//

September 2019


Kepsek SMP N6 Padang Rarnawati, Spd

MPA, PADANG  - Tahun ajaran baru sudah berlalu, SMP Negeri 6 Padang saat ini tengah mempersiapkan beberapa program guna meningkatkan mutu pendidikan dan itu dimulai dari berbagai aspek salah satunya ujian UNBK yang akan dilaksanakan secara mandiri dimana pada tahun sebelumnya SMP N6 masih numpang di sekolah lain.

Untuk UNBK sudah bisa mandiri, Alhamdulillah SMP N6 sudah dapat bantuan 62 yunit komputer dari para Alumni sekolah ini, ungkap kepsek SMP N6 Padang yang akrab disapa Ratnawati sewaktu ditemui awak media. Selain itu, kita juga akan menjadikan sekolah sehat bebas dari sampah, dan untuk mengurangi sampah plastik, akan ada pelarangan tidak boleh makan makanan berbungkus plastik, apalagi mengenai narkoba, tegas kepsek yang murah senyum, (18/9/2019).

Kemudian tambahnya, kita juga  akan menerapkan sistem religius pada siswa dengan konsep tadarus setiap pagi dilapangan sekolah,  dan dilanjutkan dengan sistem setor ayat dalam satu minggunya 3 sampai 5 ayat kepada guru agama, tujuannya adalah untuk menciptakan siswa siswa yang hafal al-qura,an. Selanjutnya siswa akan kita minta juga untuk meyanyikan lagu kebangsaan, agar  siswa lebih mencintai tanah air, ujar kepsek menjelaskan.

Untuk mencapai semua ini tentu kita butuh peran wali murid dalam hal mendidik, maksuknya kerjasama orang tua dengan pihak sekolah sangat kita harapkan, peran orang tua membimbing dan mengamati anak dirumah, lihat buku pelajaran anak jangan hanya sebatas melihat anak sekolah saja, terang Ratna.

Ratna berharap, dengan adanya kerjasama wali murid dengan pihak sekolah, beliu yakin kalau SMP N6 bisa menjadi sekolah yang barkhualitas  dan berprestasi lagi, setidaknya sesuai dengan  nomor urut sekolah. 

Di penghujung pertemuan dengan awak media,  Ratna juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Alumni SMP N6 yang telah membantu sekolah untuk bisa UNBK mandiri, atas bantuan para Alumni saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga, ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan nofri salah seorang guru smp n6 tersebut menambahkan,”tahun dua ribu dua puluh besok smp enam ini mau dijadikan sekolah ramah anak dan berkarakter dan target  berikutnya agar bisa bersaing dengan sekolah sekolah yang lain yang ada dikota padang. Nofri juga berharap ,SMP N6  bisa menjadi sekolah yang terbaik dan masuk keperingkat sepuluh besar prestasinya. (Dev)

Photo, Istimewa

MPA, JAKARTA - Senator DPD RI Asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP yang juga terpilih kembali menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024 mengatakan bahwa munculnya beberapa nama calon ketua DPD RI dalam beberapa bulan terkahir di media massa penting untuk untuk dikritisi. Dirinya merasa geram dengan narasi yang dibangun terhadap kredibilitas dan eksistensi DPD RI selama ini yang bertolak belakang dengan pernyataan politik yang dimunculkan oleh calon ketua DPD RI.

“Kalau mau maju sebagai calon ketua DPD RI periode 2019-2024 silahkan saja karena semua anggota mempunyai hak politik yang sama untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD RI, namun disayangkan jika masih terdapat calon ketua yang 'menjual es di musim hujan',” kata Fachrul Razi.

Dirinya menjelaskan jika di musim hujan, jualan es tidak laku. Sebaiknya jangan menjual isu DPD lemah di saat rakyat masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap lembaga yang berdiri pasca reformasi ini. Dirinya mempersilahkan setiap calon ketua untuk menilai DPD RI secara objektif dan sesuai dengan realitas politik, jangan emosional maupun subjektif.

“Ini kesannya mau maju sebagai ketua DPD RI, kok membuat banyak anggota DPD RI yang terpilih kembali seakan akan tidak bekerja selama lima tahun menjabat dibelakang hari,” tegas Fachrul Razi.

Dirinya membantah jika pernyataan yang muncul di media massa serta media online belakangan ini karena dirasakan bahwa DPD RI masih memiliki kelemahan. “Aneh, jika ada oknum calon ketua yang belum pernah duduk sebagai anggota DPD RI, namun berkomentar berbagai hal negatif tentang DPD RI. Ada yang bilang lemah, tidak punya peran, masih belum maksimal, sehingga menjadi alasan untuk oknum tersebut mencalonkan diri sebagai ketua DPD RI. Ini seperti jualan es di musim hujan, isu itu tidak menarik. Sebaiknya mereka membangun 'Narasi Senator Indonesia Masa Depan', bukan asal ngecap,” tegas Fachrul Razi yang juga pimpinan komite I DPD RI.

Fachrul Razi menasehatkan agar calon ketua menawarkan kapasitas dirinya dan pengalaman dirinya serta strategi yang mau dibangun di DPD RI, bukan dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial. “Dari awal saja sudah membuat ramai anggota terpilih lainnya menjadi tidak simpatik. Oleh karena itu kami menunggu strategi baru untuk membangun DPD RI oleh calon ketua DPD RI. Sebuah tawaran yang kongkrit bukan janji-janji politik,” jelas Fachrul Razi.

Fachrul Razi mengatakan bahwa DPD RI periode 2019-2024 terdapat 136 anggota DPD yang mendapat peringkat empat besar di setiap provinsi, hanya 44 orang atau 32,35 persen yang berstatus petahana dan 92 caleg atau 67,65 persen adalah wajah baru. “Silahkan saja maju sebagai calon ketua, tapi hargai juga dong kinerja anggota 2009-2014 dan 2014-2019 yang sudah bekerja maksimal,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa DPD RI setiap periode mengalami peningkatan kinerja dan tingginya peminat untuk mencalonkan diri sebagai calon DPD RI. “Mungkin yang ngomong itu ngak sadar, kalau DPD RI selama ini memiliki gaung yang lebih tinggi sehingga menghantarkan dirinya untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI hingga saat ini dirinya terpilih. Kalau DPD RI menjadi lembaga yang tidak diperhitungkan, mana mungkin ada yang mau daftar mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI pada pemilu yang lalu,” tutup Fachrul. (FRZ/Red)


MPA, PADANG - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbar berunjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Barat bertempat di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (12/9/2019), sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka menyoroti 3 tahun kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit.
"Banyak persoalan yang kami anggap belum tuntas selama 3 tahun kepimpinan, Irwan Prayitno-Nasrul Abit," ujar Koordinator lapangan Nanda Harahap.

Misalnya, kata dia, kasus Spj fiktif, menuntaskan LGBT, memberikan penjelasan nasib guru honor dan melanjutkan pembangunan tol Padang-Pekanbaru. "Pembangunan jalan tol kami ingin ganti rugi masyarakat jangan dihargai murah," ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak meratanya gaji guru honorer. Bahkan masih ada sekolah yang kursi kelasnya tidak ada.

Para pendemo meminta Gubernur Irwan Prayitno dan Wakilnya Nasrul Abit untuk menemui mereka. Namun, mereka hanya ditemui Kepala Kesbangpol Sumatera Barat Nazwir.

"Kami ingin gubernur atau wakil gubernur untuk temui kami. Kemana gubernur dan wakilnya, jika memang tidak ada ditempat video call saja," ujar pendemo.

Kepala Kesbangpol Sumatera Barat Nazwir menyebutkan, gubernur dan wakil gubernur tidak ada ditempat. Mereka sedang dinas luar yang telah teragendakan.

Setelah sekitar satu jam berdialog dengan perwakilan Pemprov Sumbar, mahasiswa menyerahkan kado 3 tahun kepemimpinan IP – NA yang berisi berapa tuntutan mereka. (*)


Sumber : kumparan


Andri Wijaya, Koordinator Aksi

MPA, PADANG - Puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya Front Perjuangan Partai Gerindra, mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar di Jalan Bagindo Aziz Chan, Sawahan, Padang Timur, Kota Padang, Senin (16/9/2019).

Massa tersebut berunjuk rasa terkait penunjukan pimpinan DPRD di Sumbar yang dianggap melenceng. Salah satunya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar, Desrio Putra, yang terpilih dan menjadi Ketua Sementara DPRD Sumbar, tidak didefinitifkan menjadi Ketua DPRD Sumbar. DPP Partai Gerindra justru memberikan "mandat" ke Supardi, sebagai Ketua DPRD Sumbar periode 2019-2024.

Sejumlah orator menyebut Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Nasrul Abit, harus bertanggung jawab dan dinilai sudah tidak layak memimpin Partai Gerindra Sumbar. Nasrul Abit, yang juga Wakil Gubernur Sumbar, "membalas" dengan menyebutkan para dalang unjuk rasa akan ditindak tegas.

Massa unjuk rasa mendatangi Kantor DPD Gerindra Sumbar sekira pukul 10.30 WIB dengan membawa berbagai macam spanduk. Seperti bertuliskan "Berantas mafia jabatan dalam partai Gerindra", hingga yang hingga "Nafsu besar suara kurang". Massa juga bergantian melakukan orasi dengan pengeras suara. Intinya, mereka menolak Surat Keputusan (SK) Ketua DPRD di Sumbar yang disebutkan tidak masuk akal.

 Dengan menggunakan pengeras suara, massa secara bergantian berorasi. Dikutip berbagai media, massa berorasi untuk menyuarakan penolakan Surat Keputusan (SK) Ketua DPRD yang tidak jelas alasan penunjukannya. Menurut mereka ada beberapa Ketua DPRD, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang sangat perlu dipertanyakan penunjukannya. Mereka mensinyalir adanya permainan dalam penunjukan.

"Partai Gerindra jangan dirusak seperti itu. Dengan hormat, Pak Prabowo. Ketua DPD (Partai Gerindra) Sumbar, dengan hormat Bapak Nasrul Abit, tidak layak anda memimpin Gerindra Sumbar. sesalnya.Kita tidak ingin Gerindra diolok-olok. Kami meminta DPP Gerindra dan jajarannya di Jakarta untuk memberantas mafia jabatan di Partai Gerindra," ungkap salah seorang orator.

Massa yang dipimpin Koordinator Aksi Andri Wijaya tersebut menganggap penunjukan Ketua DPRD diwarnai praktek jual beli jabatan. Massa hanya berorasi dan tidak ingin perwakilan DPD Partai Gerindra Sumbar memberikan keterangan dalam orasi mereka. Massa juga mengklaim akan datang kembali dengan jumlah yang banyak pada Rabu (18/9).

Andri Wijaya mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan untuk menolak semua SK DPP Partai Gerindra tentang pemilihan Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Sumbar. Karena adanya indikasi yang tidak benar dan tidak ada kejelasan penunjukannya.

"Para pimpinan DPRD tersebut harusnya diambil dari KSB (Ketua, Sekretaris, Bandara). Dan juga kita melihat perolehan suara yang ada di Sumbar, Dapil 1 Sumbar 98 ribu. Saya dalam hal ini tidak mendukung siapa, saya hanya ingin memberikan aspirasi dari kader Gerindra," ujarnya.

Andri meminta Ketua DPD Gerindra Sumbar Nasrul Abit untuk bertanggung jawab atas yang telah dilakukan. Ia juga mengatakan agar Ketua Umum Prabowo Subianto dapat membrantas mafia jabatan.

"Kita mulai dari Sumbar dan mudah-mudahan diikuti oleh provinsi lain. Kemudian kami mendesak Ketua Dewan Pembina meninjau ulang semua SK yang sudah dikeluarkan," ujarnya.
Nasrul Abit, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Nasrul Abit, menegaskan, sistem yang berjalan di tubuh partai besutan Prabowo Subianto itu adalah top to bottom. Dengan begitu, pihak yang berada di bawah siap melaksanakan apa yang diintruksikan oleh pengurus pusat.

"AD/RT partai menyatakan bahwa keputusan untuk menunjuk ketua dan wakil ketua DPRD itu termasuk Ketua Fraksi itu adalah kewenangan DPP. Saya selaku ketua DPD tentu harus mengamankan dan melaksanakan SK tersebut," ujarnya.

Nasrul Abit berharap, semua kader partai Gerindra Sumbar bisa memahami apa yang telah diputuskan DPP Gerindra. Namun, Nasrul juga menegaskan akan mencari dalang di balik aksi demonstrasi tersebut. Jika itu berasal dari kader yang sudah terpilih, hal tersebut bisa mengancam posisi yang  bersangkutan.

"Hentikan itu (demo). DPP nanti bisa turun, jangan lakukan (demo). Kalau terlibat, nanti DPP bisa ambil tindakan. Sayang kalau belum bekerja saja, sudah kena PAW. Sebab, ada sanksinya itu. Saya tidak bisa menahan," tegasnya.

Nasrul Abit mengajak semua pihak yang belum diamanahkan sebagai ketua DPRD untuk bersabar. Serta ikhlas menerima keputusan itu. Menurutnya, kader harus banyak bersyukur. Sebab, sudah terpilih menjadi anggota DPRD itu sudah hebat. Sedangkan calon yang lain saja banyak yang tidak terpilih jadi anggota DPRD.

"Kembalikan saja kepada Allah SWT. Mungkin memang nasibnya memang belum jadi ketua. Bersabarlah, yang lain sudah habis-habisan tapi tidak terpilih," katanya. (**)

Sumber : patronnes.co.id



MPA, PADANG - Suling Program Polda Sumbar di laksanakan  di Mesjid Jami'atul Huda Ketaping By Pass Padang, giat ini  sebagai bentuk peduli sesama dan langsung di Pimpin oleh Kapolda Sumbar Drs. H Fahrizal M.Hum, Selaa (17/9/2019).

Dalam giat ini Kapolda didampingi Rombongan Dirbinmas Polda Sumbar, Kombes Pol Nasrun Fahmi. M.Si , Paur Sibintur AKP H.Syafrizen. SH DT RANG BATUAH,  dihadiri  juga Kapolsek Kuranji, KP ARMIJON SH. M.H beserta Jajarannya.

Kegiatan ini dilakukan Pimpinan Polda Sumatera Barat, untuk mengetahui langsung permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat terutama masalah Kamtibmas yang ada diwilayah Hukum Polda Sumbar.

Dalam Ajakan Kapolda Sumbar, bagaimana Kamtibmas ini dijaga dengan baik tentunya diawali dari keluarga untuk benar-benar mengajak anak-anak berdisiplin dan meningkatkan keimanan dan  Ketakwaan kepada Allah.

Jauhi segala maksiat, sehingga wujud di lingkungan  masyarakat Madani tidak membuka Situs-Situs Negatif lewat media Internet,  jauhi judi, Narkoba dan tidak terlibat Asusila / LGBT. sebut,  Fahrizal
Dalam acara silaturahmi tersebut, jamaah luar biasa antusias, tanya jawab dalam diskusi ringan juga berlangsung bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. H Fahrizal M.Hum.

Kemudian Dir Binmas Polda Sumbar Kombes Pol Drs. Nasrun Fahmi M.Si juga menyampaikan, akan memberikan Penyuluhan ke sekolah dan Ke Masyarakat tentang bahaya Narkoba, Tertib Berlalu lintas, Bahaya LGBT, Pencegahan Paham Radikalisme & Teroris dan sebagainya.

Pengurus Ketua Mesjid Jami'atul Huda Ketaping Kuranji Padang, Ustd Drs Mahelpi & Koordinator Seksi Dakwa Ustd Drs Isrul Husen, menanggapi giat ini, Ketua Mesjid mengatakan sangat bahagia dan senang atas kehadiran Pimpinan Kapolda Sumbar ditengah-tengah masyarakat dengan program Suling.

By Paur Sibintur
AKP H SYAFRIZEN. SH.DT RANG BATUAH


MPA, PATI – Sekira pukul 08.30 WIB, Kebakaran terjadi lagi diwilayah Kabupaten Pati,  2 (dua) rumah milik Rebo bin munawi (60) dan rumah milik Anik Widyaningsih bin Rebo (29) turut dukuh Semangeng Desa Mangunrekso RT 02 RW. 01 Kecamatan Tambakromo ludes dilalap sijago merah, Senin (16/9/2019)

Menurut  saksi Sekar (43) yang  rumahnya bersebelahan mengatakan  tiba-tiba melihat kepulan asap dari bediang di kandang sapi, kemudian  berteriak minta tolong, dan warga berbondong-bondong untuk membantu pemadaman api dengan alat seadannya,”jelasnya.

Agus sukamto, ST selaku Kepala Desa melaporkan kejadian kebakaran ke piket koramil, babinsa dan Polsek Tambakromo  langsung  menuju ke TKP untuk membantu pemadaman api serta melakukan pendataan, kemudian  api baru dapat dipadamkan setelah  3 (tiga) unit mobil pemadam kebakaran  dari  Pemda Kabupaten pati dan dibantu bersama warga sekitar.    

Menurut Kepala Desa dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian yang diderita kedua korban tersebut sekitar Rp. 300.000.000,-  (Tiga ratus juta rupiah ), adapun barang yang terbakar: 1 (satu) rumah  milik Rebo bin munawi (60), dengan ukuran 11 X 7 M yang terbuat dari dinding kayu jati beserta isinya  1 unit Spm Suzuki Smash, 1 ekor sapi, Barang-elektronik, perabot, surat-surat penting dan uang tunai sebanyak Rp. 700.000,- (Tujuh ratus ribu rupiah),”jelasnya.(nartopendimpati)

Foto/Ilustrasi

RIYADH - Arab Saudi telah memangkas produksi minyak dan gas mereka, menyusul serangan pesawat tak berawak alias drone terhadap dua fasilitas minyak utama yang dijalankan oleh perusahaan milik negara yakni Saudi Aramco. Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, serangan itu telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari atau setara setengah dari produksi kerajaan.

Seorang juru bicara pemberontak Yaman Houthi mengatakan, telah mengerahkan 10 pesawat tanpa awak dalam serangan tersebut. Sementara seperti dilansir BBC, Minggu (15/9/2019) Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan itu dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka datang dari Yaman.

Saudi sendiri seperti diketahui memimpin koalisi militer didukung Barat yang mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung pemberontak Houthi. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Abdulaziz mengungkapkan serangan itu "mengakibatkan penghentian sementara produksi di pabrik Abqaiq dan Khurais".

Dia menambahkan, bahwa sebagian dari pengurangan itu akan dikompensasi dengan menarik stok minyak Aramco. Sementara itu kini situasi di kedua fasilitas minyak itu telah terkendali, dengan CEO Aramco Amin Nasser memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan drone tersebut.

Dalam sebuah tweet, Mike Pompeo menggambarkan serangan itu sebagai "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia". Melalui kicauannya, Pompeo mengungkapkan Teheran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi. Sedangkan Rouhani dan Zarif berpura-pura terlibat dalam diplomasi.

"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia. Tidak ada bukti serangan datang dari Yaman," tulis Pompeo dalam tweet-nya.

Lebih lanjut, Ia menyerukan agar semua negara secara terbuka dan tegas mengutuk serangan Iran. AS sendiri dipastikan akan bekerja dengan sekutunya untuk memastikan pasar energi tetap tersuplai dengan baik dan "Iran bertanggung jawab atas agresi", tambahnya.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak Trump meninggalkan kesepakatan yang membatasi kegiatan nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi. Tayangan TV menunjukkan kobaran api besar di Abqaiq, lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar Aramco, sementara serangan pesawat tak berawak kedua mulai terjadi diikuti kebakaran di ladang minyak Khurais.
(*)


MPA, RIAU - Untuk mempercepat proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, TNI berencana menerbangkandrone pada malam hari untuk memantau  titik-titik api yang menjadi lokasi kebakaran hutan. Dengan menerbangkan drone pada malam hari, akan membantu mempermudah melihat titik-titik api yang tidak terpantau pada siang hari.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., usai melakukan pantauan udara dengan menggunakan Helikopter milik TNI saat meninjau kebakaran hutan di Komplek Ladang Minyak Pertamina Hulu Energi Kampar, Kec. Kerumutan, Kab. Pelelawan, Provinsi Riau,  Minggu (15/9/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa dengan menerbangkandrone pada malam hari akan menunjukan hasil yang berbeda dengan pengamatan pada siang hari. Menurutnya, drone pada malam hari akan memonitor titik-titik api yang menjadi lokasi kebakaran hutan. “Saya telah menyampaikan kepada Kepala BNPB bahwa TNI akan menerbangkan drone,” ucapnya.

“Dengan menggunakan droneakan mempermudah proses mitigasi lokasi kebakaran hutan, karena lokasi yang tidak terpantau pada siang hari dan sore hari dapat terlihat dengan jelas pada malam hari,” tambahnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa dengan pantauan melalui drone pada malam hari, akan dapat melihat titik-titik api yang baru dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan selanjutnya tim darat akan bergerak menuju lokasi kebakaran sekaligus dapat menindak pelaku pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, hingga saat ini jumlah titik-titik api di wilayah Riau mengalami penurunan yang sangat signifikan dan hingga hari ini terpantau hanya 44 hotspot titik api. “Kalau kita mengukur hasilnya adalah untuk hotspot sudah mulai turun, dan kalau kita lihat juga secara visual bahwa untuk asap yang ada di Pekanbaru sendiri saat ini sudah menurun dan terbukti jarak pandang penerbangan saat ini sudah mulai naik,” terangnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa hingga saat ini TNI telah melakukan berbagai upaya untuk membantu proses pemadaman Karhutla yang terjadi di Riau, salah satunya dengan  melakukan modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan. “TNI dan Polri beserta seluruhstakeholder tidak akan tinggal diam untuk membantu mencegah terjadinya Karhutla,” tegasnya.

“Hingga saat ini berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu pemadaman Karhutla termasuk modifikasi cuaca yang hingga hari ini berjalan dengan efektif namun permasalahannya adalah untuk modifikasi cuaca itu tergantung awan yang mengandung air yang ada diawan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia telah memitigasi dan mengerahkan Alutsista serta sejumlah personel untuk membantu proses pemadaman Karhutla. “Kita bisa lihat disini banyak sumur-sumur minyak milik Pertamina yang kemungkinan kalau tidak kita mitigasi, titik apinya dapat membahayakan. Ada 109 sumur minyak yang masih aktif dan syukur Alhamdulillah bahwa api sudah dapat dipadamkan,” katanya.

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman



MPA, PADANG - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa memaparkan tentang kepemimpinan sewaktu didapuk menjadi 'keynote speaker' dalam kegiatan Bimbingan Aktifitas Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang, Minggu (15/9/2019).

Adapun tema yang diangkatkan dalam kegiatan tersebut yaitu "Mempersiapkan Mahasiswa Baru Universitas Tamsis Padang Menjadi Generasi Unggul Menghadapi Era Revolusi Industri 4.O.

Di hadapan mahasiswa baru salah satu kampus swasta ternama di Kota Padang itu Hendri Septa menyampaikan perihal tentang kepemimpinan. Dalam hal ini ia pun mengibaratkan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dan patut dijadikan contoh dalam kehidupan.

Sementara dalam kriteria seorang pemimpin katanya, pertama sekali harus amanah serta memiliki kharisma.

"Karakter pemimpin itu harus memiliki kharisma dan yang dipimpinnya juga mengikuti dia," terangnya dalam kegiatan yang dihadiri Rektor Unitas Padang Dr. Edi Wirman, SP, MP serta segenap civitas akademika perguruan tinggi tersebut.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang itu melanjutkan, karakter kepemimpinan kedua adalah idealis.

"Kita sekarang berada di "zaman now" sesuai era revolusi industri 4.O. Maka itu sebagai pemimpin dan calon pemimpin apa saja harus bisa memanfaatkan kemajuan zaman sebaik-baiknya," tukuknya.
Maka itu wawako mengingatkan lagi, kepada adik-adik mahasiswa semua, raihlah ilmu dan kejarlah ilmu sebanyak banyaknya dan ciptakan prestasi selama mengikuti perkuliahan di Unitas Padang ini.

Jangan buang buang waktu dan usahakan setiap waktu kepada hal-hal yang positif dan menghasilkan.

"Juga satu hal lagi, kalau kita ingin sukses dunia akhirat jangan pernah melawan orang tua. Tidak saja orang tua di rumah, tapi orang tua dimana saja kita berada termasuk di perguruan tinggi. Sebab, sedikit saja kita membuat orang tua sedih maka bergetarlah "arsy"Allah dan kita bisa celaka. Maka itu buatlah orang tua kita senang dengan senantiasa patuh dan menyayangi mereka," tukas Hendri Septa mengakhiri.(David)


MPA, PATI – Pelepasan peserta “Jambore dan Rally wisata Jeep” dalam rangka memperingati HUT Ke- 74 Republik Indonesia dan Hari Jadi Pati ke-696 hari ini Sabtu 14 september 2019 start dari Plaza Pragola Jl. Raya Pati-Kudus Km 3 Desa Margorejo kec. Margorejo kabupaten Pati yang diikuti sekitar 200 peserta.

Dalam kegiatan Jambore dan Rally wisata Jeep ini dihadiri oleh Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin, Waka Polres Pati Kompol Irfan Hariyat T,SH,SIK, Dewan pembina IOF Pengda Pati H. Joni Kurnianto,ST, Anggota DPRD Kab. Pati, Sekda kab. Pati Ir Suharyono, MM, Ketua IOF Kab. Pati Benny, dan Komunitas JEEP Kabupaten Pati dari Jateng dan Jatim.

Sedangkan rute yg akan dilalui para peserta adalah: Start dari Plaza Pragola- Ds.Pegandan menuju Ds. Banyu Urip, Ds. Bremi, Ds. Pohgading- Ds. Siti Luhur (Gunung Rowo) dan Finish di Regaloh (Bumi perkemahan) kecamatan Tlogowungu.

Tidak cuma kegiatan Rally, namun Peserta Jambore Jeep ini akan bermalam di Waduk Gunung Rowo Ds. Sitiluhur kecamatan Gembong.

Membuka sambutannya, H. Joni Kurnianto,ST sebagai Dewan pembina IOF Pengda Pati menyampaikan ucapan selamat datang dan semoga kegiatan dapat berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata di Kabupaten Pati, dan kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik setiap tahun,” Ucap Joni.

Sementara itu Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin mengatakan, “Mari kita bersenang-senang dan mempromosikan Kabupaten Pati ini dengan baik,”

“Diharapkan dalam kegiatan ini tidak ada yg melakukan kegiatan yang dapat melanggar hukum,” Ucap Safin.

“Dan diharapkan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi buat para peserta dan kita dapat mempromosikan potensi wisata yang ada dikabupaten Pati ini,” Pungkasnya.

Setelah acara pembukaan serta sambutan-sambutan dari panitia dan wakil bupati, pukul 14.15 wib selanjutnya dilaksanakan kegiatan pelepasan peserta Jambore dan Rally wisata Jeep oleh wakil Bupati Pati untuk melanjutkan perjalanan sampai ke finish melalui rute yang telah ditentukan oleh panitia. (nartopendimpati)


Sekretaris Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH) Solok Selatan, Novi Hendrix

MPA, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyatakan kualitas udara di daerah itu berada di bawah ambang baku mutu itu merupakan hasil pengujian dan analisis yang dilakukan dinas terkait.

"Kabut asap makin tebal kami melakukan pengujian dan analisis kualitas udara dan hasilnya masih di bawah ambang baku mutu yaitu 22 mikrogram per meter kubik", kata Sekretaris Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH) Solok Selatan, Novi Hendrix di Padang Aro, Sabtu (14/9/2019).

Ia menilai apabila kualitas masih dibawah 50 mikrogram per meter kubik itu dalam kategori belum berbahaya dan di Solok Selatan baru di angka 22 mikrogram permeter kubik.
"Memang ada kenaikan dari biasanya akibat kabut asap ini tetapi masih dalam kategori belum berbahaya," ujarnya.

Dia mengungkapkan alat pengukur kualitas udara ini hanya satu unit makanya pihaknya melakukan pengujian secara bergantian dibeberapa titik.

Untuk hari ini katanya, pengujian dilakukan oleh petugas di lokasi wisata unggulan Saribu Rumah Gadang di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. "Pengujian hari ini hasilnya baru bisa dilihat pada Senin," ujarnya.

Dalam pengujian kualitas udara pihaknya memakai ambang baku mutu parameter PM 10 dengan durasi waktu pengukuran 24 jam.

Untuk pengujian analisis udara kali ini pihaknya fokus di tiga titik yaitu di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu yang sedang dilaksanakan Timbulun Kecamatan Sangir sudah selesai dan Lubuak Malako Sangir Jujuan.

Selain itu katanya, apabila saat pengujian turun hujan pengujian tidak bisa dilanjutkan sehingga harus diulang lagi.

Walaupun kondisi udara masih dibawah ambang baku mutu tetapi melihat kondisi saat ini pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker kalau beraktivitas diluar ruangan.

"Sebagai bentuk kewaspada kita terhadap kesehatan sebaiknya menggunakan masker saat aktivitas diluar ruangan," ujarnya.

Piahknya belum mengetahui dari daerah mana asal kabut asap ini tetapi memang sejak tiga hari terakhir mulai tebal.

Dia menyebutkan, kabut asap juga telah membuat jarak pandang di Solok Selatan berkurang dari batas normal.

"Kabut asap kiriman hampir tiap tahun terjadi dan pada 2018, bersumber dari Riau tetapi untuk saat ini, belum diketahui dari mana sumbernya," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan saat ini memang sudah terdeteksi adanya kekaburan udara akibat kabut asap dan pihaknya sudah menjalin koordinasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Perumkin dan LH untuk mencari tahu apakah kadar udara saat ini masih aman atau belum melewati ambang batas.

"Pihak LH sekarang sedang melakukan pengukuran kadar udara bersih dan hasilnya akan memberikan gambaran tindakan kesehatan yang akan kami ambil," katanya.

Dia mengingatkan masyarakat tetap waspada karena kabut asap bisa merusak kesehatan seperti sesak nafas atau ISPA, batuk dan penyakit lainnya.

Sumber : Antara


MPA, BUKITTINGGI -- Udara di Kota Bukittinggi diprediksi sejak dua hari ini sudah mulai tercemar dengan asap yang berasal dari kebakaran hutan dari daerah tetangga, hal ini terlihat secara kasat mata dengan jarak pandang yang sudah mulai terganggu.

Berkenaan dengan hal tersebut Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Kamis (12/9) menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar ruangan dan kemudian juga dilarang kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah karena akan dapat menambah kabut asap.

“kita minta kepada masyarakat untuk sementara mengurangi aktifitas yang berlebihan diluar ruangan seperti melakukan olahraga dan lain sebagainya, karena akibat kabut asap akan dapat merusak kesehatan seperti sesak nafas atau ISPA dan penyakit lainnya. Kemudian juga diminta kepada msyarakat agar banyak - banyak meminum air putih”, ujarnya.

Walikota Ramlan juga menyampaikan bahwa kepada Dinas terkait sudah diperintahkan untuk membeli dan pengadaan masker yang nantinya dibagi – bagikan kepada masyarakat, “ hal ini bukan berarti kualitas udara di kota Bukittinggi sudah tercemar, karena kita belum lagi melakukan pengujian, meski relatif masih aman namun masyarakat diminta tetap mewaspadai kondisi tersebut dan kepada pihak terkait kita juga berharap untuk cepat mengantisipasi supaya kebakaran tidak semakin meluas”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Yandra Very mengatakan, memang saat ini secara kasat mata terlihat adanya pencemaran udara di Kota Bukittinggi, namun belum lagi dalam kondisi berbahaya, tapi kita mengingatkan kepada masyarakat apabila melakukan aktifitas diluar ruangan agar menggunakan masker untuk menghindari timbulnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), ujarnya. (Ylm)


MPA, DHARMASRAYA -- Galok-galok, begitu orang kampung menyebut suasana siang hari dalam sepekan terakhir. Galok galok ini biasanya terjadi jika hari mau hujan. Namu, galok galok sepekan belakangan itu disebabkan oleh cemaran asap di atmosfir. Cukup parah cemaran asap yang ada, hingga mampu mengurangi jangkauan sinar matahari menembus bumi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya mencatat konsentrasi kabut asap PM10 mencapai 350 dan pada malam hari naik hingga 450.

Tak cuma menyebabkan tidak nyaman untuk bernafas, namun kondisi itu juga menyebabkan keringat terus mengucur membasahi tubuh dan badan tidak enak. Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya mendeteksi akibat kabut asap ini jumlah penderita sakit akibat kabut asap naik 5 persen dibanding kondisi normal. 

Kondisi ini tentu mencemaskan semua pihak. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, selain mengeluarkan makkumat agar rakyat berhati hati dengan kondisi kabut asap, bupati muda itu juga sudah memerintahkan seluruh aparat terkait untuk melaksanakan tindakan seperlunya untuk mengantisipasi adanya korban akibat kabut asap.

Akibat perintah bupati Sutan Riska, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya dr. Rahmadian telah mengecek kondisi gudang farmssi untuk mengetahui jumlah stok masker dan buffer serta beraneka jenis obat yang bisa digunakan untuk mecegah dan mengobati manakala ada masyarakat yang menjadi korban kabut asap yang dirawat di Puskesmas dan rumah sakit.

Rahmadian juga sudah berupaya untuk mencari tambahan stok masker. Untuk menghadapi bencana kabut asap ini dibutuhkan mssker yang cukup untuk masyarakat. Penggunaan masker menjadi salah satu cara dalam men cegah kabut asap meracuni tubuh. Dengan menggunakan masker, maka kabut asap bisa mengurangi paparannya ke dalam tubuh, sehingga tubuh bisa bertahan lebih lama.


MPA, DHARMASRAYA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, sudah melakukan pemetaan jalur yang akan dilewati oleh ratusan perahu pada pagelaran  Arung Pamalayu pada tanggal 23 september minggu depan.

Eldison, selaku Kepala BPBD Dharmasraya, pada saat dijumpai tim media peliputan Humas Sekretariat Pemkab Dharmasraya, di Pulau Punjung pada 14/09/19, beliau menjelaskan jika tidak menutup kemungkinan sesuai dengan pemetaan yang telah dilakukan petugas panjang jalur yang akan dilalui sekitar 6,37 KM. Dengan  waktu tempuh yang telah diuji sekitar 45 menit, sampai dengan 75 menit.

Pemetaan jalur sungai Batanghari ini dilakukan tim dengan matang, kemudian secara profesional. Hal lain dijelaskan oleh Eldison adalah terdapatnya Dua belokan yang terdiri dari satu belokan dinilai agak ekstrim. Jika tidak bertambahnya debit air Sungai Batanghari akibat hujan nantinya, "mulai dari titik keberangkatan kedalaman air bervariasi mulai sekitar 60 cm sampai lebih dari 200 cm dan terdapat 5 titik dangkal". Kemudian titik dangkal akan diberi tanda, ataupun rambu-rambu lain sesuai petunjuk, ungkap Eldison.

BPBD Dharmasraya siap setiap saat diperlukan baik untuk survey maupun pengamanan, tentunya petugas selalu berkoordinasi penuh dengan petugas lain yang terlibat dalam pengamanan disaat puncak Arung Pamalayu. "Personil utama ada 15 personil dan cadangan 10 personil, perahu karet 1 unit, komplit safety dan 2 unit perahu fiber kecil", tutup Eldison sembari mengacungkan jempolnya dengan nada "salam tangguh". (Humas)


MPA, DHARMASRAYA -- Disaksikan seluruh civitas akademika dan sekitar seribu wisudawan UNP, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Rektor UNP Prof. Ganefri, PhD membubuhkan satu tanda tangan sebagai tanda dimulainya sebuah kerjasama rancang bangun pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Dharmasraya, pada Sabtu (14/9/19). Tepuk tanganpun membahana di ruangan auditorium yang berkapasitas lebih kurang 5 ribu orang.

Sebelumnya, Prof Ganefri menyebutkan, UNP segera akan terlibat dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Dharmasraya. UNP sebagai perguruan tinggi pendidikan, akan menyusun rancang bangun pola pendidikan di kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo. Dengan sentuhan pakar pendidikan UNP, diharapkan arah dan pola peningkatan mutu pendidikan di daerah itu bisa berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

Sementara itu, Bupati Sutan Riska menyatakan, arah dan pola peningkatan mutu pendidikn Kabupaten Dharmasraya, sudah saatnya didekatkan dengan paradigma revolusi industri 4.0. Saat ini, teknologi informasi telah merubah pola kehidupan masyarakat. Orang tidak perlu kemana mana untuk mendapatkan jasa layanan. Orang tidak perlu kemana mana untuk berjualan. Tentu paradigma ini perlu dukungan sumberdaya manusia yang baik dan handal

Itulah sebabnya, sambung bupati termuda Indonesia itu Kabupaten Dharmasraya perlu melaksanakan penyesuaian penyesuaian kerangka pengembangan dunia pendidikan. Harapannya, warga Dharmasraya bisa memanfaatkan potensi dan pelang teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, pekerjaan daj bisnis mereka. Jangan sampai rakyat Dharmasraya tidak ikut ambil bagian dalam revolusi itu, hanya lantaran ketidakmampuan ya dalam menyikapi fevolusi indusri
. 4.0.

"Saya yakin, pakar pakar UNP paham dengan maksud saya, dan kemudian menyusun kerangka acuan guna mempebaik mutu pendidikan di Dharmasraya. Era digitalisasi kehidupan merupakan sebah studi kasus yang tidak pernah kering dari momentum perubahan. Oleh karenannya saya mempercayakan penyusunan kerangka pengembangan smberdaya manusi ini kepada UNP," kata Sutan Riska. (ril)


MPA, SUMBAR - Mungkin ada sebagian diantara kita yang belum mengetahui, bahwa ada sebuah desa di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar telah menjadi salah satu desa terindah di dunia. Inilah Nagari Tuo Pariangan.

Nagari Tuo Pariangan terpilih menjadi salah satu desa terindah versi Budget Travel merupakan media pariwisata berpengaruh di dunia. Desa ini termasuk dalam 5 besar Desa Terindah jika disandingkan dengan Wengen di Swiss, Exe di Prancis, Niagara on The Lake di Canada dan Cesky Krumlov di Ceko. Sungguh penghargaan yang memukau untuk Indonesia.

Lagian Nagari Pariangan merupakan desa tertua di Minangkabau yang lokasinya tepat berada di lereng Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pesona desa ini bukan saja menyajikan pemandangan hijau dan mempesona tapi juga memiliki suasana tenang di ketinggian 500 - 700 mdpl.

Jika mengunjungi Nagari Tuo Pariangan kita juga bakal disuguhi budaya dan arsitektur bangunan yang masih tetap terjaga hingga saat ini.Salah satunya adalah Masjid Islah yang berusia ratusan tahun, bergaya arsitektur Dongsan ala dataran Tinggi Tibet. Hal ini membuktikan bahwa betapa majunya peradaban Minangkabau kala itu.

Selain itu Nagari Tuo Pariangan juga merupakan desa kuno dan sebagai cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau yang populer dengan nama Nagari. Di sini pula tempat asal muasal masyarakat Minangkabau sejak ratusan tahun silam.

Jika hendak menuju menuju ke desa ini dapat ditempuh sekitar 3 jam dari Kota Padang dan 14 km dari kota Batusangkar, asik kan buat berlibur bareng keluarga dan teman.

Penasaran, jika emang penasaran dengan desa terindah ini,pastikan saat berada di Sumatera Barat untuk berkunjung. (Gusni)

Keterangan foto: Koran Kompas dengan pemberitaan "tak imbang" edisi Kamis (12/9/2019)

KOPI, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, sangat menyayangkan pemberitaan media nasional Kompas yang berat sebelah, tidak berimbang, dan tidak adil dalam pemberitaannya terkait kisruh gugatan PMH terhadap Dewan Pers. Menurutnya, Kompas sebagai media seharusnya independen dalam mengungkapkan fakta dan pemikiran-pemikiran kepada masyarakat.

"Sangat disayangkan yàa, media sebesar Kompas harus menceburkan dirinya dalam lumpur pemberitaan partisan yang kotor dan busuk," ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu kepada media ini melalui releasenya, Jumat, 13 September 2019.

Seperti diketahui, Kompas dalam edisi cetaknya Kamis, 12 September memberitakan tentang bantahan Dewan Pers atas klaim PPWI dan SPRI (Serikat Pers Repuplik Indonesia) bahwa Dewan Pers kalah di peradilan tingkat banding. Dalam pemberitaan yang mengisi hampir setengah halaman korannya tanpa foto pendukung berita itu, Kompas hanya memuat komentar dan pendapat Dewan Pers saja. Kompas tidak sedikitpun meminta pendapat pihak pembanding, PPWI dan SPRI.

"Jikapun Kompas lupa meminta pendapat kami terkait kisruh gugatan PMH Dewan Pers tersebut dalam pemberitaan kemarin itu, namun setidaknya media ini mesti memberitakan juga di hari sebelumnya atau setelahnya. Jangan giring opini publik dengan hanya menyajikan informasi dari pihak Dewan Pers sebagai tergugat, yang jelas-jelas ditolak eksepsinya oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," jelas Wilson.

Lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, ini menyatakan bahwa menurut Komite Asosiasi Jurnalis Internasional, tujuan jurnalisme adalah untuk menyediakan informasi sekomprehensif dan selengkap mungkin kepada publik agar setiap orang dimampukan mengambil kesimpulan yang benar dan keputusan yang tepat. Jika media hanya menyiarkan informasi dari pihak tertentu saja, hal itu akan menjerumuskan masyarakat kepada pengambilan kesimpulan yang salah, yang pada akhirnya mereka membuat keputusan dan respon yang salah total.

Wilson lebih lanjut menjelaskan bahwa pada hakekatnya setiap informasi adalah makanan bagi otak manusia, yang jika tidak benar, tidak lengkap, tidak sempurna, hanya menyadur pendapat dari satu pihak saja seperti dalam perdebatan hukum tentang keabsahan Dewan Pers membuat kebijakan UKW serta verifikasi media dan wartawan, maka sudah pasti pemberitaan itu bukan makanan yang baik. "Berita Kompas tersebut bukan makanan yang baik bagi otak rakyat, informasinya yang tidak cover both side, tidak berimbang, dan berat sebelah itu tidak lebih dari sekadar sampah beracun yang menggiring masyarakat kepada kebodohan," tegas pendiri dan mantan guru SMA Plus Provinsi Riau ini.

Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Sekjen KAPPIJA-21) dan Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) itu menghimbau masyarakat untuk tidak lagi menjadikan Kompas sebagai rujukan informasi dalam hidup keseharian mereka. Dirinya mengibaratkan media itu seperti penunjuk arah bagi nahkoda dan ribuan penumpang kapal di tengah lautan lepas. Ketika alat atau orang yang dijadikan penunjuk arah memberikan arah yang salah, maka alamat kapal akan tenggelam.

"Ibarat penunjuk arah di tengah lautan lepas yang demikian luas, Kompasnya sudah usang, sudah aus alatnya, sudah sering ngawur penunjukan arah mata anginnya. Kompasnya sudah rusak parah, perlu dibawa ke tukang reparasi. Kalau sudah tidak bisa diperbaiki, buang ke laut saja, ganti dengan kompas yang baru. Artinya, jangan lagi percaya informasi yang diberikan media Kompas, nanti Anda tersesat di jalan yang terang," pungkas tokoh wartawan nasional yang sangat gigih membela jurnalis dan masyarakat pewarta yang terpinggirkan dan dikriminalisasi selama ini. (APL/Red)


MPA PATI – Berbagi kepada sesama merupakan suatu pekerjaan mulia serta diajarkan oleh semua agama, selain dapat mendatangkan kepuasan bathin bagi para donator serta yang terkait dengan kegiatan tersebut, tentunya kegiatan tersebut sangat mendatangkan banyak manfaat bagi orang lain, khususnya bagi yang sangat membutuhkan.

Dan untuk merealisasikan sebuah kegiatan sosial tentunya tidak mudah, karena disamping ada niat, juga harus ada dana yang tersedia dari donator untuk melaksanakan niat yang mulia tersebut.

Seperti yang dilakukan  Kodim Pati, pada Jumat, (13/9/219) dalam rangka kegiatan sosial serta niat untuk saling berbagi kepada sesama, sebanyak 500 nasi bungkus/dus habis dibagikan di dua lokasi yakni di depan markas Kodim 0718/Pati dan di depan Markas Koramil 01/Pati. 

Dalam kegiatan berbagi tersebut mengambil tema "Jumat Berkah" yang digagas oleh Ketua Persit KCK cabang XXXIX Kodim Pati Ny. Ayu Respati Darmawan bersama pengurus cabang Persit Kodim Pati.

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Arief Darmawan, S.Sos bersama ketua cabang Persit Ny. Ayu Respati Darmawan juga turut hadir dan ikut membagikan nasi gratis kepada  masyarakat, para pekerja, serta  pengguna jalan yang melewati lokasi tersebut.

Dalam kesaksian salah seorang penerima nasi dus gratis ibu Sutarmi seorang petugas kebersihan yang dalam keseharianya bertugas menyapu jalan di jalan Panglima Sudirman menyampaikan, "Saya berterima kasih kepada para dermawan dari kodim pati khususnya yang telah membagikan nasi kepada kami, ini adalah rejeki, kami doakan untuk yang telah membagikan nasi ini agar rejekinya lancar" ucap Sutarmi.

"Harapan kami untuk kegiatan pembagian nasi seperti ini dapat dilaksanakan setiap hari jumat agar kami bisa langsung kesini," tuturnya. (Nartopenimpati)



MPA, PADANG – Bersama sahabat saya Pak Shadiq Pasadigoe di Bandara Soekarno-Hatta bertolak ke Padang. 

Banyak kesamaan alasan kenapa kami bersahabat dari dahulu hingga saat ini. Kami sama - sama jadi Bupati dua periode dengan masa jabatan yang sama.  Pak Shadiq daerah darek, Kabupaten Tanah Datar dan saya di Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, ujar Nasrul Abit wagub sumbar melalui akun fb nya, (13/9/2019).

Beliau mengatakan, kesamaan ide dan visi untuk membangun Sumatera Barat selalu menjadi bahasan yang hangat diantaranya dan Shadiq Pasadigoe dengan selalu diselingi canda gurau disetiap pertemuan.

Nasrul Abit berharap, semoga mereka selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa selalu berbuat dan mengabdi untuk Sumatera Barat yang unggul. Beliau juga mohon doa dari dunsanak kasadonyo. (red)


 Foto heli water bombing

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi semakin meluas, puluhan helikopter water bombing dan patroli dikerahkan untuk memadamkan Api, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) puluhan helikopter tersebut dikerahkan di enam provinsi masing-masing, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel.

"Namun berdasarkan laporan walau dibom air berkali kali titik api tidak mati juga. Tapi memang gambut sifatnya kayak gitu, jadi harus sabar dan dibom terus. Kita (BNPB) masih bekerja terus pantang menyerah," kata Plt Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo, Jumat (13/9/2019).

Menurut Agus Wibowo, selain puluhan heli, ada 9.172 personil yang dikerahkan (masing-masing Provinsi 1.512 personil terdiri dari 1.000 TNI, 200 Polri, 312 BPBD ditambah OPD dan masyarakat yang direkrut untuk membantu. "Untuk Riau ada tambahan 100 TNI untuk membantu pemadaman di area kilang minyak Dumai," ungkap Agus.

Adapun kekuatan heli water bombing di Riau, kata dia, ada tujuh unit dan satu heli patroli. "Kondisi semua helikopter di Riau siap operasional. Sementara di Jambi satu heli patroli dan satu heli water bombing yang siap operasional dan satu heli water bombing dalam kondisi maintenance," timpalnya.

Di Sumsel, lanjut dia, ada enam water Bombing yang siaga, satu dalam maintanance serta dua heli patroli. Sedangkan di Kalbar ada tujuh heli water bombing dan dua heli patroli. "Untuk Provinsi Kalteng ada empat heli water bombing serviceable dan dua yang disiagakan serta dua heli patroli serviceable. Sementara di Kalsel ada dua heli patroli dan lima heli waterbombing," tandasnya. (*)




Artikel ini dilansir dari Sindonews.com
dengan judul : Dibom Air Berkali-kali Pakai Puluhan Heli, Titik Api di 6 Provinsi Tak Padam



MPA, Aceh - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree berhasil meraih Juara 1 Bidang Lomba Livestock/Animal Husbandry dalam Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Propinsi Aceh tahun 2019 yang dilaksanakan di Bireuen dan Lhokseumawe pada 7 - 12 September 2019. Juara 1 ini diraih oleh Adinda Sabrina selaku siswi Agribisnis Ternak Unggas (ATU) kelas XI setelah berhasil mengalah peserta dari 22 kabupaten lainnya. 

Dinda berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik nya berdasarkan yang dipelajari selama ini dibawah bimbingan ibu drh. Hermawaty Tarigan, M.Si. Semoga kedepan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga dapat meraih prestasi di LKS tingkat Nasional, begitu harapan Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree. Pihak sekolah selalu dan terus meningkatkan kompetensi siswa dalam rangka menyukseskan revitalisasi SMK yang sedang dijalankan, begitu imbuhnya.

Selain meraih prestasi di bidang Livestock/Animal Husbandry, dalam LKS ke 28 tahun 2019 ini, siswa SMK-PP Negeri Saree juga meraih Juara 2 dalam bidang Agronomy atas nama Aufa Inayatillah dari Agribisnis Tanaman Pangan dan hortikultura, Juara 2 Bidang Landscaping dan Gardening atas atas nama Muhammad Al-Ihsan dan Toni Hermawan, serta Juara Harapan 3 bidang Post Harvest Technology atas nama Marzanila Zuhra dari Kompetensi Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Khusus untuk Agronomy, prestasi tahun ini sedikit menurun dibanding tahun 2018 yaitu juara 1. Hasil ini membuat kami bersedih karena tidak bisa mempertahankan juara 1, namun kami bangga kepada anak didik kami yang telah berusaha dan berjuang dengan sekuat tenaga serta sebaik mungkin dalam lomba, semoga ini menjadi cambuk serta evaluasi buat siswa dan kami untuk berbuat lebih baik lagi tahun depan, begitu kata Candra Romaiyana, S.TP selaku Ketua Tim LKS SMK-PP Negeri Saree.

Para juara 1 dalam LKS SMK Propinsi Aceh tahun 2019 ini akan mewakili Aceh untuk ikut dalam kegiatan LKS SMK Tingkat Nasional Tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada Juli 2020. Oleh sebab, para juara 1 ini, termasuk Adinda Sabrina tidak boleh larut dalam kegembiraan juara, namun harus mulai mempersiapkan diri untuk LKS tingkat nasional disamping mengikuti pembelajaran di kelas seperti biasa.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Dit-PSMK Kemdikbud, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Komite Sekolah, Pembimbing, Panitia, para Guru dan seluruh pihak yang telah membantu, mendukung dan membina proses pendidikan pertanian di SMK-PP Negeri Saree dalam cita-cita melahirkan Petani Milenial yang memiliki SDM Unggul sehingga dapat terciptanya Aceh Carong serta Indonesia Maju.

Bireuen, 12 September 2019
Wakasek Humas dan Kerjasama
SMK-PP Negeri Saree

Khatmi Ilyas, S.Pd


MPA, PADANG – Untuk menghormati kepergian Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, serta mengenang semua jasa-jasanya pada negeri ini, SMK-N5 Padang menggelar upacara pengibaran bendera setengah tiang serta melakukan Sholat ghaib dan doa bersama di halaman sekolah, Jumat (13/9/2019). 

Begitu banyak kenangan yang beliau goreskan buat Indonesia, kita semua tahu bagaimana beliau mempunyai andil yang sangat besar di negara kesatuan Republik Indonesia ini, tanpa kita ragukan lagi kepintaran beliau, dan beberapa jabatan yang dia emban, ujar Kepala Sekolah SMK-N5 Padang Deta Mahendra, S. Pd di hadapan seluruh keluarga besar SMK-N5 Padang. 

Deta Mahendra berharap, mari kita mengenang jasa-jasa beliau dan mudah-mudahan anak-anak bisa menjadi hebat seperti BJ Habibie, ambil ilmunya dan jadilah penerus beliau kedepannya ciptakan pesawat-pesawat yang lebih canggih, ujar kepsek dihadapan para siswa.

Selanjutnya, setelah melakukan Sholat ghaib dan doa bersama untuk Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, kepsek meminta seluruh anak didik maupun seluruh tenaga pengajar yang ada di  SMK-N5 Padang untuk membuat pesawat yang terbuat dari kertas, dan menerbangkan nya secara serentak di depan halaman sekolah, dengan di pandu oleh wakakesiswaan yuliasari, M.Pd.

Mari kita terbangkan pesawat kertas yang anak-anak bapak buat bersama-sama untuk mengenang karya karya beliau, ujar Deta Mahendra. Dan kurang lebih sembilan ratusan pesawat yang terbuat dari kertas mulai beterbangan diatas halaman SMK-N5 Padang.

“Selamat jalan Bpk BJ Habibi Presiden RI ke 3. Selamat jalan pahlawanku Semoga almarhum husnulkhotimah- Amin YRA," ujar seluruh keluarga besar SMK-N5 Padang sambil menerbangkan pesawat kertas keudara.

(Gusni)


MPA, JAKARTA - Kenangan sosok almarhum BJ Habibie dirasakan juga oleh kalangan akademisi Universitas Indonesia (UI). Salah satunya adalah peneliti Sosial Vokasi UI, Devie Rahmawati. Menurut dia, Teori Habibie menjadi salah satu capaian besar dalam kehidupan muslim modern.

Kerinduan akan sosok-sosok ilmuwan berlatar belakang Islam seperti Al-Khawarizimi (penemu konsep algoritma), Ibnu Haitham (menemukan model optic modern), Ibnu Sina (dengan ilmu kedokteran), dan lainnya, terobati dengan kehadiran BJ Habibie (cendikiawan muslim tanah air).

"Berbagai temuan beliau, bukan hanya memberikan warna bagi ilmu pengetahuan, khususnya penerbangan, namun memberikan pijakan nyata bagi peradaban umat manusia," kata Devie, Kamis (12/9/2019).

Fakta inilah yang mendorong dia dan teman-temannya di masa kecil menjadikan Habibie sebagai sosok ideal dari kecerdasan dan kesuksesan di masa datang. Menurutnya, Habibie menjadi legenda hidup di dalam setiap keluarga, yang membutuhkan kiblat motivasi kemajuan anak-anak mereka.

"Itu yang membuat saya, menjadi berambisi untuk sekolah di Jerman. Meskipun tidak pernah menyelesaikannya, menerima Beasiswa DAAD, bagaikan 'mendekap' sang Idola," ungkapnya.


Devie mengungkapkan, di tengah-tengah beberapa indikator keberhasilan yang belum berpihak pada bangsa (sebut saja IPM, Global Talent Competitivenes Index; Indeks Kesehatan yang tertinggal jauh, bahkan dari negara-negara tetangga), karya-karya Habibie memberikan harapan, bahwa Indonesia bisa.

Menurutnya ini bukan perkara mudah. "Habibie telah mewariskan mantra absolut yaitu kombinasi Iptek dan Imtak. Iptek tanpa dipandu oleh Imtak, akan membawa kehancuran umat. Sedangkan Imtak tanpa mesin penggerak iptek, hanya akan memicu ketertinggalan. Mampukah kita semua mengkonsumsi resep kebesaran Habibie tersebut," pungkasnya.(*)



Dilansir dari Sindonews.com
dengan judul artikel : Sejajar dengan Ilmuwan Dunia, Penemuan Habibie Pijakan Peradaban Umat



MPA, KAB SOLOK – “Didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang” sebuah pepatah dalam bahasa Minang yang berarti penghargaan diberikan kepada seseorang yang di istimewakan sebagai pemimpin dalam masyarakat maupun organisasi kaumnya. Itulah peribahasa yang disebut sebut masyarakat Kabupaten Solok selama ini terhadap sosok Buya Hend.

Buya Hend, calon Doktor bernama lengkap Hendra Saputra, sosok yang cukup dikenal dengan ketokohan yang agamis pandai dalam bergaul. Ilmu dunia akhirat dalam dirinya, senantiasa dihaturkan bagi generasi lingkungannya. Wajar saja bila ia dielu elukan untuk dapat memegang amanah besar dalam memimpin masyarakat Kabupaten Solok kedepan nanti.

Kalau bicara soal sosok calon pemimpin nan ber-ahklak dan takut kepada Allah SWT, serta menjadi Rahmattan Lil-Alamin tentunya dirujuk oleh sebagian pendapat.
Hendra Saputra, SH, M.Si (Buya Hend) Bersama Perdana Mentri Serawak Saat Kunjungannnya Ke Malaysia

Seperti halnya ketika para awak media berdiskusi tentang sosok kepemimpinan yang baik bagi negeri ini, dalam acara silaturahmi bersama Drs. Fuadi, seorang guru surau pengajian tauhid di Sumatera Barat, Rabu sore, (11/9/19).

Drs. Fuadi memang sering memberikan siraman rohani kepada banyak wartawan di Sumbar, khususnya di Kota Padang dan Kab. Solok. Guru pengajian ilmu tauhid di sejumlah surau yang ada di Sumatera Barat ini kian didengar nasihat dan ceramah kehidupannya oleh masyarakat banyak.

Dikatakan Buya Fuadi, seorang pemimpin haruslah dapat menyayangi generasi muda, menghormati kalangan tua, menjaga agar negeri ini jangan binasa dan memelihara adat yang jadi pegangan hidup bersama, di dalamnya termasuk agama. Sesuai slogan: Adat basandi syarak’, syarak’ basandi kitabullah, ( Adat bersendikan syari’at agama dan syari’at agama bersendikan kitab suci Alqur’an ) yang artinya Agama dengan adat tidak dapat dipisahkan.

Adapun martabat seorang pemimpin di Minangkabau, yaitu: Pertama, berakal dan kuat pendirian. Kedua, berilmu, berpaham, berma’rifat ujud yakin, tawakal pada Allah. Ketiga, kaya dan miskin pada hati dan kebenaran. Keempat, murah dan mahal pada laku dan perangai yang berpatutan. Kelima, hemat dan cermat mengenai awal dan akhir. Ke-enam, ingat dan ahli pada adat.

“Dengan martabat seorang pemimpin yang demikian. Maka wajarlah apabila dalam masyarakat Minangkabau seorang pemimpin sangat disegani dan dihormati, terutama oleh kaummnya”, papar Fuadi.

Menjadi pemimpin harus berpengalaman mengelola tatanan pemerintah dan sistim sosial adat istiadat dengan kepribadian yang mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai figur unggul dan mampu. Seperti yang di elukan masyarakat luas terhadap tokoh muda Hendra Saputra SH, M.Si (Buya Hend) untuk di Kab. Solok. Dan juga dikenal dengan sosok kepribadian yang Rahmattan Lil-Alamin.
Seorang Pemimpin di Minangkabau, memiliki peran penting dalam melaksanakan tatanan konstitusi adat istiadat dan lainnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya.

Selanjutnya, seseorang yang dianggap mampu mengaplikasikan dan mewujudkan tatanan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Pemimpin yang di pilih dalam PILKADA harus mampu menjalankan nilai-nilai ketuhanan dengan memakmurkan dan mencintai masjid (Syiar Islam) dengan kepribadiannya yang tidak terlepas dari nilai-nilai agama. Dan selanjutnya mampu memajukan SKPD/ASN yang dipimpinnya, tukas Fuadi memaparkan.

Selain itu, pandangan seorang pemimpin didalam agama Islam adalah berfikir untuk kemajuan serta kebutuhan masyarakatnya dan kemudian ikut memenuhinya. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat minang yang dikenal religius, dalam memilih pemimpin di Minangkabau ini tentulah lebih mengedepankan pemimpin yang cukup dekat dengan agama dan takut kepada Allah, SWT. “Tidak ada agama bagi orang yang tidak ber-ahklak”, tutur Drs. Fuadi. (RED)




Sumber : Targetindo.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.