Articles by "Sumsel"

Tampilkan postingan dengan label Sumsel. Tampilkan semua postingan

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Peraturan Wali Kota (Perwako) No.49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terus disosialisasikan Pemerintah Kota Padang kepada stakeholder terkait dan seluruh masyarakat Kota Padang.

"Perwako No.49 Tahun 2020 ini penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari di masa pandemi Covid-19. Maka itu, kita akan terus sosialisasikan secara masiv baik melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta didukung Camat, Lurah dan seluruh elemen di Kota Padang," sebut Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa sewaktu memimpin sosialisasi Perwako terkait ke sejumlah tempat usaha dan perhotelan di Kota Padang, Rabu (10/6/2020).

Dalam kesempatan itu Wawako juga didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kepala Bapenda Al Amin dan lainnya. Adapun beberapa lokasi sosialisasi dikunjungi adalah Cafe Place Grand Inna Padang dan Texas Fried Chicken.

Wawako Hendri menjelaskan, Perwako No.49 Tahun 2020 diterbitkan mengingat dan menimbang beberapa hal di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di Kota Padang.

"Sekarang kita sedang menjalani masa transisi menuju penerapan pola tatatan normal baru (new normal) produktif dan aman Covid-19. Untuk itu, Perwako ini perlu disosialisasikan agar semua masyarakat dapat mengikuti semua aturan yang mengatur," jelasnya.

Lebih jauh diterangkan Wawako, Perwako No.49 Tahun 2020 diterbitkan menimbang pentingnya kesehatan dan keselamatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Selain itu juga menimbang jaminan atas keberlangsungkan kegiatan masyarakat di sektor perekonomian, pendidikan, sosial, budaya, keagamaan, transportasi dan pelayanan publik. 

"Maka itu kepada kita semua di Kota Padang perlu dilakukan adaptasi melalui perubahan pola hidup baru mengacu protokol kesehatan sesuai Perwako No.49 Tahun 2020. Kita tentu berharap, sosialisasi yang kita lakukan dapat berjalan optimal dan semua warga kota dapat mengimplementasikan Perwako No.49 Tahun 2020 ini," tukasnya.

Selanjutnya Hendri Septa berharap seluruh masyarakat dan stakeholder terkait di Padang dapat mentaati semua aturan yang ada di masa pandemi Covid-19 pada fase penerapan new normal nantinya. Hal ini adalah demi pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 di Kota Padang.

"Insya Allah, Perwako ini juga bakal ditindaklanjuti dengan melahirkan Peraturan Daerah (Perda) ke depan. Sehingga semuanya akan lebih konkrit karena ada sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar protokol kesehatan," ujarnya.

Dalam sosialisasi yang dilakukan Wakil Wali Kota Padang beserta jajaran dikesempatan itu, terlihat para pelaku usaha atau pemilik perhotelan tampak telah mentaati protokol Covid-19 sesuai dengan aturan, pengaturan dan sarana yang dibutuhkan pada masa pandemi Covid-19. Sehingga sewaktu mulai beroperasi pada fase new normal nantinya semuanya pun dapat saling menjaga dan mengendalikan penularan Covid-19.

(David)

Salah Satu Jembatan yang Rusak Diterjang Banjir. Foto/SINDOnews/DedeFebruansyah

PALEMBANG - Sebanyak tujuh jembatan penghubung antar-wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mengalami rusak parah lantaran diterjang banjir. Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di daerah tersebut menjadi penyebabnya.

Bupati OKU Selatan Popo Ali mengatakan, sedikitnya terdapat tujuh jembatan putus di wilayahnya yang terdiri dari tiga jembatan gantung dan empat jembatan beton. Selain itu, terdapat juga belasan titik longsor, dan satu ruas jalan provinsi terputus dikarenakan box culvert yang hanyut.

"Hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan belasan titik longsor, sehingga menimbulkan banjir bandang dan membuat tujuh jembatan mengalami rusak parah dan hanyut," ujar Popo Ali saat video conference, Minggu (10/05/2020).

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, sedikitnya terdapat lima kecamatan yang terdampak akibat banjir bandang yang melanda wilayah OKU Selatan tersebut. Kelima kecamatan tersebut yakni Muara Dua, Buay Sandang Aji, Simpang, Buana Pemaca, dan Kisam Ilir.

"Akibat dari banjir bandang tersebut setidaknya sebanyak 1.314 Kepala Keluarga terdampak. Selain itu juga sudah dilakukan evakuasi terhadap warga, khususnya masyarakat di daerah bantaran Sungai Saka Selabung," jelasnya.

Selain mengakibatkan banjir, kata Ansori, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan 14 titik di lima kecamatan lainnya mengalami tanah longsor.

"Di Kecamatan Pulau Beringin, tepatnya di Desa Anugrah, ada sembilan titik. Lalu, Kecamatan Buana Pemaca di Desa Tekana satu titik. Kecamatan Kisam Tinggi di Desa Tenang dan Desa Simpang Tiga satu titik. Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Desa Simpang Sender satu titik dan di ruas jalan Simpang Gunung Raya-Bedeng Tiga-Gunung Raya dua titik," jelasnya.

Ansori juga mengatakan, berbagai upaya penanganan telah dilakukan pihaknya, baik dari BPBD setempat yang bekerja sama dengan instansi terkait, maupun dari BPBD Sumsel.

"Yang sedang kita lakukan saat ini yakni pembersihan material longsor, menyiapkan posko pengungsian. Selain itu juga melakukan pemantauan debit air pada beberapa titik rawan, termasuk mendistribusikan logistik kepada masyarakat yang terdampak," tandasnya. (**)

Sumber : sindonews.com

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri. (Foto: Antara).

PALEMBANG - Jumlah orang yang masuk kategori dalam pemantauan atau ODP di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 2.000-an. Sebagian besar penularan virus corona di daerah tersebut diduga berasal dari transmisi luar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan, sebanyak 2.020 orang di Sumsel masuk kategori ODP. Di antaranya ada 1.284 orang yang masih dalam pemantauan.

Meski begitu, dia menilai, penularan wabah corona di wilayahnya masih dapat dikendalikan, sebab virus tersebut dibawa oleh orang yang masuk daerah Sumsel, atau transmisi luar.

"Memang ada juga yang terkena lokal karena mereka ada hubungan keluarga," kata Yusri di Kota Palembang, Sumsel, dikutip dari iNews.id Minggu (12/4/2020).

Sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel menyebut hingga Jumat (10/4/2020) ada 18 kasus pasien positif corona di daerahnya, sementara pusat menyebut ada 21 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan, dirinya tidak menolak data Gugus Tugas Pusat. Tapi pihaknya baru bisa memverifikasi 18 kasus.

"Kami tidak menolak data dari pusat yang menyebut ada empat tambahan kasus baru di Sumsel, hanya saja memang setelah dicek silang baru terverifikasi satu dari empat itu," kata Yusri. (*)




MPA, PALEMBANG - Polda Sumsel mengungkap kasus perguruan tinggi ilegal yang tidak mengantongi izin pendirian dari Kementerian Riset Teknologo serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan dua orang tersangka merupakan suami istri sebagai pengelola kampus yakni Akademi Farmasi Harapan Palembang dan Akademi Harapan Palembang dengan program studi Perekam dan Informatika bernaung pada Yayasan Perguruan Tinggi Harapan.

Penyidik Polda Sumsel menetapkan dua tersangka, yakni Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Harapan berinisial SS dan Ketuanya Yayasan Perguruan Tinggi Harapan berinisial MS.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani menjelaskan, kasus ini terungkap dari laporan mahasiswa yang terkejut ijazahnya tidak terdaftar di Kemenristekdikti pada 31 Mei 2018. Penyidik pun melakukan penyelidikan dengan konfirmasi ke pihak terkait.

Hasilnya, kata Yustan, kampus itu diketahui ilegal berdasarkan surat pernyataan dari Direktorat Jenderal IPTEK, Dikti, Kemenristekdikti Nomor 3984/C.C5/KL 2017.

"Penyidik berkesimpulan dua kampus itu ilegal karena tidak memiliki izin pendirian dan membuka program studi," ujarnya,Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, kedua kampus itu beroperasi sejak 1998 dan izin pendirian habis pada tahun 2000. Sedangkan izin membuka prodi habis pada 2019.

"Meski sudah habis semua izinnya, kedua kampus ini masih beroperasi dan membuka mahasiswa baru, ada 64 mahasiswa yang belajar di sana dan merasa tertipu," ujarnya.

Terhadap kedua tersangka, penyidik menggunakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 71 jucnto Pasal 62 ayat 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 42 ayat 4 UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Ancamannya maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Kasus ini akan dikembangkan lagi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah II (Kopertis Regional II), Win Honaini mengatakan, kedua kampus tersebut telah ditutup sejak penyelidikan polisi.

Pihaknya juga mengimbau pengelola kampus tidak menerima mahasiswa baru jika izin prodi sudah habis dan belum diperpanjang.

"Kami sangat mengharapkan laporan mahasiswanya, biar bisa ditindaklanjuti. Tapi kami tetap melakukan pengawasan di 207 perguruan tinggi yang menjadi wewenang kami," jelasnya. (*)




Sumber SindoNews.com
dengan judul artikel : Polda Sumsel Ungkap Kasus Perguruan Tinggi Ilegal



MPA, SUMSEL - Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Syafrial, psc., M. Tr (Han)., memimpin upacara pemakaman secara militer, Sersan Satu (Sertu) Anumerta Rikson Edi Chandra di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Prabumulih

Hal tersebut disampaikan Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Dharmawan dalam keterangan tertulisnya di Palembang,  Jum’at (30/8/2019). Pemakaman dilaksanakan pada  pukul. 09.00 WIB.
Dikatakan Djohan Dharmawan, Sertu Anumerta Rikson Edi Chandra, prajurit dari Yonkav 5/DPC yang tengah menjalankan tugas pengamanan di Papua, gugur dalam bentrokan dengan massa anarkis yang menuntut referendum di halaman Kantor Bupati Deiyai, Papua, pada Rabu (28/8/2019) lalu.

Hadir dalam upacara pemakaman, pejabat jajaran TNI Kodam II/Swj dan Polres Prabumulih, unsur Forkopimda Kota Prabumulih, personel TNI-Polri serta keluarga dan beberapa kerabat almarhum.

"Kasdam menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya almarhum pada saat melaksanakan tugas di Papua. Atas nama negara dan pimpinan TNI AD khususnya Kodam II/Swj mengucapkan turut berduka cita. Sertu (Anumerta) Rikson Edi Chandra adalah prajurit teladan dan mengemban tugas negara. Kita semua mendoakan almarhum diterima di sisi Allah SWT, "ucap Kapendam, mengutip pernyataan Kasdam.

Selaku pimpinan, Kasdam mengaku bangga terhadap dedikasi dan loyalitas Sertu Anumerta Rikson Edi Chandra, yang gugur dalam melaksanakan tugas negara. 

“Kita semua menganggap, beliau adalah Pahlawan Kusuma Bangsa”, tegasnya 

Lebih lanjut dijelaskan Kapendam, sebelumnya, Sertu Anumerta Rikson Edi Chandra adalah prajurit yang ditugaskan dari Kodam II/Swj yang tergabung dalam Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) di Papua, merupakan anggota TNI dari Satuan Yonkav 5/DPC Karang Endah.

"Selama bertugas di Yonkav 5/DPC, almarhum menjabat sebagai Komandan Ranpur AVLB Tonhar Kima Yonkav 5/DPC. Lahir di Jambi, pada tanggal 25 Mei 1981. Almarhum meninggalkan Istri bernama Endang Susilawati dan dua orang anak bernama Richard D, umur 13 tahun dan Shakira, umur 9 tahun, " ungkap Djohan.

"Terakhir Almarhum bertugas di Kantor Bupati Deiyai, Papua, dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa dari kelompok masyarakat Papua yang menuntut referendum,  kksi demo dan unjuk rasa akhirnya berlangsung anarkis dan menyebabkan lima anggota aparat keamanan gabungan TNI-Polri terluka dan salah satunya Sertu Rikson gugur di tempat kejadian," pungkasnya mengakhiri. (rill)

Keterangan foto: Team Kappija-21 bersama PPWI Sumsel berfoto bersama seusai pertemuan dengan pihak Pusat Administrasi Universitas Sriwijaya, kika: Hardi, Wilson, Syahrizal

MPA,PALEMBANG - Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Sekjen Kappija-21), Wilson Lalengke, melakukan kunjungan silahturahmi ke pimpinan Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Senin 29 Juli 2019. Dalam kunjungan tersebut, Wilson didampingi Ketua dan Sekretaris PPWI Sumatera Selatan, Syahrizal dan Hardi, yang selanjutnya akan menjadi penghubung komunikasi antara Kappija-21 dengan Universitas Sriwijaya.

Pada kesempatan itu, rombongan Kappija-21 diterima oleh bagian administrasi universitas, Zulkifli. Sangat kebetulan, pada saat kunjungan dilakukan, para pimpinan Universitas Sriwijaya sedang berada di Banda Aceh menghadiri pertemuan tentang proses penerimaan mahasiswa baru universitas negeri se-Indonesia.

Team Kappija-21 menyampaikan maksud kunjungannya yang disambut baik oleh pihak universitas. "Kami bermaksud bersilahturahmi dan ingin menawarkan kerjasama pelaksanaan seminar dan workshop terkait pendidikan berwawasan global dan pembangunan berkelanjutan, kerjasama antara Kappija-21 dengan Universitas Sriwijaya, yang dalam pelaksanaannya akan didukung oleh PPWI Sumsel," jelas Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu. 

Pada kesempatan yang sama, team disarankan untuk melakukan kontak komunikasi langsung dengan Dr. dr. HM Zulkarnain, Sp.KK, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Sriwijaya. Ketua PPWI Sumsel, Syahrizal, langsung menghubungi Purek III Dr. Zulkarnain, yang kebetulan merupakan sepupu Syahrizal, melalui sambungan telepon keluarga. Pembicaraan tentang maksud kedatangan Kappija-21 dan rencana kegiatan bersama selanjutnya berlangsung lancar dan posistif.

Sebagaimana diketahui bahwa Kappija-21 bermaksud menjalin kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Palembang, Sumsel, mengadakan _'Kappija-21 National Conference on Global Education and Sustainable Development'._ Rencananya, kegiatan berbentuk seminar dan workshop ini akan berlangsung pada Sabtu, 14 September 2019 di Kampus Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Panitia akan menghadirkan narasumber dari Jepang, Senior Kappija-21, Pemerintah Daerah, Pejabat Universitas Sriwijaya, dan praktisi media.

Kegiatan konferensi sehari ini akan mengundang mahasiswa Universitas Sriwijaya, tokoh masyarakat, pemuda, agama, budaya, dan perangkat pemerintahan daerah. Selain itu, juga diundang praktisi media. (APL/Red)




MPA, LUBUK LINGGAU - Udara segar dan pemandangan yang indah, akan jadi tempat yang sempurna untuk menghabiskan liburan dengan keluarga, teman, serta kerabat.

Dan itu hanya bisa didapat di ”Amazing Riverside Hotel“ yang berlokasi di Jl.Yos Sudarso No.13 Taba Jemekeh, Lubuk Linggau Timur 1, Sumatra Selatan-Indonesia.

Selain tempatnya sempurna juga tepat buat menghabiskan masa liburan Anda, karena, ”Amazing Riverside Hotel“ mempunyai fasilitas lengkap, seperti ruang santai untuk menghabiskan kopi bareng teman, ruangan multifungsi, ballroom, koneksi Wi-Fi gratis, peralatan mandi lengkap, TV nirkabel, dan lain-lain.

Bagi yang mau menikmati weekend bareng keluarga dan sahabat Bisa mampir ke “Amazing Riverside Hotel” Lubuklinggau, selain pemandangan yang alami banget. Malam ini akan dihibur bersama "Riverside Home Band"

Mumpung lagi ada paket makan anggon, ayo buruan. Hanya Rp.250.000/6orang, ditambah dengan menu promo dari Amazing rice timbel Rp.45.000 udah free Ice tea.

Serta nikmati juga disc kamar 50% dari amazing riverside hotel.

Segera Reservasi Sekarang Juga..!!!

Amazing Riverside Hotel, Jl.Yos Sudarso No.13 Taba Jemekeh, Lubuk Linggau Timur 1, Sumatra Selatan-Indonesia.

Reservation Now.
P : +62 733 328 3304
M : +62 821 1371 3331
Marketting : 0822 8007 0100
E : amazing.riverside@gmail.com
www.amazing.hotels.co.id
#amazingriversidehotellubuklingga
#salesmarketingkece
#sungaikelingiamazing                      
#villagerestoamazingriverside
#amazingriversidehotellubuklingga
#villagerestoamazingriverside
#sungaikelingiamazing
#salesmarketingkeceSelamat siang.

(herlina)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F