-->

Articles by "Insfratruktur"

Tampilkan postingan dengan label Insfratruktur. Tampilkan semua postingan

KABUPATEN PESSEL - MEDIAPORTALANDA - 15 SEPTEMBER 2022 - Pekerjaan pemeliharaan berkala 'Breakwater/Seawall' (Pemecah gelombang atau dinding laut-red) dan bangunan pengamanan pantai lainnya Pantai Ampiang Parak, di wilayah Kambang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) telah diupayakan semaksimal mungkin.


Meskipun menuai beragam persepsi. Namun kontrak nomor : HK.02.03/05/OPSDA.SV/ SATKER/OPSDA.III/VI/2022, tanggal kontrak 6 Juni 2022, biaya : Rp 1.744.400.000,00 - dengan waktu pelaksanaan 180 hari kelender, pengerjaannya terus dipacu.

Memang menggunakan beragam material. Terlihat dilokasi ada batu gunung, batu cadas dan batu kali. Proyek yang dilaksanakan oleh Kontraktor pelaksana CV. Bukik Pintu Angin, tidak ada batu kapur, ungkap Aditya Satker OP III Balai Wilayah Sungai Sumatera V.


"Persoalan lain terkait geotextil ada dipasang dan kita telah kelokasi," ujar Adit.


Terpisah, Amiruddin warga setempat mengaku senang dengan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur dikapungnya. Sebab, ekonomi warga membaik, kemudian akan menjadi ikon wisata baru bagi masyarakat Pessel.


Semoga proyek dana APBN 2022 dengan masa pemeliharaan 180 kalender ini dalam pelaksanaan tidak ada kendala, dan bisa selesai tepat waktu, harap Amiruddin. (An).




SOLOK SELATAN - MEDIAPORTALANDA - Meski lokasinya sulit buat ditempuh. Namun, pembangunan Embung Lasuang Batu (Lanjutan) di kabupaten Solok Selatan (Solsel) Sumatera Barat sudah menuai hasil.


Proyek Nomor Kontrak : HK.02.03./03/BWS.SV-PJPA/WS.BH/498078/ATAB/III/2022. Tanggal 24 Maret 2022 lokasinya berada di perbukitan. Wajar saja jika terjadi kendala dalam hal pengantaran material. Sebab, selain mendaki jalan yang dilalui juga sempit dan berbaur dengan tanah, apalagi jika hujan turun licinnya bukan main.


Meski demikian, semua bisa diatasi oleh kontraktor CV Putra Sulung, dan Konsultan PT Taruna Nusantara KSO PT. Gumilang Sajati. Proyek dengan nilai Rp.3.190.478.000 (Tiga Miliar Seratus Sembilan Puluh Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah) pengerjaannya terus dikebut, dan diprediksi bakal selesai tepat waktu.

Kepiawaian rekanan dan Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) melakukan pembangunan Embung Lasuang Batu ternyata tidak luput dari perhatian masyarakat termasuk Manik, warga setempat.


"Lokasi kerja segitu sulit untuk membawa material bisa diatasi oleh rekanan dan Satker BWSS-V, ini suatu hal sangat luar biasa," tutur Manik saat berbincang-bincang dengan awak media disalah satu kedai kopi menuju lokasi proyek, (12/9/2022) 


Selanjutnya Manik berharap, semoga pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Sebab, dengan selesainya embung ini, air sawah terjaga, hasil pertanian diyakini makin meningkat dan ekonomi pun membaik. Bahkan, juga menjadi lokasi wisata perbukitan. (An)


KABUPATEN PESSEL - MEDIAPORTALANDA - Kecemasan warga Kampung Pasar Baru Binjai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan (Pesel) berangsur hilang. Pasalnya, luapan arus sungai Batang Tapan yang kerap terjadi saat intensitas hujan meninggi mulai teratasi dengan adanya pembangunan sarana / prasarana pengendalian banjir.


Proyek dibawah naugan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air WS. INDRAGIRI-AKUAMAN, WS. KAMPAR, WS. ROKAN Propinsi Sumatera Barat, di Batang Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, sudah mulai menampakkan hasil.

Pekerjaan nomor kontrak HK.02.03/BWS.SV-PJSA.IAKR/SP/II/17, tanggal kontrak 9 Februari 2022, yang dikerjakan oleh PT. Graha Bangun Persada selaku kontraktor pelaksana dan PT. Geodinamik Konsultan KSO, PT Yasa Kreasindo Cemerlang sebagai Konsultan Pengawas, sangat profesional. Pemasangan batu Jetty pada tanggul sungai Batang Tapan, selain rapi dan kokoh, diprediksi proyek bakal tuntas pada akhir Desember 2022.

" Sekarang tanggul Sungai Batang Tapan mulai kokoh, profesional PT.Graha Bangun Persada patut apresiasi, semoga kegiatan infrastruktur berjalan lancar dan selesai tepat waktu," ucap Uan Magek, salah seorang warga setempat yang ditemui Awak media, (11/09/2022).


Sembari menceritakan peristiwa yang mengharukan terkait bencana luapan sungai Batang Tapan, Uan Magek berhap pelaksanan pembangunan tanggul akan terus terealisasikan diseluruh daerah bantaran sungai yang masuk dalam zona merah.


"Sungai Batang Tapan melintasi empat kecamatan, namun yang terparah dari dampak luapan sungai yakni di Ranah Ampek Hulu Tapan, dan Basa Ampek Balai Tapan, seperti nagari Binjai ini dan Kampuang Tangah," terangnya.


Terpisah, Eka Hendra Irawan selaku PPK SP 2, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air WS. INDRAGIRI-AKUAMAN, WS. KAMPAR, WS. ROKAN Propinsi Sumbar mengatakan, kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir Batang Tapan berjalan dengan sangat baik.

"Kegiatan pembangunan infrastruktur pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir Batang Tapan berjan baik, pada Sabtu (3/09) progres telah mencapai sekitar 42%," ucap Eka, ke awak media Jumat, (9/09/2022).


Kemudian terang Eka, progres tertinggi tersebut ada pada pasangan batu Jetty, dan untuk suply material ini kita telah pastikan berasal dari quarry yang memiliki izin, dan dengan ketersediaan bahan baku pun tidak ada permasalahan. (An)


PADANG - MEDIAPORTALANDA - Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang dinakhodai Era Sukma Munaf, ST. MM, terus melakukan pembangunan dibidang konektivitas. Terutama penyelesaian infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah mulai dibangun dan pemanfaatan infastruktur yang sudah terbangun.


Hal ini terlihat dari beberapa titik pengerjaan jalan termasuk "Paket penggantian jembatan Batang Namang (P.069.2), lokasi Kabupaten 50 Kota" saat ini tengah giat-giatnya dikerjakan.


Paket nomor dan tanggal kontrak 630/84/ KTR-BM/2022, tanggal 15 Juni 2022, nilai kontrak Rp. 3.768.772,84 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi 2022, proyek waktu pelaksanaan 180 hari kalender tersebut telah menuai hasil. Sebab, jembatan sementara sudah selesai dah telah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua juga empat.

Proyek  masa pemeliharaan 180 hari kalender ini dikerjakan oleh kontraktor CV. Metronas, dengan konsultan supervisi  PT. Wandra Cipta Engineering Consultant. Profesionalisme dalam bidangnya, pekerja dilengkapi dengan "APD" Alat Pelindung Diri. 


Semua berkat adanya pengawasan super ketat dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, walaupun pengerjaan dikebut,  kontraktor CV. Metronas,  wajib mengedepankan kualitas agar usia jembatan tersebut sesuai dengan perencanaan. Menilik sistem pengerjaan, di prediksi jembatan selesai tepat waktu.


Mansyur warga setempat mengatakan, dengan adanya penggantian jembatan, setidaknya sudah membuka lapangan pekerjaan juga ekonomi warga. Diakuinya, jembatan yang lama kondisi sudah rapuh, kami warga setempat sering merasa was-was ketika lewat, apalagi pendatang pemula.


"Semoga dengan ada pembangunan infrastruktur hendaknya dapat menumbuhkan konektivitas antar wilayah dan menghilangkan kesenjangan ekonomi," ujar Masyur.


Atas ini semua, kita dari akar rumput tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumatera Barat, serta Kadis BMKCTR Sumbar, pelaksana lapangan dan kontraktor CV. Metronas yang telah bekerja profesional. Kemudian ujar Mansyur, warga berharap agar progres pekerjaan tetap terjaga dan selesai tepat waktu. (An)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Dampak dari kegiatan pengerukan sendimen Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan oleh OP (Operasional dan Pemeliharaan) Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-V Padang), sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh Warga Parak Kopi kecamatan Padang Timur Kota Padang.


Sungai-sungai yang sendimennya telah dikeruk alat berat Excavator sekarang airnya mengalir lancar, kemungkinan adanya luapan air yang berasal dari sungai bisa dikatakan nol persen, ungkap Amai, salah seorang warga sekitar Banda Bakali, (7/9).


Sebelum adanya kegiatan pengerukan kata Amai menambahkan, sungai Banda Bakali saat kemarau dipenuhi tumpukan sendimen, saking dangkalnya bisa untuk main sepak takraw. Dan jika hujan, ketakutan akan banjir selalu mendera warga setempat.

"Alhamdulillah kini arus sungai Banda Bakali sudah kembali normal, panorama alam sekitarnya sudah mulai asri hingga rasa was-was warga akan banjir juga reda. Bahkan, sendimen pasir dan koral hasil kerukan bisa diminta, asalkan untuk dimanfaatkan," ungkap Amai.

Atas ini semua kami dari kalangan akar rambut mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, yang bekerja profesional dalam upaya meminimalisir dampak banjir, ungkap Amai. (An)

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Kementrian PUPR Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, (BWSS-V Padang), saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan waduk guna memenuhi kebutuhan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di Sumatera Barat.


Hal ini terlihat dari beberapa pengerjaan pembangunan sarana prasarana pengendalian banjir dan sendimen pada titik berbeda di Sumbar. Termasuk Batang Suliti Kabupaten (Solsel) Solok Selatan, bernomor kontrak: HK.02.03/05/BWS.SV/PJSA-WSBH/498077/SP/IV/2022. Pembangunan infratruktur waduk ini diprediksi bakal menuntaskan keluhan warga akibat luapan sungai, dan kekeringan pada saat musim kemarau.


Proyek mulai kontrak 08 April 2022. Nilai kontrak Rp.53.715.090,00, masa pelaksanaan 265 hari kelender tersebut dikerjakan oleh  PT. Arafah Alam Sejahtera, dengan konsultan supervisi, PT. Globetek Glory Konsultan KSO PT. Tri Exnas KSO CV. Atrium Arsitek Konsultan Perancang, diakui profesionalisme dalam bidang Konstruksi.

Dibawah pengawasan tim ahli BWSS-V Padang, PT. Arafah Alam Sejahtera, sangat profesional. Pekerja dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Percepatan pembangunan sistem pengendali banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut. Bendungan dan "Retaining wall" yang mempunyai fungsi sebagai penahan tanah agar kondisinya terus stabil tidak longsor dan terlindung dari erosi, telah menampakkan hasil.


Kini, sungai yang selama ini menjadi momok bagi kehidupan warga segera teratasi. Selain ribuan sawah teraliri. Areal tersebut telah "disulap" menjadi ikon wisata baru. Kini warga mulai berdatangan untuk melihat indahnya panorama alam sekitar Batang Suliti. Bahkan tanpa tersadar jemari mungil pengunjung bermain dengan kamera untuk mengabadikan keindahannya.


"Sebelum proyek pengendali banjir ada, luapan sungai sering menggenangi ratusan hektare lahan pertanian dan peternakan masyarakat setempat. Bahkan, sarana dan prasarana jalan rusak, roda perekonomian juga ikut terhambat," keluh Sutan Sadikin warga setempat, (2/9).


" Manfaat waduk kini dapat dirasakan oleh warga, karena telah memberikan dampak positif terhadap khususnya bidang pertanian. Ditambah lagi dengan desiran angin yang berirama membuat semua orang terpana, terkesima dengan keindahannya. Imbas dari semua itu, perekonomian warga akan bangkit lantaran akses jalan terbuka," jelas Sadikin.


Atas ini semua, kami dari kalangan akar rumput tmengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Satker, PPK, pelaksana lapangan BWSS-V Padang, juga Kontraktor PT. Arapah Alam Sejahtera yang telah bekerja profesional. Semoga proyek ini tuntas tepat waktu, ujar Sadikin mengakhiri. (An)

SOLOK SELATAN - MEDIAPORTALANDA – Proyek Satker SNVT PJSA WS Batang Hari Provinsi Sumatera Barat, Pelaksana Kegiatan PPK Sungai dan Pantai, pekerjaan pembangunan sarana prasarana pengendalian banjir dan sendimen sungai Batang Sangir Kabupaten Solok Selatan, mendapat apresiasi dari warga.


Pasalnya, proyek Kementrian PUPR, Dirjen Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V Padang), nomor kontrak : HK.02.03/02/BWS-SV/PJSA/WSBH/4980202277/SP/II/2022, bakal menghilangkan kecemasan warga akan bahaya banjir kini terwujud.

Proyek tanggal kontrak 9 Februari 2022, nilai kontrak Rp 17.074.087.000, masa pelaksanaan 270 hari kelender, yang dikerjakan kontraktor PT. Alas Putra, dengan Konsultan Supervisi PT. Tri Exnas, bekerja sangat profesional, terlihat dari susunan bebatuan yang tertata rapi dan kokoh, setidaknya bisa meminimalisasi terjadinya musibah banjir.


Kini profesionalitas BWSS-V Padang dan Kontraktor PT. Alas Putra dalam bekerja diakui oleh warga setempat. "Pasangan bebatuan yang tertata rapi, menjadikan pemandangan alam sekitar terlihat asri, ditambah air sungai mengalir jernih, areal ini menjadi ikon wisata baru bagi masyarakat Solok Selatan, ungkap Tarmizi saat berbincang dengan awak media, (30/8).


Dengan adanya tempat wisata baru. Proyek selesai, peluang buka usaha warga juga terbuka. Sebab, selain warga setempat, warga dari luar juga sering menghabiskan waktu untuk menikmati indahnya panorama alam sekitar sungai Batang Sangir, ulasnya.


Atas nama warga kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, juga "Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang", Kepala Balai (Ka Balai), Kepala Satuan Kerja (Kasatker), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pelaksana lapangan BWSS-V Padang, dan rekanan yang telah bekerja profesional, ungkapnya. (**)

DHARMASRAYA - MEDIAPORTALANDA - Proyek Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, SNVT PJPA WS Batang Hari, Provinsi Sumatera Barat, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, pasalnya proyek peningkatan rehabilitasi Batang Hari Kabupaten Dharmasraya yang bernomor kontrak : HK.02.03/34/BW.SP.PJPA/WS.BH/WS.SP.PJPA/WS.BH/49087/IR/III2022, telah mengaliri ribuan hektar persawahan.


Proyek yang dimulai sejak tanggal 14 Maret 2022 dengan waktu pelaksanaan 240 hari kelender, nilai kontrak: Rp 13.754.300,00 tersebut sangat berdampak positif terhadap lingkungan juga ekosistem yang ada diareal tersebut. Selain ramah lingkungan juga pemandangan alam sekitarnya menjadi kian asri. 


Ternyata, proyek ini dikerjakan oleh PT. Atifah Karya Utama, dengan konsultan CV. Vitech Pratama Konsultan, inilah yang membuat suasana proyek irigasi menjadi ramah lingkungan. Karena, akibat dari proyek ini tranportasi jalan terbuka, dan secara tidak langsung telah menambah matapencaharian bagi warga disebabkan lokasi ini telah menjadi ikon wisata persawahan.


Tuntunya, semua tidak akan terealisasi tanpa adanya pengawasan yang ketat dari Satuan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang yang di komandoi oleh Dian Kamila sebagai Ka Balai, serta Kepala Satuan Kerja (Kasatker), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga Pelaksana lapangan BWSS-V Padang yang telah bekerja keras, sehingga efek yang ditimbulkan oleh proyek ini sangat berdampak positif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

Donny warga setempat saat bincang-bincang dengan awak media mengaku senang. "Sebelum adanya proyek irigasi, Air terlihat hitam, kumuh karena tidak mengalir, kini sudah lancar, dan telah mengaliri sawah", ungkapnya, (20/8).


Nagari ini dulu dipenuhi semak belukar, dengan adanya proyek irigasi nagari kita berubah drastis, kita melihat serasa mimpi, sebab panorama alam sekitarnya manjadi Indah, dengan perubahan ini secara tidak langsung sudah memberikan dampak positif terhadap masyarakat, juga ekonomi.


Untuk semua ini, atas nama warga kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dan juga "Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang", Kepala Balai (Ka Balai), Kepala Satuan Kerja (Kasatker), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), termasuk rekanan yang telah bekerja profesional sehingga proyek ini betul-betul kami rasakan manfaatnya, semoga proyek bisa selesai tepat waktu, ungkapnya. (**)



PADANG - MEDIAPORTALANDA - Sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun sepanjang jalan Dr. Muhammad Hatta, mulai dari simpang bpas hingga simpang Pasie kecamatan Pauh kota Padang masih ditemui jalan berlubang, (24/8/2022).


Jalan berlubang tersebut setiap hari selalu dilalui oleh masyarakat setempat juga mahasiswa yang hendak menuju ke kampus Universitas Andalas (Unand). Dikhawatirkan lobang-lobang yang menganga tersebut bisa merenggut nyawa, ungkap salah seorang warga Pauh yang namanya tidak mau disebutkan.

"Ampie setiap hari terjadi kecelakaan, apalagi saat hujan, sebab ketika hujan lobang-lobang tersebut tidak kelihatan", ujarnya.


Untuk itu sebagai masyarakat kita berharap kepada pemerintah kota Padang dan juga provinsi Sumbar agar bisa se-segera mungkin memperbaiki Jalan ini, kasian kita dengan masyarakat, juga para Siswa Kampus, harapnya. (**)





PADANG - MEDIAPORTALANDA - Surutnya batang air yang berada dibawah area Jembatan Ujung Tanah Kecamatan Lubuk Begalung Nan XX, Kota Padang, Sumatera Barat, dimanfaatkan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V Padang) untuk melakukan pengerukan sendimen, (11/8/2022).


Satu alat Excavator saat ini tengah beraksi diarea batang air tersebut melakukan pengerukan, untuk menghindari terjadinya pendangkalan akibat dari pengendapan yang dibawa oleh aliran batang air.

Dian, warga setempat saat ditemui awak media mengaku senang dengan adanya pengerukan yang dilakukan oleh BWSSV Padang.


" Kini Batang air kami sudah bersih, dan mulai menampakkan pesonanya lantaran terbebas dari sampah, sebab arus batang air sudah lancar", ungkapnya.


Menurut Dian, penyebab kedangkalan batang air dikarenakan adanya proses pengendapan yang dibawa oleh aliran batang air.


Dan pendangkalan ini dapat menyebabkan kedalaman batang air menjadi berkurang, dampak dari kurangnya kedalaman batang air tentu mengakibatkan banjir, ujarnya.


Kemudian lanjutnya, pemeliharan batang air, seperti pengerukan bagian dasar harus selalu dilakukan, guna menjaga tingkat kedalaman batang air dan mencegah terjadinya bencana banjir. (An)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F