Februari 2020


JAKARTA - Sebanyak 68 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di atas kapal pesiar Diamond Princess menyusul merebaknya virus corona, kini dapat bernafas lega. Pasalnya, pemerintah Indonesia sudah memutuskan akan mengevakuasi para awak kapal berbendera Inggris tersebut ke Tanah Air, pada Minggu (1/3/2020) ini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, menyebut, parlemen sangat mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan pemerintah mengevakuasi ke-68 WNI yang nasibnya sempat terkatung-katung di atas kapal pesiar Diamond Princess tersebut.

Tak hanya itu, penghargaan juga disampaikan terhadap para pihak yang yang telah bekerja keras dan sukses mengevakuasi 188 warga negara Indonesia ( WNI), anak buah kapal (ABK) World Dream ke KRI dr Soeharso di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau. (Baca juga: Jumlah WNI Terinfeksi Virus Corona di Kapal Diamond Princess Bertambah)

“Parlemen tentu sangat mengapresiasi langkah nyata yang telah dan akan dilakukan pemerintah melindungi semua WNI dari ancaman virus corona. Evakuasi terhadap WNI awak kapal pesiar Diamond Princes serta keberhasilan evakuasi 188 warga negara Indonesia ( WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) World Dream beberapa hari lalu,” ujar Rahmad Handoyo, Minggu (1/3/2020).


"Ini merupakan bukti bahwa negara hadir memberi perlindungan terhadap warganya. Ini yang penting," tambahnya. (Baca juga: Menkes Ungkap Ada 9 WNI Dirawat di Jepang karena Corona)


Mengutip keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (27/2/2020), sebanyak 68 Warga Negara Indonesia ( WNI) di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berada diperairan Yokohama, Jepang, akan dievakuasi ke Tanah Air pada hari ini dengan menggunakan pesawat.

Sumber : SindoNews

PADANG - Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengucapkan selamat kepada PSP U-15 selaku wakil Sumatera Barat (Sumbar) yang telah berhasil memasuki babak final Piala Soeratin U-15 tingkat nasional tahun 2020.

PSP Padang U-15 yang diasuh Tri Gustian dan M. Jeki itu pun telah sukses menyingkirkan lawannya Jakarta Timur FC U-15 yang mewakili DKI Jakarta dengan skor 1-0 pada babak semi final dalam laga yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Kamis (27/2) kemarin.

Sesuai jadwal, Pandeka Mudo pun akan ditantang Gabsis Sambas Wakil Kalimantan Barat pada laga final yang berlangsung ditempat yang sama yaitu Stadion Manahan Solo, Sabtu (29/2).

Pertandingan pun diselenggarakan sekitar pukul 15.30 WIB setelah laga perebutan tempat ketiga antara Jakarta Timur FC asal DKI Jakarta melawan Persitangsel asal Provinsi Banten.

"Selaku Walikota Padang dan Pemerintah Kota Padang serta masyarakat Kota Padang dan pecinta sepakbola, kita mendoakan semoga ananda semua akan diberikan kekuatan oleh Allah SWT, kompak dan solid serta terlebih lagi berdoa. Karena itu semuanya adalah bahagian yang akan memberikan dukungan untuk kesuksesan kepada ananda pemain PSP U-15 semua," ungkap Mahyeldi di Kantor Balai Kota Padang, Jumat (28/2/2020).

"Selamat bertanding, selamat berjuang keras dan semoga semuanya berjalan dengan lancar. Insya Allah semoga Allah akan memberikan yang terbaik untuk tim PSP U-15 dan menjadi juara nasional nantinya. Semoga dengan itu akan membawa harum nama Sumbar dan Kota Padang khususnya," harap wali kota tersebut mendoakan.(David/Rengga/Humas Padang)



JAKARTA, - Menyusul vonis 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta terhadap terdakwa kasus “kutu kupret” Ir Faaz Ismail pada Januari silam dengan perkara nomor: 249/Pid.Sus/2019/PN Yyk, dua orang pelaku lainnya yakni Ir. Michael Santosa Sunggiardi dan Rudy Dermawan Muliadi dipastikan segera diseret ke pengadilan atas laporan korban Ir Soegiharto Santoso alias Hoky, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau APKOMINDO.

Hoky yang juga berprofesi sebagai wartawan Info Breaking News dan sempat menjadi Ketua Panitia Kongres Pres Indonesia 2019 turut melaporkan kedua pelaku tersebut di Kepolisian Daerah Yogyakarta dan kedua pelaku sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.(1/3/2020)

Ir. Michael Santosa Sunggiardi dan Rudy Dermawan Muliadi dilaporkan terkait dugaan pelanggaran pasal 45 ayat (1), Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Kedua tersangka membuat komentar di halaman facebook Grup APKOMINDO dengan dugaan tindak pidana ITE berupa setiap orang dengan sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dokumen elektonik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dalam bentuk tulisan komentar, dimana ditujukan terhadap pribadi korban Soegiharto Santoso pada tanggal 24 Maret 2017.

Berkas perkara tersangka Ir. Michael Santosa Sunggiardi sudah dilimpahkan ke Pengadilan pada (25/02/2020) dengan nomor surat pelimpahan: B-0360/M.4.10/Enz.2/03/2020 dan sudah resmi tercatat di PN Yogyakarta dengan nomor perkara : 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk.

Sementara untuk tersangka Rudy Dermawan Muliadi berkasnya sedang dalam proses pemenuhan P-19 dan akan segera dilengkapi oleh penyidik untuk dikirim kembali ke Kejaksaan Tinggi DIY sebagaimana keterangan Kasubdit II Ekonomi Ditreskrimsus Polda Yogyakarta AKBP Andreas Deddy Wijaya SIK dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan nomor: B/23/II/RES.2.5./2020/Ditreskrimsus yang dikirimkan kepada Hoky.
  

Selain ketiga pelaku yang sudah dilaporkan di atas, Hoky juga melaporkan Suwandi Sutikno warga Kelapa Gading Jakarta Utara di Polres Bantul dengan laporan nomor: LP/307/X/2019/DIY/BANTUL  terkait kasus dugaan pemberian keterangan palsu pasal 242 KUHP saat persidangan di Pengadilan Negeri Bantul dengan perkara nomor 13/Pid.C/2019/PN Btl.

Terlapor Suwandi sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan sejak 10 Desember 2019 dengan surat nomor B/2370/XII/2019/Reskrim, namun hingga kini terlapor belum pernah memenuhi panggilan dan memberi keterangan hanya via email saja, padahal 1 (satu) saksi pelapor dan 7 (tujuh) orang saksi terkait kasus yang dilaporkan tersebut telah diperiksa pihak penyidik Polres Bantul, seperti tertulis dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan nomor SP2HP/95/II/2020/Reskrim yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya SH SIK.

Herzon Theny Hawu SH selaku kuasa hukum Hoky mengatakan; “Saya prihatin dengan klien saya yang sempat dizalimi dengan laporan polisi nomor LP/392/IV/2016/Bareskrim Polri, sehingga sempat ditahan di Rutan Bantul selama empat puluh tiga hari, padahal tidak melakukan kesalahan apapun, dan terbukti telah di vonis bebas,” ungkap Herzon.

Herzon menambahkan, dalam persidangan di PN Bantul terungkap dengan jelas dalam salinan putusan bahwa saksi Ir. Henky Yanto TA di bawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya saksi tahu siapa-siapa orang yang menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara.
  
Menurut Herzon,  hal tersebut menjadi indikasi kuat, bahwa tanpa melakukan kesalahan apapun Hoky ditahan secara sewenang-wenang.

Bahkan bukan hanya itu saja, lanjutnya, dalam proses sidang di PN Bantul dengan tuntutan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 4 Milyar subsider 6 bulan, Hoky masih saja dizalimi jilid 2, yaitu dilaporkan melakukan tindak pidana penganiayaan di Polres Bantul tanpa bukti visum dan langsung menjadi tersangka.

Atas kejadian itu Hoky melakukan praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN.Btl.

Selanjutnya disampaikan pula, permasalahan hukum yang dihadapi Hoky itu cukup banyak, ada 18 perkara Pengadilan yang berkaitan dengan APKOMINDO, dimana telah ada 3 perkara ditingkat MA yang telah dimenangkannya.

Menanggapi rentetan rekayasa hukum yang dialaminya, Hoky mengatakan, pihaknya sangat percaya dan menjunjung tinggi institusi penegak hukum di NKRI baik dari Polri dan Kejaksaan hingga Pengadilan.

"Bahwa benar saya dua kali dikriminalisasi, tapi itu hanya prilaku oknum penegak hukum saja, sebab faktanya masih banyak penegak hukum yang profesional dan berintegritas tinggi. Buktinya saya mulai merasakan keadilan ditegakan meskipun harus melalui proses panjang, namun saya tetap mensyukurinya,” ungkap Hoky.

Hoky juga mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukan JPU Retna Wulaningsih SH MH dan Ketua majelis hakim Ida Ratnawati SH MH dengan hakim anggota Bandung Suhermoyo SH MHum serta Suparman SH MH  saat menangani kasus perkara dugaan tindak pidana ITE yang dilakukan Terdakwa Faaz atas laporannya.

"JPU sangat cermat, teliti, dan tegas, serta majelis hakimnya profesional dan mampu mengorek keterangan dari para saksi maupun ahli yang dihadirkan dalam persidangan, sehingga keadilan dan kebenaran bisa ditegakan dengan menjatuhkan vonis 3 bulan penjara terhadap terdakwa Ir. Faaz yang melakukan penghinaan terhadap saya," pungkasnya.


Sumber : DPI


TANAH DATAR (SUMBAR) - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA melantik dan mengukuhkan Kepengurusan DPC PPWI Kabupaten Tanah Datar. Acara pengukuhan yang diawali dengan atraksi Tari Gelombang oleh sekelompok remaja itu berlangsung di Ballroom Hotel Emerse, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis 27 Februari 2020.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang PPWI di kabupaten yang terletak di tepian Danau Singkarak itu bisa terwujud. "Perjuangan dan persiapan kawan-kawan PPWI Tanah Datar ini cukup panjang dan melelahkan. Namun hari ini terbayar sudah dengan adanya acara pelantikan pengurus," ungkap ketua panitia, Ardoni usai acara kepada pewarta media ini.

Acara dimulai sekira Pukul 09.30 WIB dengan menyanyikan lagu Kebàngsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, prosesi pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketum PPWI Wilson Lalengke dengan diawali pembacaan naskah pelantikan. Seluruh rangkaian prosesi itu disaksikan langsung oleh perangkat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Ardoni menyampaikan ucapan salamat datang kepada Ketua Umum Wilson Lalengke beserta rombongan yang telah menyempatkan diri hadir di Tanah Datar Bumi Luhak Nan Tuo. "Terima kasih kepada Bapak Wilson Lalengke yang telah menyempatkan diri hadir memenuhi undangan kami, meski  di tengah-tengah kesibukan dan kondisi masih lelah karena beliau baru pulang dari Thailand," kata Ardoni.

Ardoni juga menyampaikan laporan terkait pembentukan DPC PPWI Tanah Datar dan persiapan acara pelantikan itu. "Acara ini diadakan dalam rangka mengukuhkan kepengurusan DPC PPWI Tanah Datar sekaligus sosialisasi organisasi ke tengah-tengah masyarakat, serta untuk menjalin silaturahmi diantara warga PPWI yang ada di Sumatera Barat. Dalam pelaksanaan acaranya, kita semua semata-mata mengharapkan riidho Allah SWT," imbuh Ardoni.

Di akhir penyampainnya, Ardoni bermohon kepada Ketua Umum dan Bupati Tanah Datar sekaligus membuka acara secara resmi dan memberikan arahan-arahan serta wejangan yang bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan organisasi PPWI kedepannya.

Adapun susunan pengurus yang dilantik, yaitu Dewan Pembina: Bupati Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Dandim 0397 Tanah Datar, Kapolres Tanah Datar, Kejari Tanah Datar dan Ketua Pengadilan Negeri Tanah Datar. Dewan Penasehat: H. Abbas Kumar Daud dan dr. Afrizal Hasan.

Sedangkan jajaran Dewan Pengurus adalah: Ketua Mon Hendri, Wakil Ketua I Dedi Satria, Wakil Ketua II MUhammad Taufik, Wakil Ketua III Ardoni Ernanda, M.Ag, Sekretaris Silvanus, Wakil Sekretaris Mittiarni, Bendahara Azmi Fuad, dan Wakil Bendahara Domi Agustin.

Kepengurusan juga diperkuat dengan beberapa anggota pengurus, yakni: Ahmad Muzaky, Edi Indra, Eky Permana, Freddy, Hendru LB. Sutan Pamenan, Ismet Kurdatu, Jonnes, Maryati, Mailudin, Nurhilmi dan Z.Z. Effendi Dt. Malako.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Mon Hendri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum, Dewan Pembina dan Dewan Penasehat atas bimbingan serta arahan yang telah dan akan diberikan. "Terima kasih sudah setia mengiringi langkah perjuangan DPC PPWI Tanah Datar sehingga berhasil dideklarasikan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tanah Datar hari ini," ujar Mon Hendri.

Ketua DPC juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan yang tergabung dalam PPWI Tanah Datar atas partisipasinya dalam menyukseskan dan memperjuangkan PPWI Tanah Datar sehingga berhasil mencapai puncak pengukuhan dan pelantikan Kepengurusan DPC PPWI Tanah Datar.

Mon Hendri juga mengatakan, kedepannya akan memperjuangkan dan mengembangkan organisasi PPWI, sehinga keberadaan PPWI di tengah-tengah masyarakat Tanah Datar benar-benar bermanfaat sesuai dengan motto ‘’PPWI Tanah Datar Hadir untuk Menampung Informasi Warga Demi Menuju Kesejahteraan Bersama’’.

‘’Ada beberapa program yang telah kami rancang bersama kawan-kawan PPWI Tanah Datar, salah satunya kita akan mendirikan stasiun radio yang untuk sementara waktu kita berkerjasama dengan Diskominfo Tanah Datar,"’ kata Mon Hendri.

Di akhir penyampaiannya, Mon Hendri berharap agar rekan-rekan anggota PPWI Tanah Datar sama-sama berjuang menyatukan persepsi, menyatukan visi misi demi kemajuan dan perkembangan organisasi  kedepannya.

Hadir dalam acara pelantikan, Bupati Tanah Datar beserta seluruh jajaran Forkopimda, Kapolres Tanah Datar, Kadis Pendidikan Riswandi, Dandim 0307 Tanah Datar, dan Ketua DPRD Tanah Datar. Selain itu, undangan di internal PPWI, hadir Ketua dan anggota PPWI Sijunjung, Ketua dan anggota PPWI Solok, Perwakilan PPWI Siak, Riau, Ketua dan jajaran pengurus DPD PPWI Sumatera Barat, serta senior PPWI Tanah Datar H. Abbas Kumar Daud.

Dari kalangan organisasi masyarakat, terlihat hadir Ketua  Laskar Merah Putih (LMP) Mada Sumbar, Hamzah, juga srikandi LMP bersama belasan anggota LMP lainnya. Turut hadir pula sejumlah penggiat jurnalistik dan media professional se Tanah Datar (Z.Z.Dt.Malako/Red)


PADANG - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa meletakkan batu pertama pembangunan Masjid/Musala Al- Hidayah yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (27/2/2020).

Masjid/musala tersebut digagas oleh Majelis Dzikir Al-Hidayah (MZA) Asia Fasifik Perwalian Sumatera Barat yang perwalian untuk Kota Padang.

Turut Hadir dikesempatan itu, Syekh Maulana Muhammad Said Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen, Anggota DPRD Kota Padang Azwar Sari, Rustam Efendi, UPT.1 Irigasi Air Dingin Dinas PUPR Kota Padang Oky Syamdilova, Jamah Majelis Zikir Al Hidayah di lingkup Sumbar dan Kepulauan Riau, unsur Forkopimka Setempat serta tamu undangan lainnya.

Wawako Hendri dalam arahan menyampaikan apresiasi dan sangat menyambut baik pembangunan Masjid/Musala Al Hidayah. Menurutnya, dengan akan dibangunnya masjid/musalah oleh Majelis Dzikir Al-Hidayah (MZA) Asia Fasifik Perwalian Sumatera Barat ini tentunya akan bertambah sarana ibadah di Kota Padang.

"Atas nama Pemko Padang kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Kami mendoakan semoga pengerjaan pembangunan dapat segera dilaksanakan dan dapat segera bermanfaat untuk warga sekitar," terangnya.

Selanjutnya, Wawako Hendri mengharapkan dukungan dari Majelis Dzikir Al-Hidayah (MZA), khususnya yang berada di Kota Padang untuk bersama-sama memperhatikan perkembangan generasi muda.

Seiring dengan tingginya animo masyarakat menjadikan Kota Padang sebagai tujuan. Apakah tujuan bisnis, parawisata dan tujuan lain, tentu akan dapat mengiring masuknya perilaku-perilaku menyimpang ke Kota Padang.

"Kenakalan remaja, begal, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Maka dalam hal ini kami mengharapkan peran Majelis Dzikir Al-Hidayah (MZA) untuk mengatasi perilaku-perilaku tersebut sehingga masa depan generasi muda akan selamat," ulasnya.

Wawako mengingatkan, jika pemerintah maupun masyarakat saat ini tidak memikirkan bagaimana menyelamatkan generasi muda dari perilaku-perilaku menyimpang, maka yakinlah masa depan generasi muda tidak akan baik.

"Hari ini kami sangat bahagia dengan adanya Majelis Zikir Al Hidayah akan membantu pembangunan di Kota Padang terutama dalam membangun generasi muda yang baik untuk bangsa dan negara," pungkasnya. (Mul/Humas Padang)


PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mendorong para milenial mengembangkan usaha kreatif yang mencakup hulu dan hilir. Seperti halnya L’ile Chocolate Factory & Museum besutan pengusaha muda Priscila Partana yang diresmikan siang tadi, Rabu (26/02/2020).

“Kami dari Pemerintah Kota Padang terus mendorong para milenial menggagas usaha kreatif. Keberadaan rumah coklat sekaligus museum dan outlet yang dimulai Priscila adalah contoh bagus untuk memotivasi milenial lainnya,” kata Mahyeldi disela peresmian L’ile Chocolate yang beralamat di Jalan MH. Thamrin Alang Laweh, Padang Selatan tersebut.

Mahyeldi juga mendukung cita – cita Priscila yang ingin memperkenalkan produk coklat asal Sumatera Barat ke dunia internasional. Dia akan mengikuti festival coklat berskala nasional dan internasional.

“Cita – cita Priscila yang ingin mengikuti kontestasi coklat internasional sudah pasti kita dukung bersama,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, pengembangan coklat yang dari hulu hingga hilir ini merupakan yang pertama, setidaknya untuk wilayah Sumatera.
“Ini yang pertama, setidaknya di Sumatera,” ulasnya.

Walikota yang kerap disapa Buya itu menyebut, kehadiran L’ile Chocolate menjadi salah satu solusi meningkatkan gairah pertanian, khususnya petani kakao.

“Selama ini petani kakao mengalami kelesuan, namun sekarang bisa lebih bergairah. Menyusul adanya rumah coklat yang mengelola dari perkebunan sampai ke pengolahan dan melahirkan beragam produk coklat,” tutupnya.

Pada Grand Opening L’ile Chocolate ini Walikota Padang didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terlihat hadir Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Arfian, Kepala Dinas Perdagangan, Endrizal, Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian Yunisman serta Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Corri Saidan. (Humas)


Foto Istimewa: Ongen (baju kuning) saat mengunjungi dan berikan bantuanpada korban di pengungsian

JAKARTA – Ongen Matital, seorang Nyong Ambon Manise, menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Anak ke-3 dari 8 bersaudara dari Ibu Magdalena Matital Sohuwat dan Jan Matital ini lahir dan besar di Ambon, Maluku 43 tahun yang lalu.

Lahir dan besar di kota kecil Ambon yang indah dan dikelilingi laut yang biru dengan hamparan pasir yang putih, Ongen bertumbuh menjadi seorang remaja yang liar, nakal, atau yang kita sebut dengan preman. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya hidup di jalanan, kacau, mabuk, meminta-minta uang dari sopir angkot. Tidak itu saja, Ongen juga sering memakai kuasa-kuasa kegelapan, jimat-jimat, guna-guna, ilmu hitam, dan selalu menyusahkan orang lain.

Itulah hidup Ongen Matital seperti yang diceritakan kepada pewarta ini sewaktu ditemui beberapa waktu yang lalu di sela-sela kunjungannya di Jakarta. Ongen yang kini tinggal di Belanda itu sempat mengunjungi tanah air dalam rangka sebuah misi kemanusiaanya.

Ketika kerusuhan Ambon terjadi Ongen pergi mengungsi ke gereja dan merantau ke Papua. Di sana Ongen mulai menyadari kehidupannya selama ini yang sangat jahat. Ia merenungi hidupnya di Papua dan mulai membuka hatinya untuk Tuhan. Mulailah ongen meninggalkan kehidupan lamanya dan mulai hidup dengan ‘takut akan Tuhan’ pada tahun 2002.

Pada tahun 2002 itu juga Ongen kembali ke Ambon dan pada saat kerusuhan di Ambon, Ongen bertemu dengan Maudy Dias yang sekarang menjadi istrinya dan menikah di Ambon pada tahun itu juga.

Setahun kemudian, pada 2003 Ongen pergi ke Belanda dan bertemu dengan Maudy Diaz yang sekarang menjadi istrinya. Mereka kemudian dikaruniai anak perempuan yang bernama Refaya Matital pada tahun 2005.

Gempa yang pernah melanda Ambon, Maluku beberapa waktu yang lalu mengerakkan hati Ongen untuk membuat aksi mengumpulkan bantuan dan mendapatkan total 24.000.000 rupiah dan disumbangkan untuk kabupaten Kairatu. Kemudian Ongen melakukan aksi kedua bersama masyarakat Maluku bersama Yayasan Sama-Sama.

Begitu juga, banyak sumbangan yang didapatkan dari Gereja Alphen aan den Ryn, kota dimana Ongen tinggal di Belanda.

Tidak kurang dana yang terkumpul mencapai 6000 euro, ditambah sumbangan dari Walikota Alphen aan den Ryn sebesar 5000 euro. Total bantuan sekitar 300 juta lebih dan disalurkan langsung ke lapangan bersama teman-temannya dengan membuat WC, air bersih, serta makanan buat para pengungsi.

Sampai sekarang Ongen Matital mau terus menjadi berkat bagi semua orang. Walaupun hidupnya dulu susah, tapi sekarang dirinya mau terus melayani dan melihat mujizat yang lebih besar lagi. “Saya ingin menjadi saluran berkat bagi siapa saja, membantu sesama di seluruh tanah air,” ungkap Ongen. (JNI/Red)


Photo Istimewa

PADANG - Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto, M.Si memberikan arahan kepada siswa Diktuk BA Polri TA. 2019/2020 di SPN Polda Sumbar, Rabu (26/2).

Dihadapan para siswa, Brigjen Pol Rudy mengharapkan agar seluruh siswa yang sebentar lagi akan dilantik menjadi anggota Polri, untuk selalu berbuat baik kepada masyarakat

"Tetap menjadi abdi negara dan masyarakat yang baik," kata Wakapolda Sumbar saat memberikan pembekalan.

Menjelang pesta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Rudy menegaskan bahwa selaku anggota Polri tidak diperbolehkan untuk mendukung salah satu pasangan calon.

"Polisi tidak boleh politik praktis, karena sudah diatur dalam Undang-undang," tuturnya.

Jenderal bintang satu tersebut juga mengajak kepada siswa, apabila sudah menjadi anggota Polri harus bersatu dan bekerjasama dengan masyarakat.

"Harus proaktif, berpartner dan bermitra dengan masyarakat. Cari kawan, baik tokoh masyarakat maupun tokoh-tokoh lainnya," pungkasnya.

Dalam pembekalan ini, dihadiri oleh pejabat utama Polda Sumbar, Ka SPN beserta pejabat SPN Polda Sumbar, serta pembina dan pengasuh siswa SPN Polda Sumbar.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar

Photo Istimewa

PADANG - Para siswa yang saat ini tengah mengenyam pendidikan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri di SPN Polda Sumbar, tidak lama lagi akan segera dilantik menjadi anggota Polri aktif.

Dengan dilantiknya para siswa tersebut, sudah tentu akan menambah kekuatan pasukan Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar).

Hal ini disampaikan oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto, M.Si, usai memberikan arahan dan pembekalan kepada 220 siswa d SPN Polda Sumbar, Rabu (26/2).

"Untuk para siswa yang akan dilantik pada, Senin (2 Maret 2020) oleh bapak Kapolda menjadi anggota Polri, tentunya ini akan menjadi memperkuat jumlah personel di Polda Sumbar," ujarnya didampingi Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto dan Ka SPN Kombes Pol Rifki Piliang.

Dikatakannya, karena mereka baru tamat (siswa Diktuk BA) juga, tentunya para Bintara baru ini akan dimatangkan kembali di jajaran Samapta (Direktorat Samapta).

"Sehingga dia mendapat orientasi di Polda, nanti diatur bagaimana mereka nantinya ditempatkan fungsi-fungsi yang ada," jelas Brigjen Pol Rudy.

Setelah tamat ini nantinya, para siswa juga dapat kebijakan dari Kapolda Sumbar untuk melaksanakan libur cuti, agar mereka dapat berkumpul bersama keluarga dan orang tuanya.

"Refreshing, jelas mereka ketemu lagi sama keluarganya. Nanti balik ke Polda dapat semangat baru", bebernya.

Wakapolda memastikan, bahwa setelah siswa ini dilantik menjadi anggota Polri aktif, nantinya mereka akan disiapkan untuk terjun langsung ke lapangan.

"Sudah jadi polisi aktif tentu sudah sama dengan polisi-polisi lainnya, dengan tugas dan tanggung jawab kewenangan padanya," jelas Wakapolda Sumbar.

"Tinggal nanti para komandan yang akan mengatur dia, bagaimana nantinya pelaksanaan tugas dalam membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Barat dan jajarannya," sambung Brigjen Pol Rudy Sumardiyanto.(*)

Sumber : Bidhumas Polda Sumbar



JAKARTA - Setelah melewati proses politik dan hukum yang berkepanjangan, Elly Engelbert Lasut akhirnya resmi dilantik sebagai Bupati Talaud untuk ketiga kalinya. Lasut dilantik langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama dengan Wakilnya Moktar Arunde Parapaga di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020). Kemendagri sudah resmi memutuskan menerima pendapat hukum para pakar hukum tata negara bahwa jabatan Elly Lasut belum dua periode sehingga layak dan sah dilantik. Artinya Elly Lasut dilantik sebagai Bupati Talaud untuk ketiga kalinya tapi bukan 3 periode.

Sejatinya Elly Lasut dan Moktar Parapaga dilantik Gubernur atau Wakil Gubernur Sulut. Namun karena persoalan putusan MA yang menyatakan Elly Lasut akan menjabat 3 periode jika kembali dilantik menyebabkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey enggan melantik kedua pasangan yang terpilih pada Pilkada 2018 silam. Bahkan Surat Keputusan (SK) terhadap Bupati Talaud sudah ada sejak era Mendagri Tjahjo Kumolo pada 1 Juli 2019.

Mendagri Tito Karnavian akhirnya memilih untuk melaksanakan pelantikan karena gubernur dan wakil gubernur dinilai berhalangan hadir.

Keputusan Mendagri tersebut dinilai sangat  menghormati hukum. Hal itu disampaikan Elly Lasut usai dilantik sebagai Bupati.

"Ini merupakan suatu penghargaan dan penghormatan pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat yang sudah diputuskan lewat pilkada, dan ternyata penegakan aturan undang-undang di Indonesia sangat tegas, dan kami sangat berterima kasih," kata Elly kepada wartawan.

Elly juga mengatakan, penyelidikan hukum yang sempat menghambat dirinya dilantik sebagai Bupati Talaud sudah selesai.
  
"Para pakar tata negara, tokoh-tokoh hukum nasional seperti Pak Yusril, Refly Harun dan kawan-kawan yang sangat pakar di bidang hukum itu sudah memberikan pendapatnya sehingga pelantikan ini dilaksanakan," tuturnya.

Bupati Lasut juga berjanji akan langsung menemui Gubernur Sulut untuk melaporkan pelantikan hari ini.

"Sebagai gubernur, beliau itu adalah pemimpin kami di Sulawesi Utara. Jadi langkah kami yang pertama adalah kami tetap mencoba untuk membangun kembali hubungan ini menjadi lebih baik. Kami akan minta bimbingan dan arahan beliau sebagai Gubernur Sulawesi Utara," katanya.

Dari Manado, Sulawesi Utara, Gubernur Olly Dondokambey sempat membuat pernyataan kepada wartawan tentang pelantikan Bupati Talaud. Kepada wartawan, Gubenur Olly mengatakan, dirinya lebih memilih untuk melakukan kegiatan lain. "Mendagri yang memulai, Mendagri yang mengakhiri," ujar Olly kepada wartawan. (DPI)



KAB, SOLOK – Bisa dikatakan hampir setiap minggu. Undangan acara pernikahan mengalir kepada pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati Solok ini di banyak nagari (Desa). Baik undangan resepsi pernikahan di berbagai nagariKab. Solok maupun di luar Solok. Terlebih lagi, bila menyoal acara temu ramah dengan warga, beragam undangan dan permintaan secara langsung dari masyarakat setiap harinya, tiada henti.

Hendra Saputra SH, M.Si – Mahyuzil Rahmat S.Ag bagi daerah “Tugu Ayam”, menganggap bahwa kedua tokoh ini bukanlah sosok yang asing bagi mereka. Keramahan, Ketokohan dan sisi keguruan beliu terhadap murid muridnya, membuat dirinya dijadikan sebagai panutan serta disukai  masyarakat.

Kali ini, seperti yang terlihat pada resepsi pernikahan “Alfa Alfandi” putra kebanggaan Syafri dan ibu Zurmainar dengan “Salmi” putri kesayangan Syamsuardi dan ibu Marlianis, Selasa (25/02/20). Dimana pesta pernikahan itu berlangsung di Tanah Sirah, Jorong Tangah Nagari Tikalak Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.


Kedatangan Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi keluarga mempelai. Rasa bahagia itu terlihat, bahkan bercampur haru ketika Buya H. Mahyuzil memberikan pesan dan nasehat nasehatnya secara langsung kepada para tamu undangan, terutama untuk pasangan penganten. Nasehat dan pesan itu, disampaikan Buya di atas pentas.

Awalnya, penulis ini menduga bahwa Buya H. Mahyuzil dikira akan menyumbangkan sebuah lagu kenangan untuk semua tamu undangan dari atas pentas tersebut. Bukan penulis saja yang merasakan hal demikian, namun beberapa tamu undangan lainnya, juga berprasangka sama.

Ternyata tidaklah sedemikian, Buya Mahyuzil dengan kelembutan tutur bahasanya, diatas pentas menyampaikan pesan atau ceramah singkatnya tentang cara membangun keluarga Samawa.

Suasana saling bercengkrama sesama tamu undangan di pesta pernikahan tersebut, tiba tiba terhenti sejenak. Mereka begitu terlarut mendengarkan untaian untaian pesan dan nasehat nasehat Buya H. Mahyuzil tentang makna keluarga yang “Samawa” (Sakinah Mawadah Waromah).

Disampaikan Buya Mahyuzil, Keluarga Samawa merupakan dambaan setiap pasangan suami istri dalam berumah tangga. Mewujudkan rumah tangga yang samawa, diperlukan ilmu dan sikap yang baik. Salah satu ilmu yang mesti diterapkan adalah “Ikhlas, Sabar dan Bersyukur”.

“Ikhlas diartikan, bahwa masing masing pasangan dapat menerima setiap kekurangan. Baik suami maupun istri”, tuturnya.

Sabar diartikan bahwa pasangan musti dapat menghadapi setiap cobaan yang diberikan, dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Dan terakhir adalah bersyukur, artinya selalu mensyukuri setiap sesuatu hal yang terjadi di rumahtangga, terang Buya Mahyuzil.

“Ketika mendapatkan kenikmatan, tiga ilmu ini yakni ikhlas, sabar dan syukur memerlukan penerapan yang tidak sebentar, bahkan tidak ada batasnya,” ungkap ia.

Dalam penerapannya, imbuh Buya Mahyuzil, diperlukan upaya yang sungguh sungguh. Baik upaya yang harus dilakukan suami maupun istri, tentunya dengan tujuan agar hal itu dapat terwujud.

Ada beberapa cara dalam mewujudkan keluarga Samawa, yakni dengan mengedepankan rasa saling pengertian antara suami isteri. Selanjutnya dapat saling menerima kenyataan, terutama menerima segala kekurangan pasangan. Tutup bakal calon wakil Bupati Solok Buya H. Mahyuzil, mendoakan.

Selang beberapa menit di kesempatan itu, Birokrat Muda Hendra Saputra SH, M.Si memaparkan, suami isteri hendaknya dapat menyadari bahwa jodoh rizki dan hidup mati adalah hak prerogatif Allah SWT, serta tidak dapat dirumuskan secara matematis.

 “Jadi terima dan hadapilah setiap kenyataan yang diberikan dikemudian hari, termasuk segala keadaan suami atau isteri dengan tulus dan ikhlas”, sebutnya.

Saling menyesuaikan diri, memupuk rasa cinta serta kasih sayang. Selanjutnya mau untuk saling memaafkan bila ada kesalahan. Dan terakhir, saling berperan untuk kemajuan bersama dalam berumahtangga, terang Hendra Saputra. (Tim).

MPA, KAB SOLOK – Kerja keras Komisioner KPU Kabupaten Solok terkait pengecekan blanko dukungan yang berlangsung selama dua hari. Akhirnya membuahkan hasil, Senin (24/02/20) menetapkan pasangan (HendRA – MAHyuzil), telah memenuhi syarat sebagai calon peserta yang maju dari jalur perseorangan pada Pilkada Kab. Solok 2020. 

Penetapan itu ditandai dengan penyerahan "Berita Acara" hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran dukungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok.

Ketua Dewan Relawan RAMAH, Sukhrawardi kepada awak media ini menyebutkan, Penyerahan berita acara hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan selebaran dukungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok 2020. Alhamdulillah, akhirnya dinyatakan lolos dan memenuhi syarat. 

“Insya Allah, kita lanjutkan perjuangan ini di tahap berikutnya, Mohon doa”. Tutur Sukhrawardi yang dikenal dengan kepribadian terbuka dan sangat lugas dan ramah. Tulus bersikap lalu pandai bersahut, itulah gambaran dirinya.

Ketua KPU, Defil,Senin (24/02) sewaktu dihubungi salah seorang awak media menyebutkan. “Memang benar kalau kami telah menetapkan pasangan RAMAH memenuhi syarat, jumlah dukungannya sebanyak  24 ribu lebih e-KTP, dari syarat minimal 23. 962 e-KTP.  "Pengecekan dan penghitungan, kami lakukan selama dua hari,” ujarnya.

Untuk proses selanjutnya, kata Defil, KPU akan melakukan verifikasi administrasi selama 1 (satu) bulan. Sedangkan untuk verifikasi faktual, akan berlangsung selama 21 hari”, terang Defil, memaparkan.

“Syarat minimal dukungan hanya 23. 962 e-KTP. Sedangkan dari hasil hitungan kami, jumlah dukungan pasangan RAMAH berada di atas angka 24 ribu lebih e-KTP”. Kata Defil, mengulangi paparannya.

Seperti halnya pada Jumat kemaren (21/02). Defil menuturkan, pasangan Hendra - Mahyuzil telah menyerahkan syarat dukungan ke KPU sebagai pasangan calon yang maju dari jalur perseorangan.

Tempat terpisah, Hendrius. AS (Pengamat Politik Kab. Solok). Bila maju lewat jalur independen, tentunya pasangan itu sepenuhnya menjadi milik rakyat. 

"Dengan adanya kandidat yang maju dari jalur perseorangan, maka pemilih punya alternatif pilihan yang lebih tepat", terangnya.

Sebab, kata dia, calon independen akan dapat melebarkan laju gerakan masyarakat secara lebih luas. Artinya, ia bisa lebih merdeka mengambil keputusan dalam memenuhi kepentingan rakyat.

Menurut Hendrius, bukti dukungan akan menjadi salah satu referensi yang efektif untuk menganalisa potensi suara. 

“Karena hal ini merupakan salah satu referensi, tentunya akan efektif pula untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan strategi meng-update kantong kantong suara.

Beliau mengatakan, data bukti dukungan rakyat itu. Insya Allah, akan menjadi medium untuk bertahan atau berada dipuncak kemenangan, ujar Hendrius (Ar/Mal).


PADANG - BAZNAS Kota Padang kembali luncurkan Program Bedah Rumah, kali ini bekerjasama dengan Lantamal II Padang bertempat di Kayu Kalek Kelurahan Lubuk Buaya, Padang.

Romi Chandra Putra adalah orang yang beruntung mendapatkan bantuan Program Bedah Rumah kali ini, beliau Supir Angkutan Umum, mempunyai 4 orang anak dan tinggal dengan Kondisi rumah yang sangat memprihatinkan.

Pada kesempatan itu wakil Ketua BAZNAS Kota Padang Bidang Pengumpulan H.Syafriadi Autid mengatakan Bedah Rumah adalah salah satu program unggulan BAZNAS kota Padang dan Pemerintah Kota Padang dalam rangka memberikan tempat tinggal yang layak kepada warga kota Padang. Khusus pembangunan rumah kali ini kita berkerjasama dengan Lantamal II Padang yang merupakan salah satu Unit Pengumpul Zakat ( UPZ) BAZNAS Kota Padang.

Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI David Santoso, dalam sambutan nya mengatakan, ini merupakan kegiatan yang kita kerjasamakan dengan BAZNAS Kota Padang dalam rangka HUT ke 74 Polisi Militer Angkatan Laut. "Dan kedepan sebagai salah satu UPZ yang di SK kan oleh BAZNAS Kota Padang kita akan menggenjot Pendapatan Zakat di lingkungan Lantamal II Padang sehingga dengan Zakat kita ini bisa membantu warga kota Padang yang benar benar membutuhkan," ungkapnya.

Pada saat bersamaan Romi penerima bantuan bedah rumah BAZNAS Kota Padang mengatakan "saya sangat bersyukur atas rumah yang layak ini, semoga para dermawan yang berzakat selalu dimurahkan Rezki nya dan juga semakain banyak yang berzakat melalui BAZNAS Kota Padang".

Pada kesempatan itu turut hadir Wakil Ketua BAZNAS Kota Padang Bidang pengumpulan H.Syafriadi Autid, Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI David Santoso,Camat Koto Tangah, Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Padang Induatriadi,Ninik Mamak,Tokoh masyarakat, dan masyarak sekitarnya (Hms/Ar)


PADANG - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menyambut baik keberadaan Rumah Pintar yang terletak di kawasan Perumahan Cimpago Permai, Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh.

Menurutnya, keberadaan rumah pintar mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang. Melalui rumah pintar anak-anak dapat menambah ilmu setelah selesai belajar di sekolah.

"Dirumah pintar ini anak-anak diajarkan mata pelajaran diantaranya pelajaran agama islam, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris," ujar Wawako Hendri Septa saat mengunjungi Rumah Pintar tersebut, Minggu (23/2/2020).

Wawako mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan merupakan bagian visi pemerintah Kota Padang lima tahun kedepan yaitu menciptakan masyarakat madani berbasis pendidikan.

"Dengan kehadiran kita disini, kita tentunya berharap proses belajar yang dilaksanakan semakin meningkat dan kita akan mencarikan solusi supaya rumah pintar ini lebih berkembang," jelasnya.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Padang Rafdi menyambut baik keberadaan Rumah Pintar ini. Ia berharap Rumah Pintar ini segera memiliki legalitas, sehingga dapat menerima bantuan dari pemerintah.

"Dengan adanya legalitas, maka kami dari pihak DPRD atau pemerintah bisa menganggarkan melalui dana pokir maupun APBD dan nanti Rumah Pintar ini dapat berkembang," jelasnya.

Sementara itu, pendiri Rumah Pintar Ifnul Dinata mengatakan, Rumah Pintar didirikan sejak 21 Januari 2019. Memiliki murid lebih kurang 176 yang terdiri dari tingkat PAUD hingga SLTP.

Dalam rumah pintar ini, anak-anak diajarkan pelajaran matematika, pendidikan agama, bahasa Indonesia, Pertanian berbasis perkotaan dan perikanan. "Untuk guru, kita minta kesedian dari mahasiswa Unand, UIN dan UNP yang berjumlah 20 orang," sebutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wawako juga menjumpai Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Himsekta) Universitas Andalas yang tengah melakukan bakti sosial. Kepada Himsekta, Wawako Hendri menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa atas bakti sosial yang dilaksanakan. Semoga kegiatan yang dilaksanan dapat memberikan pengalaman baru bagi Himsekta. (Mul/Humas Padang)


PADANG - Animo pecinta burung berkicau semakin tinggi khususnya di Kota Padang. Maka dari itu, Pemerintah Kota Padang ikut menyokong dengan digelarnya Festival Burung Berkicau dalam rangka memperebutkan Piala Walikota Padang di tahun 2020.

Festival yang dipusatkan di halaman Kantor Balai Kota Padang itu dibuka secara resmi Wali Kota Padang yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mursalim, Minggu (23/2/2020). Adapun peserta terdiri dari 1.050 orang yang terlihat menyiapkan burung andalannnya mengikuti event tersebut. Sementara untuk dewan juri dari BnR Indonesia.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat mengapresiasi Festival Burung Berkicau ini. Karena festival ini adalah ajang bagi pecinta burung untuk menunjukkan kemampuan terbaik kicauan burung yang telah dilatihnya selama ini," ungkap Mursalim.

Selain itu, Mursalim pun juga memuji atas banyaknya peserta tidak saja dari dalam Kota Padang namun juga luar Kota Padang yang datang. Baik ada yang dari Provinsi Aceh, Sumut, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

"Selamat berlomba dan mengikuti festival ini. Dan kepada dewan juri tentu diharapkan dapat memberikan penilaian secara objektif. Semoga festival ini berlangsung sukses dari awal hingga akhir," harap Kadispora Padang itu bersemangat.(David/Humas Padang)


MPA, SUMBAR  – Meskipun sejak subuh hujan gerimis terus mengguyur Kota Bukittinggi namun semangat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman dan Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah dan seluruh peserta gowes untuk mengikuti Bukit Barisan Gowes Ranah Minang (BBGRM) 2020 tidak menyurutkan  nyali para peserta untuk menaklukkan medan  sejauh 104 Km, Minggu (23/2/2020)

Start dimulai dari Jam Gadang kota Bukittinggi tepat pada jam 06.00 Wib para goweser terus mengayuh sepedanya menuju Simpang Baso Kab Tanah Datar. Setelah satu jam lebih mengasuh rombongan memasuki daerah Istano Baso Pagaruyung di Kec Tanjung Emas Kab. Tanah Datar yang dijadikan sebagai Cek Point (CP) 1. 

Kegiatan disini melakukan istirahat dan Baksos dengan membagikan sembako kepada warga yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

Usai jeda waktu 30 menit Wakasad beserta rombongan kembali mangayuh malintasi kampuang ranah Minang  menuju Priangan yang sering disebut sebagai  salah satu Desa terindah di dunia.

Medan etape dua yang penuh dengan tantangan tanjakan  ini para pegowes harus menguras energi dan mempertaruhkan mental untuk menaklukannya. 

Usai menaklukkan  medan tanjakan peserta disuguhkan dengan medan turunan sampai ke Cek Point 2 di SDN Batu Taba Kegiatan disini sama halnya dengan kegiatan di CP 1 dengan melakukan Baksos pembagian sembako dan alat tulis.

Rute perjalanan  menuju finis disuguhkan dengan keindahan alam danau Singkarak yang terbentang luas.

Dermaga Danau Singkarak Kabupaten Solok, Sumbar sebagai tempat finish  diisi dengan acara hiburan dan pembagian doorprize  tepat pada jam 11.30 yang juga diselingi dengan penanaman pohon dan penaburan bibit ikan di Danau Singkarak.

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan terimakasih kepada Pangdam, Danrem Pemerintah Daerah serta seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. 

Orang nomor dua di jajaran TNI AD ini mengatakan bahwa kegiatan bersepeda ini tidak hanya sekedar olahraga tetapi atas inisiatif Danrem diisi dengan melakukan baksos sehingga bermanfaat terhadap masyarakat.

Gowes di Sumatera Barat ini juga  memiliki nilai jual ada gunung, jalanan ada danau yang kedepan bisa juga dijadikan ajang untuk kegiatan triathlon, ungkap Wakasad.(Pen 032)


MPA, SUMBAR  – Deklarasi dan peresmian Army Cycling Club yang dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, merupakan salah satu upaya dalam turut serta mengembangkan olahraga bersepeda di tanah air.  

Hal tersebut disampaikan, Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Junaidhi, S.Sos., M.Si, dalam rilis tertulisnya, Medan, Sabtu (22/2/2020).

Disampaikan Kapendam, deklarasi dan peresmian Army Cycling Club, oleh Wakasad dihadiri 45 klub Sepeda dari seluruh Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) di Gedung Balai Kota Bukit Tinggi, Sumbar, Minggu, (23/2/2020).

“45 klub (sepeda) ini tentunya tersebar di seluruh tanah air dan secara bertahap dapat dikembangkan hingga ke seluruh jajaran TNI AD,” jelas Zeni.

Menurut Zeni, pengembangan olahraga sepeda di lingkungan TNI AD sangatlah memungkinkan, bahkan diharapkan dapat membantu mengembangkan olahraga sepeda di tanah air.

"Selain untuk di lingkungan TNI AD, Letjen TNI Tatang Sulaiman berharap,  agar dapat menggelorakan pola hidup sehat melalui olahraga sepeda," tegasnya. 

Dikatakan Zeni lebih lanjut, Wakasad menegaskan bahwa olahraga sepeda tidak hanya menjadi wahana menyalurkan hobi maupun pembinaan atlet potensial, namun juga bisa menjadi momen saling berbagi dan membantu berbagai program pembangunan  pemerintah.

"Seperti di berbagai even yang digelar Kalbar, Lombok, Papua dan beberapa tempat lain oleh TNI AD, (olahraga) dipadukan dengan bakti sosial dan promosi wisata serta membangun sinergi antar unsur," terang Zeni. 

“Di TNI AD sendiri, ada organisasi yang menangani cabang olahraga, KOMIAD (Komite Olahraga Militer Indonesia Angkatan Darat), namun untuk bersepeda belum ada,” imbuhnya.

Menurut Wakasad, lanjut Zeni, sebagai Kota Perjuangan, dijadikannya Bukit Tinggi sebagai tempat peresmian Army Cycling Club merupakan pilihan yang tepat.

"Nilai historis dan perjuangan yang melekat di kota ini, akan memompa semangat kita untuk berolahraga dan membantu mengembangkan olahraga sepeda ke seluruh penjuru tanah air," tutur Zeni. 

“Terutama untuk tumbuhnya atlet-atlet sepeda yang berkualitas dan berprestasi,” tambahnya.

Minggu (23/2/2020) pagi, Wakasad dan ribuan goweser dari Army Cycling Club, serta komunitas sepeda Ranah Minang,  mengikuti Bukit Barisan Gowes Ranah Minang (BBGRM) 2020.

“Selain bersepeda atau gowes sejauh 104 km, di setiap pits stop akan diselingi dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan paket sembako dan kegiatan lainnya,” ujar Zeni. 

“Selain itu, dapat mempromosikan  keindahan bentangan alam dari Bukit Tinggi hingga Danau Singkarak, sebagai upaya untuk membantu pemerintah memajukan potensi dan keanekaragaman wisata di sini,” lanjutnya. 

Deklarasi peresmian Army Cycling Club ini, dihadiri oleh para Pangdam dan Kabalakpus jajaran TNI AD, unsur Forkopimda Sumbar, pejabat Kodam I/BB, Korem 032/Wbr, serta perwakilan klub sepeda Kotama dan Balakpus TNI AD.(**)


MPA, KAB SOLOK - Tak sepantahpun kata terucap mengenai baliho dari para Bakal Calon Bupati yang berjejeran di tiap titik, sekitaran ruas jalan Kabupaten Solok. 

Baliho nan terpasang nyaris tak berjeda, seakan semua kandidat berpacu saling diperkenalkan melalui gambar dirinya di pandangan orang orang yang berlalu lalang.

Apakah itu aneh? jawabnya, Tentu tidak. Keindahan sebuah baliho merupakan salah satu alat peraga yang handal buat menyampaikan pesan, kampanye kepada pablik.

Perjalanan menuju Kabupaten Solok didukung oleh cuaca yang sangat cerah serta penuh dengan canda tawa dari tim kerja media pencari fakta, Sabtu ini (22/2/20).

Tim media berkendara memakan waktu kurang lebih setengah jam meninggalkan Kota Padang untuk menuju Kabupaten Solok. Tepatnya, usai melewati pendakian yang dikenal dengan nama Sitinjau Laut.

Jejeran balihopun mulai tampak dengan manuver desain dan tag line menarik, semua gambar itu menyampaikan pesan akan membangkitkan Kabupaten Solok menuju Solok nan damai dan sejahtera.

Tapi, ada yang menarik dari salah satu baliho Balon Bupati tersebut. Yakni, Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat. Ketika itu, awak media berhenti untuk istirahat sejenak di sebuah warung tepat di depan balihonya.

Belum lama terhenyak duduk di bangku, wartawan yang satu bernama Akmal dan satu lagi bernama Indra Tanamo, tiba-tiba Akmal sontak bertanya kepada seorang Ibu penjaga warung tersebut.

“Ibu kenal dengan bapak bapak yang ada di baliho depan ini,” tanya Akmal sembari menunjuk ke arah baliho Hendra – Mahyuzil.

“Kenal Pak, salah satu dari beliau adalah buya kita. Seorang guru yang banyak mengajarkan ilmu agama dan kebaikan hidup kepada murid muridnya. Kami sangat kenal Pak,” jawab Ibu itu sambil mengantarkan kopi kami.

Di warung itu juga ada seorang bapak tua bernama Kairul, yang tengah duduk lebih dulu sebelum kedatangan kami . Lalu, bapak itu ikut mengangguk anggguk mendengar percakapan Akmal, dan Indra, sepertinya dia pun mengerti apa yang sedang jadi topik pembicaraan.

Lantas, Kairulpun ikut ditanyai. “Bapak juga kenal dengan kedua orang yang ada di dalam baliho itu,” tanya wartawan.

“Sangat kenal Pak, bahkan saya dekat dengan beliau,” jawab Kairul yang bekerja sebagai petani.

“Hendra – Mahyuzil itu sudah menjadi tokoh bagi kami, jauh hari sebelum gambarnya dipajang,” ungkapnya.

Diakui Kairul, bahwa baliho tersebut dipasang oleh kemenakannya sendiri yang merupakan salah seorang tokoh pemuda di daerahnya.

“Baliho ini dipasang atas kemauan kami dan tanpa dimintai biaya kepada Buya. Sebab, kami ikhlas dan sangat mendukung buya untuk memimpin daerah kami,” tandas Kairul.

Tak lama kemudian, tim awak media inipun melanjutkan perjalananya ke daerah Sukarami, Kabupaten Solok. Membawa sebuah pertanyaan tentang “apa keunggulan dari kandidat yang mencalonkan diri melalui jalur independen?.”

Yaitu, Hendra Saputra yang berpasangan dengan Buya Mahyuzil Rahmat.

Tak lama berselang, awak mediapun telah sampai di rumah Sukrawardi salah seorang pendukung sekaligus orang terdekat Hendra – Mahyuzil.

Obrolan silaturahmi berlangsung sesaat sebelum sesi wawancara yang akan dilakukan. Suara seruputan kopi bergantian terdengar dari bibir para wartawan berulas keakraban. Sebab, Sukrawardi memiliki kepribadian terbuka dan sangat ramah. Raut wajah gembira yang ia pancarkan kala menyambut kedatangan awak media. Tulus bersikap lalu pandai bersahut, itulah gambaran dirinya. Padahal, iapun belum tahu bahwa ada kemungkinan bakal tersedak dengan pertanyaan yang akan diutarakan wartawan setelah itu.

Setelah kondusif, percakapanpun mulai terlihat serius. Untung saja ruangan terasa sejuk oleh terpaan angin menyepoi ditambah lagi dengan suhu udara Kabupaten Solok yang dingin. Suasanapun terasa sangat nyaman untuk berdiskusi.

“Apa yang mendasari Hendra – Mahyuzil untuk ikut serta dalam bursa kepemimpinan Kabupaten Solok ini?,” selonsong salah seorang awak media bertanya kepada Sukrawardi.

“Permintaan kami sebagai jemaah dan orang terdekat beliau,” jawab pria paruh baya itu tersenyum.

“Lalu, apa motivasinya para jemaah inginkan ke dua tokoh ini menjadi pemimpin daerah?,” sambung awak media.

“Kami ingin baik, inginkan negeri berakhlak, negeri yang pintar, negeri yang maju, negeri yang makmur dan negeri yang siap dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Di tangan mereka (Hendra – Mahyuzil), semuanya itu ada. Sebab, selain dari ilmu agamanya yang dalam, buya kami itu juga memiliki kompetensi baik di bidang birokrasi maupun sosial kemasyarakatan,” papar Sukrawardi

Selanjutnya, dia juga menjelaskan alasan untuk memilih jalur independen ketimbang alur partai politik.

“Jadi, kami kira itu cukup untuk menjadikan mereka sebagai pemimpin di negeri ini. Makanya, kami hanya ingin maju melalui jalur independen, karena kami merasa beban yang akan dihadapi oleh buya kami hanyalah bagaimana menjadikan daerah yang hebat tanpa ada beban politik lainya”, jelas Sukra… Bersambung…

Penulis : Tim  Pencari Fakta


MPA, KAB SOLOK,  – Pasangan Calon Bupati dan CalonWakil Bupati Solok, Hendra Saputra SH, M.Si dan Mahyuzil Rahmat, S.Ag yang maju dari jalur perseorangan (independent) telah resmi mendaftar/menyerahkan blanko dukungan ke KPU Kabupaten Solok, Jumat (21/02/20)

Calon Bupati dan wakil nya ini mendaftar ke KPU diantarkan langsung oleh ratusan pendukung serta relawannya dibawah komando Nazaruddin Datuak Rajo Nan Gadang.

Berdasarkan hasil pantauan di KPU Kabupaten Solok, pasangan yang biasa disebut "RAMAH" langsung melakukan submit data dukungan KTP. Semua data dukungan diperiksa oleh KPU melalui berkas-berkas yang dibawa oleh tim RAMAH.

Ketua Dewan Relawan RAMAH, Sukhrawardi, mengatakan, pasangan ini Insya Allah tidak dikekang oleh kepentingan dan ideologi-ideologi tertentu, yang ada adalah murni untuk kepentingan Negeri dan rakyat khususnya Kab. Solok. Tuturnya, singkat.

Komisioner KPU Kab. Solok, Defil saat dikonfirmasi via seluler membenarkan, bahwa Balon Bupati dan Wakil Bupati “Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat” telah menyerahkan dokumen atau berkas persyaratan pencalonan.

“Pihak kami (KPU) sudah menerimanya, dan sekarang kami sedang melakukan pengecekan ke absahan berkas berkas pencalonan pasangan ini”, jelas Defil, beliau menambahkan, adapun proses pengecekannya, akan berlangsung selama 2 hari.

Ditempat terpisah, seorang tokoh politik dan pemerhati Kab. Solok Hendrius.AS sekaligus Wali Nagari Simanau periode 2007-2013 menyebutkan. Jalur independen memiliki kelebihan tersendiri pada hajatan politik negeri ini.

Dia menjelaskan bahwa bukti dukungan rakyat ke pasangan calon adalah suara ril di lapangan. Begitu juga dengan sebaran dukungan di setiap nagari.

Modal bukti dukungan tersebut, kata dia, akan menjadi rujukan untuk menjajaki kantong suara dan potensi wilayah untuk menggarap suara.

“Kalau melihat bukti dukungan ril sebagai modal suara, Insya Allah suara yang diprediksi akan dapat diperoleh. Selanjutnya Calon independen memiliki kelebihan, yakni modal dukungan politik yang dimiliki, berasal dari rakyat”. Kata Hendri, sapaan akrabnya.

Apalagi saat ini, syarat perseorangan jauh lebih berat dari periode sebelumnya. Khususnya jumlah numerik minimal bukti dukungan, jauh lebih besar. Nah, Itu menunjukan bahwa calon independen memiliki dukungan ril pemilik suara.

Salain itu, pasangan calon independen bisa mengukur basis dukungan, begitu juga kantong suara, selanjutnya, menjadi kekuatan yang ril bagi calon bersangkutan” kata dia.

Dijelaskan pula, tidak mudah menjadi calon (maju di jalur independen/perseorangan), dengan mengumpulkan bukti dukungan, sebab butuh waktu panjang, menguras tenaga dan pikiran. Begitu juga dengan pengawalan verifikasi administrasi dan faktual, konsolidasi politik dan militansi tim. Tutup Hendrius AS. (Mal/Ar).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F