Kabupaten Solok Bakal Tambah Maju dan Bersih Ditangan Mahyuzil Rahmat, S.Ag,

Baca Juga

Photo Istimewa

MPA,KAB SOLOK – Kabupaten Solok yang dikenal sebagai salah satu daerah agrobisnis  (pertanian) dan perternakan utama Sumatera Barat. Bahkan, banyak pangan pertanian yang dikirim ke luar Sumbar seperti ke Pekanbaru, Riau, Jakarta dan sebagainya. Selain itu, iklim daerah dan lingkungan alamnya juga menarik untuk kawasan pariwisata.

Ditambah lagi dengan penguatan karakter Seni dan Kebudayaan, serta kearifan lokal masyarakat yang berdampak bagi kekuatan dari sector ekonomi hingga pembangunan signifikan. Hal itu diungkapkan Mahyuzil Rahmat, S.Ag saat diwawancarai media, Sabtu (8/11/19) di posko Relawan HendRA – MAHyuzil (RAMAH) di Solok.

“Semuanya itu dapat ditingkatkan secara berkesinambungan jika dikelola dengan “Bersih”.  Artinya, minim praktek penyelewengan dan sesuai dengan koridor (aturan/acuan) yang diberlakukan”, ujar Mahyuzil.

Sebagai Tokoh Masyarakat dan Agama di Kabupaten Solok, Buya Mahyuzil dalam senda guraunya sedikit mengkritik pola pejabat yang ingin kaya dengan uang rakyat. “Kalau kerjaannya maksiat mulu, mana mungkin bisa urusin birokrasi, ya kan?”, celetuk Buya.

“Makanya sejarah Islam memunculkan para pemimpin yang ketat terhadap maksiat, misalnya saja Khalifah Umar Bin Khatab yang rela meninggalkan kemaksiatan agar bisa dekat dengan Rasulullah SAW. Selang berapa waktu setelah itu iapun diangkat sebagai Khalifah. Artinya, tidak ada toleransi untuk penyakit kepribadian bila jadi pemimpin”, tegas Buya Mahyuzil.

Kemudian, dalam bermasyarakat Buya Mahyuzil juga mengungkapkan perlu sentuhan pendalaman lagi.

“Kabupaten Solok ini unik, meskipun banyak karakter keras namun jika agamanya dilecehkan, maka mereka akan cepat meradang. Hal itu membuktikan bahwa dalam kehidupan masyarakat kita ini masih bertolak kepada sandi agama”, tuturnya.

Selanjutnya, Buya Mahyuzil berpesan melalui media ini mengenai dasar pola kehidupan maupun pola politik di tengah masyarakat. “Jika tidak dengan ilmu agama, lalu ilmu apalagi yang bisa menguatkan Negara ini? Sebab, baik dan buruknya sesuatu sudah diatur dalam ajaran agama kita”, ungkapnya.

Dilain kesempatan Nazaruddin Datuak Rajo Nan Gadang, salah seorang Datuak dihormati putra Kampung Dalam Danau Kembar mengatakan, sebagai seorang Buya (Ulama), Mahyuzil Rahmat telah banyak berbuat. Seperti meningkatkan kerja sama pendidikan dengan lembaga-lembaga sosial keagamaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Terobosan itu ia lakukan supaya dapat mengantarkan generasi muda menjadi generasi cerdas dan mandiri terutama di Kab. Solok ini, pungkas Datuak.

Mengarahkan generasi muda menjadi generasi yang sejahtera dalam membangun nagari dan bangsa di berbagai aspek kehidupan, tiada pernah berhenti dilakukan Buya Mahyuzil.

“Berkumandang di dunia dakwah, berjibaku membangun negeri dan bersikukuh memajukan generasi di bidang pendidikan adalah aktifitas keseharian Buya Mahyuzil”, sebut Datuak Nazar.
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.