Latest Post


MPA, SUMBAR  – Meskipun sejak subuh hujan gerimis terus mengguyur Kota Bukittinggi namun semangat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman dan Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah dan seluruh peserta gowes untuk mengikuti Bukit Barisan Gowes Ranah Minang (BBGRM) 2020 tidak menyurutkan  nyali para peserta untuk menaklukkan medan  sejauh 104 Km, Minggu (23/2/2020)

Start dimulai dari Jam Gadang kota Bukittinggi tepat pada jam 06.00 Wib para goweser terus mengayuh sepedanya menuju Simpang Baso Kab Tanah Datar. Setelah satu jam lebih mengasuh rombongan memasuki daerah Istano Baso Pagaruyung di Kec Tanjung Emas Kab. Tanah Datar yang dijadikan sebagai Cek Point (CP) 1. 

Kegiatan disini melakukan istirahat dan Baksos dengan membagikan sembako kepada warga yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

Usai jeda waktu 30 menit Wakasad beserta rombongan kembali mangayuh malintasi kampuang ranah Minang  menuju Priangan yang sering disebut sebagai  salah satu Desa terindah di dunia.

Medan etape dua yang penuh dengan tantangan tanjakan  ini para pegowes harus menguras energi dan mempertaruhkan mental untuk menaklukannya. 

Usai menaklukkan  medan tanjakan peserta disuguhkan dengan medan turunan sampai ke Cek Point 2 di SDN Batu Taba Kegiatan disini sama halnya dengan kegiatan di CP 1 dengan melakukan Baksos pembagian sembako dan alat tulis.

Rute perjalanan  menuju finis disuguhkan dengan keindahan alam danau Singkarak yang terbentang luas.

Dermaga Danau Singkarak Kabupaten Solok, Sumbar sebagai tempat finish  diisi dengan acara hiburan dan pembagian doorprize  tepat pada jam 11.30 yang juga diselingi dengan penanaman pohon dan penaburan bibit ikan di Danau Singkarak.

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan terimakasih kepada Pangdam, Danrem Pemerintah Daerah serta seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. 

Orang nomor dua di jajaran TNI AD ini mengatakan bahwa kegiatan bersepeda ini tidak hanya sekedar olahraga tetapi atas inisiatif Danrem diisi dengan melakukan baksos sehingga bermanfaat terhadap masyarakat.

Gowes di Sumatera Barat ini juga  memiliki nilai jual ada gunung, jalanan ada danau yang kedepan bisa juga dijadikan ajang untuk kegiatan triathlon, ungkap Wakasad.(Pen 032)


MPA, SUMBAR  – Deklarasi dan peresmian Army Cycling Club yang dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, merupakan salah satu upaya dalam turut serta mengembangkan olahraga bersepeda di tanah air.  

Hal tersebut disampaikan, Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Junaidhi, S.Sos., M.Si, dalam rilis tertulisnya, Medan, Sabtu (22/2/2020).

Disampaikan Kapendam, deklarasi dan peresmian Army Cycling Club, oleh Wakasad dihadiri 45 klub Sepeda dari seluruh Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) di Gedung Balai Kota Bukit Tinggi, Sumbar, Minggu, (23/2/2020).

“45 klub (sepeda) ini tentunya tersebar di seluruh tanah air dan secara bertahap dapat dikembangkan hingga ke seluruh jajaran TNI AD,” jelas Zeni.

Menurut Zeni, pengembangan olahraga sepeda di lingkungan TNI AD sangatlah memungkinkan, bahkan diharapkan dapat membantu mengembangkan olahraga sepeda di tanah air.

"Selain untuk di lingkungan TNI AD, Letjen TNI Tatang Sulaiman berharap,  agar dapat menggelorakan pola hidup sehat melalui olahraga sepeda," tegasnya. 

Dikatakan Zeni lebih lanjut, Wakasad menegaskan bahwa olahraga sepeda tidak hanya menjadi wahana menyalurkan hobi maupun pembinaan atlet potensial, namun juga bisa menjadi momen saling berbagi dan membantu berbagai program pembangunan  pemerintah.

"Seperti di berbagai even yang digelar Kalbar, Lombok, Papua dan beberapa tempat lain oleh TNI AD, (olahraga) dipadukan dengan bakti sosial dan promosi wisata serta membangun sinergi antar unsur," terang Zeni. 

“Di TNI AD sendiri, ada organisasi yang menangani cabang olahraga, KOMIAD (Komite Olahraga Militer Indonesia Angkatan Darat), namun untuk bersepeda belum ada,” imbuhnya.

Menurut Wakasad, lanjut Zeni, sebagai Kota Perjuangan, dijadikannya Bukit Tinggi sebagai tempat peresmian Army Cycling Club merupakan pilihan yang tepat.

"Nilai historis dan perjuangan yang melekat di kota ini, akan memompa semangat kita untuk berolahraga dan membantu mengembangkan olahraga sepeda ke seluruh penjuru tanah air," tutur Zeni. 

“Terutama untuk tumbuhnya atlet-atlet sepeda yang berkualitas dan berprestasi,” tambahnya.

Minggu (23/2/2020) pagi, Wakasad dan ribuan goweser dari Army Cycling Club, serta komunitas sepeda Ranah Minang,  mengikuti Bukit Barisan Gowes Ranah Minang (BBGRM) 2020.

“Selain bersepeda atau gowes sejauh 104 km, di setiap pits stop akan diselingi dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan paket sembako dan kegiatan lainnya,” ujar Zeni. 

“Selain itu, dapat mempromosikan  keindahan bentangan alam dari Bukit Tinggi hingga Danau Singkarak, sebagai upaya untuk membantu pemerintah memajukan potensi dan keanekaragaman wisata di sini,” lanjutnya. 

Deklarasi peresmian Army Cycling Club ini, dihadiri oleh para Pangdam dan Kabalakpus jajaran TNI AD, unsur Forkopimda Sumbar, pejabat Kodam I/BB, Korem 032/Wbr, serta perwakilan klub sepeda Kotama dan Balakpus TNI AD.(**)


MPA, KAB SOLOK - Tak sepantahpun kata terucap mengenai baliho dari para Bakal Calon Bupati yang berjejeran di tiap titik, sekitaran ruas jalan Kabupaten Solok. 

Baliho nan terpasang nyaris tak berjeda, seakan semua kandidat berpacu saling diperkenalkan melalui gambar dirinya di pandangan orang orang yang berlalu lalang.

Apakah itu aneh? jawabnya, Tentu tidak. Keindahan sebuah baliho merupakan salah satu alat peraga yang handal buat menyampaikan pesan, kampanye kepada pablik.

Perjalanan menuju Kabupaten Solok didukung oleh cuaca yang sangat cerah serta penuh dengan canda tawa dari tim kerja media pencari fakta, Sabtu ini (22/2/20).

Tim media berkendara memakan waktu kurang lebih setengah jam meninggalkan Kota Padang untuk menuju Kabupaten Solok. Tepatnya, usai melewati pendakian yang dikenal dengan nama Sitinjau Laut.

Jejeran balihopun mulai tampak dengan manuver desain dan tag line menarik, semua gambar itu menyampaikan pesan akan membangkitkan Kabupaten Solok menuju Solok nan damai dan sejahtera.

Tapi, ada yang menarik dari salah satu baliho Balon Bupati tersebut. Yakni, Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat. Ketika itu, awak media berhenti untuk istirahat sejenak di sebuah warung tepat di depan balihonya.

Belum lama terhenyak duduk di bangku, wartawan yang satu bernama Akmal dan satu lagi bernama Indra Tanamo, tiba-tiba Akmal sontak bertanya kepada seorang Ibu penjaga warung tersebut.

“Ibu kenal dengan bapak bapak yang ada di baliho depan ini,” tanya Akmal sembari menunjuk ke arah baliho Hendra – Mahyuzil.

“Kenal Pak, salah satu dari beliau adalah buya kita. Seorang guru yang banyak mengajarkan ilmu agama dan kebaikan hidup kepada murid muridnya. Kami sangat kenal Pak,” jawab Ibu itu sambil mengantarkan kopi kami.

Di warung itu juga ada seorang bapak tua bernama Kairul, yang tengah duduk lebih dulu sebelum kedatangan kami . Lalu, bapak itu ikut mengangguk anggguk mendengar percakapan Akmal, dan Indra, sepertinya dia pun mengerti apa yang sedang jadi topik pembicaraan.

Lantas, Kairulpun ikut ditanyai. “Bapak juga kenal dengan kedua orang yang ada di dalam baliho itu,” tanya wartawan.

“Sangat kenal Pak, bahkan saya dekat dengan beliau,” jawab Kairul yang bekerja sebagai petani.

“Hendra – Mahyuzil itu sudah menjadi tokoh bagi kami, jauh hari sebelum gambarnya dipajang,” ungkapnya.

Diakui Kairul, bahwa baliho tersebut dipasang oleh kemenakannya sendiri yang merupakan salah seorang tokoh pemuda di daerahnya.

“Baliho ini dipasang atas kemauan kami dan tanpa dimintai biaya kepada Buya. Sebab, kami ikhlas dan sangat mendukung buya untuk memimpin daerah kami,” tandas Kairul.

Tak lama kemudian, tim awak media inipun melanjutkan perjalananya ke daerah Sukarami, Kabupaten Solok. Membawa sebuah pertanyaan tentang “apa keunggulan dari kandidat yang mencalonkan diri melalui jalur independen?.”

Yaitu, Hendra Saputra yang berpasangan dengan Buya Mahyuzil Rahmat.

Tak lama berselang, awak mediapun telah sampai di rumah Sukrawardi salah seorang pendukung sekaligus orang terdekat Hendra – Mahyuzil.

Obrolan silaturahmi berlangsung sesaat sebelum sesi wawancara yang akan dilakukan. Suara seruputan kopi bergantian terdengar dari bibir para wartawan berulas keakraban. Sebab, Sukrawardi memiliki kepribadian terbuka dan sangat ramah. Raut wajah gembira yang ia pancarkan kala menyambut kedatangan awak media. Tulus bersikap lalu pandai bersahut, itulah gambaran dirinya. Padahal, iapun belum tahu bahwa ada kemungkinan bakal tersedak dengan pertanyaan yang akan diutarakan wartawan setelah itu.

Setelah kondusif, percakapanpun mulai terlihat serius. Untung saja ruangan terasa sejuk oleh terpaan angin menyepoi ditambah lagi dengan suhu udara Kabupaten Solok yang dingin. Suasanapun terasa sangat nyaman untuk berdiskusi.

“Apa yang mendasari Hendra – Mahyuzil untuk ikut serta dalam bursa kepemimpinan Kabupaten Solok ini?,” selonsong salah seorang awak media bertanya kepada Sukrawardi.

“Permintaan kami sebagai jemaah dan orang terdekat beliau,” jawab pria paruh baya itu tersenyum.

“Lalu, apa motivasinya para jemaah inginkan ke dua tokoh ini menjadi pemimpin daerah?,” sambung awak media.

“Kami ingin baik, inginkan negeri berakhlak, negeri yang pintar, negeri yang maju, negeri yang makmur dan negeri yang siap dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Di tangan mereka (Hendra – Mahyuzil), semuanya itu ada. Sebab, selain dari ilmu agamanya yang dalam, buya kami itu juga memiliki kompetensi baik di bidang birokrasi maupun sosial kemasyarakatan,” papar Sukrawardi

Selanjutnya, dia juga menjelaskan alasan untuk memilih jalur independen ketimbang alur partai politik.

“Jadi, kami kira itu cukup untuk menjadikan mereka sebagai pemimpin di negeri ini. Makanya, kami hanya ingin maju melalui jalur independen, karena kami merasa beban yang akan dihadapi oleh buya kami hanyalah bagaimana menjadikan daerah yang hebat tanpa ada beban politik lainya”, jelas Sukra… Bersambung…

Penulis : Tim  Pencari Fakta

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.