-->

Articles by "Peristiwa"

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - Beredar issue diakar rumput mengenai lelang di Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sumbar yang berkantor di Parak Kopi, Kota Padang, bikin heboh dunia konstruksi Sumbar. Riak ini berawal pada paket pekerjaan rehabilitasi DI. Panti Rao Kabupaten Pasaman Barat (lanjutan). Pasalnya, ada indikasi Ketua Pokja Shely Purnama Sari ST,  terkesan mencari-cari kesalahan rekanan lain untuk memenangkan rekanan yang menjadi jagoannya.


Lelang dengan HPS Rp10,5 M yang diikuti puluhan rekanan tersebut, sudah terendus adanya indikasi permainan Pokja. Ini terlihat dari catatan hasil klarifikasi dan mengatakan, terdapat kesamaan dokumen penawaran yang disampaikan tidak dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya. Senin (13/9). Di daftar, disebutkan   perusahaan yang KKN dengan CV. Rajawali Pratama yaitu CV. Cakrawala Abadi Pratama, CV. Pincuran Emas, CV. Brilian Bisnis Center dan CV. Andutama.

Menariknya, rekanan yang dipanggil untuk klarifikasi administrasi, bukan diperiksa berkas, tapi spontan Pokja menuduh rekanan KKN. Ini dialami  Direktur CV. Rajawali Pratama Ir. Erwin Isril, IPP, yang juga Ketua Gapeksindo Kota Padang – Mentawai. Padahal, Direktur CV. Rajawali Pratama tersebut, sudah diinstruksikan membawa berkas persyaratan yang diminta.” Berdasarkan undangan, saya disuruh melengkapi persyaratan,” kata Erwin Isril.


Tapi, apa yang terjadi katanya, bukan persyaratan yang diperiksa, baru sampai menemui Pokja, dikatakan perusahannya KKN dengan Empat perusahaan lain. Sementara, berkas belum diperiksa sama sekali.”Saya melihat ada indikasi pesan sponsor yang akan dimenangkan nomor lebih tinggi. Undangan dikirim, hanya sekedar mempermalukan dan menjatuhkan harga dirinya,” ulas Erwin.


Atas tuduhan KKN itu, terjadi perdebatan panjang dengan Pokja. Juga menanyakan alasan Pokja menuduhnya KKN, tanpa memeriksa berkas dan cros cek seperti yang disampaikan dalam undangan Pokja.” Atas arogan dan tuduhan KKN Pokja secara sporadis itu, saya tak menerima. Bahkan, akan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan,” kata Erwin sembari mengatakan, sudah kuat indikasi memenangkan rekanan jagoan, dan peserta lain, yang dituduh KKN. 


(nov/dn/an)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Merasa tidak nyaman dan terancam atas pesan yang disampaikan seorang kontraktor lewat WhatsApp, Deni salah seorang wartawan goasianews.com bakal melaporkan oknum kontraktor, bersama dengan PPK dinas PSDA Sumbar Rahmad Yuhendra alias Eng kepada aparat hukum.

Kantor Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat. (Photo Ist)


Hal ini terkait konfirmasi wartawan pada kegiatan Dinas SDA dan Bina Konstruksi Sumbar, atas kegiatan pembangunan Batang Maransi yang dilaksanakan oleh CV. Sampelo Kardenso.


Berdasarkan pengakuan Deni, selaku wartawan Ia melakukan konfirmasi kepada Kabid Rahmad Yuhendra terkait dengan pekerjaan tersebut. Namun sayang, tidak berapa setelah itu, Ia menerima pesan yang disampaikan lewat WhatsApp (WA) dari orang tidak dikenal dan mengaku nama Zal.


Pesan yang diterimanya terkesan bernada kasar dan mengancam.

“cubo karajoan dek waang lah…”

Selanjutnya oknum tersebut mengirimkan pesan “Namo den Zal, den tingga di Pauah, kalau paralu den, ang tel den, dima ang den turuik, tulis Zal dalam pesan itu.


Deni merasa pesan yang dikirim oknum ini jelas bernada intimidasi dan persekusi terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan fungsinya.


Seyogianya sebagai publik pejabat Rahmat Yuhendra bisa memberikan penjelasan secara baik dan benar terkait kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.ucap Deni


Deni menduga, tentu saja ada komunikasi khusus antara Rahmat Yuhendra dengan oknum yang mengaku bernama Zal (Warga Pauah) tersebut. Sebab darimana Zal ini mendapatkan nomor ponselnya.


Untuk itu Ia bakal melaporkan dan mengambil langkah hukum terhadap Rahmat Yuhendra beserta oknum suruhannya tersebut, karena telah melakukan intimidasi dan persekusi terhadap insan pers ke Polda Sumbar.


Kabid SDA Rahmad Yuhendra saat diminta tanggapanya terkait dengan persoalan tersebut mengakui, bahwa memang benar hari ini wartawan goasianews.com bernama Deni melakukan konfirmasi kepadanya.


Berikut petikan hasil konfirmasi via pesan Whatsapp kepada Kabid SDA Sumbar Rahmad Yuhendra.

1. Apa betul bapak mengutus orang untuk mengintimidasi wartawan ?

"Saya tidak pernah mengutus utk intimidasi🙏🙏🙏


2. Apakah benar wartawan goasianews.com bernama Deni telah melakukan konfirmasi terkait pekerjaan di Batang Maransi ?

"ya benar. Dan kami minta pihak dilapangan memberikan klarifikasi terkait informasi ini agar tidak salah statement kami🙏 dan sekali lagi kami Tidak Pernah mengutus ancaman🙏


3. Apakah bapak kenal dengan orang yang bernama Zal

"saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu".


4. Menurut bapak, apakah Zal ini orangnya dari kontraktor ?

"saya tidak tahu".


5. Oh iya, terakhir apa tambahan komentar bapak terkait hal tersebut ?

"sekali lagi Saya tidak pernah mengutus seorangpun utk ancaman kpd siapapun..🙏🙏🙏.


Hingga berita ini tayang, tim masih berupaya meminta tanggapan kepada pihak-pihak terkait. **

PADANG MEDIAPORTALANDA - Sabtu siang hingga malam hujan turun silih-berganti (20/08/2022) hingga malam hujan seakan mewakili isak tangis anak negeri yang sangat peduli dengan pembangunan kota.


Baru kali ini terjadi dalam sejarah kontruksi bidang Bina Marga ditubuh Dinas PUPR Kota Padang. Sungguh ironis, didepan Konsultan Supervisi dan pengawas lapangan Dinas PUPR Kota Padang, pihak rekanan (kontraktor pelaksana) leluasa menghampar aspal di atas lapisan sirtu bak lumpur karena di genangi air, (20/08/2022).

CV.Teknik Dirgantara, merupakan rekanan yang melakukan hal tersebut, pada paket kegiatan Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Paket I Jalan Rawang Kota Padang yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus). 

Pengawas lapangan dari Dinas PUPR Kota Padang dan konsultan supervisi seakan tidak berdaya untuk menghentikannya, mereka hanya melihat seolah tidak terjadi apa-apa.


Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Sebagai sosial kontrol, awak media ini telah mencoba untuk menginformasikan dan mengingatkan hal tersebut kepada Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang Harisman, melalui pesan WhatsApp ditelpon selulernya, "Di ruas Jln.Sultan Syahrir lagi menghampar, Pastikan air yang didalam lobang (galian yang dihampar sirtu.red) kering bang Hari.., bisa dicek oleh pengawas dilapangan", tulis media ini.


Namun entah mengapa.., penghamparan aspal diatas ruas/sirtu yang di genangi air bak lumpur tetap berjalan.


Mengapa hal ini bisa terjadi di proyek Dinas PUPR Kota Padang dizaman kepemimpinan Walikota Hendri Septa..?, atau adakah orang kuat dibalik perusahaan ini..?, kebal hukumkah dia..?. Hal tersebut menjadi pertanyaan baru bagi publik. 


Terait peristiwa yang terjadi pada Sabtu (20/08) tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang, Harisman yang dikonfirmasi ulang awak media pada Minggu (21/08) hingga berita ditayangkan belum merespon. (tim)

Ketua Koperbam Paiman bersama 19 Pengacara, saat jumpa Pers


PADANG - MEDIAPORTALANDA - Kisruh Pengurus Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Koperbam) Pelabuhan Teluk Bayur Padang ternyata masih terus. Dimana Dewan pengawas beserta anggota Koperbam telah mengadukan Candra selaku ketua, disinyalir telah melakukan penyelewengan uang koperasi anggaran 2021 ke aparat hukum.


Dengan melibatkan 19 orang pengacara, Paiman selaku Ketua Pengawas Koperbam Teluk Bayur, membuat laporan.


Menurutnya, dugaan penyelewengan dana berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur.


“Kami menemukan indikasi dugaan penyelewengan dana tahun 2021. Namun saat dimintai penyeleseaian secara internal, mereka acuh.


Oleh karena itu, kami menggandeng 19 pengacara dari Lilin Merah Law Office di Padang untuk mengawal kasus ini,” katanya, Rabu (10/8/2022).


Paiman menegaskan, pengaduan tersebut murni karena ada unsur dugaan penyelewengan.


“Tidak ada sangkut pautnya dengan kalah dalam pemilihan (ketua),” katanya.

Salah seorang pengacara Lilin Merah Law Office Dian Praja Aidil Adha mengatakan, berdasarkan hasil audit ditemukan beberapa ketimpangan.

“Seperti dana cadangan yang berjumlah Rp2.867.318.189 yang menurut anggaran dasar sebanyak 25 persen dari dana tersebut seharusnya disimpan dalam giro cadangan,” jelasnya.


“Tetapi, pada 31 Desember 2021 tidak disimpan dalam giro cadangan tersebut,” kata Dian.


Ia mengungkapkan, pihaknya akan mengawal laporan pengaduan atas tindak pidana penggelapan pada Koperbam Teluk Bayur.


“Kita menurunkan 19 orang pengacara untuk membantu dalam pengawalan kasus ini,” tuturnya.


Menanggapi aduan itu, Ketua Koperbam, Candra mengklaim bahwa Ketua Pengawas Paiman tidak mengerti apa yang diadukan.


“Sebagai BP (Paiman) harus mengerti dia, kami kan sudah Rapat Anggota Tahunan (RAT). SHU juga sudah diterimanya, kenapa (diadukan,re) karena dia kalah pemilihan kemarin,” singkatnya. **

AGAM - MEDIAPORTALANDA - Bagian dari program menjaga ketahanan pangan nasional diwilayah Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi Ansarullah melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Barat terus melakukan langkah-langkah optimal, seperti pengamanan areal pertanian masyarakat dari bahaya banjir.


Agar terwujudnya program ketahanan pangan ini, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Fathol Bahri tengah melakukan kegiatan pembangunan, salahsatunya kegiatan pembangunan bangunan perkuat tebing Batang Agam.


Saat dikonfirmasi, warga setempat sangat bersyukur adanya pembangunan ini dikampungnya, selain sebagai saluran, infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi tameng lahan pertanian mereka yang rentan rusak saat itensitas hujan meninggi.


Namun mampukah infrastruktur ini bertahan sesuai usia perencanaannya..?.  Karena dari peninjauan lapangan (9/08/2022), pembangunan infrastruktur dengan nomor kontrak : 04.20/PPSDA-SDABK/APBD/VI-2022, tanggal kontrak 14 Juni 2022, nilai kontrak Rp1.058.983.780.22. Diprediksi pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan RAB (Rincian Anggaran Biaya).

Material pasir yang digunakan oleh pihak kontraktor disinyalir tidak sesuai, karena ada kadar lumpur, dan pada pasangan batu ditemukan material batu yang masih berselimut lumpur, tidak dicuci sebelum dilakukan pemasangan, parahnya lagi... galian pemasangan batu digenang air. Seharusnya mesin penyedot air stenbay, disini jelas terlihat mutu dan kualitas proyek patut dipertanyakan.


Dengan menggunakan metoda sama, pembangunan bangunan perkuat tebing yang berada dilahan labil ini telah selesai cukup panjang.


Diterima dan dibayarkankah volume yang terpasang ini oleh PPK /Kabid / Dinas..?. Mengenai ini awak media masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.


Sebagaimana diketahui, pembayaran volume kegiatan yang tidak sesuai spek dan RAB tentu akan menjadi temuan BPK dan pihak APH.


Karena setiap pembangunan yang dianggarkan tentu diharapkan akan mencapai kualitas dan kuantitas yang baik. Selain telah menjadi ketetapan baku, hal tersebut tentu juga akan berimbas pada kinerja dan citra Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah dan Fathul Bahri selaku Kepala Dinas terkait. (den/**)

PADANG - MEDIAPORTALANDA -  Mendapat jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak dari setiap tenaga kerja. Ini telah diatur dalam Undang-Undang, serta Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


APK (Alat Pelindung Kerja) merupakan sarana pelindung bagi para pekerja di lapangan guna menghindari terjadinya kecelakaan disaat pekerja melakukan aktivitas di tempat kerja.


Sangat disayangkan, aturan dan ketentuan UU terhadap pelaksanaan pekerjaan sebuah proyek Negara tidak ditemukan pada pekerjaan Pembangunan ruang kelas baru SDN 27 Anak Air di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumbar, yang dilaksanakan oleh CV. Duta Sari, dengan aggaran 6 Milya lebih. Dimana Kontraktor Pelaksana terlihat tidak menggunakan APK/APD bagi para pekerjanya yang tengah melakukan aktivitas pembangunan SDN 27 tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan, terlihat para pekerja tidak memakai Alat Pelindung Kerja (APK) seperti helm, rompi, rambu, masker, sarung tangan dan lainnya.


Pelaksana lapangan yang berinisial Adi saat dikonfirmasi sekaligus mengingatkan tentang APK dilokasi pekerjaan, terkesan bersikap angkuh, “Terkait proyek ini, saya tidak perlu berurusan dengan Wartawan, karena saya hanya berurusan dengan Consultan dan Dinas terkait saja", ungkapnya, Selasa (2607/22).


Saat awak media ini menanyakan nama pelaksana yang dikonfirmasi ini, ternyata disambut dengan nada sinis dan sangat tidak bersahabat. Seakan proyek yang tengah dikerjakan tersebut bersumber dari uang sakunya.


"Untuk apa anda tanyakan nama saya, dan anda tidak perlu taulah terkait nama saya", ungkapnya terdengar angkuh.


Selanjutnya, nama Kontraktor Pelaksana Lapangan (angkuh ini) diketahui oleh awak media melalui salah seorang pekerja.


Consultan Pengawas yang akrab disapa Siti saat dikonfirmasi terkait APK, Selasa (26/7/22), mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada Kontraktor Pelaksana terkait APK, bahkan hampir setiap hari ia ingatkannya.


“Tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja pada pembangunan SDN 27 ini sudah saya ingatkan kepada rekanan bahkan hampir setiap hari. Jadi, terkait APK merupakan tanggungjawab Kontraktor Pelaksana”, imbuh Siti.


Dilain kesempatan, Anaf Sikumbang, Anggota Badan Stabilitas Ketahanan Nasional Republik Indonesia (BSKN RI) Kordinator Lapangan Bidang Pembangunan Sumatera Barat, saat dimintai tanggapannya seputar APK, Rabu (27/07/22), mengatakan hal yang sama seperti yang disampaikan oleh Ketua LSM Tipikor RI Prov. Sumbar, Imam Sodiki. Bahwa alat pengamanan kerja wajib dipakai oleh para buruh yang bekerja di sebuah proyek.


“Kita sangat prihatin dan khawatir terhadap keselamatan para pekerja yang bekerja pada sebuah proyek. Jika mereka bekerja dengan tanpa memakai alat pelindung diri seperti rompi, sepatu pelindung, helm, sarung tangan, masker, maka akan sangat membahayakan diri mereka. 


Keselamatan pekerja disetiap pekerjaan proyek yang berhadapan dengan alat berat dan material keras, maka kemungkinan resiko yang dihadapi pekerja akan sangat patal, ini mesti jadi perhatian Kontraktor.


“Sebagai Kontraktor Pelaksana dalam mengerjakan proyek Negara yang bersumberkan dari uang Negara harus bersadar diri dan jangan angkuh ketika ada masyarakat mengingatkan tentang APK bagi para pekerja dilapangan, apalagi yang mengingatkan tersebut adalah dari social control (Wartawan)”, sebut Anaf Sikumbang.


Alat Pelindung Diri (APD) sangat dibutuhkan oleh para pekerja untuk menjaga keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja yang penuh risiko, dan itu sudah ada regulasinya, ujarnya. (TIM).

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Mendengar kabar duka hanyutnya tiga orang warga di kota yang ia pimpin sewaktu mandi-mandi di Lubuak Tongga, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (11/6/2022) sekira pukul 12.00 WIB kemarin, pada Minggu (12/6/2022) pukul 09.00 WIB, Wali Kota Padang Hendri Septa langsung mendatangi lokasi sembari memimpin upaya pencarian korban.


Dalam kesempatan itu juga terlibat Kapolresta Padang AKBP Ferry Harahap, Anggota DPRD Kota Padang Rustam Efendi, Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto serta Kabag Prokopim Amrizal Rengganis, Camat Koto Tangah Darmalis dan Lurah Balai Gadang Yufrizal Maas.


Berdasarkan pantauan di lapangan, sampai saat ini di beberapa titik aliran Sungai Batang Kandis itu, masih terlihat petugas BPBD Kota Padang bersama Tim SAR Gabungan, personil TNI/Polri serta unsur kebencanaan lainnya dan masyarakat setempat tengah berjibaku melakukan pencarian bagi ketiga korban hanyut yang merupakan pelajar SMK Negeri 5 Kota Padang itu. 

Sekian lama melakukan pencarian dua dari tiga korban hanyut pun akhirnya berhasil ditemukan. Keduanya adalah Sintia Vita Loka (16) yang berdomisili di Belakang Taman Makam Pahlawan dan Ulfa (16) tinggal di Jl. Ahmad Yani. 


Korban Sintia ditemukan pukul 11.20 WIB dengan kondisi terjepit di sebuah batu besar di sekitar lokasi kejadian awal mula ia hanyut dengan keadaan tidak bernyawa lagi.


Selang beberapa jam Ulfa lah yang ditemukan dengan kondisi dan di tempat yang tak jauh dari jenazah Sintia ditemukan. Jenazah keduanya pun sudah dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara. 


Sementara, satu orang korban lagi Ikhsan Maulana (16) beralamat di Komplek Bunga Mas 3 Tunggul Hitam masih dalam upaya pencarian.


Seperti diketahui, kronologi kejadian hanyutnya ketiga pelajar SMK tersebut berawal sewaktu mereka dan satu orang rekannya yang selamat yaitu Aditya Nugraha (16) hendak mandi-mandi di Lubuak Tongga. Keempat remaja tersebut tidak mengetahui kondisi cuaca buruk dan debit air yang tinggi saat itu.


Aditya yang selamat sewaktu kejadian pun mengaku sudah berupaya menyelamatkan rekan-rekannya, namun upayanya sia-sia dikarenakan arus sungai yang begitu deras dan datang secara mendadak lantas menyeret ketiga rekannya. Ia langsung melaporkan kejadian itu ke masyarakat setempat.

 

Wali Kota Padang Hendri Septa di sela pencarian menyampaikan atas nama pribadi dan Pemerintah Kota (Pemko) Padang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang melanda ketiga korban warga Kota Padang yang hanyut tersebut.


Ia pun lantas menguatkan para orang tua dan keluarga korban sembari berharap semua korban bisa ditemukan sesegera mungkin. 


"Hari ini alhamdulillah dua dari tiga korban berhasil ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat ditemukan sesegera mungkin. Kita akan menyisir aliran sungai Batang Kandis ini sampai ke muara pantai untuk upaya pencarian tentunya," harap orang nomor satu di Kota Padang itu seraya menyemangati petugas yang melakukan pencarian korban.


Lebih lanjut Hendri Septa juga mengingatkan kepada warga Kota Padang seiring keluarnya peringatan dini cuaca buruk di wilayah Sumbar termasuk Kota Padang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau.


"Pihak BMKG memprediksi cuaca buruk masih melanda sebagian besar wilayah ini hingga beberapa hari ke depan. Untuk itu kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi," tukas Wali Kota didampingi Plt Kalaksa BPBD Arfian.(Dv)

Photo Ilustrasi.

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Tiga orang pelajar yang berasal dari SMK Negeri 5 Padang dilaporkan hanyut saat berenang di kawasan Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu dini hari, (11/6/2022).


Diduga, debit air sungai yang naik tiba-tiba menjadi penyebab ke tiga pelajar ini hanyut terbawa arus. Ketiga pelajar ini mandi-mandi di sungai saat hujan deras tengah mengguyur Kota Padang.


“Pelajar ini mandi-mandi ada 4 orang. Tiga orang hanyut dan satu orang selamat. Rekannya yang selamat sempat berusaha menyelamatkan, namun tidak berhasil,” kata Basril, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang ketika dikonfirmasi.


Diketahui, pelajar yang selamat bernama Aditya Nugraha (16), warga Rawang Tunggul Hitam. Saat ini tim sudah turun melakukan pencarian dengan menyisir pinggiran sungai.


“Kami dihadapkan dengan kondisi hujan dan debit air yang cukup tinggi,” imbuhnya. (**)











PADANG - MEDIAPORTALANDA - Seorang pelajar SMA di Padang nekat ngaku wartawan asalkan bisa selfi bareng sama selebrity terkenal Indonesia Raffi Ahmad.


Kalau sudah ngefans jangan ditanya soal nekat, pelajar yang berinisial Fahri tersebut berani menerobos “barikade” wartawan saat acara door stop dengan owner Marawa Beach Club Raffi Ahmad, Sabtu malam 7 Mei 2022.


“Wartawan ya,” ujar Raffi kepada Fahri.


“Tidak aku pelajar, pingin foto sama aa Raffi aja,”ujar Fahri langsung bikin wartawan tersenyum.


Fahri dan seribuan pengunjung BNI Sound from Marawa, grand opening Marawa Bech Club antusias karena ada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.


” Mantap beach clubnya apalagi yang punya selebtirty tajir,”ujar Fahri usai sesi selfi sama Raffi Ahmad.


Terlihat dibarisan tamu VVIP Rektor UNP Ganefri yang menikmati sound from marawa mengaku konsep becah club milik Raffi Ahamd ini bagus dan beda.


“Bagus dan bisa menjadi pembeda rasa, di sini bisa menikmati deburan ombak, lihat sunset dan semelirnya angin laut, Spot seperti ini harus banyak dimiliki di Sumbar, bagus Raffi dan Dt Ricky mau bangun ini di Pantai Air Manis Padang,” ujar Ganefri.


Satu yang patut dikasih jempol kata Ganefri yakni beach club Raffi Ahmad di Padang tetap menjaga tradisi minangkabau.


“Komitmen manajemenya terkait konsep beach club di Padang patut kita aspirasi, tetap membingkai dengan nilai-nilai tradisi adat minangkabau,” ujar Prof Ganefri.


Raffi Ahmad didampingi Dt Ricky kepada wartawan menegaskan bahwa pantai padang tak kalah dari pantai indah lain di dunia.


“Marawa Beach Club hadir dengan konsep lifestyle, leasure menyasar family market. Pasti sesuai dengan tradisi Padang. style bali biar di bali saja, ini Marawa Beach Club stylenya orang padang,” ujar Raffi.


Sebulan lebih dulu, Raffi Ahmad dan Dt Ricky sudah lebih dulu membuka Mari Beach Club di Pulau Dewata. (**i)

SOLOK - MEDIAPORTALANDA - 14 April 2022 - Sesungguhnya bahagia itu sangat sederhana sekali. Hal-hal yang mungkin kecil dan tampak sepele justru bisa jadi sumber kebahagiaan, dan ini tidak bisa dinilai dengan uang, seperti persahabatan.


Sahabat terbaik akan selalu menjaga ikatan yang dibangun bersama meski sudah lama tidak bertemu, sahabat terbaik akan selalu mengingat kenangan-kenangan manis yang pernah ada. Dia akan jadi sosok yang sama. Sosok yang menyenangkan dengan tetap menghargai semua kelebihan dan kekurangan yang kita punya, ujar Bustaman.S.pd Camat IX Koto Sungai Lasi yang barusan purna bakti.


Pengalaman ini ia dapatkan, Selasa (12/4), bertempat disebuah cafe yang ada di kota Padang. Saat itu Bustaman berjumpa dengan sahabat lamanya, yaitu Mayor Marinir Rahmat Iskandar yang baru saja ditugaskan sebagai wakil Batalion (Wadanyon) TNI -AL di Teluk Bayur kota Padang, Sumatera Barat.

Bustaman yang sudah 25 tahun tidak bertemu dengan teman semasa sekolahnya, saat berjumpa semuanya menjadi indah, berbagai cerita dan nostalgia terlontarkan ketika itu, sehinga membuat suasana perjumpaan tersebut menjadi semakin menarik.


Dulu Bustaman adalah sebagai Ketua Pemuda Panca Marga ( PPM ) Kabupaten Solok, ia bersama rekanya semasa sekolah di Sgo negeri padang pada tahun 1998 yang lalu, rata-rata banyak yang sukses, berhasi, dan telah menjalani kehidupan masing - masing.


Mereka berkarir dalam berbagai bidang, ada yang melanjutkan pada perguruan tinggi, ada yang menjadi seorang guru menjadi kepala sekolah, namun setamat SGO ada juga yang menjadi  ABRI, Polisi, demikian pula dalam perjalanan hidup ketika mengawali karir sebagai seorang guru, pasca otonomi daerah masuk kedalam pemerintahan daerah sehinga menjadi camat, kepala badan, kepala bagian, kepala dinas, ada juga yang menempuh jalur politik sebagai ketua parpol, bahkan ada yang mencalon sebagai bupati.


"Banyak nostalgia semasa kami di sgo dulu, rasanya bertemu kawan lama, temu kangen menjadi lepas," Ujar wadanyon Mayor Marinir TNI AL Rahmat Iskandar yang didampingi oleh Sertu marinir TNI AL Jas Tanjung dan Sertu Syafrianto Marinir TNI AL.


Disamping sebagai wadanyon TNI AL Marinir Rahmat Iskandar merasa bangga dinas dari sabang sampai meroke,  banyak pengalaman yang ia petik yang didapatkan dinegeri orang, sehinga ketika dinas di negeri sendiri maka pengalaman yang didapat tersebut agar bisa di pergunakan dinegeri kita sendiri. (Bs/Rd)

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Setelah melalui proses sidang yang cukup panjang, terpidana kasus penghinaan Ketua Umum APKOMINDO melalui media sosial facebook akhirnya dijebloskan ke bui. Ir Faaz dieksekusi jaksa ke Lapas Wirogunan Yogyakarta kamis pekan ini setelah upaya kasasinya kandas di Mahkamah Agung dan putusannya dinyatakan inkrah. 


"Karena yang bersangkutan tidak menjalani tahanan maka tugas kami melakukan eksekusi setelah perkaranya inkrach dan berkekuatan hukum tetap," ujar JPU Retna Wulaningsih SH MH kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (9/4/2022). 


Dalam perkara ini, terpidana Ir Faaz dijatuhi vonis 3 bulan penjara sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta yang menjatuhkan vonis pada 7 Januari 2020 dan dikuatkan Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada 27 Februari  2020, serta permohonan kasasi telah ditolak MA pada 04 Februari 2022. 


Seperti diketahui sebelumnya, dalam perkara No. 249/Pid.Sus/2019/PN Yyk, majelis hakim diketuai Ida Ratnawati SH MH menyatakan terdakwa Ir Faaz telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sebagaimana dalam dakwaan Penuntut Umum. 


Dalam perkara ini, Terpidana Ir Faaz melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Soegiharto Santoso bersama-sama dengan Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi yang disidangkan secara terpisah dengan perkara No. 199/Pid.Sus/2020/PN Yyk. 


Keduanya didakwa karena menghina korban Soegiharto Santoso alias Hoky melalui akun facebook group Apkomindo.  Di mana saat ini perkara pidana Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi sedang dalam proses kasasi di MA karena upaya banding dengan perkara No. 54/PID.SUS/2020/PT YYK tidak berhasil. Diperkirakan terdakwa Rudy akan mengalami nasib yang sama seperti Ir. Faaz yang terbukti bersalah. 


Selaku korban, Soegiharto Santoso yang juga berprofesi sebagai wartawan mengaku lega karena kasus yang dilaporkannya sejak tahun 2017 dengan laporan polisi No. LP/362/VII/2017/DIY/SPKT Polda DIY akhirnya berkekuatan hukum tetap.  


Hoky yang juga menjabat sebagai Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia, mengatakan, sesungguhnya pihaknya pada waktu lalu tidak punya niat untuk melaporkan Ir Faaz dan kawan-kawannya atas penghinaan dan pencemaran nama baik melalui akun facebook. 


Hoky mengaku terpaksa membuat laporan polisi karena Ir. Faaz dan kelompoknya terus melakukan rekayasa hukum di Bareskrim Polri sehingga dirinya sempat ditahan selama 43 hari. Pihak Faaz juga membuat laporan No. LP/109/V/2017/SPKT di Polres Bantul tanggal 24 Mei 2017 dengan Pasal 351 KUHP yang menjadikannya sebagai tersangka penganiayaan berat, padahal tidak ada visum dan tidak ada alat bukti yang cukup. 


Untuk menghadapi kasus itu Hoky melakukan Praperadilan terhadap Kapolres Bantul dengan perkara No. 3/Pid.Pra/2018/PN Btl di PN Bantul, dimana akhirnya pasal pidana diganti menjadi Pasal 352 KUHP, dengan alasan penyidik salah menerapkan Pasal. 


Dari catatan Hoky, Ir. Faaz dan kelompoknya pernah 5 kali membuat Laporan Polisi terhadap dirinya yakni : LP Nomor: 503/K/IV/2015/RESTRO JAKPUS, LP/670/VI/2015/ Bareskrim Polri, LP Nomor: TBL/128/II/2016/ Bareskrim Polri, LP Nomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri, dan LP Nomor: LP/109/V/2017/SPKT, Polres Bantul. 


Selain laporan kriminalisasi terhadapnya, kubu Ir Faaz juga melayangkan sejumlah gugatan di sejumlah Pengadilan terkait kepengurusan APKOMINDO. 


"Ir. Faaz dan kelompoknya akan menuai apa yang mereka taburkan, karena saat menggugat itu diduga menggunakan dokumen palsu," ungkap Hoky. 


Untuk itu Hoky mengaku telah membuat LP dengan No. LP/B/0117/II/2021/Bareskrim, tertanggal 17 Februari 2021 atas laporan palsu dari kelompok Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi dan Terpidana Ir Faaz  dan laporan No. LP/B/5725/XI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 15 November 2021, atas dugaan menggunakan dokumen palsu dalam gugatan perkara No. 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL. di PN Jakarta Selatan, dan kasusnya sudah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya kepada pihak Polres Jakarta Selatan. 


“Saya heran Ir. Faaz tidak pernah mau berdamai meski pihaknya sudah beberapa kali menyarankan agar berdamai dan meninggalkan kelompoknya serta mencabut surat kuasa di PN JakSel karena diduga menggunakan dokumen palsu tapi tetap saja dia menolak," ujar Hoky. 


Dia menyayangkan sikap Faaz yang tidak mau berdamai. Padahal menurutnya jika sekarang dipenjara maka yang turut menanggung beban dan malu besar adalah pihak keluarga. "Saya berharap setelah merasakan sel tahanan Ir. Faaz akan berubah pola berpikirnya,” pungkasnya. *

JAKARTA - MEDIAPORTALANDA - Tim Operasi Damai Cartenz 2022 berhasil melakukan evakuasi terhadap delapan korban peristiwa penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Papua. 


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, dalam proses evakuasi itu, Satgas Damai Cartenz juga bersinergi dengan personel TNI. Evakuasi itu menggunakan jalur udara dengan Helikopter. 


"Sebanyak 9 personel Ops Damai Cartenz dan anggota TNI kami kerahkan untuk evakuasi," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (7/3/2022).

Disisi lain, Ramadhan menyatakan bahwa, dalam proses evakuasi itu personel TNI-Polri juga melakukan pengamanan serta penjagaaan disekitar lokasi. 

Proses evakuasi itu, kata Ramadhan, juga memiliki kendala berupa cuaca yang ekstrem karena sewaktu-waktu bisa berubah. Serta kondisi geografis yang cukup sulit. Meski begitu, personel TNI-Polri terus berusaha melakukan evakasi itu.


"Kami meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan dan mendukung agar evakuasi ini berjalan dengan aman dan lancar," ujar Ramadhan.


Dengan semangat dan jiwa heroik dari seluruh personel, proses evakuasi tersebut dilakukan demi membawa korban dari kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk dikembalikan ke keluarganya masing-masing. (**)


PASAMAN - MEDIAPORTALANDA - Gempa darat dengan intensitas 6,2 SR yang terjadi pada Jumat, pukul 08.39 WIB dengan pusat gempa di 0.15 LU - 99.98 BT atau 18 km timur laut Pasaman Barat menyebabkan terjadinya galodo (pergerakan lumpur bercampur air) yang berasal dari arah Gunung Pasaman, akibatnya rumah serta tempat aktivitas masyarakat. menjadi porak-poranda, (26/2).


Laporan BNPB pada Jumat per pukul 21.00 WIB, gempa ini telah menyebabkan jatuhnya 7 orang korban jiwa, 10 orang mengalami luka berat, 75 orang luka ringan.  


Hingga menyebabkan, sedikitnya 5.000 jiwa mengungsi di 35 titik pengungsian yang berada di Kecamatan Talamau, Pasaman, Kinali di Kabupaten Pasaman Barat.  


Kemudian, terdapat 1 KK/2 jiwa mengungsi ke rumah kerabat di Kabupaten Limapuluh Kota dengan korban terdampak sebanyak 16 KK (53 jiwa).


Selain itu, Galodo ini juga menerjang sejumlah pemukiman penduduk serta lahan pertanian. 


Pantauan lapangan, galodo ini terjadi akibat tebing Gunung Pasaman ini mengalami terban cukup luas, yang kemudian menimbun sumber air dari sejumlah sungai yang berasal dari gunung tersebut. [Jp]

KALTENG – MEDIAPORTALANDA - Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalteng Kembali ungkap kasus Kriminal Narkotika Kenis Sabu-sabu yang digelar di Halaman Mako Ditpolaiorud Polda Kalteng, Jum’at (25/02/2022).

Pada hari yang sama Dirpolairud Polda Kalteng Kombel Pol. Edward Indharmawan Eka Candra, S.I.K., M.H., pimpin langsung kegiatan Press Conference yang didampingi oleh Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalteng Komisaris Polisi Joko Handono, S.I.K. tentang Kasus Narkotika jenis sabu-sabu.

“Menjelaskan bahwa Pada hari Sabtu tanggal 19 Februari 2022 Sekitar Pukul 09.00 Wib Abk Kapal Perenjak -5017 mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi Narkotika jenis sabu-sabu, setelah di tindak lanjuti bahwa informasi tersebut benar kemudian di lakukan penangkapan terhadap kedua pelaku DS dan FS selanjutnya kedua pelaku di amankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil Lab Urine Para Pelaku Positif menggunakan Zat Amfetamine, dan pelaku an.DS selain pemakai juga sebagai pengedar kurang lebih 6 bulan , sedangkan pelaku an. FS menggunakan sabu-sabu kurang lebih 5 bulan dengan dalih untuk mengurangi rasa sakit karna diabetes namun tidak berkonsultasi dengan dokter. PASAL YANG DISANGKAKAN & ANCAMAN HUKUMAN Pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 TTG Narkotika.”Terang Edward.


Semoga kedepannya kita mampu untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan, menuju terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera, serta bersih dari narkoba. Tutupnya. (wjac)

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Sanksi adat yang diberlakukan warga Benteng PLTG, Cupak Tangah, Pauh, Padang sepertinya akan melewati proses hukum. 


Pasalnya, warga yang melakukan penangkapan pelaku asusila dan memberlakukan sangsi adat akan melewati serangkaian pemeriksaan di Polsek Pauh, Padang. 


Hal ini dikarenakan para pelaku asusila melaporkan warga yang melakukan penangkapan dengan pasal pemerasan dan penganiayaan. 


Ini terungkap oleh pemuda  setempat Anggi Gusmiliardi (23) yang turut diperiksa oleh aparat kepolisian karena dugaan pemerasan dan penganiayaan. 


"Kita menetapkan hukum adat terhadap pelaku asusila. Tapi kita di laporkan ke pihak kepolisian," ucapnya. Jumat (18/2) 


Sebelumnya, terjadi penangkapan tindakan asusila oleh warga yang terjadi di Benteng PLTG Cupak Tangah, RT.01 RW.03, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang Selasa, 18 Januari dini hari berlanjut ke ranah hukum. 


Sepasang sejoli bukan muhrim tersebut ditangkap warga dalam sebuah kamar si perempuan. 


Laki-laki adalah FA warga Dhamasraya, Sumbar. Sedangkan wanitanya adalah NG seorang mahasiswi PTN di Kota Padang. 


Saat penangkapan tersebut, warga memberikan hukum adat terhadap pasangan non muhrim ini. 


"Atas dasar penggerebekan dan  pengakuan FA dan NG, dengan kesepakatan pemuda dan warga dijatuhkan sanksi dengan kesepakatan 100 sak semen dengan total 5 juta rupiah. Namun FA meminta potongan hingga menjadi 4 juta rupiah. Dan warga menyepakatinya," tambah Anggi. 


Anggi menambahkan, denda yang diminta tersebut diperuntukkan untuk pembangunan fasilitas umum seperti musala dan posko pemuda. Dan, Anggi membantah tidak ada pemuda dan warga melakukan pemerasan atau penganiayan di hari itu. 


"Saya tegaskan uang yang diterima beberapa hari setelah itu adalah bagian sanksi adat yang berlaku di Kampung ini," tegasnya. 


Seperti yang di akui juga oleh tokoh masyarakat M. Nazif Malin Basa yang merupakan ketua KAN Nagari Pauh V Kec. Pauh Padang, dalam surat pernyataanya no.05/KAN P-V/II/2022. Bahwa pemberian sanski adat terhadap kedua pelaku adalah murni penegakan hukum adat, bukan pemerasan. 


Jelang beberapa hari, warga yang melakukan penangkapan dan pemberi sanksi denda di laporkan oleh kedua pasangan non muhrim ini ke Polsek Pauh. 


"Warga dilaporkan ke pihak Polsek Pauh dengan laporan Polisi bernomor LP/B/04/I/2022/SPKT/Polsek Pauh/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat dan LP/09/1/2022/Sektor Pauh pada 5 Februari 2022," jelasnya. 


Terpisah, Kepala Unit Reskrim Polsek Pauh, I Made membenarkan, telah masuk laporan  dugaan pemerasan pada 21 Januari, tiga hari berselang setelah kejadian kemudian. Lalu, pasal penganiayaan dilaporkan pada 28 Januari, sepuluh hari pasca kejadian. 


"Masuk laporan dari pihak perempuan lalu masuk juga dari pihak laki-laki," katanya. 


Kemudian, tahap selanjutnya, kepolisian akan menyerahkan berkas ke Kejaksaan Tinggi pada Senin, 21 Februari mendatang. Sebelumnya, ia sudah menganjurkan untuk berdamai. 


"Kita sarankan untuk bersama tapi rupanya berlanjut lagi dan kita sudah panggil terlapor dan setelah ini kita akan berikan kasus ini ke Jaksa untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya," katanya. 


Doni Penyidik Reskrim Polsek Pauh mengatakan saat ini masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, diperkirakan sebanyak dua orang saksi yaitu pelapor dan temannya. Ia enggan berkomentar banyak termasuk hasil visum. 


"Dalam penyelidikan ada yang dapat diberikan dan dikabarkan nanti setelah selesai penyelidikan, kami tidak ada memperlambat, menutupi dan semacamnya,"  katanya. (**)

LIMAPULUH KOTA - MEDIAPORTALANDA - Jadi sosok pemimpin memang harus memiliki rasa kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Bahkan kata bijak, orang takkan peduli kepada kita, sejauh mana kitapun peduli kepadanya.


Kalau untuk kepedulian yang tinggi terhadap sesama, sosok tokoh Ir. Irfendi Arbi, M memang benar adanya, baik ketika menjabat maupun tidak lagi, bagi Irfendi Arbi berbuat baik adalah hal yang paling mulia, apalagi kepada masyarakat kalangan bawah.


Ketika Irfendi Arbi masih menjabat sebagai Bupati Limapuluh Kota hingga 2021 lalu, kepedulian putra Simalanggang terhadap sesama sudah dilakukan sejak dirinya masih muda-muda dulu.


Kini saja contohnya, ketika tidak menjadi bupati, Irfendi Arbi masih terus berbagi. Saat dirinya ditertawakan, dicemooh dan sindir-sindir, saat itu juga Irfendi Arbi terus gencar untuk saling berbagi.


Baginya, manusia yang mulia dihadapan Allah SWT, mereka yang peduli dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Enyah dengan omongan miring, hina jadi mulia badaipun pasti berlalu.

Tepatnya, pada Minggu (13/2/2022) pagi, Irfendi Arbi sampai ke salah satu rumah warga di Jorong Koto Nagari Simalanggang yang tertimpa musibah kebakaran. Disana, Irfendi membawa sedikit bantuan bagi korban kebakaran yang tak lain adalah rumah milik seorang guru.


“Saya pun ikut bersedih dan merasakan musibah yang sedang dialami bu guru dan keluarga. Kesedihan ibu dan keluarga, juga kesedihan kita bersama," ujar Irfendi.


Eks Ketua KNPI Kota Padang ini memberikan sedikit bantuan, mudah-mudahan sedikit bantuan mampu meringankan beban keluarga, satitiak jadikan lauik, saganggam jadikan gunuang dan semoga bisa menjadi paubek hati nan sadiah, muko nan sabak, ujar Irfendi Arbi dengan nada agak serak haru.


Melihat kehadiran orang nomor satu periode 2016-2021 ini, membuat korban kebakaran terharu, sedih bercampur senang.


Korban kebakaran pun senang, wajah sedih yang melanda sejak Sabtu (12/2) siang kemarin, kini mulai tampak ceria dan cerah. Mereka pun terharu dengan kepedulian Irfendi Arbi. “Terimakasih Pak Irfendi, atas kedatangan bapak kesini, ujar pemilik rumah. (Jp)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F