Articles by "Aceh"

Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan


MPA, BANDA ACEH – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Aceh, Drs. Abdul Syukur, M.Ag menghimbau para guru untuk pro aktif dan kratif memantau siswa agar tidak terlibat kegiatan negatif dan provokatif baik saat berada di sekolah maupun di luar sekolah.

"Kami himbau guru-guru untuk menjaga dan membimbing siswa seperti membimbing anaknya sendiri, jangan sampai siswa lepas dari pengawasan guru,” himbau Abdul Syukur melalui rilis pers yang dikirim ke sejumlah media massa, Sabtu, 6 Oktober 2019.

Himbauan tersebut katanya, sangat perlu ditindaklanjuti mengingat kondisi akhir akhir ini sudah sangat meresahkan. Sebutnya, banyak siswa terlibat narkoba, tawuran hingga terpengaruh ajakan ikut demonstrasi anarkis.

“Kita juga menyesalkan, baru-baru ini siswa dilibatkan dalam demonstrasi. Kami imbau semua pihak agar tidak melibatkan siswa karenasiswa bisa menjadi korban dari hal-hal yang harusnya tidak terjadi," kata dia.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat ini, PGRI Aceh akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian, dinas pendidikan dan pihak terkait. Hal itu dilakukan supaya siswa tidak jadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait supaya sama-sama memberikan himbauan kepada anak usia sekolah tidak ikut terlibat aksi demonstrasi dan kegiatan negatif lainnya," kata dia.

Namun begitu, dia bersyukur, siswa di Aceh tidak mudah diprovokasi untuk terlibat kegiatan-kegiatan negatif baik ikutan aksi kerusuhan dan kegiatan yang mengganggu ketertiban.

“Hingga saat ini, siswa di Aceh masih patuh kepada orang tua dan guru, baik guru di sekolah, madrasah maupun di balai pengajian. Untuk itu, mari sama-sama mendorong siswa kita supaya rajin belajar dan aktif dengan kegiatan-kegiatan positif,” ajak mantan Kasubbag TU Kantor Kemenag Kota Banda Aceh ini . (*)



MPA, Aceh - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree menjadi salah satu peserta Ekspose Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Tahun 2019 yang diadakan oleh Kementerian Pertanian RI.

Ekspose Penghargaan Abdi Bhakti Tani tahun 2019 ini dilaksanakan di Bogor pada 23 - 25 September 2019 yang dibuka oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Drs. Abdul Halim, M.Si diikuti oleh 46 UKPP Pertanian se-Indonesia yang telah lulus penilaian awal berupa Dokumen dan Penilaian Langsung ke lapangan pada awal Agustus 2019 lalu.

Kegiatan ini merupakan kesempatan yang ke 3 kali secara berurut diikuti oleh SMK-PP Negeri Saree yaitu 2015, 2017 dan 2019 ini. Dimana pada tahun 2015 SMK-PP Negeri Saree memperoleh Penghargaan dalam bentuk Plakat, sedangkan tahun 2017 memperoleh Piala.

Penilaian Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian atau sering disebut Abdi Bhakti Tani, pada tahun 2019 ini lebih difokuskan pada Pengakuan Manfaat UKPP oleh para pihak dan Inovasi Pelayanan dalam mendukung program Upaya Khusus (upsus) Pajale, Siwab, dan Babe yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI.

Oleh sebab itu Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin, SP.,MP dalam presentasinya didepan 15 orang Tim Penilai menyampaikan sejumlah Pengakuan Manfaat dari berbagai pihak dibuktikan dengan Jumlah lembaga/instansi/masyarakat yang berkunjung terus meningkat dengan kepentingan yang beragam seperti ; Field Trip dan belajar lapangan siswa dari TK hingga SMA serta Mahasiswa, Pelatihan Pertanian, Pertandingan Persahabatan antar SMK, PKB Guru, Seleksi Magang Guru ke Korea. Pengakuan juga terlihat dari Jumlah MoU yang telah dijalin dengan berbagai DU/DI/lembaga, dalam 3 tahun terakhir kita telah membuat 30 buah MoU.

Dalam hal Inovasi Pelayanan, Kepala SMK-PP Negeri Saree menyampaikan bahwa ada banyak Inovasi yang dilakukan fokus pada bidang kewirausahaan bagi siswa diantaranya Smart-Be, Seulawah Agro Technopark, PWMP, SPW, dan Pengembangan Unit Produksi. Menyahuti Revolusi Industri 4.0, pihak sekolah menggunakan Finger Print dan Face Print sebagai alat Absensi Guru/pegawai serta siswa. Kemudian penggunaan CCTV di 50 titik dikelas dan lingkungan sekolah dalam rangka pengawasan sehingga dapat tercipta suasana yang aman dan nyaman.

Bagi provinsi Aceh, Ekspose Abdi Bhakti Tani tahun diikuti oleh 2 UKPP yaitu SMK-PP Negeri Saree dan SMK-PP Negeri Kutacane yang mana keduanya merupakan Unit Kerja dibawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Oleh itu, Pemerintah Aceh melalui Biro Organisasi Setda Aceh serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mendukung secara penuh kegiatan Abdi Bhakti Tani ini, termasuk ikut langsung mendampingi hingga ke Bogor saat ekspose. Atas dukungan ini, Kepala SMK-PP Negeri Saree mengapresiasi dan berterima kasih. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini seperti Tim Panitia Abdi Bhakti Tani Sekolah, Komite, siswa dan seluruh pegawai SMK-PP Negeri Saree. Semoga usaha ini akan memberi hasil terbaik.

Bogor, 25 September 2019
Wakasek Humas dan Kerjasama
SMK-PP Negeri Saree

Khatmi Ilyas, S.Pd

Foto: Bang Iyon (kanan) bersama Pimred LintasAtjeh.Com, Bang Ari

MPA, ACEH TAMIANG - Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Aceh Tamiang mengecam keras terhadap upaya pendzaliman oleh sejumlah oknum terhadap seorang pewarta, yang bernama Zulfadli Idris alias Bang Iyong. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DPC PPWI Aceh Tamiang, Syahriel Nasir, melalui rilis persnya, Selasa (03/09/2019).

Nasir menegaskan, PPWI Aceh Tamiang sangat tidak dapat menerima aksi dzalim yang dilakukan oleh oknum pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) setempat, berinisial ZH, dengan cara mengancam akan membunuh dan memutilasi Bang Iyong. "Aksi pengancaman ZH terhadap Bang Iyong pada 13 Agustus 2019 kemarin, dengan alasan bahwa Bang Iyong sering mengkritik MPD Aceh Tamiang melalui media sosial facebook, sangat tidak benar dan terlalu mengada-ngada," jelas Nasir.

Menurut Nasir, pasca dilantiknya MPD Aceh Tamiang periode 2019-2024, pada 15 Februari 2019 lalu, Bang Iyong tidak pernah melontarkan kritikan kepada lembaga tersebut, baik melalui media sosial facebook, maupun media massa. Nasir menambahkan, saat itu ZH terkesan merekayasa alasan karena diduga sedang panik akibat kritikan Bang Iyong terhadap ulah oknum pengurus MPD Aceh Tamiang lainnya berinisial AML yang memposting komentar bernuansa rasa kebencian dan SARA melalui akun facebook oknum tersebut pada 10 Agustus 2019.

"PPWI Aceh Tamiang akan menelusuri kebohongan dari ZH dan akan menelusuri dugaan keterlibatan ZH terhadap laporan Mantan Plt Kadis Parpora, YN, terhadap Bang Iyong ke Polda Aceh. Karena laporan tersebut terkesan janggal sebab antara YN dan Bang Iyong sudah saling bermaafan pada 23 Juni 2019 lalu," ungkap Nasir.

Untuk diketahui bahwa persoalan Bang Iyon dengan Yetno, S.Pd (YN) berawal ketika Bang Iyon sering melemparkan kritik terhadap Yetno saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kadisbudparpora Aceh Tamiang tahun 2015. Rentetan kritikan wartawan LintasAtjeh.com itu dibalas somasi ‘asal-asalan tanpa dasar’ dari Yetno ke Pimpinan Redaksi media LintasAtjeh.com.

_Berita terkait dapat dibaca di sini: Surat Jawaban Somasi untuk Kadisbudparpora Aceh Tamiang (https://www.lintasatjeh.com/2015/11/surat-jawaban-somasi-untuk-kadisbudparpora-aceh-tamiang.html?m=1)_
"Seharusnya kegaduhan ini juga menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bila tidak, maka PPWI tidak dapat membantu orang nomor satu di Pemkab Aceh Tamiang saat ini melaksanakan janjinya, seratus persen bersih dan amanah dalam menjalankan roda pemerintahannya," pungkas Nasir.

Persoalan itu kemudian berakhir dengan proses saling memaafkan antar kedua belah pihak, Bang Iyon dengan Yetno. Jika kini Yetno melayangkan laporan ke Polda Aceh, maka patut diduga bahwa ada usaha sistimatis dan di luar logika publik tentang perilaku oknum pejabat tersebut. Hal itu akan berdampak pada ketidak-percayaan masyarakat kepada proses maaf-memaafkan antar pihak yang terlibat dalam perselisihan pendapat, pemikiran dan kata-kata di kemudian hari.

“Saya merasa aneh dengan fenomena masyarakat Indonesia saat ini, khususnya di Aceh, negeri yang mendasarkan segala pola pikir dan perilaku kepada Kitab Suci Al-Quran dan Sunnah, yang menjunjung tinggi prinsip silahturahmi, bekerjasama, bermusyawarah, dan saling memaafkan. Apa artinya negeri berlandaskan syariah jika sikap kritis publik direspon reaktif dan cenderung dzalim seperti yang diperlihatkan Yetno itu? Dia sangat tidak layak jadi pejabat yang isi perutnya dibiayai oleh rakyat yaa,” demikian komentar Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kepada media ini menanggapi pelaporan Bang Iyon ke polisi, Selasa, 3 September 2019. (SNR/Red)



Keterangan foto: Karlinus, Ketua DPD II Partai Bulan Bintang Subulussalam

MPA,SUBULUSSALAM - Ketua DPD II Partai PBB Kota Subulussalam, Karlinus, menyatakan dukungannya terkait upaya untuk mendorong DPRA agar merevisi Qanun Bendera Bulan Bintang menjadi Bendera Alam Peudang. "Partai Bulan Bintang Subulussalam menyatakan mendukung penuh upaya revisi terhadap Bendera Provinsi Aceh, yang selama ini jadi polemik, kepada Bendera Alam Peudang," ungkap Karlinus kepada media ini, Selasa, 6 Agustus 2019.

Karlinus menegaskan bahwa memang sudah sepantasnya DPRA merevisi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengesahan Bendera Bulan Bintang. "Semestinya direvisi itu, karena Qanun tersebut sudah dibatalkan oleh Mendagri, sebab dianggap tidak sesuai dengan butir-butir perjanjian damai MoU Helsinki," imbuh putra asli Subulussalam ini.

Karlinus mengatakan, Keputusan Kepmendagri 188.34-4791 Tahun 2016 merupakan Keputusan final. Menurutnya, Pemerintah Pusat jangan memberi celah pada kelompok yang berkeinginan membangkitkan kembali semangat separatis dengan mengajukan Bendera Bulan Bintang sebagai Bendera dan Lambang Aceh.

Karlinus mengatakan, Bendera Alam Peudang yang diusung oleh para akademisi, sejarawan, tokoh adat dan mahasiswa Aceh, sangat pantas untuk mengakhiri polemik Bendera Aceh. "Bendera Alam Peudeng adalah bendera kejayaan Aceh pada jaman Sultan Iskandar Muda yang sudah mempersatukan rakyat Aceh, sehingga sangat layak untuk dijadikan bendera Provinsi Aceh," pungkas Karlinus. (NSR/Red)


Keterangan foto: Ketua PPWI Aceh Tamiang, Salbiah, S.Pd.I sedang memberikan arahan kepada siswa

 MPA,ACEH TAMIANG - Dalam rangka meningkatkan minat siswa serta memberikan pengertian tentang bagaiman menjadi seorang pewarta yang baik dalam lingkup sekolah merupakan tujuan utama organisasi PPWI, Pengurus PPWI Aceh Tamiang kembali mengadakan kegiatan "Saweu Sikulah" (Kunjungan Sekolah - red). Setelah sebelumnya dilaksanakan di SMAN 4 Kejuruan Muda, kini Giliran SMAN 5 Kejuruan Muda Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, yang dikunjungi Organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/8/2019).

Untuk mencapai target kegiatan yang dianggap penting dalam memanfaatkan teknologi informasi bagi kaum milenial seperti yang dilakukan di sekolah sebelumnya, tim organisasi yang banyak digandrungi para jurnalis ini tak bosan-bosannya membagikan ilmu kepada para siswa. Untuk menjadi seorang pewarta yang baik terkhusus dalam lingkungan sekolah mereka, PPWI Aceh Tamiang senantiasa berbagi kiat dan strategi serta wawasan bagi para siswa.

Bagaimana cara memberikan informasi yang faktual, akurat, dan berimbang, inilah hal-hal pokok yang menjadi pembahasan yang paling diminati para siswa. Juga, mereka tertarik untuk mampu memanfaatkan dengan baik website SMAN 5 Kejuruan Muda yang selama ini vakum dalam mempublikasikan informasi serta inovasi sekolahnya.

Ketua DPC PPWI Salbiah SPd.i didampingi Ketua Bidang Diklat dan Organisasi DPC PPWI Aceh Tamiang yang juga seorang Dosen di salah satu Universitas Negeri di Langsa, Dr. T. M. Sahudra, M.Pd, M.Si. mengatakan bahwa dirinya akan terus menjalankan kegiatan ini ke beberapa sekolah yang dituju. “Saya akan terus bekerja, menjalankan program ini ke sekolah-sekolah kita demi tercapainya apa yang organisasi inginkan, yaitu memperkenalkan serta mengajak para siswa/i untuk mengapai kenginan menjadi pewarta hingga menjadi jurnalis handal," papar Salbiah.

Kita mencoba memperkenalkan PPWI, lanjutnya, kepada siswa/i dan memberi pengertian kepada mereka tentang dunia pewarta sebagai pemberi informasi itu seperti apa. “Kita melihat ada jiwa pewarta di dalam diri mereka, hanya kepercayaan diri membentuk sebuah tulisan menjadi berita itu saja yang masih perlu diasah di dalam diri siswa/i," imbuh wanita yang sehari-hari bertugas sebagai Anggota DPRK Aceh Tamiang ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 5 Kejuruan Muda, Irwansyah Putra, S.Pd. sangat mengapresiasi kegiatan "Saweu Sikulah" ini. Dirinya mengaku kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya, karena selain memberi pengertian tentang pentingnya menjadi pewarta, siswa/i juga diajarkan bagaimana memanfaatkan androidnya agar dipergunakan untuk kepentingan belajar, bukan hanya untuk bermain game.

"Kami merasa berterima kasih Kepada PPWI karena telah mengajarkan anak-anak kami tentang ilmu menjadi pewarta, dan kami berharap kunjungan ini tidak putus hanya disini saja, dan kita berharap ada organisasi atau lembaga lainya yang mau bersosialisasi dan berbagi ilmu kepada siswa/i kami yang berada jauh dari perkotaan ini," ungkap sang Kepala Sekolah penuh harap.

Setelah melaksanakan sosialisasinya, seperti biasa Ketua PPWI berbagi cindera mata kepada siswa/i yang berani menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. (NSR/Red)


Keterangan foto: Salbiah (tengah, berjilbab hitam) berfoto bersama dengan anak-anak peserta festival dan pendampingnya dengan pose 'Salam Literasi

MPA,JAKARTA - Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Aceh Tamiang, Salbiah, S.Pd, menyempatkan diri menyambangi peserta Festival dan Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus Tingkat Nasional asal SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang di Jakarta. Salbiah  mengunjungi anak-anak SLB ini di tempat digelarnya kegiatan di Atria Hotel, Jl. Gading Serpong Boulevard No. Kav 2, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810 Tangerang, Sabtu (27/07/2019) pagi.

Ketua DPC PPWI Aceh  Tamiang, yang juga merupakan Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Gerindra, dan berhasil terpilih kembali di periode kedua pada pemilu lalu, adalah sosok perempuan yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Kepada media, ia menyampaikan bahwa acara festival yang diikuti anak-anak Aceh Tamiang tersebut akan berlangsung selama 5 hari dimulai sejak tanggal 25 s/d 29 Juli 2019.

"Kedatangan saya kemari adalah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak peserta festival dan lomba literasi anak berkebutuhan khusus tingkat nasional asal SLB Aceh Tamiang yang telah terpilih dalam mengikuti lomba tersebut," ungkap Salbiah sambil berbagi kemudahan rezeki dengan memberikan sedikit uang saku kepada anak-anak yang mengikuti lomba.

Melalui kunjungan ini, tambah Salbiah, dirinya ingin memberikan dukungan semangat kepada anak-anak yang sedang mengikuti lomba. "Saya berharap agar kepercayaan diri mereka semakin meningkat dan semangat juang juga semakin berkobar karena merekalah aset daerah yang kita miliki," ungkapnya.

Salbiah, S.Pd juga menjelaskan bahwa anak-anak yang berasal dari SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang sebanyak 4 orang yang tercatat sebagai peserta lomba. Masing-masing anak didampingi oleh guru pendampingnya, dan akan mengikuti 4 kategori perlombaan, yaitu:  
1. Raju Laini dengan Guru Pendamping Zulfan Tri Ananda Ramadhan akan mengkuti Lomba Cerpen.
2. Khairul Efendi dengan Guru Pendamping Zamruddin akan mengikuti lomba Komik Strip.
3. Nawal Aji Pradana dengan Guru Pendamping Fadlina akan mengikuti lomba baca puisi, dan
4. Imam dengan Guru Pendamping Cut Muliyani akan mengikuti Lomba Mendongeng. 

"DPC  PPWI Aceh Tamiang sangat mengapresiasi kegiatan yang telah digagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus ini. Kita melihat dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat lebih meningkatkan mutu pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK) dan dapat lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia. Selain itu, kegiatan ini menurutnya dapat menumbuhkan dan memupuk jiwa seni, sastra, semangat, disiplin, dan rasa percaya diri bagi siswa didik pendidikan khusus dan layanan khusus," imbuh Salbiah.

Di tempat terpisah, Kepala SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Muttaqin, S.Pd, M.Pd, saat dikonfirmasi, dirinya membenarkan bahwa anak-anak didiknya sekarang sedang berada di Jakarta dan sedang mengikuti lomba literasi. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dorongan kepada peserta didik sehingga dapat mengembangkan potensi, bakat dan kreativitasnya di bidang literasi. Juga, dapat menumbuhkan sikap kritis, terbuka dan rasa ingin tahu peserta didik dalam berbagai hal melalui festival literasi.

"Semoga saja anak-anak kita bisa keluar sebagai pemenang, kita sangat bangga karena merekalah kedepan yang akan mengharumkan nama Daerah," tutup Salbiah. (NSR/Red)



MPA,ACEH TAMIANG - Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar acara coffee morning bersama insan pers yang bertugas di kabupaten bergelar Bumi Muda Sedia.

Acara coffee morning bersama tersebut berlangsung di salah satu warung kopi di kawasan Karang Baru, Rabu (24/07/2019) pagi.

Ketua DPC PPWI Kabupaten Aceh Tamiang, Salbiah, S.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah hadir pada acara coffee morning yang mereka gelar.

"Acara yang kita adakan ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar para insan pers dengan para pengurus PPWI Aceh Tamiang," terang Salbiah.

Salbiah juga menjelas, PPWI adalah organisasi menampung semua penulis pewarta warga (Citizen Reporter) dari latarbelakang apapun, khususnya yang memiliki hobi menulis, baik untuk konsumsi media massa online dan offline, maupun menulis di blogger dan media lainnya.

Lanjutnya lagi, dalam era saat ini, salah satu perjuangan pewarta warga dan para insan pers adalah mengedukasi masyarakat dengan memberikan informasi yang benar dan lurus sesuai dengan fakta melalui berbagai saluran yang ada.

"Tentunya acara ini nantinya akan menjadi agenda silaturahmi yang bersifat rutin sehingga dapat menumbuhkan kebersamaan diantara kita, dalam upaya pencapaian dari salah satu tujuan berdirinya Negara Republik Indonesia yang tertuang secara jelas dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-empat, yakni MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA," tutup Salbiah. (NSR/Red)


MPA,ACEH TIMUR - Amiruddin (45),yang berprofesi Nelayan asal gampong Paya Dua,Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, meninggal dunia akibat terkena baling-baling kapal dibagian perutnya.sabtu (27/7/2019)

Amiruddin yang berkerja sebagai anak buah Kapal Motor "Meutuah That" milik Safruddin,asal  Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur. 

Kasatpolair Polres Aceh Timur, Iptu Pidinal Limbong, mengatakan kepada awak media Menurut keterangan saksi,Zunaidi (tekong) (45),dan Dedi Firmansyah(37) (pawang) asal  Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Serta Jamalludin(32)asal Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur. 

Kronologi kejadian Pada hari Jumat tanggal 26/07/2019 sekitar pukul 09.00 WIB menurut keterangan saksi-saksi bahwa yang pada saat itu,korban(Amiruddin) sedang melakukan kegiatan menarik pukat.

Korban merasakan boat ada kendala di bagian baling-baling, lalu korban turun ke laut/bawah kapal guna mengecek keadaan kapal yang menurut korban ada yang tersangkut di baling-baling kapal dengan posisi mesin boat masih dalam keadaan hidup.

Tak lama selang beberapa waktu saksi-saksi melihat terdapat darah yang begitu banyak sehingga saksi (Jamaluddin) turun ke laut guna membantu korban. Namun naas korban tidak dapat ditolong dikarenakan korban terkena baling baling kapal dengan luka yang cukup parah.

Selanjutnya tekong kapal langsung menghubungi toke boat KM. Meutuah That melalui jaringan radio ke boat lain yang lebih dekat pinggiran pantai di karenakan tidak adanya jaringan hp di tengah laut.

Pada hari Sabtu tanggal 27/07/2019 sekira pukul 06.00 WIB KM Meutuah That tiba di Kuala Idi dengan membawa korban, selanjutnya korban langsung di bawa ke rumah sakit umum Zubir Mahmud, Idi guna dilakukan visum.

Dari hasil visum dokter terdapat luka robek pada bagian perut (isi perut terurai keluar) dan luka robek pada kaki sebelah kiri serta keluarnya darah dari bahagian telinga.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke rumah duka di Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur dan di terima pihak keluarga guna disemayamkan,ujar Kasatpolair Polres Aceh Timur, Iptu Pidinal Limbong.(Dedi)



MPA,BANDA ACEH – Kontingen Kota Banda Aceh berhasil berhasil menjadi juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tingkat Provinsi Aceh tahun 2019 yang telah berlangsung di Kota Banda Aceh, sejak 23 hingga 27 Juli 2019. Ajang yang diperuntukkan bagi siswa SMA se-Aceh ini diikuti 22 Kabupaten/Kota, terkecuali Kabupaten Simeulue yang gagal mengikuti even bergengsi itu dikarenakan factor cuaca.

Kontingen Kota Banda Aceh menjadi juara umum setelah behasil mengantongi 3 tropi juara satu, 5 tropi juara dua dan 2 tropi juara tiga untuk kategori SMA pada berbagai mata lomba. Adapun para juara satu pada cabang cipta puisi yaitu Dimas Putra Hadi Santosa (SMAN 1 Banda Aceh), cabang gitar solo yaitu Muhammad Djauza Zachri (SMAN 3 Banda Aceh), cabang tari berpasangan yaitu Muhammad Fauza Ruser dan Rauzhul Jinan (SMAN 12 Banda Aceh).

Lalu untuk juara dua masing-masing diraih pada cabang kriya putri yaitu Arsa Cindy Safitri (SMAN 7 Banda Aceh), cabang vocal solo putra yaitu Maurel Cinta Rajasa (SMAN 3 Banda Aceh), cabang vocal solo putri yaitu Putri Nurhalizah (SMAN 11 Banda Aceh), cabang desain poster putri yaitu Ihfazna Ayuni (SMAN 12 Banda Aceh), cabang film pendek yaitu Miftahul Ihsan dan Berryl Chaliq Arrahman (SMA Labschool Unsyiah).

Sedangkan juara tiga masing-masing diraih pada cabang baca puisi yaitu Ade Hayatun Nufus (SMAN 11 Banda Aceh) dan cabang desain poster putra yaitu Muhammad Tsani Kasyfillah (SMA Labshool Unsyiah).

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yacob, S. Ag, M.Pd, Sabtu (27/07/2019) seusai menutup ajang FLS2N Tingkat Provinsi Aceh 2019 di Hotel Grand Aceh Syariah mengatakan setiap anak memiliki kreasi dan seni sejak usia dini, semakin lama dan beranjak dewasa semakin tumbuh bakat seninya. Sehingga pemerintah dinilai perlu untuk memnfasilitasi penyaluran bakat tersebut melalui ajang FLS2N tersebut.

“Kami yakin karya seni yang baik adalah karya seni yang berasal dari karya orisinil dari peserta bukan ciplakan dari orang lain. Aceh memiliki banyak potensi yang memiliki bakat, tapi banyak yg belum dapat disalurkan karena masih minimnya ajang penyaluran kreatifitas yang dilaksanakan,” terangnya.

Muslem menyampaikan selamat kepada kontingen Kota Banda Aceh yang telah berhasil meraih juara umum pada FLS2N tahun ini. Setelah tahun lalu direbut oleh kontingen Kabupaten Aceh Besar.

“Bagi peraih juara pertama pada masing-masing bidang lomba. Kami berharap kepada para pelatih, official dan peserta, untuk dapat melakukan persiapan menuju ke tingkat nasional. Pembinaan dan latihan rutin agar terus dilakukan secara terukur dan terprogram setiap hari,” pintanya.

Menurutnya, ajang FLS2N Tingkat Nasional 2019 akan dilaksanakan pada Bulan September mendatang di Bandar Lampung. Pihaknya menargetkan untuk membawa pulang juara sebanyak-banyaknya agar Aceh mendapat tempat di tingkat nasional nantinya.

“Pelatih harus mengatur sampai ke pola makan dan menjaga berat badan para peserta agar terlihat ideal pada penampilannya.  Berlatih, jaga kesehatan, jaga pola makan agar bisa tampil maksimal di FLS2N Nasional 2019,” tuturnya.

Intinya, kata Muslem, syarat mutlak untuk dapat bertanding di tingkat nasional yaitu percaya diri dan tidak pantang menyerah. Pihaknya akan memberikan apresiasi khusus bagi siswa yang meraih juara di tingkat Nasional.

Sebelumnya Kepala Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd mengatakan para juara satu pada masing-masing lomba di tingkat Provinsi, berhak mewakili Aceh pada FLS2N tingkat Nasional pada Bulan September mendatang di Bandar Lampung.

“Hingga berakhirnya kegiatan, kontingen Kabupaten Simulue tetap tidak bisa berhadir, dikarenakan perjalanan laut masih belum memungkinkan dan untuk transportasi udara masih kurangnya anggaran dari panitia,” cetusnya.

Turut hadir pada penutupan ajang FLS2N tingkat Provinsi Aceh 2019 yaitu Kasi Pengembngan Aplikasi TIK Tekkomdik Aceh, Drs Anwar M. Isa, M.Si, Kepsek SMAN Modal Bangsa, Dr Anwar, M.Ed, serta PPTK Disdik Aceh, Syukri Ali, M.Pd.

Adapun ke empat belas siswa SMA yang terpilih mewakili Provinsi Aceh untuk mengikuti ajang FLS2N Tingkat Nasional 2019 di Bandar Lampung adalah :

1. Fathia Ruziqni (SMAN 8 Takengon) pada cabang baca puisi.
2. Dimas Putra Hadi Santosa (SMAN 1 Banda Aceh) pada cabang cipta puisi.
3. Ardiansyah Cirro (SMAN Unggul Subulussalam) pada cabang monolog.
4. Muhammad Rifyalusshidqi (SMAN Modal Bangsa) pada cabang kriya putra.
5. Syarifah Fathimah Azzuhra (SMAN Modal Bangsa) pada cabang kriya putri.
6. M. Fauzan Khaidir (SMAN 1 Langsa) pada cabang vocal solo putra.
7. Kananda Putri Morisca (SMAN Modal Bangsa) pada cabang vocal solo putri.
8. Muhammad Djauza (SMAN 3 Banda Aceh) pada cabang gitar solo.
9. Afif Naufal (SMAN Modal Bangsa) pada cabang desain poster putra.                  
10. Qunun Qifa (SMAN Unggul Ali Hasyimi) pada cabang desain poster putri.
11. Daiyan Adhita Alghifari (SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe) pada cabang film pendek.
12. Arief Alfitra (SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe) pada cabang film pendek.
13. Muh Fauzan Ruser (SMAN 12 Banda Aceh) pada cabang tari berpasangan.
14. Rauzhul Jinan (SMAN 12 Banda Aceh) pada cabang tari berpasangan.(Li)


MPA,JAKARTA – Senator DPD-RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP bersama juru bicara Partai Aceh, Muhammad Saleh, dan tokoh masyarakat Aceh di Jakarta, Fahmi Mada, resmi melaporkan penulis partisan Denny Siregar ke Mabes Polri. Laporan diterima oleh petugas di Bareskrim Polri, Senin, 22 Juli 2019. “Laporan kita terhadap Denny Siregar telah diterima Bareskrim Polri. Kita sudah diberikan surat tanda bukti lapor,” jelas Fachrul Razi kepada para awak media seusai membuat laporan polisi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para tokoh dan masyarakat Aceh sangat keberatan terhadap hinaan melalui video oleh Denny Siregar yang disebarluaskan melalui jejaring sosial, aplikasi percakapan WhatsApp, dan chanel berbagi video Youtube. “Kami masyarakat Aceh sangat keberatan atas ulah Denny yang melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap pemimpin, ulama, dan rakyat Aceh,” imbuh Fachrul.

Dalam waktu dekat akan ada pemanggilan terlapor Denny Siregar terkait pernyataannya dalam video yang telah terbukti menjurus kepada ujaran kebencian dan penghinaan terhadap rakyat Aceh. Hal tersebut dapat memicu perpecahan dan kebencian terhadap rakyat Aceh, ulama dan Islam di Aceh.

Ditemui di Bareskrim Mabes Polri, H. Fachrul Razi yang juga Pimpinan Komite I DPD RI menyampaikan bahwa di negara hukum tidak ada yang kebal hukum. “Yaa selama ini kan Denny Siregar katanya kebal hukum, sampai-sampai 700 Pengacara saja yang coba menggugat tidak diterima oleh polisi. Kali ini kami coba buktikan,” tegas Fachrul Razi yang juga akan berkoordinasi dengan Kapolri dalam waktu dekat untuk mengawal kasus ini.

Fachrul Razi mengatakan bahwa Bareskrim Mabes Polri dan Divisi Siber Polri telah menganalisa dan menetapkan bahwa di video yang berdurasi 3 menit tersebut memang terdapat unsur ujaran kebencian dan penistaan kepada agama dengan merendahkan harkat dan martabat Aceh. “Dengan turunnya Surat Tanda Terima Laporan di Bareskrim Mabes Polri, setidaknya memberikan kabar baik bagi rakyat Aceh akan adanya kepastian hukum yang selama ini merasa gelisah karena video yang diunggah Cokro TV dengan Pengisi Acara Denny Siregar meresahkan masyarakat Aceh,” tambah Fachrul Razi.

Fachrul Razi, yang dikenal kritis dan aktif mengkritisi kebijakan pemerintah Aceh dan Parlemen di Aceh jika tidak berpihak pada rakyat Aceh ini, memberikan apresiasi bagi siapa saja yang mengkritik Aceh atau memberikan masukan. Namun tidak dengan menghina atau melecehkan Aceh. “Aceh adalah daerah khusus yang berada dalam bingkai NKRI, kita berat membangun integrasi politik di Aceh, namun jangan pernah menghina Aceh dan mencoba merusak kepercayaan antara Aceh dan Pusat dengan pernyataan yang merusak perdamaian dan melecehkan Islam di Aceh,” tutur Fachrul.

Denny Siregar diduga melakukan penghinaan dan melakukan penistaan agama sebagai mana terdapat dalam Pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Hukum harus ditegakkan, tidak ada yang kebal hukum di negara Indonesia,” pungkas Fachrul Razi. (FRZ/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.