo.

*Peluang Ekspor Masih Terbuka Lebar* 

Pada kesempatan terpisah, Ketut menyampaikan kebijakan peningkatan ekspor sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia. Kementan terus mendorong pelaku usaha khususnya perunggasan nasional agar mampu melakukan ekspor dan bersaing diperdagangan global. 

"Dalam proses produksi perusahaan Integrator (eksportir) diminta dapat melakukan kemitraan dengan para peternak rakyat sehingga dapat maju bersama dalam usaha peternakan," ungkap Ketut. 

Lanjut Ketut menambahkan peluang pasar produk daging ayam Indonesia di negara Timor Leste masih terbuka lebar, sebagai catatan pada tahun 2018, Timor Leste mengimpor daging ayam sebanyak 4.537 ton atau senilai US$ 6.183.000 dimana sebagian besar berasal dari Negara Brazil. "Ini menginsyaratkan Timor Leste menilai Indonesia sangat berhasil dalam menangani pencegahan penyakit khususnya AI melalui sistem kompartemen" terang Ketut.

Untuk itu, Indonesia harus mampu memanfaatkan keuntungan sebagai negara tetangga agar terus melakukan ekspor dengan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan Indonesia. “Momen pelepasan ekspor komoditas peternakan ini dapat memotivasi pelaku usaha lain untuk berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya melalui peningkatan kualitas produksi dan promosi ke negara lain” tutup Ketut.

Narahubung:
Ir. Fini Murfiani, M.Si., Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementan RI


Oleh: Wilson Lalengke
"Coffee - the favourite drink of the civilized world" - Thomas Jefferson

MPA, JAKARTA – Tidak diketahui secara persis siapa dan kapan kopi mulai dikenal sebagai bagian dari (menu) minuman bagi manusia. Namun, cerita yang paling melegenda hingga kini mengatakan bahwa kopi bermula dari cerita Kaldi, seorang penggembala kambing di Ethiopia, yang melaporkan kepada biarawan di desannya tentang keheranannya menemukan kambing-kambingya yang terlihat sangat gesit, berlari kesana-sini, tidak lelah, bahkan tidak mengantuk sepanjang malam. Hal itu terjadi setelah kambing-kambingnya memakan semacam buah berry (buah kopi) yang banyak tumbuh di sekitar desanya.

Sang biarawan akhirnya mencoba mengambil buah berry bersebut dan menumbuknya, melarutkannya dalam air di cangkir dan meminumnya. Ia kemudian merasakan suasana segar, berenergi, bersemangat, dan sangat bertenaga untuk melanjutkan tugas-tugasnya sebagai biarawan yang cukup padat dan melelahkan. Biarawan itu selanjutnya memperkenalkan kepada rekannya sesama biarawan, yang kemudian menyebar ke masyarakat kebanyakan.

Berita tentang buah berry (kopi) dari Ethiopia itu akhirnya sampai juga di Semenanjung Arabia. Di daerah yang dihuni oleh bangsa-bangsa Arab dan Persia ini, kopi kemudian menjadi salah satu komoditi perdagangan yang cukup penting. Bahkan, pada abad ke-15, perkebunan kopi mulai diperkenalkan di Yaman, Syria, Turky, dan negara-negara sekitarnya.
KETERANGAN FOTO: Anang Prihantoro (Berbatik Orange) Dan Penulis Wilson Lalengke (Pakai Topi) Berfoto Bersama Rekan PPWI Di Depan Pendopo Kebon Kredo, Bandar Jaya, Lampung Tengah, Provinsi Lampung (Minggu, 15/09/2019)

Kunjungan para jemaah haji dari berbagai wilayah setiap tahun ke Tanah Suci Mekkah mempercepat penyebaran informasi yang menyulut keinginan banyak orang di berbagai bangsa untuk mencicipi minuman bernama kopi. Jadilah kopi sebagai buah-bibir di mana-mana, hingga mencapai daeratan Eropa, Asia Tengah, dan bahkan ke Rusia dan China.

Ketenaran kopi sempat terusik ketika beberapa pemimpin keagamaan di Roma memberi cap minus terhadap minuman berwarna hitam dari Arabia ini, yang dianggap sebagai minuman setan. Akhirnya, pemuka agama setempat meminta ‘fatwa’ dari Pope Clement VIII, pemimpin agama tertinggi di Roma. Sri Paus Clement VIII mencoba mencicipi minuman kopi ini sebelum mengambil keputusan. Ketika Sri Paus menemukan rasa yang amat menyenangkan, menyegarkan dan menambah semangatnya, akhirnya ia memutuskan bahwa kopi bukan minuman setan, atau dipengaruhi setan. Kopi adalah minuman ‘halal’ dan sangat baik untuk manusia.

Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi dunia juga memiliki sejarah kopi yang cukup menarik dan unik. Perjalanan kopi ditemukan dalam “Serat Centhini; Tembangraras-Amongrogo” dari karya sastra kuno, yang menceritakan sejarah masuknya kopi ke Indonesia melalui Jatinegara, lalu tersebar ke Tanah Priangan (Jawa Barat), hingga akhirnya penanaman kopi dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, seluruh pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Flores hingga Papua.

Dalam litreratur lainnya, menyebutkan bahwa pada tahun 1696 Pemerintah Belanda membawa kopi dari Malabar, sebuah kota di India, ke Indonesia melalui Pulau Jawa. Alur tersebut tertulis di salah satu arsip dari kongsi dagang Pemerintah Hindia Timur Belanda, yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Di tahun 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan serta wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Tanaman baru ini akhirnya berhasil dibudidayakan di Jawa sejak 1714-1715. Sekitar 9 tahun kemudian, produksi kopi di Indonesia sudah sangat melimpah dan mampu mendominasi pasar dunia. Bahkan pada saat itu jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Eropa telah melebihi jumlah ekspor kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa.

Kini, Sumatera menjadi salah satu sentra produksi kopi dunia. Daratan tinggi Gayo di Provinsi Aceh, konon menduduki posisi nomor 1 se-Asia dalam hal produksi kopi. Wilayah pertanian kopi dan suhu udara serta kesuburan Tanah Gayo menjadi faktor penting yang menjadikannya sebagai sentra produksi kopi di Indonesia.

Provinsi Lampung, khususnya Lampung Barat, juga tidak kalah penting sebagai pusat produksi kopi untuk nusantara dan dunia. Kawasan perkebunan Lampung Barat merupakan contoh perkebunan terbaik di Provinsi Lampung dalam hal peningkatan produksi dan mutu kopi. Daerah ini juga telah menjadi lahan perkebunan kopi percontohan bagi Provinsi Lampung dan Nasional. Komoditas kopi telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di Lampung Barat. Data menunjukkan luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Lampung Barat telah mencapai hampir 80.000 hektar, dengan hasil produksi biji kering per tahun mencapai 30.000 ton per hektar.

Salah satu praktisi Kopi Lampung adalah Anang Prihantoro, seorang putra Bandar Jaya, Lampung Tengah, yang sejak muda menggeluti dunia per-kopi-an secara serius. Pria menjelang paruh baya ini dikenal masyarakat Lampung maupun di tingkat nasional, tidak hanya sebagai pekebun kopi, tapi juga sebagai pakar alias ahli kopi nusantara. Anang, yang saat ini masih menjabat sebagai Senator DPD RI dari Lampung itu, memiliki lahan perkebunan kopi yang luas di Lampung Barat. Ia memberdayakan masyarakat sekitar perkebunan untuk mengolah dan mengelola kebun kopinya.

Tidak hanya itu, Anang juga membantu masyarakat petani kopi lainnya untuk mengembangkan produksi kopi mereka dan memperkenalkan teknologi pasca panen untuk meningkatkan kualitas serta nilai tambah hasil panennya. Menurutnya, kopi Lampung dapat menjadi andalan ekspor provinsi Lampung dan Indonesia jika kualitas dan peningkatan nilai tambah produk kopi dapat dilakukan secara kontinyu dan massif.

Untuk mewujudkan visinya dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen kopi Lampung, Anang yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar DEKOPI (Dewan Kopi Indonesia) DPD Provinsi Lampung ini telah mengemas hasil perkebunan kopinya dalam brand spesial “Kredo Coffee”. Tampaknya, melalui merek dagang “Kredo Coffee” ini, Anang bermaksud menjadikan kopi sebagai menu penting yang dapat menjadi booster (pemicu) semangat bagi setiap penikmat kopi dalam mengembangkan imajinasi, mencari ilham, meretorika pikiran, mengkonstruksi sketsa maya, untuk kemudian menghasilkan buah pikiran yang bening, jernih, dan futuristik.

Kredo Coffee bersiap-siap untuk soft opening di awal Oktober 2019 ini. Kredo Coffee dapat dijadikan teman bekerja, sahabat dalam berkarya, serta menjadi media bersosial-bermasyarakat, membangun silahturahim antar sesama, antar manusia, dimanapun, kapanpun. Kredo Coffee, baik dalam arti filosofi maupun dalam pengertian sebenarnya, tidak hanya akan menjadi menu harian di rumah-rumah warga. Kopi dari Tanah Bukit Barisan ini akan menjadi hidangan spesial di berbagai warung, kedai, restoran, bahkan mall dan perkantoran. Karena kopi, dengan beragam varian produknya, segera akan merajai seluruh peradaban kuliner manusia di jagad ini. Kopi bahkan telah merasuk masuk parlemen, menjadi salah satu minuman terfavorit para anggota dewan perwakilan dan senator di berbagai negara.

Karena Kredo Coffee adalah kita, tersebab oleh kopi kita dapat melahirkan kredo.

Sumber:
http://www.ncausa.org/about-coffee/history-of-coffee
https://tanameracoffee.com/ID/sejarah-penyebaran-kopi-di-indonesia/
https://ahlikopilampung.com/2013/03/17/statistik-perkebunan-kopi-di-lampung/


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.