-->

Bawang Merah Presisi RPIK Balitbangtan Panen, Tanah Datar jadi "Raja Bawang"

Baca Juga

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA -  Teknologi bawang merah presisi yang diperkenalkan oleh Balitbangtan di Kabupaten Tanah Datar beberapa waktu lalu sukses dipanen, Selasa (21/9). Dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, SP, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, Kepala BBSDLP Dr. Husnain beserta jajaran pelaksana Riset Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Bawang merah presisi di lahan kering dataran tinggi. Selain panen perdana pada rangkaian acara hari ini juga diadakan peresmian penggunaan gudang pengering (drying sorage) dan pencanangan tanam bawang merah musim kedua.


Bawang merah yang dipanen hari ini adalah varieatas SS-Sakato dg potensi hasil 12 ton/ha. Selain SS-Sakato juga dikembangkan VUB Bawang Merah Bato Ijo dg potensi hasil 18.5 ton umbi kering setara dg 25 ton umbi basah. Batu ijo yg dikembangkan adalah untuk produksi benig pokok dan benih sebar. Disamping du varietas tersebut juga diperagakan 14 varietas unggul balitbang dalam rangka mendapatkan varietas yg beradaptasi baik pada dataran tinggi tanah datar. 


Kepada Gubernur Sumbar dan seluruh petani yang hadir,  Ir. Hendri Sosiawan, CESA. Koordinator Tim Pelaksana Penelitian dan pengembangan pertanian Presisi Riset Inovatif Kolaboratif Lahan Kering Dataran Tinggi BBSDLP Balitbangtan menjelaskan berbagai inovasi yang dikembangkan di lahan petani pandaisikek, mulai dari kondisi hara tanah, teknologi tata air, uji beberapa varietas dan semua komponen teknologi Presisi yang sudah di laksanakan oleh petani kooperator.


Melihat potensi hasil bawang merah yang luar biasa, dalam waktu 70 hari sudah bisa di panen, Gubernur Sumbar menyemangati petani agar mengelola dengan baik budidaya bawang merahnya, menerapkan teknologi yang telah dikenalkan, sehingga ujungnya kesejahteraan petani dapat dicapai. "Inshaallah dengan semangat kita bersama,dengan kolaborasi semua pihak kita bisa mewujudkan Sumatera Barat yang maju.


Saat ramah tamah di pondok pertemuan yang terletak di tengah lahan penelitian, Dr. Husnain memapar bahwa RPIK ini dilaksanakan oleh berbagai UPT di bawah Balitbangtan yang mempunyai tupoksi masing-masing termasuk BPTP Sumbar yang setiap hari mengawal dan mendamaikan petani di lokasi. "Tahun ini kita mengadakan kegiatan Riset bersama, khusus di daerah ini dilaksanakan oleh 9 UPT Balitbangtan dengan luas areal 10 Ha" tuturnya. Nah ini sudah kita rintis secara bersama sama kedepan apa yang perlu kita terapkan lagi disini, tentunya dengan dukungan banyak pihak sehingga Teknologi Presisi ini dapat lebih berkembang di masyarakat kita sehingga tanah datar dan Sumatera Barat menjadi sentra kawasan bawang merah untuk daerah Sumatera.


Menanggapi hal tersebut Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE mengucapkan terimakasih kepada jajaran Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian yang telah melakukan riset besar besaran di wilayah Tanah Datar, sehingga ia bertekad untuk menjadikan Tanah Datar dan dirinya sebagai Bupati yang layak disebut sebagai "Raja Bawang" nantinya. Jika bupati daerah lain terkenal dengan Raja minyak, raja batu bara dan raja lainnya, maka saya ingin di tanah datar ini kita menjadi Raja Bawang tegasnya sambil tertawa, di sambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir.


Dengan hadirnya para pemimpin daerah di tengah petani bawang merah, mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi sebagai petani bawang merah dan hortikultura, umumnya petani mengeluhkan tentang pemasaran yang tidak berpihak kepada petani. Hal ini ditanggapi oleh Gubernur dan Bupati bahwa di Sumatera Barat sudah ada Toko Tani yang bisa menampung hasil pertanian masyarakat dan khusus untuk Tanah Datar juga sudah ada Lapau Tani, semoga inovasi pemasaran ini bisa mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani saat ini. (WindaR)

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F