//

Latest Post


Kepsek SMP N6 Padang Rarnawati, Spd

MPA, PADANG  - Tahun ajaran baru sudah berlalu, SMP Negeri 6 Padang saat ini tengah mempersiapkan beberapa program guna meningkatkan mutu pendidikan dan itu dimulai dari berbagai aspek salah satunya ujian UNBK yang akan dilaksanakan secara mandiri dimana pada tahun sebelumnya SMP N6 masih numpang di sekolah lain.

Untuk UNBK sudah bisa mandiri, Alhamdulillah SMP N6 sudah dapat bantuan 62 yunit komputer dari para Alumni sekolah ini, ungkap kepsek SMP N6 Padang yang akrab disapa Ratnawati sewaktu ditemui awak media. Selain itu, kita juga akan menjadikan sekolah sehat bebas dari sampah, dan untuk mengurangi sampah plastik, akan ada pelarangan tidak boleh makan makanan berbungkus plastik, apalagi mengenai narkoba, tegas kepsek yang murah senyum, (18/9/2019).

Kemudian tambahnya, kita juga  akan menerapkan sistem religius pada siswa dengan konsep tadarus setiap pagi dilapangan sekolah,  dan dilanjutkan dengan sistem setor ayat dalam satu minggunya 3 sampai 5 ayat kepada guru agama, tujuannya adalah untuk menciptakan siswa siswa yang hafal al-qura,an. Selanjutnya siswa akan kita minta juga untuk meyanyikan lagu kebangsaan, agar  siswa lebih mencintai tanah air, ujar kepsek menjelaskan.

Untuk mencapai semua ini tentu kita butuh peran wali murid dalam hal mendidik, maksuknya kerjasama orang tua dengan pihak sekolah sangat kita harapkan, peran orang tua membimbing dan mengamati anak dirumah, lihat buku pelajaran anak jangan hanya sebatas melihat anak sekolah saja, terang Ratna.

Ratna berharap, dengan adanya kerjasama wali murid dengan pihak sekolah, beliu yakin kalau SMP N6 bisa menjadi sekolah yang barkhualitas  dan berprestasi lagi, setidaknya sesuai dengan  nomor urut sekolah. 

Di penghujung pertemuan dengan awak media,  Ratna juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Alumni SMP N6 yang telah membantu sekolah untuk bisa UNBK mandiri, atas bantuan para Alumni saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga, ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan nofri salah seorang guru smp n6 tersebut menambahkan,”tahun dua ribu dua puluh besok smp enam ini mau dijadikan sekolah ramah anak dan berkarakter dan target  berikutnya agar bisa bersaing dengan sekolah sekolah yang lain yang ada dikota padang. Nofri juga berharap ,SMP N6  bisa menjadi sekolah yang terbaik dan masuk keperingkat sepuluh besar prestasinya. (Dev)

Photo, Istimewa

MPA, JAKARTA - Senator DPD RI Asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP yang juga terpilih kembali menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024 mengatakan bahwa munculnya beberapa nama calon ketua DPD RI dalam beberapa bulan terkahir di media massa penting untuk untuk dikritisi. Dirinya merasa geram dengan narasi yang dibangun terhadap kredibilitas dan eksistensi DPD RI selama ini yang bertolak belakang dengan pernyataan politik yang dimunculkan oleh calon ketua DPD RI.

“Kalau mau maju sebagai calon ketua DPD RI periode 2019-2024 silahkan saja karena semua anggota mempunyai hak politik yang sama untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD RI, namun disayangkan jika masih terdapat calon ketua yang 'menjual es di musim hujan',” kata Fachrul Razi.

Dirinya menjelaskan jika di musim hujan, jualan es tidak laku. Sebaiknya jangan menjual isu DPD lemah di saat rakyat masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap lembaga yang berdiri pasca reformasi ini. Dirinya mempersilahkan setiap calon ketua untuk menilai DPD RI secara objektif dan sesuai dengan realitas politik, jangan emosional maupun subjektif.

“Ini kesannya mau maju sebagai ketua DPD RI, kok membuat banyak anggota DPD RI yang terpilih kembali seakan akan tidak bekerja selama lima tahun menjabat dibelakang hari,” tegas Fachrul Razi.

Dirinya membantah jika pernyataan yang muncul di media massa serta media online belakangan ini karena dirasakan bahwa DPD RI masih memiliki kelemahan. “Aneh, jika ada oknum calon ketua yang belum pernah duduk sebagai anggota DPD RI, namun berkomentar berbagai hal negatif tentang DPD RI. Ada yang bilang lemah, tidak punya peran, masih belum maksimal, sehingga menjadi alasan untuk oknum tersebut mencalonkan diri sebagai ketua DPD RI. Ini seperti jualan es di musim hujan, isu itu tidak menarik. Sebaiknya mereka membangun 'Narasi Senator Indonesia Masa Depan', bukan asal ngecap,” tegas Fachrul Razi yang juga pimpinan komite I DPD RI.

Fachrul Razi menasehatkan agar calon ketua menawarkan kapasitas dirinya dan pengalaman dirinya serta strategi yang mau dibangun di DPD RI, bukan dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial. “Dari awal saja sudah membuat ramai anggota terpilih lainnya menjadi tidak simpatik. Oleh karena itu kami menunggu strategi baru untuk membangun DPD RI oleh calon ketua DPD RI. Sebuah tawaran yang kongkrit bukan janji-janji politik,” jelas Fachrul Razi.

Fachrul Razi mengatakan bahwa DPD RI periode 2019-2024 terdapat 136 anggota DPD yang mendapat peringkat empat besar di setiap provinsi, hanya 44 orang atau 32,35 persen yang berstatus petahana dan 92 caleg atau 67,65 persen adalah wajah baru. “Silahkan saja maju sebagai calon ketua, tapi hargai juga dong kinerja anggota 2009-2014 dan 2014-2019 yang sudah bekerja maksimal,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa DPD RI setiap periode mengalami peningkatan kinerja dan tingginya peminat untuk mencalonkan diri sebagai calon DPD RI. “Mungkin yang ngomong itu ngak sadar, kalau DPD RI selama ini memiliki gaung yang lebih tinggi sehingga menghantarkan dirinya untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI hingga saat ini dirinya terpilih. Kalau DPD RI menjadi lembaga yang tidak diperhitungkan, mana mungkin ada yang mau daftar mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI pada pemilu yang lalu,” tutup Fachrul. (FRZ/Red)


MPA, PADANG - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbar berunjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Barat bertempat di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (12/9/2019), sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka menyoroti 3 tahun kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit.
"Banyak persoalan yang kami anggap belum tuntas selama 3 tahun kepimpinan, Irwan Prayitno-Nasrul Abit," ujar Koordinator lapangan Nanda Harahap.

Misalnya, kata dia, kasus Spj fiktif, menuntaskan LGBT, memberikan penjelasan nasib guru honor dan melanjutkan pembangunan tol Padang-Pekanbaru. "Pembangunan jalan tol kami ingin ganti rugi masyarakat jangan dihargai murah," ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak meratanya gaji guru honorer. Bahkan masih ada sekolah yang kursi kelasnya tidak ada.

Para pendemo meminta Gubernur Irwan Prayitno dan Wakilnya Nasrul Abit untuk menemui mereka. Namun, mereka hanya ditemui Kepala Kesbangpol Sumatera Barat Nazwir.

"Kami ingin gubernur atau wakil gubernur untuk temui kami. Kemana gubernur dan wakilnya, jika memang tidak ada ditempat video call saja," ujar pendemo.

Kepala Kesbangpol Sumatera Barat Nazwir menyebutkan, gubernur dan wakil gubernur tidak ada ditempat. Mereka sedang dinas luar yang telah teragendakan.

Setelah sekitar satu jam berdialog dengan perwakilan Pemprov Sumbar, mahasiswa menyerahkan kado 3 tahun kepemimpinan IP – NA yang berisi berapa tuntutan mereka. (*)


Sumber : kumparan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.