-->

Articles by "Insfratruktur"

Tampilkan postingan dengan label Insfratruktur. Tampilkan semua postingan

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Lima orang yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Rumah Susun (Rusun) di daerah Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.


Kelima orang tersebut berinsial AR selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, tiga orang dari pihak rekanan pelaksana proyek, yakni EE, JHP, serta TR, kemudian AL selaku Manajemen Konstruksi. Mereka resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar pada, Jumat (13/1/2023).

"Setelah melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti yang cukup, hari ini kami menetapkan lima orang sebagai tersangka," ujar Asisten Intelijen Kejati Sumbar, Mustawpirin.


Atas perbuatan yang dilakukan, kata Mustawpirin, para tersangka dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama 20 tahun.


Dari kelima tersangka itu, lanjut Mustawpirin, baru tiga orang yang memenuhi panggilan untuk datang kepemeriksaan lanjutan, yakni AR, EE, dan T.


Lalu, ketiga tersangka tersebut juga langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air untuk 20 hari ke depan.


"Dua tersangka lainnya, JHP dan AL mangkir dengan alasan sedang berada di luar kota, mereka akan dipanggil ulang," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan, Sumriadi menjelaskan, proses terhadap perkara telah dimulai sejak 2021 di tingkat penyelidikan, kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan tahun 2022.


Modus dalam perkara itu, kata Sumriadi, adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan kontrak proyek, sementara uang tetap dibayarkan.


Akibatnya, berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP), telah merugikan keuangan negara mencapai Rp1,3 miliar.


Pembangunan Rusun Sijunjung dilakukan pada 2018 dengan pagu anggaran senilai Rp13 miliar, bangunan tersebut diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pekerja di lingkup Kabupaten Sijunjung.


Perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran atas lelang tersebut ada empat perusahaan, yaitu PT Bone, PT Hagitasinar Lestari Megah, PT Debitlindo Jaya dan PT Putra Nangroe Aceh.


“Berdasarkan pengumuman, yang melaksanakan kegiatan adalah PT Hagitasinar Lestari Megah,”


Dilain tempat, Defrianto Tanius Ketua LSM Aliansi Warga Anti Korupsi (AWAK), mengatakan, Jaksa diharapkan usut tuntas seluruh pihak yang terkait dengan 5 tersangka kasus Rusunawa Sijunjung.


Selain PPK (AR) ada Kepala Satker SNVT dan atau Kepala Balainya, bahkan kegiatan ini diawasi (sesuai dokumentasi plank proyek) oleh TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah).


Menurut Ketua LSM AWAK, Jika Tim TP4D bekerja baik dan benar sangat mustahil kegiatan Pembangunan Rusunawa Sijunjung akan berakhir ke ranah hukum.

Kita menilai tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain pada kasus dugaan korupsi di Rusunawa Sijunjung ini.


Kapan perlu Kejaksaan Tinggi Sumbar meminta keterangan kepada Dirjen Perumahan (yang menjabat dimasa itu) dan seluruh unsur yang tergabung dalam TP4D Pembangunan Rusunawa Sijunjung.


Perlu diluruskan melalui kewenangan yang dimiliki Kejaksaan sehubungan dugaan korupsi dikegiatan pada Kementerian PUPR diawasi oleh Tim TP4D," ulasnya. (*)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Kondisi jembatan Gunung Nago diatas Dam/bendungan milik Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V yang ada di kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Saat ini rusak parah, dan sangat memprihatikan.


Jembatan yang notabene entah dibawah pengawasan BWSS-V atau Pemerintah Kota Padang tersebut, tidak sedikit memakan korban yang kerap lalu-lalang hingga mengakibatkan kecelakaan.


Pantauan awak media, tepat ditengah jembatan kiri kanan berlubang. Dan untuk menghindari terjadinya kecelakaan, warga telah menutupi lubang dengan memajang bangku panjang ditepian jembatan tersebut. 

“Benar Pak, jembatan ini berlubang dan kita kasian dengan masyarakat pengguna jembatan. Tadi saja ada satu unit sepeda motor dan mobil yang terperosok kedalam lubang. Makanya warga setempat memajangkan bangku sebagai tanda agar tidak dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.” Tutur Busri yang akrab disapa Aciek Bus salah seorang tokoh masyarakat Pauh, ketika dikonfirmasi awak media (9/1/2023).


Lebih lanjut Busri juga mengatakan, masyarakat pengguna jembatan telah merasa resah dengan kondisi jembatan saat ini. Untuk itu kami berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemko Padang agar segera memperbaiki, Harapnya.  


Hingga berita ini diturunkan, awak media tetap menunggu kompirmasi pada pihak terkait lainnya.


(An)

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) untuk meningkatkan kesejahteraan petani telah melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan membangun irigasi dari 2.032 Ha menjadi 3.273 Ha.

Dari pembangunan saluran irigasi tersebut sudah tentu intensitas tanam petani meningkat dari 110% menjadi 250%. Dan sektor pertanian khususnya padi dari 2-3 ton/ha menjadi 5-6 ton/ha. Perhatian BWSV dan PT. Indo Bangun sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mewujudkan mimpi petani telah menunjukkan hasil, meskipun sempat dihantam longsor, mutu pekerjaan tetap dijaga. Berdasarkan prediksi, dalam waktu singkat pekerjaan terselesaikan.

Seperti diketahui, tahun 2022 lalu, BWSS V mengamanahkan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi primer (BPK-2-BPK6b dan BPK 7a-BPK 14) yang ada dikawasan Sawah Laweh Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan kepada PT. Indo Bangun Group sebagai pemenang tender. Bahkan, mega proyek nilai HPS Rp97.210.368.000,00, telah terlaksana, manfaat juga telah dirasakan oleh masyarakat. Sebab air telah mengalir deras ke setiap persawahan yang membentang luas disekitar mega proyek tersebut.


Profesional PT. Indo Bangun dan pengawasa ketat dari BWSS V, telah menuntaskan pekerjaan pekerjaan, progres tercapai, mutu dan kualitas terjaga. Diyakini pekerjaan akan selesai tepat waktu sesuai kontrak yang ditanda tangani. Pasangan file beton yang kokoh dan tertata rapi serta indahnya perbukitan membuat area sekitar proyek sejuk untuk dipandang.


Roy, (8//1/2023) salah seorang petani dan warga sekitar mengaku, dengan telah dibangunnya jaringan irigasi oleh PT. Indo Bangun, kondisi daerah yang selama ini tidak terawat, kumuh dan kusam, kini sudah mulai dilirik wisatawan. elain itu, hasil tanam meningkat, kesejahteraan petani menguat, sebab bakal menjadi kawasan wisata bernuansa bukit dan persawahan.


Untuk semuanya, Roy atas nama masyarakat tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BWSS V yang telah membangun jaringan irigasi, sehingga hasil pertanian warga semakin meningkatkan lantaran telah menjadi ikon wisata. Selain dari sektor pertanian, juga usaha lain. Karena, lokasi ini sudah ramai dikunjungi. **

PASAMAN - MEDIAPORTALANDA - Kritikan ternyata merupakan motivasi bagi PT.Aura Mandiri Sejahtera untuk lebih profesional dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan perkerjaan sesuai kontrak yang disepakati. 


Sebagaimana diketahui, kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan jalan Kabupaten Kota (Kab.Pasaman) yang tergabung dalam Paket I (DAK Reguler) yang dilaksanakan oleh PT.Aura Mandiri Sejahtera memiliki lima ruas yang terpisah, dengan nilai terkontrak Rp. 15.159.560.000,00.

Berdasarkan hasil pantauan tim media, Selasa (3/1/2023) beberapa ruas yang tergabung dalam paket kontrak hanya tinggal finishing. 


Ardinol Bismi, manajemen PT.Aura Mandiri Sejahtera kepada awak media mengatakan. "Kami pastikan, setiap kegiatan yang dilaksanakan akan diselesaikan sesuai kontrak disepakati. Dan, tentunya tidak mengenyampingkan kaidah-kaidah teknis/spek yang telah ditetapkan," tegasnya, (6/1/2023) di Padang pada Jumat malam.


Lebih lanjut kata putra asli Pasaman ini. "Menjaga mutu serta profesional dalam menciptakan hasil kerja yang terbaik serta berkualitas adalah moto kami. Dapat dipastikan setiap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara tepat serta terukur," ucapnya.


Ardin juga tidak menampik, Terkait kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan jalan Kabupaten Kota (Kab.Pasaman) yang tergabung dalam Paket I (DAK Reguler), ada keterlambatan dalam pelaksanaan, hal ini diakuinya.


"Kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan jalan Kabupaten Kota yang tergabung dalam Paket I (DAK Reguler) memang ada keterlambatan, dan dilakukan adendum waktu".


"Beberapa item yang tertinggal akan dituntaskan bobot pekerjaannya, serta beberapa kelemahan diperbaiki hingga tuntas," jelasnya. **


SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Jalan yang awalnya ekstrem, kini telah berubah mulus bak gadis belia. Kepiawaian PT. Arpex Primadhamo dibawah pengawasan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, (BMKCTR) Sumatera Barat dalam membangun insfratruktur jalan mendapat apresiasi dari warga.


Pasalnya, jalan menuju musium Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), awalnya sangat sempit lantaran berada diantara jurang serta lembah yang siap mengancam keselamatan, dan butuh ekstra kehati-hatian pengendara. Namun, diantara jalan yang penuh resiko tersebut ternyata ada terselip keindahan.

Kini aspal membentang disepanjang jalan, ditambah lagi tiupan semilir angin nan berhembus sepoi-sepoi basah, kelelahan terobati ketika sampai di museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia. "Museum PDRI ini berjarak lebih kurang 50 Km dari pusat kabupaten 50 Kota. "Memang melelahkan, namun terbayarkan oleh indahnya panorama alam sekitar areal mesium," ulas Bardun salah seorang pengemudi travel dan juga warga setempat yang tengah "rileks" dilokasi mesium, (3/1/2023).

Bardun mengatakan, kepiawaian PT. Arpex Primadhamor dalam bekerja. Sangat diakui warga dan pengendara. Sekarang, ruas Jalan Simpang Pua Data – Simpang Sungai – Museum PDRI, terlihat sempurna, anggun dan kian memikat. 

Diyakini, dengan telah di aspal jalan ini tentu akan berdampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Sebab, museum sejarah perjuangan bangsa ini otomatis akan menjadi icon wisata. Rasa syukur atas pembangunan infrastruktur jalan pada Pemrov Sumbar, kini tercetus dari mulut warga setempat.


Yang jelas, pihak Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar serta PT. Arpex Primadhamor, mendapat nilai plus dari warga dan para pengendara. "Dulu jalan nya menyeramkan, kini mulus," ulas Bardun mengakhiri. (A)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Untuk menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih baik guna menetaskan lulusan-lulusan yang berkualitas, serta tenaga kerja handal serta siap bersaing. Tahun Anggaran 2022 ini, Kementrian Tenaga Kerja RI telah mengucurkan bantuan dana Miliaran Rupiah untuk menunjang fasilitas pendidikan pada kampus milik Yayasan Pendidikan Bung Hatta.


Berdasarkan pantauan Awak media, di gedung Kampus I Bung Hatta yang berlokasi dikawasan Ulakkarang, Kec.Padang Utara Kota Padang, terlihat sekitar Empat paket perkerjaan pembangunan/rehabilitas masih dipacu, seperti pada Gedung F, G dan lainnya, Kamis (22/12/2022)

Mengingat akhir Desember 2022 tinggal hitungan jari, dan terkait progres fisik perkerjaan pembangunan yang berpengaruh terhadap serapan anggaran pada Kementrian terkait, awak media berusaha menghubungi pihak Yayasan Pendidikan Bung Hatta, namun karena padatnya aktivitas kerja, Masri Hasyar Ketua Yayasan belum dapat dikonfirmasi.


Beberapa waktu sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM. pernah menyampaikan, "penyerapan anggaran merupakan tantangan tersendiri bagi Kementerian dan lembaga terkait.


Untuk itu Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM meminta Kementerian dan lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi IX DPR RI untuk berkomitmen melakukan penyerapan anggaran yang maksimal dan berkualitas.


Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini juga mengingatkan, "bahwa penyerapan anggaran harus berjalan maksimal, namun tetap berdasarkan perencanaan yang bersifat quality oriented.


“Tidak bisa anggaran asal cair dan habis, tetap harus berdasarkan perencanaan yang baik dan berkualitas serta mengikuti ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


Sementara itu, salah seorang mahasiswa kampus I Bung Hatta yang dikonfirmasi mengatakan sangat senang dengan adanya rehabilitas pada fisik gedung-gedung kampus, selain akan meningkatkan kenyamanan dalam aktivitas belajar mengajar, kondisi Kampus juga saat ini terlihat bagus untuk dipandang," ungkap Yudi. **







Sumber : goasianews.com




SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Warga areal Sungai Pisang Teluk Kabung Kecamatan Bungus Kota Padang Sumatera Barat berlega hati atas terealisasinya pembangunan Jembatan dinagari mereka.


Impian warga setempat terwujud dengan rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Sungai Pisang. Tentunya, semua ini tidak terlepas dari perjuangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2. 3 Nova Harianto dan Kepala Satuan Kerja (K Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang.


Athari Gauthi Ardi, Anggota Komisi V DPR-RI bersama Menteri PUPR Basuki, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumbar beberapa waktu lalu.

Semua ini juga berkat perjuangan anggota Komisi V DPR RI, Athari Ghauti Ardi melalui dana aspirasinya. Salah satu jembatan utama penghubung warga disana terlihat sudah selesai dan dapat dimanfaatkan warga setempat tanpa harus khawatir lagi akan ambruk. Bahkan, dihantui kecemasan yang dapat mengancam keselamatan orang yang melewatinya.


Terkait dengan kondisi terkini Jembatan Sungai Pisang terletak di Teluk Kabung Kecamatan Bungus,  pembangunannya baru saja selesai itu. Dalam keterangan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, Syachputra Gani ketika di mintai konfirmasi mengatakan, jembatan yang dulunya konstruksinya sudah rusak dan tidak nyaman lagi dilalui oleh masyarakat. Kini sudah sangat nyaman dan aman dilalui oleh warga.


Setelah sangat lama butuh perhatian, Ka Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumbar ini menyampaikan, jika jembatan tersebut baru bisa dibangun kembali melalui kesuksesan perjuangan Anggota DPR RI, Athari Ghauti Ardi di komisi V. Untuk pembangunannya menghabiskan biaya yang tidak sedikit, yakni Pagu pembangunan Jembatan Gantung Sungai Pisang menghabiskan dana sebesar Rp. 4 Milyar.


“Benar, jembatan ini merupakan aspirasi ibu Athari. Kami melihat ibu Athari sangat peduli dan perhatian ke masyarakat, sehingga masyarakat merasa sangat dekat dengan beliau. Dimana program kerja beliau dan aspirasinya menyentuh langsung ke masyarakat bawah,” tutur Syachputra Gani. Jumat(16/12/2022) di Padang.


Sementara, Deri salah warga yang berdomisili tidak jauh dari Jembatan Sungai Pisang dan tiap hari melewati jalan tersebut mengatakan,  sangat bersyukur dan berterimakasih atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh Anggota DPR RI Athari Ghauti Ardi. Sekarang, masyarakat disana sudah sangat nyaman melaluinya, dan memberikan manfaat yang besar bagi warga yang setiap hari melewati jembatan tersebut.


“Kami sangat senang akan jembatan baru ini. Selain kontruksinya baru dan juga nyaman untuk digunakan,  juga bisa menjadi tempat wisata masyarakat. Karena,  jembatannya sangat menarik. Kami sangat berterimakasih, dan mendoakan ibu Athari selalu sehat-sehat saja. Semoga Bu Athari kembali diamanahkan untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumbar di DPR RI,” pungkas Deri Singkat. **

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Pemko Padang selalu berupaya memecahkan persoalan-persoalan genangan air yang kerap kali terjadi di beberapa titik.


Kali ini, melalui Dinas PUPR didukung Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V tengah melakukan pengerukan sedimen di sepanjang aliran sungai Banda Jati, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur. 


Pengerjaan pengerukan tersebut sudah dimulai sejak 28 November yang lalu dan diperkirakan selesai pada 19 Desember 2022 mendatang. Dua unit kendaraan eskafator mini milik BWS Sumatera V pun dikerahkan untuk melakukan pengerukan di sungai Banda Jati sepanjang 750 meter itu.


"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita sangat berterima kasih sekali kepada BWS Sumatera V yang ikut mendukung dalam upaya penanganan genangan air di Kota Padang. Dimana hal ini melakukan pengerukan sedimen di sepanjang Banda Jati ini. Alhamdulillah, baru beberapa hari pengerjaan progresnya sudah terasa. Biasanya aliran air di sini tersumbat karena banyaknya sedimen, sekarang sudah mengalir lancar," ungkap Wako Hendri saat meninjau pengerjaan pengerukan, Jumat (2/12/2022) sore.


Lebih lanjut Wako berharap, dengan upaya ini selain menciptakan sungai yang sehat dan bersih juga dapat mencegah timbulnya genangan air.


"Semoga hal ini bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mencegah timbulnya genangan air yang sebelumnya kerap melanda kawasan ini," tukas Wako Hendri didampingi Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto.


Dalam kesempatan itu terlihat Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA BWS Sumatera V Aditya Waskito beserta tim, Camat Padang Timur Siska Meilani, Ketua Forum Komunitas Peduli Sungai (FKPS) Kecamatan Padang Timur Zulbahri bersama pengurus dan unsur Forkopimca di kecamatan setempat. (Dv)

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Pengerjaan Jembatan Muaro Sako Tapan - Batas Jambi meski dipengaruhi oleh faktor cuaca, seperti tingginya intensitas hujan. Namun tak membuat surut semangat para kru CV. Jamko Karya dalam beraktivitas, mutu dan kualitas tetap dijaga.


Berdasarkan pantauan Awa media selaku sosial kontrol, proyek bernomor kontrak : KU 01.02/KTR.02/PPK 2.4 PJN II/I/2022, yang berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut, terus dipacu. Sehingga, proyek  Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR), Direktorat Jenderal (Ditjen)  Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar, diprediksi bakal selesai tepat waktu.

Ini semua terjadi lantaran adanya pengawasan yang ketat dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 serta rasa tanggungjawab penuh dari rekanan yang mengerjakan, pekerjaan jembatan senilai Rp9.721.600.000 00. Kini,  jembatan yang menggunakan dana APBN, masa pelaksanaan 300 hari kalender tersebut bakal dinikmati oleh pengguna jalan yang kerap lalu-lalang di area tersebut, ungkap Yanto (54) juga Wardi (58) warga setempat.


Warga setempat tersebut sangat antusias melihat keseriusan rekanan dalam menyelesaian pekerjaan. Meski terkadang turun hujan. Bamu, tanggungjawab yang tinggi pekerja ini diyakini jembatan bakal cepat selesai. Karena, dengan selesainya jembatan tersebut akan berimbas terhadap perekonomian warga.


"Jembatan melewati jalan nasional yang menghubungkan Tapan dan Batas Jambi. Disini intensitas kendaraan yang lalu-lalang sangat tinggi. Sehingga, dengan selesainya jalan ini, tentu akan memperlancar transportasi, terutama warga yang bekerja dan bermata pencaharian melewati area tersebut,” kata War


Pengawas pekerjaan jembatan sangat ketat. Sehingga rekanan terpacu untuk bekerja lebih baik.

Disamping itu, dengan selesainya jembatan tersebut, tentu makin memperindah area ini. Dan, momen tersebut tentu akan dimanfaatkan warga untuk berjualan guna meningkatkan perekonomian.


Jauhnya perjalanan, tentu membuat pengguna jalan untuk beristirahat sembari makan dan minum, diarea ini, ungkap kedua warga tersebut sembari memuji kepiawaian rekanan dan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4. (**)


SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar memperingati Hari Habitat Dunia-Hari Kota Dunia (HHD-HKD) yang dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Oktober (urban October), hal ini  menunjukkan keterlibatan dan komitmen Indonesia dalam mewujudkan permukiman dan perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan.

Peringatan HHD-HKD pada tahun 2022 ini merupakan rangkaian acara sesuai dengan tema global “Mind the Gap, Leave No One and No Place Behind, Act Local to Go Global” dan Tema Nasional “Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Permukiman dan Perumahan Perkotaan menuju Nol Kumuh”. Tujuannya adalah untuk penyebarluasan capaian dan upaya meningkatkan komitmen serta partisipasi berbagai pihak dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan inklusif tanpa meninggalkan seorang pun dan satu wilayah pun. Hal ini sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke 11 serta New Urban Agenda (NUA).


Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar, Kusworo Darpito mengatakan bahwa, Kementerian PUPR telah menetapkan 7 indikator kumuh yang tertuang pada Permen PUPR No. 14 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yakni, kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan dan proteksi kebakaran, untuk menyelesaikan persoalan kumuh tersebut diupayakan dengan melaksanakan berbagai program regular dan pemberdayaan masyarakat seperti KOTAKU, PISEW, Sanimas, dan PAMSIMAS. 


Untuk mencapai terwujudnya kawasan yang bebas dari kumuh tidak dapat dilaksanakan secara mandiri, dibutuhkan kolaborasi multi sektor dan multi-aktor perlu dilakukan untuk mewujudkan permukiman perkotaan Indonesia yang lebih baik. Kementerian PUPR berupaya dalam penanganan permukiman kumuh   dan penyediaan sarana prasarana dasar dengan dukungan beragam stakeholder yang mewakili unsur pentahelix.

Upaya kolaborasi tersebut adalah upaya Pemerintah Provinsi, Kota, dan Kabupaten yang juga turut melakukan usaha penanggulangan kawasan kumuh dengan anggaran APBD yang disinergikan dengan APBN. Dukungan dari unsur swasta juga telah banyak dilakukan melalui program CSR yang mengubah fisik kawasan maupun mengedukasi masyarakat, akademisi dan Universitas.


Program PAMSIMAS, Sanimas, KOTAKU dan PISEW merupakan program stimulus yang diharapkan dapat direplikasi oleh Pemerintah Daerah yang diwujudkan dengan anggaran daerah, swasta dan stakeholder lainnya.


LSM dan masyarakat penerima manfaat juga menjadi faktor kunci dalam menjamin keberlanjutan kawasan supaya tidak kembali menjadi kumuh, disinilah peran pemberdayaan yang dilakukan, dengan tidak hanya melakukan pembangunan infrastruktur saja, akan tetapi juga memberikan edukasi, sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk perubahan perilaku.

Capaian Kementerian PUPR untuk menangani kawasan kumuh di Indonesia selama periode 2020-2022 seluas 7.257,32 Ha. Angka ini sudah melebihi target pada periode tersebut hingga menyisakan 4,170 Ha untuk ditangani pada periode 2023-2024 dari total target Nasional penanganan kawasan kumuh 2020-2024 seluas 10.000 Ha. **



PAYAKUMBUH – MEDIAPORTALANDA – 16 OKTOBER 2022 - Kegiatan pengelolaan pengembangan sistem Drainase milik Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMKCTR) Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh CV, Pengayom Paskeh, dan konsultan pengawas CV. D’ Xtrie Consultant, mendapat tanggapan positif dari masyarakat.


Meskipun sempat menuai beragam sorotan. Kenyataannya, pekerjaan Pembangunan Drainase Primer Lundang Daya Bangun di Sawah Parik Antang, Kapalo Koto, kota Payakumbuh. Alhasil mendapatkan pujian dari berbagai kalangan Masyarakat.

Diketahui, proyek nomor kontrak : 240/02/Fisik/CK-BMKCTR/VII/2022, tanggal kontrak 18 Juli 2022, dengan nilai kontrak : Rp. 891.141.604,58 dan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Diprediksi, dalam waktu dekat bakal terselesaikan, dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat sekitar.


Salah seorang warga bernama Rahim mengaku terbantu dan berterima kasih kepada Dinas BMKCTR dan rekanan atas pengerjaan Drainase dilingkungannya. "Sebelumnya Bang, jika musim penghujan suka banjir dikarenakan saluran pembuangan tidak jalan. Kini kondisinya sudah lancar, juga rapi,” ungkapnya polos.


Pengerjaan Drainase mantap dan hampir rampung, papan proyek juga terpampang jelas dilokasi, profesionalisme Dinas BMKCTR dan Rekanan kini diakui, ulas Rahim warga setempat kepada awak media. (An)

PADANG – MEDIAPORTALANDA – Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat yang dinakhodai Era Sukma Munaf, akhirnya mendapat penilaian positif dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya, kegiatan penyelenggaraan jalan Provinsi, pekerjaan penggantian jembatan Kayu Aro telah terealisasi.


Pekerjaan penggantian jembatan sumber dana APBD 2022, nilai pekerjaan : Rp. 2.366.819.000, nomor kontrak 630/41/KTR-BM/2022, tanggal kontrak 13 Juni 2022, masa pelaksanaan 180 hari kalender ini, ternyata dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV, Multi Usaha Pradana dengan konsultan pengawas PT. Wandra Cipta Engineering Consultant.

Profesionalisme BMKCTR dan rekanan dalam pengerjaan infrastruktur jembatan juga tidak luput dari pantauan masyarakat. Hal ini diungkap oleh Aciewan, salah seorang warga setempat yang ditemui awak media, (5/10/2022).


“Kini masyarakat mengaku sangat bersyukur lantaran jembatan yang menjadi akses bagi tumbuh kembangnya ekonomi tidak lama lagi segera rampung pengerjaannya,” ungkap Acie.


Dikatan Acie, pembangunan jembatan tersebut memang sudah lama dinantikan masyarakat Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Sebab, menjadi akses utama transportasi warga untuk mengangkut hasil bumi mereka.


Atas terealisasinya infrastruktur jembatan ini, warga tidak lagi kesulitan dalam mengangkut hasil bumi, untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi, BMKCTR, rekanan dan juga pengawas lapangan yang telah bekerja maksimal, ungkap Acie diakhir perbincangan.


(An)

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Dalam rangka percepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menyegerakan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 120 Tahun 2022 tentang Penugasan Khusus.


"Penugaskan khusus kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melaksanakan fungsi lain dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur," bunyi Pasal 1 Ayat 1 Perpres Nomor 120 Tahun 2022, dikutip (01/10).


Penugasan khusus ini diberikan kepada Kementerian PUPR usai Jokowi melakukan kunjungan ke beberapa proyek.

Sejumlah proyek yang dimaksud, seperti pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur sumber daya air, pembangunan atau rehabilitasi bangunan pengaman pantai, pembangunan tambatan perahu, pembangunan atau pengembangan sistem drainase, serta pembangunan jalan dan jembatan.


Selain itu, preservasi jalan dan jembatan, pembangunan atau rehabilitasi kantor pemerintahan, pembangunan atau rehabilitasi asrama mahasiswa, pembangunan, rehabilitasi, atau renovasi sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah, dan pendidikan tinggi, serta pembangunan atau rehabilitasi gedung atau bangunan umum.


Kemudian, pembangunan atau perbaian rumah dan sarana prasarana serta utilitas umum perumahan, pembangunan atau rehabilitasi sarana prasarana serta utilitas umum, serta pembangunan, rehabilitasi, atau renovasi sarana prasarana olah raga.


Selanjutnya, pembangunan atau rehabilitasi auditorium, pembangunan atau rehabilitasi bangunan gedung fungsi sosial dan keagamaan, pembangunan atau rehabilitasi istana, serta rehabilitasi bangunan cagar budaya atau penataan bangunan kawasan cagar budaya.


Lalu, pembangunan, rehabilitasi, atau renovasi sarana dan prasarana pasar, pembangunan atau rehabilitasi rumah sakit, pembangunan atau rehabilitasi rumah susun dalam rangka revitalisasi kawasan, serta pembangunan gedung pemerintah lain dalam rangka persiapan fasilitas rumah sakit darurat bencana dan isolasi terpusat.


Selain itu, Jokowi meminta Kementerian PUPR berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten atau pemerintah daerah kota, pemerintah desa, badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD), serta masyarakat.


Percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan di atas tanah BUMN, BUMD, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten, pemerintah desa, serta tanah tak bersengketa. **



Sumber : CNN Indonesia

PADANG - MEDIAPORTALANDA – Kegiatan infrastruktur pembangunan jalan lingkung dibawah pengawasan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Sumbar, meski sempat menuai beragam persepsi akhirnya kini berbuah pujian.


Pasalnya, program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman Pekerjaan Pembangunan Jalan Lingkung di Jihad VI Kubu Dalam Parak Karakah kota Padang, selain terlihat mulus juga telah membuat area tesebut menjadi semakin elegan.

Wajar saja jika pekerjaan yang bernomor kontrak: 091/SPK/PPK2-PISIK.PSU/ Perkimtan/VIII-2022, tanggal kontrak 05 Agustus 2022 lokasi kerja kota Padang saat ini menuai ragam pujian.


Sebab, kegiatan jalan beton yang dikerjakan kontraktor pelaksana CV. Topas Sempana dengan nilai pekerjaan : 146.772.000,00, waktu pelaksanaan 60 hari kalender, tahun anggaran 2022, telah mendapat pengawasan yang ketat dari Disperkimtan Sumbar, ujar Riduan warga setempat saat bincang-bincang sama awak media, ( 1/10)


"Perbaikan infrastruktur, terutama jalan selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas, juga menjadi penopang bagi tumbuh kembangnya perekonomian," ungkapnya.


Atas telah terbangunnya jalan beton dilingkung ini, kami selaku warga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi, Disperkimtan Sumbar juga rekanan yang telah bekerja profesional, ungkap Sutan panggilan akrab Riduan. 


(An)

KABUPATEN PESSEL - MEDIAPORTALANDA - 15 SEPTEMBER 2022 - Pekerjaan pemeliharaan berkala 'Breakwater/Seawall' (Pemecah gelombang atau dinding laut-red) dan bangunan pengamanan pantai lainnya Pantai Ampiang Parak, di wilayah Kambang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) telah diupayakan semaksimal mungkin.


Meskipun menuai beragam persepsi. Namun kontrak nomor : HK.02.03/05/OPSDA.SV/ SATKER/OPSDA.III/VI/2022, tanggal kontrak 6 Juni 2022, biaya : Rp 1.744.400.000,00 - dengan waktu pelaksanaan 180 hari kelender, pengerjaannya terus dipacu.

Memang menggunakan beragam material. Terlihat dilokasi ada batu gunung, batu cadas dan batu kali. Proyek yang dilaksanakan oleh Kontraktor pelaksana CV. Bukik Pintu Angin, tidak ada batu kapur, ungkap Aditya Satker OP III Balai Wilayah Sungai Sumatera V.


"Persoalan lain terkait geotextil ada dipasang dan kita telah kelokasi," ujar Adit.


Terpisah, Amiruddin warga setempat mengaku senang dengan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur dikapungnya. Sebab, ekonomi warga membaik, kemudian akan menjadi ikon wisata baru bagi masyarakat Pessel.


Semoga proyek dana APBN 2022 dengan masa pemeliharaan 180 kalender ini dalam pelaksanaan tidak ada kendala, dan bisa selesai tepat waktu, harap Amiruddin. (An).




SOLOK SELATAN - MEDIAPORTALANDA - Meski lokasinya sulit buat ditempuh. Namun, pembangunan Embung Lasuang Batu (Lanjutan) di kabupaten Solok Selatan (Solsel) Sumatera Barat sudah menuai hasil.


Proyek Nomor Kontrak : HK.02.03./03/BWS.SV-PJPA/WS.BH/498078/ATAB/III/2022. Tanggal 24 Maret 2022 lokasinya berada di perbukitan. Wajar saja jika terjadi kendala dalam hal pengantaran material. Sebab, selain mendaki jalan yang dilalui juga sempit dan berbaur dengan tanah, apalagi jika hujan turun licinnya bukan main.


Meski demikian, semua bisa diatasi oleh kontraktor CV Putra Sulung, dan Konsultan PT Taruna Nusantara KSO PT. Gumilang Sajati. Proyek dengan nilai Rp.3.190.478.000 (Tiga Miliar Seratus Sembilan Puluh Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah) pengerjaannya terus dikebut, dan diprediksi bakal selesai tepat waktu.

Kepiawaian rekanan dan Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) melakukan pembangunan Embung Lasuang Batu ternyata tidak luput dari perhatian masyarakat termasuk Manik, warga setempat.


"Lokasi kerja segitu sulit untuk membawa material bisa diatasi oleh rekanan dan Satker BWSS-V, ini suatu hal sangat luar biasa," tutur Manik saat berbincang-bincang dengan awak media disalah satu kedai kopi menuju lokasi proyek, (12/9/2022) 


Selanjutnya Manik berharap, semoga pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Sebab, dengan selesainya embung ini, air sawah terjaga, hasil pertanian diyakini makin meningkat dan ekonomi pun membaik. Bahkan, juga menjadi lokasi wisata perbukitan. (An)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F