-->

Latest Post

SUMBAR - MEDIAPORTALANDA - 7 MEI 2022 - bertempat di Mako Polres Bukitinggi, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bukitinggi Ajun Komisaris Ghanda Novidiningrat Gunawan dan Kasie Propam Iptu Ekmarlidon, mewanti wanti personil Polres Bukitinggi terutama pada satuan lalu lintas yang sering berhubungan langsung dengan masyarakat dan para pengendara. “Untuk Selalu Menjunjung Tinggi Harkat Dan Martabat Satuan dan mempunyai kinerja yang baik”.


Akp Ghanda novidiningrat yang juga merupakan urang Sumando Bukitinggi ini mengungkapkan bahwa, kegiatan penekanan ini  berguna untuk memantapkan dan membentuk karakter disiplin tinggi serta kesiapsiagaan Personel Sat Lantas Polres Bukitinggi,  sebelum memberikan pelayanan Kepolisian terbaik di bidang lalu lintas kepada masyarakat.


Selain itu “Dimana kesiapsiagaan kita,  menghadapi pelaksanaan tugas kedepan yang semakin kompleks, mewajibkan kita untuk memberikan pelayanan Kepolisian terbaik sebagai contoh yang baik kepada masyarakat dengan menunjukkan kedisiplinan.


Kasat Lantas juga tidak lupa,  mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini, meskipun kasus covid 19 saat ini cenderung melandai di wilayah hukum Polda Sumbar, namun sebagai lokomotif  lalu lintas, setiap personil Satlantas Polres Bukitinggi, harus memberikan contoh termasuk tidak melepas masker saat menjalankan akitiftas. (**)

MAKASSAR - MEDIAPORTALANDA - 16 MEI 2022 - Wartawan senior Andi Tonra Mahie ( 70 tahun), pemimpin group media Matahari di Makassar, Sulsel,  akan mempolisikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari.  Kuasa hukum ATM, Upa Labuhari SH menyampaikan rencana itu  di WhatsApp Group warga PWI, Minggu (15/5) petang. 


"Mohon maaf para seniorku di PWI pusat ,sebagai kuasa hukum ATM   kami akan melaporkan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari karena yang bersangkutan ikut membuat permufakatan  jahat mempidanakan  ATM hanya karena yang bersangkutan menyampaikan surat berisi  kritik kepada pengurus PWI. Padahal itu adalah hal lumrah, sesuatu wajar dan sah menurut UU Pers 40/1999 dan UUD 1945. 


"Pemangsa Anggota"


Bulan lalu ATM menyurat ke PWI Pusat mengadukan sepak terjang Zulkifli Gani Otto ( Zugito, sekarang Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat) yang merusak citra wartawan dan organisasi PWI di Sulsel. ATM merespons penggerudukan Satpol PP Sulsel dan berlanjut penyegelan sejumlah ruangan di kantor PWI  yang disewakan Zugito kepada pihak ketiga secara melawan hukum. Kantor itu merupakan milik Pemprov Sulsel yang statusnya dipinjam pakai  oleh PWI Sulsel. Tidak boleh dialihkan kepada pihak ketiga apalagi untuk kegiatan komersil. Dalam urusan sama, Zugito pernah juga berurusan dengan polisi dan menjadi terdakwa, namun kemudian dinyatakan bebas oleh pengadilan. 

Menurut Upa Labuhari, juga wartawan senior ( Harian Sinar Harapan) dan mantan pengurus PWI Pusat,  Ketua Umum PWI Atal Depari akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya minggu ini. 


Ini memang soal intern. Baru pertama dalam sejarah PWI yang berdiri tahun 1946, ATM  juga mantan pengurus PWI Sulsel beberapa priode. Ia menyurat  ke PWI Pusat agar memberi perhatian serius terhadap sepak terjang Zugito. Sebagai tambahan informasi, semasa  menjadi Ketua PWI Sulsel,  puluhan wartawan pernah terancam pemecatan dan laporan ke polisi karena kritik dan perbedaan pendapat dengan yang bersangkutan. Satu anggota PWI Sulsel, atas nama Kadir Sijaya, bahkan sempat mendekam lima bulan di penjara, meski akhirnya dinyatakan bebas di tingkat banding maupun kasasi. Itu juga kerja Zugito yang di Makasar dijuluki " pemangsa" wartawan. 


" Sebagai wartawan saja Zugito tidak pantas. Apalagi jadi pengurus PWI di tingkat pusat. Dia diketahui tidak pernah beraktifitas  mencari dan menulis berita secara rutin  seperti dipersyaratkan UU Pers 40/1999. Lebih fatal lagi  Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari yang menyampaikan pernyataan dukungan terhadap pemidanaan wartawan. Itu jelas merusak kemerdekaan pers dan seluruh perangkat aturan PWI, pasal kemerdekasn pers dalam UU Pers 40 / 1999 dan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat. Mungkin yang bersangkutan belum qatam dengan peraturan perundang- undangan di bidang pers. Sebab para tokoh pers pendahulu justru sejak dulu  menghindarkan kriminalisasi terhadap wartawan dalam melaksanakan fungsinya, sampai melahirkan  MoU PWI dengan Kapolri dan Jaksa Agung. Sekarang MoU Kapolri dengan Dewan Pers", papar Upa.


Laporan polisi Zulkifli Gani Otto ( Zugito) terhadap ATM didaftarkan di Polrestabes Makassar dengan Nomor Laporan Polisi :

LP/825/V/2022/POLDA SULSEL/RESTABES MKS tertanggal 12 Mei 2022. Laporan diterima oleh KA SPKT ub KANIT III, AKP Paris Jacobus. 

" Terhadap laporan itu kami akan menyurat ke Kapolda Sulsel Irjenpol Nana Sudjana agar proses laporannya dihentikan dan kasus dikembalikan kepada Pengurus PWI Pusat di Jakarta. Biar ditangani Dewan Kehormatan PWI. Karena itu memang urusan internal organisasi. Sejalan dengan Surat Edaran Kapolri Sigit Listyo yang menyerukan jajarannya  menolak memproses laporan kasus yang bersifat pribadi. Kasihan juga pihak kepolisian masak mengurus laporan Zugito, " tambah Upa. Apa bedanya dengan pengaduan Anda polisi untuk mempidanakan Ketua Umum PWI?

" Sangat berbeda. Atal diduga melanggar UU tentang kebebasan pers dan hak menyampaikan pendapat yang diatur konstitusi kita. Yang sudah pasti saja : melanggar seluruh perangkat aturan PWI. Yang fatal dilakukan Atal, masak Ketua umum organisasi wartawan mempidanakan anggota yang menyampaikan koreksi? Begitu juga dengan Zugito masak selalu memangsa  anggotanya sendiri. Sebagai anggota PWI kami berkewajiban menghentikan praktek penyalahgunaan wewenang ini. Inilah yang disebur Abuse of Power," urai Upa Labuhari.


Menurut informasi, Zugito bersedia mencabut laporan jka ATM minta maaf. Bagaimana tanggapan klien Anda?

" Klien kami mengabaikan itu. Dia tidak tertarik. Tidak ada kamus minta maaf untuk usaha menyampaikan kritik. Kritik ATM hanya menuntut jawaban perbaikan perilaku pengurus demi organisasi PWI, " kata Upa mengunci keterangannya. 



Tim Hukum Upa Labuhari SH 


Contact : 

0816 845969

0812 91845424

PADANG - MEDIAPORTALANDA - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 tingkat Kota Padang, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Upacara di Lapangan Upacara Komplek Perkantoran Balai Kota Padang, Selasa (17/5/2022) pagi.


Upacara yang dipimpin Wali Kota Padang Hendri Septa itu, bertemakan "Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar".


Dalam arahannya orang nomor satu di Kota Padang membacakan amanat Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim terkait peringatan Hardiknas 2022.


Ia menyebutkan, selama dua tahun terakhir banyak sekali tantangan terutama pandemi Covid-19 yang harus dihadapi bersama dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan mungkin tidak pernah dibayangkan semua itu bagaimana mengatasinya.


"Hari ini adalah bukti. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan khususnya di bidang pendidikan. Maka itu poin yang kita tangkap dari momen peringatan Hardiknas ini adalah bagaimana kita untuk terus melaksanakan kegiatan pendidikan dalam kondisi apapun sekaligus berjuang mencapai Merdeka Belajar bagi peserta didik," sebut Wako membacakan amanat Mendikbudristek.


Lebih lanjut Wako pun menyinggung terkait Kurikulum Merdeka Belajar yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi. Kurikulum tersebut terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran dan kini sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.


"Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan. Alhamdulillah semua perubahan positif yang kita usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. 


"Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia. Maka itu atas nama Pemko Padang saya mengucapkan apresiasi kepada para guru yang berjuang tanpa pamrih dalam kondisi apapun demi pendidikan anak-anak kita. Semoga hal baik ini terus berlanjut dan dipertahankan demi kemajuan pendidikan generasi muda kita selaku calon pemimpin di masa mendatang," pungkas Wali Kota mengakhiri.


Adapun dalam Upacara Peringatan Hardiknas tingkat Kota Padang tahun 2022 tersebut hadir Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani serta unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Padang. Kegiatan itu juga bersamaan dengan Pencanangan Manunggal Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-19 tingkat Kota Padang Tahun 2022.(Dv)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
F