Latest Post

Photo Istimewa

MPA, PADANG - Walikota Padang H.Mahyeldi memberikan apresiasi untuk jajaran Satpol PP dalam melaksanakan tugas cukup baik. Walaupun keterbatasan personil bertugas dilapangan tidak ada halangan. Dan tentu kita bersyukur sampai saat ini semua jajaran Pol PP sehat dan prima, apalagi disaat adanya wabah Covid-19.

Walaupun frekuensi tugas Satpol PP semenjak Covid-19 meningkat namun terlasana sangat baik. Setiap melaksanakan tugas dilapangan Satpol PP dibekali alat pelindung diri (APD) berupa masker, sehingga tugas dilapangan jadi maksimal.

Keseriusan dari jajaran Satpol PP penegak Perda ini dalam bertugas begitu sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan itu semangkin cepat untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Padang. sebut Mahyeldi usai melaksanakan apel di jajaran Satpol PP rabu (27/5/2020)

Walikota Padang menyebut, seluruh jajaran Satpol PP, baik dari pimpinan pasukan, tim yang diturunkan untuk melakukan penegakan peraturan Perda yang ada dikota Padang sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan aturan. Apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di saat Covid-19, Pol PP  bekerja maksimalnya dan masif baik pada siang dan malam harinya.

Berjalannya pelaksanaan PSBB ini, maka frekuensi eskalasi kegiatan dari Satpol PP terjadi peningkatan. Atas dedikasi, kesungguhan serta keseriusan Satpol PP melaksanakan tugasnya,Mahyeldi berjanji akan memberikan Vitamin sehat bagi 492 personil Satpol PP. Pemerintah Kota Padang memgucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran penegak Perda itu.

Selanjutnya Mahyeldi menambahkan, tugas Satpol PP selama pandemi Covid-19 setiap hari berinteraksi dengan orang yang fositif Covid. menyelamatkan, membantu serta melaksanakan sosialisasi dan melakukan pengamanan di empat titik posko pengamanan Covid-19. (Zal/Rengga/Prokopim)

Sumber : Humas Pemko Padang

Petarung MMA Mualaf Wilhelm Ott (kiri) bersama istrinya, Michele Birringer. (Foto-Foto: Instagram @willi.ott.148)

MPA, WINA – Michele Birringer, istri dari petarung MMA mualaf, Wilhelm Ott, baru dipecat dari pekerjaannya akibat memakai jilbab. Hebatnya, kondisi tersebut tak menggoyahkan iman mereka kepada Allah SWT.

Ott memeluk islam akhir April silam. Dia mendapat hidayah saat menjalani masa karantina pandemi virus corona. Keyakinannya kini juga diikuti sang istri. Tak tanggung-tanggung, Birringer langsung menjalankan kewajiban muslimah memakai jilbab.

Sayangnya keputusannya memakai pelindung kepala ditentang tempat kerjanya yakni sebuah kelab malam. Dia tak berkecil hati. Justru sebaliknya, hal itu membuat Birringer dan Ott makin istikamah.

“Asalamualaikum warahmatula wabarakatuh. Istri saya @bmischl diberhentikan dari tempat kerja hari ini karena jilbabnya. Dia manajer bar di pusat hiburan di St. Polten yang ditutup selama krisis corona. Selama krisis, hampir tidak mungkin mendapatkan pekerjaan baru,” kata Ott di Instagram Selasa (26/5/2020).

“Bosnya kemudian menelepon saya dan mengatakan dia bisa bekerja di sana sampai menemukan pekerjaan lain. Tapi saya katakan tidak, istri saya tidak akan bekerja di sana. Ini pertanda dari Allah kalau pekerjaan ini salah. Alhamdulilah. Dia mengatakan akan terus mengenakan jilbabnya dengan bangga,” ucapnya.

Petarung yang dijuluki The Amazing itu juga bercerita kalau banyak stigma radikal yang dilontarkan kepada dia dan istrinya setelah memeluk Islam. Tapi Ott tak khawatir lantaran masih memiliki Allah SWT.

“Setelah kami bertobat, orang-orang takut kami akan menjadi radikal. Tapi saya tidak khawatir. Anda akan menjadi radikal terhadap kami?! Allah SWT akan membantu kami. Dia tahu yang terbaik untuk kami.”

Sumber : inews.id

Photo Istimewa

PEKANBARU - Bayi berusia 32 hari yang diberinama Al Fatih An Nafii hanya bisa terbaring lemah di ruang inkubator, Rumah Sakit Sansani, Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 

Pihak RS Sansani merawat bayi laki-laki malang ini. Kondisinya memprihatinkan, bayi mungil itu harus mendapatkan perawatan intensif. 

Ini terlihat ketika Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Nahdlatul Ulama Peduli (PB-GNP) Covid 19, T Rusli Ahmad didampingi Bendahara Umum Alexander Pranoto, Rabu (27/5/2020) mengunjungi langsung bayi malang tersebut. 

Bayi yang dititipkan di Panti Asuhan Ali Hanafi ini saat kunjungan didampingi pengurus panti asuhan Ali Sosiyar sebagai Pembina, Ustadz Mauluddin, dan Fredi. 

Kedatangan T Rusli Ahmad ini untuk membantu biaya perawatan bayi selama di RS Sansani sampai sehat. 

"Saya merasa sedih melihat kondisinya bayi saat ini. Sang bayi masih dirawat menggunakan inkubator, alat bantu infus, alat pernafasan, anti biotik dan slang OGT, " ujar Rusli Ahmad kepada wartawan, disela-sela kunjungannya. 

Menurutnya, pihak RS Sansani bertanggungjawab penuh memberikan pelayanan terbaik bagi bayi hingga nantinya benar- benar sehat.

Rusli Ahmad mengatakan, dari informasi pengurus panti asuhan, bayi tersebut dibawa oleh seorang supir taksi yang menitipkan bungkusan kepada pengurus panti asuhan yang berlokasi di Jalan Sidodadi 1.

PB Gerakan NU Peduli Covid 19, ujar Rusli Ahmad,  akan membantu biaya perobatan bayi ini hingga sehat. 

"Saya juga sudah berpesan kepada tim perawat yang menangani agar memberikan perawatan yang terbaik. Kita doakan semoga anak ini bisa lekas sehat, " ungkapnya. 

Sementara Ustadz Mauluddin menyampaikan ucapan terimakasih kepada PB Gerakan NU Peduli Covid 19 atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih atas kepedulian pak Rusli Ahmad kepada anak asuh kami ini.Semoga lewat bantuan ini dapat cepat sehat dan berkumpul bersama kami," ujarnya

Disisi lain, Mauluddin menyebutkan, bahwa bayi malang ini saat dibawa ke Panti Asuhan dalam kondisi masih ada ari-arinya. 

"Kita juga tidak tau siapa orang yang membawa bayi ini. Karena saat dititipkan berupa bungkusan. 

Saat ingin ditanya supir taksinya langsung pergi, " ungkapnya.

Sementara itu salah seorang perawat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa kondisi bayi masih tak sadarkan diri. 

"Kita rawat intensif bayi dengan baik, " ujar dia. ***

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F